Documents

9 pages
212 views

RMK bab 6

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
bab 6
Transcript
  OBLIGASI 1.   DEFINISI OBLIGASI Obligasi merupakan surat utang jangka panjang yang pelunasannya akan dibayarkan kembali pada saat tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan dengan bunga yang tetap jika ada. 2.   KODE OBLIGASI Di pasar modal obligasi biasanya diberi sebuah kode yang dinamakan kode obligasi. Kode obligasi ini digunakan untuk membedakan satu obligasi dengan obligasi lainnya guna kepentingan pencarian dan organisasi data dalam komputer serta menunjukkan karakteristik dari obligasi tersebut. Obligasi biasanya diberi kode sebanyak 12 karakter, berikut ini penjelasan dari kode obligasi: A A A A B B C C D E F G Keterangan: AAAA : singkatan nama dari perusahaan penerbit obligasi BB : kode untuk nomor obligasi yang diterbitkan CC : suku bunga D : tipe dari obligasi, yaitu B (Bonds)  , C (Convertible Bonds) , W (Bonds with Warrants) , T (Medium Term Notes) , Y (Money Market) , dan M (Miscellaneous) E : tipe dari suku bunga, yaitu F (Fixed Rate) , Z (Zero Rate / Discount) , dan V (Variabel, dapat berupa  floating rate, revenue sharing, fixed and floating rate , dan lainnya) FG : Kode dari  scriptless 3.   OBLIGASI SERI DAN TERMIN Obligasi (bonds)  dapat berupa obligasi seri (serial bond) , obligasi termin (term bond) atau kombinasi keduanya. Obligasi seri (serial bond) merupakan suatu kelompok obligasi  yang obligasi-obligasinya akan jatuh tempo secara berurutan, yaitu satu atau lebih obligasi akan jatuh tempo periode berikutnya setelah satu atau lebih obligasi lainnya jatuh tempo. Sedangkan obligasi termin (term bond) merupakan obligasi-obligasi yang waktu jatuh temponya bersamaan. 4.   JENIS OBLIGASI Terdapat beberapa jenis obligasi yang dilihat dari penerbitnya yaitu obligasi  pemerintah (government bond), municipal bond, dan obligasi perusahaan (corporate bond). 4.1.   OBLIGASI PEMERINTAH (GOVERMENT BOND)  Tidak hanya perusahaan saja yang membutuhkan dana, tapi Pemerintah juga memerlukan dana untuk pembangunan negara yaitu dengan cara meminjam meminjam dana tersebut kepada negara. Surat utang pemerintah tersebut yang disebut dengan SUN (Surat Utang Negara) atau yang biasa dikenal dengan obligasi pemerintah (goverment bond). Dalam obligasi ini mempunyai sifat yang sama seperti obligasi perusahaan namun  bedanya dari segi penerbitnya saja, dimana obligasi pemerintah di terbitkan oleh Pemerintah Pusat sedangkan obligasi perusahaan diterbitkan oleh perusahaan swasta. 4.2.    MUNICIPAL BOND  Municipal bond  juga mempunyai sifat yang sama seperti obligasi pemerintah maupun obligasi perusahaan, namun beda obligasi pemerintah dan municipal bond ini adalah obligasi pemerintah di terbitkan oleh Pemerintah Pusat sedangan municipal bond diterbitkan oleh Pemerintah Daerah seperti pemerintah provinsi, kota dan kabupaten. Pemerintah daerah mengeluarkan obligasi ini untuk pembiayaan modal seperti membangun  jalan raya, perumahan rakyat, rumah sakit umum, universitas dan lainnya. 4.3.   OBLIGASI PERUSAHAAN (CORPORATE BOND) Obligasi perusahaan (corporate bond) merupakan surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta yang nantinya akan dibayarkan kembali pada saat  jatuh tempo dengan pembayaran kupon atau tanpa kupon yang sudah ditentukan. Obligasi ini biasanya dilindungi dengan bond indenture, yang merupakan suatu janji  perusahaan penerbit obligasi untuk mematuhi semua ketentuan yang dituliskan kepada  pihak tertentu yang dipercaya (trustee). Biasanya trustee ini merupakan suatu bank atau  perusahaan trust yang akan bertindak mewakili pemegang obligasi.  Salah satu isi dari bond indenture ini adalah pembayaran kupon tepat waktu dan jika  perusahaan melanggarnya, maka pemegang obligasi berhak membatalkan obligasinya dengan meminta kembali seluruh investasinya. 5.   PASAR OBLIGASI Obligasi diperdagangkan di pasar modal, khususnya di pasar obligasi. Di Indonesia, obligasi diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya (BES). 6.   NILAI OBLIGASI  Nilai obligasi dapat dibagi menjadi 3 yaitu: a)    Nilai Maturiti Obligasi (maturity value)  atau disebut juga dengan nilai jatuh tempo adalah nilai yang dijanjikan akan dibayar pada saat obligasi jatuh tempo.  b)    Nilai Pasar Obligasi (market value)  adalah nilai jual obligasi yang terdaftar di pasar modal pada saat tertentu. c)    Nilai Intrinsik Obligasi (intrinsic value)  atau nilai fundamental (fundamental value) atau nilai sesungguhnya dari suatu obligasi adalah perkiraan nilai sebenarnya dari suatu obligasi. Obligasi dapat berupa coupon bond   (obligasi kupon) dan pure-discount bond (obligasi dengan diskon-murni). Coupon bond   (obligasi kupon) adalah obligasi yang membayar kupon. Kupon adalah bunga yang dibayarkan oleh obligasi untuk tiap periode tertentu, umumnya tiap setengah tahun atau tahunan.  Pure-discount bond   (obligasi dengan diskon-murni) merupakan obligasi yang tidak membayar kupon, sehingga obligasi dijual dengan harga diskon. 7.   LIKUIDITAS OBLIGASI Likuiditas (liquidity)  atau disebut juga dengan marketability  dari suatu obligasi menunjukkan seberapa cepat investor dapat menjual obligasinya tanpa harus mengorbankan harga obligasinya. Salah satu pengukuran dari likuiditas obligasi adalah rentang permintaan-penawaran (bid-ask spread)  yang menunjukkan perbedaan antara nilai  permintaan tertinggi investor mau menjual dan penawaran terendah dealer   mau membeli.  Obligasi yang aktif diperdagangkan akan cenderung mempunyai bid-ask spread   yang lebih rendah dibandingkan yang tidak aktif diperdagangkan. 8.   HASIL OBLIGASI Beberapa pengukuran yang digunakan untuk mengukur yield dari suatu obligasi di antaranya adalah: a)   Hasil Sekarang (current yield)  diukur dengan nilai kupon setahun dibagi dengan nilai  pasar obligasi saat ini.  b)   Hasil Sampai Maturiti (yield to maturity)  adalah tingkat return dari obligasi yang dibeli dengan harga pasar sekarang dan disimpan sampai jatuh tempo. c)   Hasil Sampai Ditarik (yield to call)  adalah return dari obligasi dari sekarang sampai dengan tanggal obligasi ditarik kembali. 9.   HAK TARIK Hak tarik disebut juga provisi tarik (call provision)  merupkan hak penerbit obligasi untuk membayar obligasinya pada nilai par sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Hal ini akan menguntungkan bagi pihak penerbit obligasi. Berikut beberapa keuntungan yang didapat oleh penerbit obligasi dengan adanya hak ini. a)   Utang perusahaan dapat dikurangi sewaktu-waktu jika aliran kas perusahaan tersisa.  b)   Obligasi dengan kupon yang tinggi dapat dihentikan dan diganti dengan obligasi lainnya yang memberikan kupon lebih rendah jika bunga menurun. c)   Menyediakan sinyal baik bagi perusahaan yang menunjukkan bahwa perusahaan menguntungkan sehingga tersedia banyak aliran kas tersedia dan perusahaan  beranggapan bahwa obligasi adalah murah untuk ditarik kembali. d)   Menyediakan opsi tarik (call option)  kepada perusahaan dengan gratis. 10.   RENTANG HASIL Rentang hasil (yield spread)  adalah perbedaan antara  yield to maturity  (YTM) yang dijanjikan dengan YTM suatu obligasi bebas gagal (default free)  yang mempunyai nilai kupon dan waktu maturity  yang sama. Perbedaan hasil dari YTM dijanjikan dengan YTM diharapkan disebut dengan Premium gagal (default premium),  sedangkan Premium risiko
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks