Documents

9 pages
136 views

Perselingkuhan Dengan Tania Ketika Sedang KKN

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Halo kawan-kawan semua penyuka cerita seks terpanas yang saya hormati, ijinkanlah saya menceritakan pengalamanku waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) Januari lalu. Cerita Sex Terpanas, Cerita Sex Perselingkuhan, Cerita Sex Mahasiswi, Cerita Hot Indonesia, Cerita ML Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita ML Bergambar, Ceritaseks
Transcript
  Perselingkuhan Dengan Tania Ketika Sedang KKN Perselingkuhan Dengan Tania Ketika Sedang KKN  - Halo kawan-kawan semua penyuka cerita seks terpanas yang saya hormati, ijinkanlah saya menceritakan pengalamanku waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) Januari lalu. Demi menjaga privasi orang yang berada dalam cerita ini disamarkan namanya, dan maaf kalo penggunaan bahasanya agak formal, langsung saja. Perkenalkan, nama ku Marvin, mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri terkenal di kota Surabaya, dan kebetulan aku juga asli dari kota Surabaya tersebut, jadi aku tidak kos. Banyak orang mengatakan sih wajahku ini pas, kadang pas jeleknya kadang pas gantengnya, haha. Pada saat Januari lalu, aku baru saja malaksanakan kegiatan KKN di kampus ku, berbeda dengan teman-temanku yang lain yang sudah melaksanakannya pada bulan puasa tahun lalu. Ya maklum lah, mahasiswa dengan nilai pas-pas an, IP dari 1, 2, 3 juga udah pernah, yang 4 nya belum sih ehehehe. Kebetulan, pada saat pembagian kelompok, aku berbarengan dengan seorang cewek yang juga sejurusan denganku, sebut saja Tania. Tetapi kita kenal hanya sebatas kenal karena satu angkatan dan satu jurusan. Kalo boleh dibilang sih, paras cewek sejurusanku ini cantik lah, tingginya kurang lebih sekitar 155cm an, rambutnya panjang terurai, dengan tubuh yang tidak gemuk dan  tidak kurus, pas lah menurut ku. Kalo bicara soal buah dada sih, relatif ya, tiap orang punya selera masing-masing. Untuk ukuran buah dadanya sih standar, 34a atau 34b lah. Dari sejak awal survey lokasi desa yang akan kami tempati, kami berdua selalu bareng, jadi dengan KKN ini kita menjadi semakin dekat. Pada saat survey pertama dia masih bonceng dengan teman KKN ku, namun pada saat survey ke dua, entah angin darimana dia mengajakku untuk survey berdua saja, maklum pada saat itu teman-temanku yang lain masih pada sibuk dengan urusan masing-masing dan yang bias hanya kami. Awalnya aku sih berpikiran santai, tapi kadang terlintas di pikiranku takutnya teman-temanku yang lain berpikiran yang aneh-aneh, dan akirnya aku menyarankan Tania untuk mengajak teman satu lagi dengan alasan agar rame. Singkat cerita kita akhirnya berangkat dengan teman KKN ku cewek 1 lagi dengan pacarnya dan aku berboncengan dengan Tania. Selama perjalanan aku sedikit tidak konsentrasi karena dadanya yang selalu nempel pada punggungku, dan aku sengaja menaruh tas ku di depan karena desa yang akan kami gunakan untuk KKN lumayan dingin, selain itu karena jalan yang naik turun dan motorku yang model ayam jago yang jok belakangnya agak naik, membuatnya selalu merosot dan buah dadanya yang lumayan dan empuk itu nempel di punggungku, dia pun aku perhatikan dari spion motorku tampak membenarkan posisi duduknya, semakin nggak karuan nyetir, dari  berangkat sampai aku mengantarkannya ke kosnya, udah kemana-mana pikiran. Singkat cerita kita tiba di hari dimana kita tinggal di rumah warga yang berada di pedesaan yang lumayan dingin. Selama KKN, kemanapun kelompokku ada acara atau main, aku dan temanku Tania ini selalu bersama, udah nggak bisa dipisah lah kalo dibilang, hehehe. Oya si Tania udah  punya pacar juga, dan pacarnya mempercayakan Tania ke ane untuk jaga doi, soalnya udah  pernah ketemu juga sama pacarnya Tania, ya ane sih iya-iya aja, toh paling juga gitu-gitu aja. Selama 1 bulan lebih sedikit, kegiatan KKN ya gitu aja, selama di tempat kami tinggal, aku  perhatiin si Tania bajunya ya baju rumahan biasa cuma kadang suka nerawang sehingga nampak BH nya yang warna warni, sering aku ngingetin juga ke Tania kalo BH nya itu keliatan ato sejenisnya, ya maklum sih naluri dari jaman SMA kalo ada temen cewek yang keliatan BH nya gitu suka ngingetin tapi nggak menutup kemungkinan curi-curi juga, hehehe. Kami berdua pun semakin dekat, saat kita foto, dia lebih sering ngerangkul aku, dan bodohnya aku malah pasang muka bingung, saat tanganku agak longgarpun dia nggak segan-segan untuk menggandeng tanganku sehingga aku pun merasakan tonjolan buah dadanya yang lumayan itu. Pada saat minggu ke dua saat program kerja udah pada mulai jalan, kita sibuk dengan program kerja masing-masing sesuai jurusannya, aku dan Tania sengaja menyamakan agar kita bisa  bareng terus gitu. Saat aku dan Tania sudah selesai dengan program kerja kami entah kenapa ingin pulang dulu, teman-temanku yang lain pun tanpa menaruh curiga mengiyakan saja dan kami pun pulang. Setiba di rumah, tidak ada orang sama sekali, pikirku pemilik rumah ini lagi ke warung karena memang punya warung yang tidak begitu jauh dari rumah. Akhirnya temanku Tania langsung ke kamar begitu juga aku untuk ganti baju dan tiduran santai karena merasa capek. Tiba-tiba Tania memanggilku dari atas, oya letak kamar cowok dan cewek ini atas bawah, kami para cowok di bawah sedangkan di atas kamar cewek dan toilet. Aku pun datang dan  menanyakan ada apa, ternyata si Tania ingin ngobrol-ngobrol denganku, kita bicara macam-macam dari saat dia SMA dan kesibukannya, tetapi saat aku bertanya tentang pacarnya, doi terdiam sejenak dan tiba-tiba air matanya keluar. Bingung bukan kepalang karena aku jarang menghadapi seorang cewek yang nangis dihadapan langsung, saat kuberanikan bertanya lagi, ternyata dia lagi ada masalah dengan pacarnya dan katanya lagi putus. Iya sih, beberapa hari sebelumnya saat dia murung juga aku tanya kenapa, dan memang lagi ada masalah. Ya aku nggak bisa berbuat banyak selain menenangkannya, saat aku coba beranikan membelai rambutnya yang terurai dia hanya diam saja, lalu aku mengusap air matanya, dia tampak kaget dengan perlakuanku ini, lalu digenggamnya tanganku. Aku pun  bingung ada apa, dan kami bertatapan mata lumayan lama sehingga entah siapa yang memulai  bibir kami sudah bersentuhan tipis. Aku rasakan pergerakan nafasnya yang masih belum teratur akibat dia menangis tadi. Sambil aku memegangi pipinya yang agak basah, bibirku menjauh dan membisikan di telinganya, “Masih ada aku disini”  dia pun mengangguk kecil, saat aku tatap lagi matanya dia langsung menyambar bibirku dengan halus dan perlahan. Ku ikuti pergerakan bibirnya sambil dalam hati berpikir ganas juga ini cewek dan aku mainkan lidahku. Dia pun merasa geli tapi menikmatinya karena bibirnya selalu nempel di bibirku sambil melenguh “Mmmmhhh. . . mmhhhh . . . .”  Tanganku pun yang tadinya di pipinya sekarang sudah mendarat di pinggulnya sambil menelusuri lekuk tubuhnya. Kami melepas ciuman kami sejenak dan saling bertatapan, dia melempar senyuman dengan matanya yang sayu, membuat setiap orang seakan ingin mencumbunya, lalu aku meminta ijin untuk memegang buah dadanya yang lumayan itu, dia hanya mengangguk dengan senyuman. Kami lanjutkan lah perang bibir dan lidah kami sambil aku meremas buah dadanya yang saat itu mengenakan BH warna putih pink. Dia mendesah menikmati “Aahhh. . . ahhh . .”  sambil bibirku mencumbu lehernya. Sialnya saat aku hampir mengangkat BH nya terdengar suara motor teman-temanku yang datang. Kami pun tergesa-gesa membenahi diri. Semenjak kejadian tersebut, dia lebih sering memanggilku pacar, pertamanya aku pun kaget karena dia memanggil begitu di depan teman-temanku pada saat dia sedang membuatkan mie untuk ku dan teman-teman cowok yang lain. Tetapi entah kenapa teman-temanku ini tahu bahwa itu hanya bercandaan, ya aku sih terserah mau dia panggil apa asal bisa menikmatinya tubuhnya deh, hehehe.  Pada minggu ke 4, dia mendadak minta ijin pulang ke ketua ku karena ada urusan keluarga dan aku dimintanya untuk mengantarkannya bertemu dengan orang yang akan menjemputnya. Spontan di jalan aku pun bertanya “Emang dijemput siapa deh? Papah mamah mu?” dia pun membalas, sama pacarnya. Agak kaget tapi nggak begitu kaget juga karena dia 3 hari sebelumnya cerita ke aku kalo dia balikan lagi. Aku pun merespon dengan jawaban santai, dia pun seolah merasa bersalah dan berkata “  Nggak apa kan aku dijemput pacarku?”  Aku pun menjawab “ya nggak apa dong, kan pacar kamu, kalo di sini kita pacaran, kalo udah balik atau selesai KKN nya kita kembali seperti biasa” . Dia mengangguk sembari memeluk ku di jalan karena di jalan pedasaan ini sepi dan jarang kendaraan lewat, sesekali dia mengecup leherku. “Kamu mau pulang kok masih curi - curi sih” , balasku. Dia hanya cekikikan sambil memeluk semakin erat. Skip skip skip, 2 hari kemudian sore haris saaat aku sedang santai jalan-jalan di kompleks  pedesaan tempat aku tinggal bersama temanku, si Tania menelponku “ Vin, lg sibuk nggak? Kamu lg di mana?”  tanya nya. “  Lagi jalan-jalan santai sih bareng anak- anak, ada apa?” , jawabku. “Jemput aku di tempat kemaren bisa nggak?”  tanyanya lagi. Langsung sigap aku menjawabnya, “bisa dong kalo buat kamu” , sambil pake nada genit. “  Ih gombal, oke deh 10 menit lg aku sampe kok, jangan lupa lho, muuaaach” . Tut tut tut . . .  baru mau dijawab udah diputus teleponnya, langsung saja berpamitan dengan teman-temanku dan aku langsung mengambil motor ayam jago standarku untuk menjemputnya. Sesampainya di tempat dia menjemput ternyata dia udah duluan dan sendirian. “Lho kamu sama siapa kok sendirian?” , tanyaku. “Tadi sama pacarku, dia udah pulang    duluan” , jawabnya. Dalam hati ku “buset ini pacarnya geblek amat, kalo pacarnya ditinggal sendiri gini kalo digodain orang desa gimana, payah”  dan kebetulan emang si Tania ini menjadi primadona di kalangan pemuda desa karena paras cantiknya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks