Documents

21 pages
195 views

Psikopat Ditempat Kerja

of 21
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
sample
Transcript
  Psikopat Ditempat Kerja Dr. John Clarke, yang bertahun-tahun menjadi psikolog kriminal, mengingat hari di mana dia seketika sadar bahwa ada sejumlah psikopat di jutaan kantor di seluruh dunia. “Saya sedang menyampaikan kuliah psikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Saat selesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata `anda baru saja menggambarkan  bos saya`,” katanya kepada Kantor Berita Jerman (DPA).  Clarke menemukan bahwa psikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah “thriller”. Psikopat, baik laki -laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia. Penelitian menyatakan bahwa lima persen populasi orang dewasa yang bekerja adalah psikopat  di tempat kerjanya. Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dari ruang kerja office boy, staff sampai ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko. Di sanalah, menurut Clarke, mereka bersembunyi; lewat berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi lewat ketrampilan sosial mereka yang tinggi, mengorbankan dan menghancurkan para rekan kerja, serta kesemuanya tanpa rasa salah maupun penyesalan.  Seorang profesor belanda pakar psikologi, Corine de Ruiter menjelaskan bahwa para pelaku  psikopat ini memiliki sifat anti sosial yaitu: tidak peduli mana yang benar dan salah serta memiliki kecendrungan untuk melakukan kekerasan., tidak punya empati, tidak punya rasa  bersalah, suka memanipulasi, suka melanggar janji dan perkataanya sendiri dan narsis. Anti sosial disini bukan berarti tidak suka bergaul karena menurut Profesior Corine de Ruiter para  psikopat ini biasanya sangat pandai dan senang melontarkan humor yang mampu membuat orang lain tertawa, menawan dan sangat sopan. Lebih buruk lagi, ia menilai, mereka yang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis, di mana kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah-artikan sebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatu yang dihargai melalui  promosi, bonus dan kenaikan upah. “Ambil c ontoh iklan lowongan kerja. Iklan itu, misalnya, menyebut `anda tahu anda adalah yang terbaik, berbeda dan unik, anda mampu mempengaruhi orang, suka bergaul`. Ini jenis  pernyataan yang menarik bagi banyak orang, teristimewa lagi untuk psikopat,” katanya.  Dalam wawancara rekrutmen, psikopat tampil mempersona dan tahu kapan harus tersenyum manis untuk memenangkan hati pewawancara sebagai orang yang cocok untuk lowongan itu. “Mereka adalah pembicara yang sangat bagus dan kadang mengarang riwayat hidupnya, sehingga pewawancara terperdaya. Mereka terlihat mempersona, cerdas dan piawai, tapi jika anda sedikit saja gali lebih dalam, anda akan tahu seperti apa mereka sebenarnya,” kata Clarke.  Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status dan upah yang mereka inginkan. “Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras -kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja mengha ncurkan korbannya secara psikologis,” ujarnya. Menurut Clarke, psikopat tempat kerja dapat diketahui dari pola perilaku dan ciri kepribadian di bawah ini:    Tanpa dosa. Psikopat tempat kerja tidak menyesali berapapun yang mereka  jadikan korban, mereka tusuk dari belakang atau yang hasil kerjanya mereka curi.      Mempesona. Mereka adalah pembicara yang sangat bagus. Mereka lebih suka berhadapan empat mata, meskipun tidak takut rapat kelompok.      Manipulatif. Mereka memangsa berbagai kelemahan orang. Mereka sangat pandai beradaptasi dengan orang lain, tahu bilamana harus tampil percaya diri atau kurang percaya diri, kapan harus kelihatan bodoh, kapan harus tersenyum.      Parasitis. Mereka mencari penghargaan dari hasil kerja orang lain.      Pembohong yang patologis. Psikopat tempat kerja bukan pembohong ulung. Namun, jika mereka ketahuan, mereka dapat berdalih untuk menemukan selamat. Drama queen itulah mereka.      Tak menentu. Psikopat hanya punya emosi pokok (senang, sedih, marah). Mereka pada umumnya pandai menyembunyikan emosi mereka, dapat tersenyum bila sedih ataupun pura-pura menangis.  Psikopat tempat kerja mencari pertemanan dengan orang yang punya kedudukan lebih tinggi agar dapat melindungi mereka. Mereka tidak segan-segan menukar tubuh mereka agar mereka mendapat apa yang mereka inginkan. Mereka akan merongrong sekaligus berteman dengan bos dan berusaha meniti kedudukan di  perusahaan. Mereka yang diincar psikopat akan menerima akibat yang menghancurkan. Clarke mengatakan, ada dua senjata yang biasa mereka pakai yaitu: pendidikan dan kerjasama tim/pertemanan. Dalam situasi di mana majikan tidak bertindak, maka Clarke menyarankan, korban sebaiknya  pindah kerja. Mengapa? Oleh karena, korban tidak bisa mengubah seorang psikopat, dan  proses rehabilitasi hanya akan memperparah mereka. Mereka akan mengejar sampai kemanapun untuk menghukum orang-orang yang berani melaporkan mereka. “Mereka tidak peduli. Mereka tidak berpikir dirinya adalah psikopat bahkan beberapa dari mereka sangat religius dan bersembunyi dibalik agama dan simbol agamanya. Mereka tidak  berpikir apa yang sedang dilakukan adalah salah. Mereka hanya berpikir dirinya pintar, selalu ingin membuktikan dirinya pintar, cantik, tampan, bertingkah laku baik dan jika semua orang secerdas mereka, semuanya pun aka n melakukan hal serupa,” katanya.    Akhirnya, Clarke pun berpesan: “Mereka akan menggunakan keterampilan sosial mereka, kemampuan mereka menilai orang untuk makin memanipulasi orang demi keuntungan mereka”   Menurut Wikipedia  psikopat tidak sama dengan orang gila. Mereka bisa saja terlihat normal dan bisa bergaul seperti orang kebanyakan. Namun setelah proses interaksi mereka akan menunjukkan gejala psikopat. Hal yang khas dari mereka adalah mereka sadar betul atas semua perbuatan  “buruk” mereka namun mereka tidak ada rasa menyesal atas itu semua.   Nah kita pasti pernah menghadapi beberapa orang dengan perilaku mirip psikopat. Walaupun mungkin mereka sebenarnya bukan psikopat karena diperlukan tes yang mendalam untuk memastikan seseorang sebagai pskopat. Namun setidaknya kita pasti pernah menemukan beberapa dari ciri-ciri seorang psikopat dalam tempat kerja kita.   Yang paling susah adalah saat mereka menganggap dirinya paling benar dan cenderung menyalahkan orang lain. Lalu melakukan kebohongan yang mereka lakukan secara sadar dan tanpa rasa bersalah. Diperparah lagi dengan sikapnya yang acuh terhadap lingkungan. Dalam artian sang psikopat tidak akan merasa terbebani kalau orang lain tidak menyukainya. Jadi kalau anda kebetulan berinteraksi dengan orang seperti ini maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan.  1.   Bersabar, jangan sampai terpancing emosi karena akan mengakibatkan kita mengambil tindakan yang diluar akal sehat. Hal ini bisa mengakibatkan kita seolah menjadi salah dan mendapat sanksi. 2.   Buat catatan dan administrasi yang rapi dan baik sebagai bahan untuk mem- back up  kalau seandainya sang psikopat melakukan kebohongan. 3.   Laporkan kepada atasan kalau memang sang psikopat melakukan hal-hal yang menganggu kinerja kita. Atau seandainya dia melakukan intimidasi. Berhati-hatilah dalam melakukan pelaporan agar kita tidak di cap suka mengadu atau lebih parah lagi pengadu domba. Laporkan hanya yang berupa fakta, jangan sertakan asumsi dan prasangka. 4.   Kalau sang psikopat adalah atasan maka laporkan kepada personalia. Sama seperti poin no. 3, lakukan pelaporan dengan hati-hati. Gejala Psikopat (WikiPedia)  1. Sering berbohong, fasih, dan dangkal   2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat. 3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. 4. Senang melakukan pelanggaran ketika waktu kecil 5. Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat. 6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya. 7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah. 8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang  baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. 9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka. 10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat,  jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki  perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah dingin . 11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya. Clarke juga penulis buku The Pocket Pscyho yang berisikan panduan singkat  bagaimana melindungi diri dari psikopat organisasional menyatakan bahwapsikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah thriller. Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia. Penelitian menyatakan bahwa satu persen populasi orang dewasa yang  bekerja adalah psikopat di tempat kenanya. Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dia ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko. Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status, dan upah yang mereka inginkan. “Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras- kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah,  psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks