Documents

6 pages
279 views

Pollinasi, Pembuahan Dan Perkembangan Endosperm

of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Polinasi
Transcript
  POKOK BAHASAN XII. POLLINASI, PEMBUAHAN DAN PERKEMBANGAN ENDOSPERM Pollinasi (penyerbukan) Pembuahan meliputi fusi gamet jantan dengan gamet betina. Pada Angiospermae gametofit betina terletak jauh di sebelah dalam ruang ovarium, dan jauh dan kepala putik. Pada Gymnosperrnae butir pollen biasanya langsung jatuh pada nuselus, sedang pada Angiosperrnae butir pollen tertimbun path kepala putik. Sel-sel kepala putik mengeluarkan cairan yang seperti lendir disebut eksudat. Lendir mi mungkin berkumpul pada bagian dalam kutikula lapisan epidermis. Dan apabila kutikula pecah/rusak lendir keluar, menyelubungi permukaan epidermis kepala putik. Epidermis kepala putik sel-selnya menonjol disebut papula . Pada umumnya hanya satu buluh yang tumbuh pada butir pollen, keadan mi disebut monosifonous. Pada beberapa jenis dijumpai banyak buluh (polisifonous), misalnya Malvaceae, Cucurbitaceae dan Carnpanulaceae. Pada Aithea rosea dijumpai sepuluh buluh, pada Malva neglecta dijumpai 14 buluh. Stigma merupakan jaringan yang memegang peranan penting dalam perkecambahan pollen. Butir pollen mungkin berkecambah sewaktu masih di dalam antera, atau setelah keluar dan antera. Setelah buluh tumbuh, buluh tersebut menembus sel-sel stigma atau rnelalui permukaan sel-sel papila stigma, menuju jaringan tangkai putik. Tergantung ada tidaknya jaringan penghubung, perkembangan stilus dibagi menjadi 3 tipe yaitu: 1. Terbuka : saluran stilus lebar, dan epidermis dalam berfungsi sebagai jaringan nutritif, membantu perkembangan buluh serbuk sari. misalnya: Jenis Papaveraceae, Anistolochiaceae, Enicacea dan beberapa Monocotyledoneae. 2. Setengah tertutup : saluran stilus kecil dikelilingi oleh janingan penghubung yang rudimenten, terdiri atas 2 atau 3 lapis sel yang bersifat glandular. Misalnya: pada Cactaceae. 3. Tertutup stilus tidak mempunyai saluran, tetapi terdapat suatu struktur fibniler yang padat, kaya protoplas. Jaringan ini dilalui oleh buluh serbuk sari menuju ke ovarium. misalnya: Datura dan Gossypium. Pembuahan Setelah buluh serbuk sari sampai pada bagian atas ovarium, kemudian mendekati ovulum dan akhirnya masuk ke dalam gametofit betina. Cara masuknya buluh serbuk sari ke dalam ovulum ada 3 tipe yaitu:  a. porogami : buluh s b. khalasogami : buluh m Misal : Casuaric. mesogami : buluh m Misal : pada CPada ovulum (bakal membantu masuknya buluh adalah obturator yaitu suat merupakan proliferasi sel-sel pula merupakan proliferasi da Labiatae dan Magnoliaceae. rbuk sari masuk melalui mikropil. asuk melalui khalaza. na asuk melalui funikulus atau integumen. curbitaceae. Gambar 38. I. Diagr masuknya buluh dalam kandung le Diagram proses pe Buluh pollen masuk sinergid; B. ujung b semua isi sel buluh inti sperma I masuk sel telur; inti sperm sel sentral. biji), mungkin dijumpai alat-alat tambahan serbuk sari ke dalam ovulum. Alat tersebut u jaringan yang sel-selnya seperti rambut, plasenta, tumbuh meluas menuju mikropil, n funikulus, misalnya pada Acanthaceae, Anac am proses pollen ke baga. II. buahan A. ke dalam luh pecah keluar; C. ke dalam II menuju yang ikut   antara lain inti jelas, tau dapat ardiaceae,   Setelah buluh serbuk s sperma. Satu gamet jantan ( yang lain mengadakan fusi macam fusi gamet- gamet t pembuahan ganda (double fkantong ernbrio tidak hanya masing akan melepaskan sp dari kantong embrio. Keada gamet jantan (sperma), diseb bukan hanya sel telur dan in lain disebut fusi multipel (multWalaupun pembuaha Angiospermae, tetapi pada A adanya singami tanpa fusi misalnya pada Epiphera vir nathaliae dan R. serbica sin dijumpai. Hasil peleburan (fusi) gamet jantan dengan inti berkembang lebih dahulu da ernbrio yang sedang berkem Gynospermae n (haploid). Gambar 39. Strukt (tambahan) pada D. Opturator pa Thymelaceae, E. pada Lobelia Trigo ari sampai di dalam kantong embrio, buluh perma) mengadakan fusi dengan sel telur (si dengan inti kutub (triple fusion). Karena a ersebut, maka pembuahan path Angiosperm rtilization). Mungkin buluh serbuk yang masu   satu tetapi banyak, sehingga buluh yang mas erma dan sperma-sperma membuahi bagian- an di mana di dalam kantong embrio terda ut polispermi. Sedang keadaan di mana fusi y ti kutub, tetapi juga bagianbagian kantong er iple fusion). ganth merupakan hal yang umum te ngiospermae dapat pula terjadi pembuahan tu ripe!, atau sebaliknya terjadi fusi tripel tanp iniana. Path jenis yang lain, misalnya pada ami terjadi secara teratur, tetapi fusi tripel s el gamet jantan dengan sel telur adalah zig utub adalah endosperm. Endosperm path n pada zigot, karena fungsi endosperm mem ang. Pada umumnya ploidi endosperm 3n se r asesoris ovulum A- a familia ndoterium na elepaskan gami) dan anya dua ae disebut ke dalam k masing-agian lain at banyak ang terjadi nbrio yang rjadi path ggal yaitu a singami, Ramondia ering tidak t, dan sel umumnya eri makan ang, pada  Endosperm Setelah pembuahan sel endoterm akan berkembang lebih dulu dari zigot. Karena sel-sel endosperm mengandung cadangan yang dibutuhkan oleh embrio yang sedang berkembang. Endosperm merupakan hasil pembelahan inti endosperm primer yang berkali-kali, dan berfungsi memberi makan embrio yang sedang berkembang. Tidak semua golongan tumbuhan mempunyai endosperm. Tumbuhan yang tidak mempunyai endosperm adalah suku Orchidaceae, Podostemaceae dan Trapaceae. Berdasarkan pembelahan sel endosperm primer dan perkembangannya, endosperm dibedakan menjadi 3 tipe yaitu: 1. nuclear Pada tipe ini pembelahan inti endosperm primer (secara mitosis) yang pertama serta pembelahan selanjutnya tidak diikuti oleh pembentukan dinding sekat, sehingga inti tetap bebas. 2. seluler Pembelahan pertama inti endosperm primer dan pemebelahan selanjutnya diikuti oleh pembentukan dinding sekat. Di sini kantong embrio terbagi dalam ruangan-ruangan, walaupun di antaranya ada yang mengandung lebih dari satu inti. Misalnya pada Peperomia. 3. helobial Tipe ini merupakan tipe intermediair antara tipe pertama dan tipe kedua. Misalnya pada Helobiae, Zea mays atau Oryza sativa.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks