Documents

15 pages
178 views

Trii Print Ttn

of 15
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
ttn
Transcript
   1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem pernafasan memegang peranan sangat penting dalam mempertahankan kehidupan neonatus. Penyebab gangguan pernafasan dapat dibagi menjadi infeksi dan noninfeksi. Kira  –   kira 1% neonatus memiliki distress pernafasan yang tidak berhubungan dengan infeksi. Dari 1 %, kira  –   kira 33% - 50%nya adalah Transient Tachypnea of the  Newborn  (TTN). 1  TTN merupakan  self limited disease , namun dapat juga membahayakan kehidupan neonatus sehingga diperlukan bantuan pernafasan. 1,2  Tingginya tindakan seksio sesarea pada masa kini meningkatkan morbiditas TTN. Insidensi dari tindakan seksio sesarea pada kehamilan yang belum in partu adalah 35,5 per 1000, bila sudah memasuki proses persalinan adalah 12,2 per 1000. 2  Adanya peningkatan morbiditas dan potensi mortalitas memacu pembahasan yang lebih mendalam mengenai TTN. Pada referat ini akan dibahas mengenai definisi, etiologi dan faktor risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, diagnosis banding, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, komplikasi, dan prognosis dari TTN. Bayi baru lahir dengan TTN dalam beberapa jam pertama kehidupan akan mengalami takipnea, terjadi peningkatan kebutuhan oksigen. Bayi baru lahir dengan TTN biasanya sering dianggap dan didiagnosis sebagai sebagai Pnemoni Congenital, Pnemoni Aspirasi atau  Hyaline  Membrane Disease  (HMD). HMD biasanya terjadi pada bayi yang dilahirkan di usia kehamilan kurang dari 35 minggu. Sehingga bila bayi sesak di atas usia kehamilan 35 minggu, diagnosis yang paling sering dipikirkan adalah TTN. Bayi yang sering mengalami TTN adalah bayi yang dilahirkan secara Caesar,  ini disebabkan mereka kehilangan kesempatan untuk mengeluarkan cairan paru. Bayi yang dilahirkan melalui persalinan per vaginam akan mengalami kompresi dada saat menuruni jalan lahir. Hal inilah yang menyebabkan sebagian cairan paru keluar. Tetapi kesempatan ini tidak  berlaku bagi bayi yang dilahirkan dengan operasi. Dari seluruh bayi yang lahir, sekitar 1% akan mengalami kesulitan bernapas, ditandai dengan napas cepat (frekuensi > 60 kali permenit), sianosis perifer dan sentral, merintih, retraksi sternal, napas cuping hidup, hingga apneu periodik. Kumpulan gejala tersebut dikenal dengan istilah Sindrom Gawat Napas (SGN). SGN ini meliputi  Respiratory Distress Syndrome  (RDS) akibat paru yang belum matang, sindrom aspirasi mekonium, serta Transient Tachypnea of the Newborn  (TTN) atau Wet Lung Syndrome .  2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi   Transient Tachypnea of the Newborn  (TTN) adalah suatu penyakit ringan pada bayi  baru lahir (BBL) yang mendekati cukup bulan (near term) atau cukup bulan (term) yang mengalami respiratory distress  segera setelah lahir dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari.  2-4 2.2 Faktor Risiko Berikut adalah faktor risiko neonatus dalam mengidap TTN:  2,4      Elektif seksio sesarea yang belum in partu  Neonatus yang lahir dengan seksio sesarea, terutama dengan usia gestasi kurang dari 38 minggu berisiko terjadinya penimbunan cairan dalam paru-paru karena tidak melewati seluruh proses persalinan dan diikuti pelepasan katekolamin yang tidak adekuat, akibatnya dapat menghambat pertukaran gas dalam paru-paru. Oleh karena itu, maka neonatus lebih sulit untuk menghirup oksigen dengan semestinya dan neonatus bernapas lebih cepat.     Near term neonates Hal ini terjadi kemungkinan karena imaturitas dari epithelial Na +  channel (ENaC), kurangnya produksi surfaktan dari lamellar bodies , dan imaturitas epitel paru.     Neonatus dengan berat badan lahir rendah  Neonatus yang lahir dengan berat badan lahir rendah cenderung untuk mengalami  partus presipitatus   sehingga tidak mengalami peremasan pada jalan lahir.    Yang lahir dari ibu dengan asma TTN yang terjadi dianggap dipengaruhi oleh kelainan atopik mengingat adanya riwayat atopik (asma) pada ibu.    Yang lahir dari ibu dengan diabetes Kurang baiknya aliran darah pada keadaan hiperglikemia dapat mengakibatkan kurang sempurnanya ENaC.    Sedasi pada ibu yang berlebihan Sedasi pada ibu akan menyebabkan efek sedasi pada neonatus sehingga neonatus tidak menangis kuat saat lahir, sedangkan tangisan pada neonatus berperan dalam penyerapan cairan dalam paru-paru sebanyak 30%.  3    Asfiksia perinatal  Neonatus yang mengalami asfiksia perinatal akan merangsang neonatus untuk mengambil nafas lebih cepat sehingga cairan dalam jalan lahir dapat masuk ke dalam paru- paru.    Skor APGAR yang rendah (menit 1: ≤ 7)  Skor APGAR yang rendah dapat menandakan adanya ketidaksempurnaan bersihan dari  jalan nafas, termasuk cairan dalam paru-paru neonatus. 2.3 Etiologi dan Patofisiologi Transient tachypnea of the newborn  (TTN) adalah hasil dari terlambatnya pembersihan cairan paru-paru janin. Distress pernafasan dulu diperkirakan karena defisiensi relatif pada surfaktan tetapi sekarang penyebabnya telah diketahui, yaitu timbunan cairan pada paru-paru karena ketidakmampuan paru-paru janin dalam menyerap cairan. 1,3-6  Percobaan in vivo memperlihatkan bahwa epitel paru-paru mengsekresikan Cl - dan cairan selama kehamilan tetapi baru mengembangkan kemampuan untuk menyerap Na + secara aktif pada akhir kehamilan. 4  Pada saat lahir, paru-paru yang matang mengubah fungsinya dari sekresi Cl -  menjadi absorbsi Na +  karena respon dari katekolamin yang bersirkulasi dalam darah. 3-6  Telah dibuktikan juga bahwa glukokortikoid berperan dalam perubahan ini. Pada paru- paru janin yang imatur terdapat imaturitas expresi EnaC. Glukokortikoid dapat mempercepat  penggantian fungsi dari sekresi cairan menjadi absorpsi cairan. Glukokortikoid menginduksi reabsorpsi Na +  kebanyakan melalui ENaC alveolus paru-paru janin pada akhir kehamilan. Epinefrin yang dilepaskan selama proses persalinan juga mempengaruhi cairan paru-paru janin dengan cara menghambat chloride pump  dan menstimulasi ENaC yang mengabsorbsi cairan dari paru-paru ke interstisial. Perubahan tekanan oksigen juga menambah kapasitas transport   epitel paru dan meningkatkan ekspresi gen ENaC. 3-6  Percobaan memblokade ENaC yang dilakukan pada paru-paru tikus memperlihatkan  pentingnya transport   Na +  secara fisiologis saat lahir. Ketika transport   Na +  tidak efektif, hewan yang baru lahir tersebut memperlihatkan gejala distres pernafasan, hipoksemia, retensi cairan  paru-paru, dan pada akhirnya terjadi kematian. Penelitian menunjukkan bahwa TTN dan  Respiratory Distress Syndrome  (RDS) melibatkan kegagalan pada transport   Na + . 3-6   Transient Tachypnea of the Newborn  (TTN) terjadi pada neonatus cukup bulan dengan surfaktan yang matang dan  transport   Na +  epitel pernafasan yang belum berkembang baik,  4 sedangkan RDS terjadi pada neonatus dengan surfaktan yang belum matang dan transport  Na +  yang belum berkembang baik. 3-6  Walaupun begitu, neonatus yang cukup bulan bisa saja memiliki lamellar body count   yang rendah, yang menandakan kurangnya fungsi surfaktan dan  berhubungan dengan tachypnea  yang lama.  7  Cairan paru- paru janin dibersihkan oleh ENaC beberapa hari sebelum lahir sebanyak 35%, selama proses persalinan sebesar 30% karena efek pelepasan katekolamin, dan sekitar 35% dibersihkan setelah persalinan dengan menangis kuat dan bernafas. 1,3-6   2.4 Manifestasi Klinis TTN Gejala TTN meliputi:  1,2      Takipnea lebih dari 60 napas per menit    Merintih     Nafas cuping hidung    Retraksi dada    Sianosis  Neonatus dapat memperlihatkan barrel chest karena peningkatan diameter anteroposterior. 2.5 Diagnosis Anamnesis pada TTN biasanya didapatkan riwayat persalinan presipitatus, persalinan dengan seksio sesarea, atau persalinan yang lama 1,2  Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda distres pernafasan, seperti takipnea, nafas cuping hidung, merintih, retraksi, dan sianosis dapat muncul segera setelah lahir. Neonatus tersebut bisa saja tidak menunjukkan distres yang akut dan sering hanya menunjukkan quiet tachypnea . 1  Pemeriksaan rasio LS, Analisis Gas Darah (AGD), pemeriksaan darah lengkap, tes antigen serum dan urin, kadar plasma endothelin-1 (ET-1), interleukin-6 (IL-6), foto rontgen thoraks, tes oksigen 100% juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding lain ataupun membantu menentukan  penyebabnya. Kelainan ini haruslah sementara, biasanya baik dalam waktu 72 jam setelah lahir.  Namun beberapa studi menunjukkan bahwa pasien TTN dengan frekuensi pernafasan lebih dari 90 per menit selama 36 jam pertama kehidupannya berhubungan dengan prolonged takipnea yang berakhir lebih dari 72 jam.  7
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks