Documents

40 pages
21 views

Piaa Yg Edit

of 40
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
nbh
Transcript
    1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang  Menurut WHO ( World Health Organization ), demam typoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang diakibatkan oleh Salmonella thypii yang dilaporkan setiap tahunnya terjadi di Amerika Serikat dan terdapat 16 juta sampai 30 juta kasus, demam typoid di seluruh dunia diperkirakan sekitar 50.000 orang meninggal setiap tahunnya. Asia menempati urutan tertinggi kasus demam typoid dan terdapat pada 13 juta kasus dengan 400.000 setiap tahunnya. 91% kasus demam typoid menyerang anak-anak usia 3  –   19 tahun dan angka kematian 20.000 setiap tahunnya (Berhman 2000). Di Indonesia diperkirakan antara 800  –   100 ribu orang terkena penyakit demam typoid sepanjang tahun. Diperkirakan angka kejadian ini adalah 300  –   810 kasus per 100.000 penduduk pertahun (Behrman 2000). Laporan dinas kesehatan provinsi Sumatera Utara tahun 2001  –   2013 telah terjadi peningkatan insiden dari 46,2 per 100.000 penduduk menjadi 93,8 per 100.000. (Depkes, 2014). Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti di Rumah sakit umum daerah Pandan yang mengalami demam typoid pada tahun 2016 adalah sejumlah 213 orang, Sedangkan yang mengalami demam typoid pada bulan  januari- april tahun 2017 adalah sejumlah 147 orang. Infeksi adalah yang diakibatkan oleh Samonella typus, sering kali  berkembang dengan cepat, dan potensial mematikan jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Sepsis dan pneumonia biasanya ada secara bersamaan, dan  perluasan infeksi menjadi meningitis tidak jarang terjadi. Didapatkan di daerah tropis dan subtropis dan sangat erat kaitannya dengan sanitasi yang jelek di suatu masyarakat. Penularan penyakit ini lebih mudah terjadi di masyarakat yang padat seperti urbanisasi di negara yang sedang berkembang dimana sarana kebersihan lingkungan dan air minum bersih belum terpenuhi. Oleh karena itu penyakit    2 demam typoid yang diakibatkan oleh infeksi mudah menyebar melalui makanan dan minuman yang tercemar melalui lalat, dan serangga (Abraham, 2006). Peran perawat sebagai pemberi asuhan terhadap pasien yang mengalami demam typoid dan memberikan keperawatan ini, dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan manusia yang dibutuhkan melalui pemberian  pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan. Perawat membantu klien dan juga keluarga dalam menginterprestasikan berbagai informasi pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan  persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien. Dan juga membantu dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit  bahkan tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan (Murwani, 2009). 1.2   Batasan Masalah  Aspek kasus yang dibatasi untuk diangkat menjadi topik masalah pada studi kasus ini dibatasi pada Asuhan Keperawatan Pada Klien Yang Mengalami Demam Typoid Dengan Gangguan Pemenuhan Nutrisi Di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan. 1.3   Rumusan Masalah Bagaimanakah Asuhan Keperawatan Pada Klien Yang Mengalami Demam Typoid Dengan Gangguan Pemenuhan Nutrisi Di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan? 1.4 Tujuan Penulisan ini Mengetahui dengan jelas Asuhan Keperawatan Pada Klien Yang Mengalami Demam Typoid Dengan Gangguan Pemenuhan Nutrisi Di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan.    3 1.4.1   Tujuan Umum Penulis ini melakukan asuhan keperawatan pada Klien yang mengalami Demam Typoid dengan Gangguan pemenuhan nutrisi khususnya Di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan. 1.4.2   Tujuan Khusus 1.   Penulis mampu melakukan pengkajian keperawatan pada klien yang mengalami demam typoid dengan gangguan pemenuhan nutrisi. 2.   Penulis mampu menetapkan diagnosis keperawatan pada klien yang mengalami demam typoid dengan gangguan pemenuhan nutrisi. 3.   Penulis mampu menyusun perencanaan keperawatan pada klien yang mengalami demam dengan gangguan pemenuhan nutrisi. 4.   Penulis mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada klien yang menglami demam dengan gangguan pemenuhan nutrisi. 5.   Penulis mampu melakukan evaluasi pada klien yang mengalami demam typoid dengan gangguan pemenuhan nutrisi.  1.5   Manfaat Studi kasus 1.5.1 Manfaat untuk masyarakat Hasil studi kasus ini diharapkan dapat berguna untuk mengembangkan dan menambah pengetahuan tentang Klien yang mengalami Demam typoid dengan gangguan pemenuhan nutrisi. 1.5.2 Manfaat untuk profesi keperawatan  Hasil Studi kasus ini dapat memberikan wawasan sekaligus ilmu  pengetahuan bagi perkembangan ilmu keperawatan yang dapat disosialisasikan dikalangan intitusi keperawatan dan memberikan masukan  bagi profesi dalam mengembangkan perencanaan.    4 1.5.3 Manfaat untuk peneliti Hasil penulisan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan untuk  pembacanya mengenai keperawatan pada pasein demam typoid dengan gangguan pemenuhan nutrisi. 1.5.4   Manfaat untuk RS  Perlunya membuat standar Operasional Prosedur (SOP) dalam memberikan tindakan keperawatan yang komperehensuf pada pasien yang mengalami demam typoid dengan gangguan pemenuhan nutrisi.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks