Documents

7 pages
70 views

Tafsir Adyan Hilman E92216050 SAA

of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
tafsir l adyaan
Transcript
  Makalah Tafsir al-Adyan Surat Al-Hajj ayat 40 Oleh: Hilman Faris (E92216050) Dosen Pengampu: Drs. H. Muktafi, M.Ag UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT PRODI STUDI AGAMA-AGAMA 2017/2018  BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Batasan jihad yang paling sesuai menurut istilah syari’at islam yaitu mencurahkan kemampuan dan kekuatan guna memerangi dan menghadapi orang-orang kafir dengan  jiwa,harta, dan orasi. Surat al-hajj ayat 40 ini menerangkan bahwa Allah SWT menguatkan perintah berperang, dengan memberikan perintah dan memberikan janji. Yang diperintahkan Allah adalah agar kaum Muslimin menolong dan membela agama Allah, berjihad dan melaksanakan perintah Allah. Yang dijanjikan, ialah barang siapa yang menolong agama Allah, ia berhak mendapat pertolongan Allah, berupa kemenangan dan pahala di akhirat nanti. Ketika Rasulullah saw tinggal di makkah selama 13 tahun,berdakwah secara damai dan tidak membalas permusuhan dengan sesamanya. Lalu ketika beliau berhijrah ke Madinah berulah Allah mensyari’atkan tahapan pertama dari tahapan-tahapan jihad,yaitu mengadakan perlawanan guna menangkal serangan musuh yang menyerbu.  B.   Rumusan Masalah Sehubungan dengan pembuatan makalah yang saya buat, adapun rumusan masalah yang kami terapkan guna untuk menjelaskan lebih terperinci atas susunan makalah saya. Yakni, bagaimana penafsiran terhadap surat al-hajj ayat 40?.  C.   Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk menambahh wawasan bagi pembaca agar kaum Muslimin menolong dan membela agama Allah, berjihad dan melaksanakan  perintah Allah dan berhak mendapat pertolongan Allah, berupa kemenangan dan pahala di akhirat nanti.  BAB II PEMBAHASAN Surah Al-Hajj 40 ُه   َبَر   اُُَ   ْنَأ   هِ   ٍ  قَح   ِْَغِب   ْمِِرَِد   ْِ   اُجِْخُأ   َِذها   عَِبَو   ُعِاََص   ْَٍِُَ   ضْَِب   ْمُَْَب   َسها   ِه   ُعْفَد   َْََو   ْَ   ُه   هنَُْَََو   ا ِثَك   ِه   ُمْا   َِف   ُَكْذُ   ُِجَََو   تاَََصَو   زِزَ   ٌيِََ   َه   هنِ   ُُُْَ  Artinya: (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah” . Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,(QS.22:40). Penafsirannya: Mereka adalah (orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar) di dalam pengusiran itu; mereka sekali-kali tidak diusir (melainkan karena mereka berkata) disebabkan perkataan yang mereka ucapkan yaitu, ( Rabb kami hanyalah Allah ) semata. Perkataan ini adalah perkataan yang hak dan benar, maka mengusir hanya dengan alasan karena mengucapkan perkataan itu adalah tidak dibenarkan. (Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia) lafal Ba'dhahum menjadi Badal Ba'dh lafal An-Naas (dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan) dibaca Lahuddimat dengan memakai harakat Tasydid menunjukkan makna banyak, yakni telah banyak dirobohkan; sebagaimana dapat dibaca Takhfif yaitu Lahudimat (biara-biara) bagi para rahib (gereja-  gereja) bagi orang-orang Nasrani (rumah-rumah ibadah) bagi orang-orang Yahudi; lafal shalawaat artinya tempat peribadatan menurut bahasa Ibrani (dan mesjid-mesjid) bagi kaum Muslimin (yang disebut di dalamnya) maksudnya di dalam tempat-tempat yang telah disebutkan tadi (nama Allah dengan banyak) sehingga ibadah menjadi terhenti karena robohnya tempat-tempat tersebut. (Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya) menolong agama-Nya. (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat) di atas semua makhluk-Nya (lagi Maha Perkasa) pengaruh dan kekuasaan-Nya maha perkasa. Asbabun nuzul Ketika kaum muslim berada di Mekah, jumlah kaum Musyrik jauh lebih banyak. Seandainya kaum muslim diperintahkan untuk memerangi kaum musyrik, tentulah amat berat  bagi mereka melakukannya, mengingat jumlah mereka hanya sepersepuluh jumlah kaum musyrik, bahkan kurang dari itu. Karena itulah setelah penduduk Yasrib (Madinah) berbaiat kepada Rasulullah Saw. di malam 'Aqabah, yang saat itu jumlah mereka ada delapan puluh orang lebih, mereka berkata, Wahai Rasulullah, bolehkan kami menyerang penduduk lembah ini? Mereka bermaksud orang-orang yang ada di Mina di malam-malam Mina. Maka Rasulullah Saw. bersabda, Sesungguhnya aku belum diperintahkan untuk melakukannya.    Setelah kaum musyrik bersikap kelewat batas dan mengusir Nabi Saw. dari kalangan mereka, bahkan hampir saja mereka membunuhnya, sebagian di antara para sahabatnya  berpencar, pergi meninggalkan Mekah; sebagian di antara mereka berhijrah ke Abesinia, dan sebagian lainnya ke Madinah. Setelah mereka semua berada di Madinah, lalu Rasulullah Saw. datang kepada mereka. Maka mereka bersatu dibawah pimpinan Rasulullah Saw. dan menolong beliau. Sehingga jadilah Madinah merupakan kota Islam dan bentengnya, tempat kaum muslim berlindung. Saat itulah Allah memerintahkan berjihad melawan musuh-musuh mereka. Dan ayat ini merupakan awal ayat jihad yang diturunkan, yaitu firman-Nya: Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. (Al-Hajj: 39-40) Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka diusir dari Mekah ke Madinah tanpa alasan yang benar, yakni Muhammad dan para sahabatnya. Hadits No.   1292
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks