Documents

3 pages
82 views

3

of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
workaround
Transcript
  Workarounds in an SAP environment: impacts on accounting information quality 1.   Latar belakang/ Fenomena Perancang dan penasehat ES memainkan peran penting dalam implementasi sistem. Perancang didefinisikan sebagai orang yang merencanakan proses, kontrol dan fungsi sistem. Penasihat didefinisikan sebagai orang yang membantu orang lain dalam penggunaan sistem mereka melalui pendidikan, perbaikan proses atau dukungan teknis. Judul pekerjaan meliputi analis solusi dan mitra bisnis. Tak satu pun dari kategori ini mencakup pengembang perangkat lunak, coders atau penguji. Karakteristik tugas sistem sering didefinisikan secara ketat pada saat implementasi sistem, oleh struktur inheren sistem dan perancang sistem. ES sangat sulit untuk dipelajari; pengguna memerlukan dukungan yang signifikan dari desainer dan penasehat untuk menggunakannya secara efektif. Seiring pengguna terus bekerja dengan ES dan mendapatkan  pengalaman, sifat penggunaannya kemungkinan akan berubah. Namun,  penggunaannya mungkin tidak selalu menjadi lebih tepat atau sesuai. Kepatuhan terhadap semua karakteristik tugas jarang diamati secara terus menerus. Workarounds adalah cara pengguna untuk mengatasi kekurangan yang dirasakan ini. Workarounds adalah metode informal dan istimewa untuk mengkompensasi ketidakmampuan untuk mendapatkan data yang diperlukan, menghindari blok yang dirasakan dalam alur kerja dengan menggunakan proses alternatif atau adaptasi atau kinerja yang disengaja dan informal melalui suatu tugas selain yang dimaksudkan oleh organisasi. 2.   Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampaknya terhadap kualitas informasi akuntansi dari workaround yang diimplementasikan oleh personel di sebuah organisasi global yang besar. 3.   Metode yang digunakan a.   Populasi Populasi penelitian organisasi ini dapat disebut sebagai Multicorp, untuk menyoroti keserbaragaman negara, fungsi bisnis dan industri yang terlibat. Karena keragaman industri dan lokasi, ada seperangkat sistem informasi komputer yang beragam sebelum perusahaan memutuskan  untuk menerapkan ES. Organisasi ini dipilih karena berbagai alasan. Yang paling utama di antaranya adalah dari implementasi terbaru dari SAP.  b.   Sampel Sampel penelitian ini terdiri dari 12 peserta yang merupakan system advisor dan desainer pada organisasi. Desainer adalah seseorang yang merencanakan proses, kontrol dan fungsionalitas di dalam sistem,  Namun seringkali hanya sedikit atau sama sekali tidak menggunakan sistem yang sebenarnya. Penasehat didefinisikan sebagai orang yang membantu orang lain dalam penggunaan sistem mereka melalui  pendidikan, perbaikan proses atau dukungan teknis. Semua adalah karyawan tetap dari organisasi, bukan konsultan atau kontrak, dan semuanya memiliki tugas yang menempatkan mereka dalam kontak langsung dengan solusi yang berkaitan dengan sistem SAP. c.   Alat ukur (metode) Metode pengambilan sampel menggunakan wawancara dan menggunakan teknik snowball sampling. 4.   Hasil Salah satu workaround yang tidak terencana mendapatkan hilangnya fungsi workaround sejak awal karena kekurangan dalam sistem pra- pengujian. Sebagian besar penasihat yang diwawancarai merasa bahwa workaround yang tidak terencana ini adalah sesuatu kejahatan dan memiliki  pendapat kuat bahwa seiring sistem tersebut matang dan pengguna menjadi lebih terbiasa dengan tugas mereka, workaround akan berkurang. Perancang memiliki pandangan workaround yang jauh lebih negatif daripada penasehat di MultiCorp, dengan 18 komentar negatif dibandingkan delapan dari penasihat. Ada lima komentar negatif dari mereka yang  perannya menjembatani dua kategori tersebut. DA1 adalah yang paling vokal menentang workarounds karena proses ini, karena gravitasi, akan menjadi bagian dari operasi yang sedang berlangsung dan akan membuat  proses jelek. 5.   Kekurangan penelitian Wawancara dilakukan oleh satu peneliti dengan bantuan coding yang diberikan oleh peneliti kedua. Selain itu, studi ini hanya berfokus pada sudut  pandang penasehat sistem dan perancang yang bukan pengguna langsung sistem SAP. Ini memberikan informasi yang berguna untuk memahami dampak workarounds, namun tidak memiliki kejelasan yang dapat dilihat oleh pengguna. Seiring berlakunya workarounds yang sering disembunyikan  dari desainer dan penasehat, ada kemungkinan bahwa tingkat workarounds tidak sepenuhnya diperiksa.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks