Documents

18 pages
202 views

Penyakit Kusta dengan pendekatan dokter keluarga.docx

of 18
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Penyakit Kusta dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Disusun Oleh C8 Calista Paramitha 102009111 Thomas Lekawael 102009235 Citra Anggar Kasih Masang 102010138 Yolanda Kesuma 102011048 Nella 102011185 Reynaldo 102011197 Dewi Ayunanda 102011278 Oscar Wiradi Putra 102011404 Felicia Ananda 10
Transcript
  1 Penyakit Kusta dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Disusun Oleh C8 Calista Paramitha 102009111 Thomas Lekawael 102009235 Citra Anggar Kasih Masang 102010138 Yolanda Kesuma 102011048  Nella 102011185 Reynaldo 102011197 Dewi Ayunanda 102011278 Oscar Wiradi Putra 102011404 Felicia Ananda 102011410  2 Pendahuluan Kusta merupakan lesi granulomatosa spesifik pada kulit, membrana mukosa, saraf, tulang dan visera yang disebabkan oleh  Mycobakterium leprae , bersifat menahun, sistemik dan menular.Faktor  –   factor yang perlu dipertimbangkan adalah patogenitas kuman  penyebab, cara penularan, keadaan social ekonomi dan lingkungan, varian genetic yang  berhubungan dengan kerentanan, perubahan  –   perubahan imunitas dan kemungkinan, kemungkinan adanya reservoir diluar manusia.Program pemberantasan penyakit menular  bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit, menurunkan angka kesakitan dan angka kematian serta mencegah akibat buruk lebih lanjut sehingga memungkinkan tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang masih merupakan masalah nasional kesehatan masyarakat, dimana beberapa daerah di Indonesia prevalens rate masih tinggi dan permasalahan yang ditimbulkan sangat komplek. Masalah yang dimaksud bukan saja dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan sosial. Pada umumnya penyakit kusta terdapat di negara yang sedang berkembang, dan sebagian besar penderitanya adalah dari golongan ekonomi lemah. Hal ini sebagai akibat keterbatasan kemampuan negara tersebut dalam memberikan pelayanan yang memadai di bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan social ekonomi pada masyarakat. 1 A.   Dokter Keluarga Dokter Keluarga adalah Dokter Praktek Umum (DPU) yang telah mendapat  pendidikan tambahan khusus dan menyelenggarakan praktek dengan menerapkan prinsip- prinsip Kedokteran Keluarga, dalam batas kewenangan sebagai Dokter Layanan Primer. Pada pengertian diatas muncul adanya pengertian Dokter Praktek Umum. Yang dimaksud dengan Dokter Praktek Umum adalah tenaga kesehatan (dokter) tempat kontak  pertama pasien (di fasilitas atau sistem pelayanan kesehatan) untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin yang sedini dan sedapat mungkin, secara paripurna, dengan  pendekatan holistik, bersinambung dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan  profesional kesehatan lainnya, dengan menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggungjawab profesional, hukum, etika dan moral.  3 Layanan yang diselenggarakannya (wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama pendidikan kedokteran dasar. Sedangkan pengertian dari Dokter Layanan Primer adalah Dokter Praktek Umum dengan kewenangannya yang sebatas pelayanan Kesehatan Tingkat Primer. 2  Secara singkat dapat didefinisikan sebagai dokter yang berprofesi khusus sebagai dokter praktik umum yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat primer dengan menerapkan prinsip-prinsip kedokteran keluarga. Penjabaran tersebut adalah sebagai  berikut: 1.   Berprofesi khusus karena dididik secara khusus untuk mencapai standar kompetensi tertentu 2.   Dokter praktik umum, yaitu dokter yang dalam praktiknya menampung semua masalah yang dimiliki pasien tanpa memandang jenis kelamin, status sosial, jenis  penyakit, golongan usia, ataupun sistem organ. 3.   Pelayanan kesehatan tingkat primer ujung tombak pelayanan kesehatan tempat kontak  pertama dengan pasien untuk selanjutnya menyelesaikan semua masalah sedini dan sedapat mungkin atau mengkoordinasikan tindak lanjut yang diperlukan pasien. 4.   Prinsip-prinsip kedokteran keluarga, adalah pelayanan yang komprehensif, kontinyu, koordinatif (kolaboratif), mengutamakan pencegahan, menimbang keluarga dan komunitasnya.  2  Dokter keluarga bertanggung jawab melaksanakan pelayanan kesehatan personal, menyeluruh, terpadu, berkesinambungan dan proaktif yang dibutuhkan pasiennya dalam kaitan sebagai anggota dari satu unit keluarga, komunitas serta lingkungan pasien berada, serta jika berhadapan dengan masalah yang tidak mampu ditanggulangi, bertindak sebagai koordinator merencanakan konsultasi dan atau rujukan yang diperlukan kepada dokter ahli yang sesuai. Sistem pelayanan dokter keluarga sesungguhnya merupakan bagian dari Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang perlu diatur dalam Undang-undang. Disinilah sesungguhnya tumbuh kembangnya the five stars doctors yang berkemampuan dan  berfungsi sebagai care provider (sebagai bagian dari kelurga, sebagai pelaksana  pealyanan kedokteran komprehensif, terpadu, berkesinambungan, pada pelayanan dokter  4 tingkat pertama; sebagai pelapis menuju ke pelayanan kedokteran tingkat kedua), sebagai decicion maker (sebagai penentu pada setiap tindakan kedokteran, dengan memperhatikan semua kondisi yang ikut mempengaruhinya), sebagai communicator (sebagai pendidik,  penyuluh, teman, mediator dan sebagai penasehat keluarga dalam banyak hal dan masalah: gizi, narkoba, keluarga berencana, seks, HIV, AIDS, sters, kebersihan, pola hidup sehat, olah raga, olah jiwa, kesehatan lingkungan), sebagai community leader (membantu mengambil keputusan dalan ikhwal kemasyarakatan, utamanya kesehatan dan kedokteran keluarga, sebagai pemantau, penelaah ikhwal kesehatan dan kedokteran keluarga), dan sebagai manager (berkemampuan untuk berkolaborasi dalam kemitraan, dalam ikhwal penanganan kesehatan dan kedokteran keluarga). 3  Five star doctor merupakan profil dokter ideal yang memiliki kemampuan untuk melakukan serangkaian pelayanan kesehatan untuk memenuhi kualitas, kebutuhan, efektifitas biaya, dan persamaan dalam dunia kesehatan. WHO menerapkan batasan  bahwa dokter masa depan wajib memenuhi kriteria lima kualitas seorang dokter, yaitu: 1.   Care provider Dalam memberikan pelayanan medis, seorang dokter hendaknya:    Memperlakukan pasien secara holistic    Memandang Individu sebagai bagian integral dari keluarga dan komunitas.    Memberikan pelayanan yang bermutu, menyeluruh, berkelanjutan dan manusiawi.    Dilandasi hubungan jangka panjang dan saling percaya. 2.   Decision maker Seorang dokter diharapkan memiliki:    Kemampuan memilih teknologi    Penerapan teknologi penunjang secara etik    Cost Effectiveness 3.   Communicator Seorang dokter, dimanapun ia berada dan bertugas, hendaknya:    Mampu mempromosikan gaya hidup sehat.    Mampu memberikan penjelasan dan edukasi yang efektif.    Mampu memberdayakan individu dan kelompok untuk dapat tetap sehat. 4.   Community leader Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, seorang dokter hendaknya:
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks