Documents

12 pages
4 views

Puil

of 12
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
puil
Transcript
  VI. INSTALASI RUMAH TINGGAL A.   Pengertian Instalasi Rumah Tinggal Instalasi merupakan susunan perlengkapan-perlengkapan listrik yang saling berhubungan serta memiliki cirri terkoordinasi untuk memenuhi satu atau sejumlah tujuan tertentu. Instalasi listrik terdiri atas sistem penerangan, sistem  pensalaran, sistem pengkabelan, sistem pembumian dan sistem lain yang dibutuhkan. Beberapa perlengkapan listrik yang umum dipakai : 1.   Pipa instalasi 2.   Sakelar 3.   Kotak-kontak 4.   Pipa Hubung Bagi (PHB) 5.   Kabel 6.   \Fitting 7.   Sekering dan MCB 8.   Perlengapan pembumian B.   Ketentuan Umum Instalasi Lisrik Domestik dan Instalasi Listrik  Non Domestik 1)   Instalasi Domestik : Instalasi listrik untuk perumahan 2)   Instalasi Non Domestik : Instalasi listrik untuk perkantoran & mall C.   Istilah Pokok Dalam Instalasi 1)   Instalasi sirkit utama Instalasi antara titik pasok milik perusahaan listrik atau panel generator sampai panel hubung bagi utama. 2)   Instalasi sirkit cabang Instalasi antara panel hubung bagi utama dengan panel hubung bagi  beriutnya dan seterusnya. 3)   Instalasi sirkit akhir Instalasi antara panel hubung bagi\akhir sampai titik pemakaian.  \ D.   Pentanahan Pentanahan atau “arde” adalah peralatan yang paling penting dalam  suatu instalasi listrik dimanapun berada entah itu instalasi listrik besar, kecil wajib dipasang grounding. Cara kerja system pentanahan ini adalah bila terjadi arus listrik yang terlalu  besar akibat adanya kebocoran, induksi tegangan listrik atau kegagalan isolasi  pada suatu peralatan listrik atau kegagalan isolasi pada suatu peralatan listrik atau instalasi listrik maka bagian pentanahan akan secepatnya menyalurkan ke bumi atau tanah. E.   Ruang Lingkup Instalasi 1)   Instalasi Penerangan 2)   Instalasi PHB 3)   Gawai proteksi 4)   Pembumian F.   Istilah pokok dalam Instalasi 1)   Gambbar Situasi 2)   Diagram Instalasi garis tunggal 3)   Gambar rinci bahan instalasi G.   Ketentuan dalam pemasangan Instalasi Listrik    Aspek pengaman terhadap manusia, barang, makhluk hidup    Aspek pelayanan penyediaan tenaga listrik yang aman dan efisien    Mengikuti ketentuan yang berlaku    Aspek estetika pada kelengkapannya. H.   Bahan Instalasi Listrik 1.   Isolator, digunakan untuk penyangga hantaran listrik 2.   Pipa Instalasi,digunakan untuk instalasi didalam gedung/tembok 3.   Benda bantu (T-Dos) 4.   Las dop, 5.   Terminal Kabel 6.   Kontak dinding, untuk sarana penempatan kotak-kontak  7.   Sakelar 8.   Penghantar/kabel I.   Persyaratan Pemasangan Instalasi PHB    Perlengkapan Hubung Bagi 1.   Panel Hubung Bagi 2.   Kotak kontak 3.   Kotak kontak biasa 4.   Kotak hubung bagi    PHB harus dipasang rapi dan teratur pada ruang yang cukup luas untuk operasi dan peeliharaannya.    Penyambungan PHB 1.   Harus menggunakan terminal 2.   Rel terminal kabel harus terpisah dari rel sambungan daya 3.   Jika dipasok dari 2 sumber berbeda, sirkit suplai harus diberi  jarak minimal 5cm. 4.   Ruang yang cukup luas untu pemeliharaan 5.   Untuk PHB dalam ruang khusus harus mengikuti ketentuan  pada gambar. J.   Pemasangan Sakelar Masuk 1.   PHB minimal harus dipasang satu sakelar masuk dan pada penghantar keluar dipasang satu sakelar pengaman proteksi arus. 2.   Batas kemapuan sakelar masuk minimal 10A. 3.   Sakelar masuk harus diberi tanda khusus untuk membedakan dengan yang lain. 4.   Sakelar masuk tidak perlu dipasang pada kondisi cm dari PHB K.   Pemasangan Sakelar Keluar 1.   Mensuplai minimal 3 PHB disisi hilir 2.   Memasok 3 hilir atau lebih dengan harga minimal diatas 1,5 kw 3.   Sirit keluar minimal 100A    L.   Konstruksi Sirit Keluar PHB 1.   Maksimum 6 sirkit keluar 2.   Kelomok penerangan tersendiri 3.   Kelompok instalasi tenaga tersendiri 4.   Sambungan fasa tunggal/fasa tiga masing-masing tersendiri. M.   Konstruksi Perletakan Pengaman Lebur Saklar 1.   Pada sirkit masuk, pengaman lebur diasang sesudah sakelar 2.   Pada sirkit elur, pengaman lebur diasang sesudah sakelar 3.   Konstruksi pengkabelan harus dihindarkan adanya induksi magnetic yang menyebabkan panasnya kerangka pellindung akibat arus pusar.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks