Documents

16 pages
4 views

Penisilin Fix

of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
rsddyhf
Transcript
  MAKALAH MIKROBIOLOGI INDUSTRI PEMBUATAN PENISILIN ANGELINA NATALIA SEKARDEWI (121150093) IDLHAM KHOLID (121150096) CHAIRUL IMAM IRJAYANTO (121150106) VICTOR TITIS HARJANTO (121150109) AVERROES FARDHAN MAULANA (121150114) PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA 2016  BAB I PENDAHULUAN A.   LATAR BELAKANG Antibiotika berasal dari bahasa latin yang terdiri dari anti = lawan , bios = hidup . Antibiotika adalah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain, sedangkan toksisitasnya terhadap manusia relatif kecil.   Antibiotik pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris dr.Alexander Fleming (Penisilin) pada tahun 1928. Tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh dr.Florey. Kemudian banyak zat dengan khasiat antibiotik diisolir oleh penyelidik- penyelidik lain di seluruh dunia, namun toksisitasnya hanya beberapa saja yang dapat digunakan sebagai obat. Antibiotik juga dapat dibuat secara sintetis atau semisintetis.  Antibiotik   merupakan metabolit sekunder   yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Antibiotika adalah bahan obat yang sangat memegang  peranan penting dalam menanggulangi penyakit infeksi di Indonesia. Dana yang diperlukan untuk pengadaan antibiotika lebih kurang 23,3 % dari seluruh anggaran obat  –   obatan yang terpakai di Indonesia. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara lain, pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa secara bertahap bahan baku antibiotika akan diproduksi secara fermentasi penuh di dalam negeri, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki (Djamaan et al., 1997). Berbagai macam antibiotika sintetik telah dikembangkan untuk melawan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri, akan tetapi penggunaan antibiotika sintetik kadang-kadang memberikan efek samping terhadap tubuh  yang tidak diinginkan (Aliero et al., 2008). Penggunaan antibiotika sebagai antiinfeksi yang berlebihan dan kurang terarah juga mendorong terjadinya  perkembangan resistensi (Wardani, 2008). Antibiotik atau antimikroba adalah obat-obatan yang digunakan untuk memberantas mikroba pada manusia. Antibiotik adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat memebunuh atau menghambat  perkembangan bakteri dan mikroorganisme lain.   Antimikroba dapat bersifat :   1.   Bakteriostatik : yaitu menghambat atau menghentikan laju pertumbuhan  bakteri. Contoh : Tetrasiklin, Kloramfenikol, eritrosin. 2.   Bakterisid : yaitu bersifat membunuh bakteri. Contoh : penisilin, sefalosforin, gentamisin. Antimikroba mempunyai 5 mekanisme kerja yang utama, yaitu : 1.   Antimetabolit. Antimikroba bekerja memblok tahap metabolic spesifik mikroba. Termasuk dalam hal ini adalah sulfonamid dan trimetrofin. Sulfonamida akan menghambat pertumbuhan sel dengan cara menghambat sintesa asam folat oleh bakteri. Sulfonamid bebas secara struktur mirip dengan asam folat, para amino asam benzoat (PABA), dan bekerja sebagai  penghambat kompetitif untuk enzim-enzim yang mempersatukan PABA dan sebagian pteridin menjadi asam dihidropteroat. Trimetripom secara struktur mirip pteridin yang dihirolisis oleh enzim dihidrofolat reduktase dan bekerja sebagai penghambat kompetitif enzim tersebut yang dapat mengurangi dihidrofolat menjadi tertrahidrofolat. 2.   Menghambat sintesis dinding sel. Contoh : penisislin, sefalosforin, vankomisin.  3.   Menghambat fungsi membrane sel. Disini antimikroba bekerja secara langsung pada membrane sel yang akan mempengaruhi permiabilitas dan menyebabkan keluarnya senyawa intra selular bakteri. Contoh :  polimiksin. 4.   Menghambat sintesa protein. Antimikroba mempengaruhi fungsi ribosom bakteri yang dapat menyebabkan sintesis protein dihambat. dalam hal ini antibiotik dapat  berinteraksi dengan ribosom 30s, termasuk : aminoglikosida, tetrasiklin, dan spekttinomisin atau berinteraksi dengan ribosom 50s, misalnya pada kloramfenikol dan eritromisin. 5.   Menghambat asam nukleat. Contohnya : rifampisin akan mengikat dan menghambat DNA-dependent RNA polymerase yang ada pada bakteri, kuinolon akan menghambat DNA girase. Berdasarkan struktur kimianya, antibiotika dikelompokkan sebagai  berikut : 1.   Golongan Aminoglikosida Diantaranya amikasin, dibekasin, gentamisin, kanamisin, neomisin, netilmisin, paromomisin, sisomisin, streptomisin, tobramisin. 2.   Golongan Beta-Laktam Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem, imipenem, meropenem), golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan beta-laktam monosiklik, dan golongan  penisilin (penisilin, amoksisilin). 3.   Golongan Glikopeptida Diantaranya vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan dekaplanin.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks