Documents

3 pages
148 views

Tugas Nutrisi Pasca Nilai

of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
tugas nutisi
Transcript
  Tugas Nutrisi Judul jurnal : “Pemberian Daun Kayu Manis Cinnamomun Burmanni   dalam Pakan Terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Komposisi Nutrien Tubuh Ikan Patin Pangasius Hypopthalmus ”   Ikan patin (  Pangasius hypopthalmus ) merupakan ikan yang digemari oleh masyarakat, dan permintaan patin kian waktu terus meningkat, sehingga produksi filet ikan patin terus  berkembang. Meskipun ikan ini memiliki peluang yang menjanjikan produksi ikan patin hasil  budidaya di Indonesia masih terdapat beberapa kendala, diantaranya yakni kuantitas dan kualitas. Permasalahan yang sering terjadi pada produk ikan patin yang dipelihara pada wadah budidaya adalah tekstur yang lembek dan tidak kompak, sehingga kurang diminati oleh konsumen. Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ikan patin, dan mempertahankan pasokan serta mutu atau kualitas daging dapat dilakukan melalui peningkatan pertumbuhan dengan pemberian  pakan berkualitas selama masa pemeliharaan. Kayu manis merupakan bahan yang memiliki berbagai kandungan senyawa kimia, antara lain minyak atsiri, sinamaldehid, flavonoid, alkaloid, senyawa fenol, tanin, kalsium oksalat, dan senyawa aromatik aldehid lain (Kusuma 2008). Penelitian tentang penggunaan kayu manis dalam  pakan telah dilakukan oleh Azima (2004) dan dari penelitian tersebut didapatkan bahwa  penambahan kayu manis sebanyak 200 mg/kg dalam pakan dapat menurunkan kadar kolesterol dan kadar trigliserida dalam tubuh kelinci. Hasil penelitian Hutama (2012) pemberian tepung daun kayu manis sampai 1% dalam pakan ikan mas ternyata dapat meningkatkan nafsu makan, dan membuat tekstur daging ikan menjadi lebih kompak dan rasa daging lebih manis dari  biasanya, serta terjadi peningkatan kadar protein tubuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian tepung daun kayu manis dalam pakan terhadap kinerja  pertumbuhan dan komposisi nutrien tubuh ikan patin. Sebagai ikan uji adalah ikan patin (  Pangasius hypopthalmus ) yang memilik bobot awal 7,27 ± 0,28 g, dipelihara pada akuarium berdimensi 50 x 40 x 35 cm, dengan kepadatan 10 ekor  per akuarium. Selama pemeliharaan, ikan uji diberi pakan perlakuan secara at satiation (sampai kenyang), 3 kali sehari (pukul 08:00, 12:00, dan 16:00 WIB). Sisa pakan yang tidak termakan dikumpulkan untuk dihitung jumlah konsumsi pakannya. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 30 hari dengan sistem resirkulasi dan diaerasi 24 jam. Agar kualitas air tetap baik, setiap hari dilakukan penyiponan feses dan penggantian air sebanyak 30%. Apabila terdapat ikan yang mati selama penelitian, maka dilakukan pencatatan terhadap bobot ikan mati. Pada hari ke-30 ikan dipanen, dan dilakukan penimbangan bobot akhir. Kemudian diambil secara acak minimal 5 ekor ikan untuk keperluan pengukuran biokimiawi. Pengujian tekstur daging ikan patin dilakukan terhadap daging ikan uji yang telah dikukus.  Setelah 30 hari pemeliharaan, ikan patin (  P. hypopthalmus ) yang diberi pakan perlakuan dengan penambahan dosis daun kayu manis 0, 0,5, 1,0, dan 1,5%, mengalami peningkatan bobot 46 83% dari bobot awal (Gambar 1). Ikan patin yang diberi pakan dengan penambahan 1% daun kayu manis, memberikan pertumbuhan bobot paling tinggi. Jumlah konsumsi pakan (JKP) pada ikan yang diberi penambahan daun kayu manis menurun dibandingkan dengan kontrol (P0,05), sehingga pemanfaatan pakan pada ikan yang diberi daun kayu manis lebih efisien (P0,05). Kadar protein tubuh ikan yang diberi pakan dengan penambahan daun kayu manis pada akhir penelitian berdasarkan tabel mengalami peningkatan sampai dengan 1,25 kali dibandingkan dengan kadar protein tubuh ikan kontrol (P0,05). Pengamatan terhadap kualitas daging ikan, tampak bahwa terdapat peningkatan 1,5 kali glikogen di otot ikan patin yang diberi  pakan dengan penambahan daun kayu manis. Demikian pula pengujian terhadap kualitas daging ikan yang diberi daun kayu manis, dari 30 panelis terbanyak (37%) menyatakan tekstur daging ikan patin yang diberi pakan perlakuan dengan 1% daun kayu manis, agak kompak dan hanya sedikit (30%) yang menyatakan daging ikan lembek (P>0,05). Penambahan daun kayu manis pada pakan ikan patin memberikan hasil jumlah konsumsi  pakan (JKP) yang lebih rendah dibandingkan dengan pakan kontrol (tanpa penambahan daun kayu manis). Hal ini berbeda dengan nilai JKP pada ikan mas cenderung meningkat sebanding dengan banyaknya penambahan daun kayu manis. Perbedaan ini diduga karena daya terima ikan terhadap aroma dan rasa khas dari bahan baku pakan berbeda untuk setiap spesies. Ikan patin termasuk golongan ikan karnivor, berbeda dengan ikan mas yang omnivor, dan setiap spesies ikan memiliki sensor berbeda dalam mendeteksi pakan (Halver & Hardy 2002). Walaupun pada daun kayu manis terdapat aroma yang dapat berperan sebagai atraktan, berasal dari senyawa aromatik seperti sinnamaldehid, eugenol, safrol atau camphor, aceteugenol, dan  beberapa aldehid lain dalam jumlah kecil (Kusuma 2008), pada penelitian ini tidak meningkatkan nafsu makan pada ikan patin. Menurunnya konsumsi pakan, tidak berpengaruh terhadap nilai laju pertumbuhan harian (p>0,05) bahkan, dapat meningkatkan nilai efisiensi  pakan ikan yang diberi daun kayu manis 2 kali lebih tinggi dibandingkan pemberian pakan kontrol (p<0,05). Hal ini diduga bahwa pembaerian tepung daun kayu manis yang mengandung antara lain minyak atsiri 0,28% dan sinamaldehid 10,26% dapat menyeimbangkan dan melengkapi kebutuhan nutrien dan energi pada ikan patin, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai kecernaan total pakan sampai 29% dibandingkan kontrol. Demikian pula dengan kecernaan  protein mengalami peningkatan sekitar 8% pada ikan patin yang diberi pakan dengan  penambahan 1% daun kayu manis. Menurut NAS (1983), tingkat kecernaan terhadap suatu jenis pakan bergantung pada kualitas pakan, komposisi bahan pakan, kandungan gizi pakan, jenis serta aktivitas enzim  pencernaan, ukuran dan umur ikan, serta sifat fisik dan kimia perairan. Hasil analisis proksimat daun kayu manis mengandung protein 10,60%, lemak 5,34%, abu 3,67%, dan BETN 48,74%.  KESIMPULAN Pemberian tepung daun kayu manis sampai dosis 1% pada pakan ikan patin tidak meningkatkan jumlah konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, dan tingkat kelangsungan hidup ikan, namun dapat meningkatan 2 kali lebih tinggi kecernaan total pakan, kecernaan protein mencapai 87,39%, retensi protein 1,5 kali lebih tinggi, dan pakan 2 kali lebih efisiensi dibandingkan pemberian pakan kontrol (tanpa penambahan daun kayu manis). Kadar lemak tubuh ikan menurun 30% pada ikan yang diberi pakan dengan penambahan daun kayu manis, dan tekstur daging tampak agak kompak. DAFTAR PUSTAKA Setiawati Mia, et.al. 2014. Pemberian Daun Kayu Manis Cinnamomun Burmanni  dalam Pakan Terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Komposisi Nutrien Tubuh Ikan Patin  Pangasius  Hypopthalmus. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). Vol. 19 (2): 80-84.  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks