Film

26 pages
4 views

PENGUKURAN (ASSESSMENT) DAN PENILAIAN (EVALUATION) HASIL BELAJAR

of 26
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
PENGUKURAN (ASSESSMENT) DAN PENILAIAN (EVALUATION) HASIL BELAJAR
Transcript
  PENGUKURAN (ASSESSMENT) DAN PENILAIAN (EVALUATION)HASIL BELAJAR I. PENDAHULUAN Menurut Fenton (1996), asesmen (assessment) atau pengukuran hasil belajar ialah pengumpulan informasi yang relevan, yang dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka pengambilan keputusan !edangkan penilaian atau evaluasi (evaluation) ialah aplikasi suatu standar atau sistem  pengambilan keputusan terhadap data asesmen, yaitu untuk menghasilkan keputusan (judgments) tentang besarnya dan kelayakan pembelajaran yang telah berlangsung "1# $sesmen hasil belajar mahasiswa merupakan satu kesatuan atau bagian dari pembelajaran $palah artinya suatu proses  pembelajaran apabila tidak diukur hasil pembelajarannya %ata asesmen berasal dari &atin assidere, yang berarti  sit beside. 'alam konteks pendidikan, hal ini meliputi kegiatan mengobservasi belajarnya mahasiswa, yaitu mendeskripsikan, mengumpulkan, merekam, memberi markah (skor), dan menginterpretasi informasi mengenai pembelajaran mahasiswa %egunaan utama asesmen sebagai bagian dari proses belajar ialah refleksi (erminan)  pemahaman dan kemajuan mahasiswa seara individual Mengajar tanpa mengetahui apakah hasil mengajarnya itu telah menjadikan mahasiswa itu belajar*, belumlah dapat dikatakan sebagai mengajar* +roses belajar mengajar memang dilakukan dalam kelompok atau kelas, tetapi seyogianya seorang pengajar hendaknya peduli (onern) atas pemahaman dan kemajuan belajar setiap mahasiswa seara individual %adang seorang dosen menganggap dirinya sudah mengajar dengan  baik, dan sudah puas apabila ada satu atau dua mahasiswa yang dapat memperoleh skor tinggi, meskipun lebih dari - . mahasiswanya memperoleh skor di bawah rata/rata +ada 0aman dulu, dosen yang hanya meluluskan sedikit mahasiswa itu dinamakan dosen killer*, dan merupakan suatu kebanggaan bagi dosen bahwa mata kuliahnya paling sukar untuk dilulusi 'alam hal ini dosen imenggunakan dirinya sendiri sebagai standar pengukuran kemampuan mahasiswa,  bukannya standar yang dirumuskan dalam tujuan (ujuan 2nstruksional 3mum dan %husus), sehingga mahasiswa yang tidak lulus dianggap bodoh atau malas 'i manakah letak kesalahan dalam proses belajar mengajar, apakah pada mahasiswa yang belum belajar* karena bodoh, atau dosen yang belum mengajar* dengan baik, karena menerapkan sistem pengukuran yang tidak sesuai atau tidak absah 4rientasi pembelajaran sudah berubah sejak digunakannya !istem %redit !emester !%!) !eorang dosen menerima sekelompok mahasiswa dalam kelasnya yang terdiri atas individu/individu ugas seorang dosen ialah mengajar sedemikian rupa agar masing/masing individu itu  berubah perilakunya dari belum atau tidak memahami, menjadi memahami materi  perkuliahannya 5adi kalau masih banyak mahasiswa yang belum dapat diluluskan, maka dosen itu belum berhasil dalam mengajar idak ada mahasiswa yang bodoh*, apalagi sudah melalui seleksi ketat agar dapat masuk perguruan tinggi 'alam hal ini dosen tersebut harus introspeksi diri sendiri, apakah ia sudah merenanakan pembelajaran dengan baik, apakah telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan renana, apakah dosen memberi bimbingan bagi mahasiswa yang kurang epat belajar (menurut teori belajar, tidak ada manusia yang presis sama, ada yang epat dan ada yang agak lambat belajar), dan yang penting pula ialah apakah metode asesmen dan evaluasi hasil belajar yang digunakan itu sahih (valid) dan terperaya (reliable) II. VALIDITAS (VALIDITY) DAN KETERANDALAN (RELIABILITY) 1  3ntuk mengukur dalamnya sumur digunakan meteran demikian pula untuk mengukur berat suatu benda digunakan timbangan Meteran dan timbangan sebagai alat ukur tidak dapat dipertukarkan untuk tujuan pemakaiannya 7al ini menyangkut validitas (validity) alat ukur, yang  berlaku pula pada pengukuran keberhasilan pembelajaran yaitu penggunaan instrumen atau alat yang sesuai dengan tujuan pengukurannya 2nstrumen ini hendalnya juga dapat diandalkan (reliable) atau reprodusibel (reproduible), dalam arti memberikan hasil sama pada setiap  pengukuran, meskipun sampel yang diukur itu berbeda 'alam proses belajar mengajar, bentuk asesmen yang absah atau valid ialah yang mengukur apa yang seharusnya diukur, sebagai ontoh8 •  bukannya mengukur ingatan, jika yang harus diukur ialah pemeahan masalah, dan sebaliknya • tidak menilai seseorang mengenai kualitas tulisannya, apabila keterampilan menulis itu tidak relevan dengan topik yang akan diukur erbeda halnya jika tulisan memang merupakan salah satu aspek penilaian • dimaksudkan untuk mengukur sebanyak mungkin materi dan keterampilan, bukan hanya  berdasarkan sejumlah keil sampel (lihat pula keterandalan : reliability)!ayang sekali, tidak ada bentuk asesmen yang benar/benar absah (valid) %eterandalan (reliability) disebut juga keterulangan (repliability) !uatu asesmen yang terandalkan akan memberikan hasil yang sama pada pengulangan, dan akan menghasilkan hasil yang sama pada kelompok mehasiswa kelas paralel, sehingga harus konsisten metode dan kriterianya III. TUJUAN ASESMEN ujuan asesmen seara tradisional ialah untuk asesmen formatif dan sumatif $sesmen sumatif ialah pengukuran terhadap apa yang menjadi tujuan akhir mahasiswa, biasanya pada akhir  penyajian satu mata kuliah atau modul, yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam menyatakan seorang mahasiswa itu lulus atau tidak (asesmen produk akhir) +erlu diperhatikan  bahwa semua asesmen sumatif dapat pula berfungsi sebagai formatif, yaitu apabila dapat memberikan umpan balik yang ukup $sesmen formatif berlangsung terus menerus selama  proses pembelajaran sehingga disebut juga asesmen proses ujuannya ialah untuk memberikan umpan balik mengenai apa yang telah dipelajari mahasiswa 8/bagi mahasiswa 8 untuk mengidentifikasi penapaian (ahievement) dan informasi mengenai bidang tugas selanjutnya/bagi pengajar 8 untuk mengevaluasi proses pembelajaran sampai pada saat ini, dan menetapkan renana selanjutnya+ada asesmen sumatif, nilai atau markah memegang peranan penting, namun fungsi asesmen formatif hanyalah untuk memberikan umpan balik 5ika pada asesmen sumatif penilaiannya mengau pada penapaian tujuan mata kuliah (ujuan 2nstruksional 3mum : 23) seara keseluruhan , maka asesmen formatif hanya mengukur penapaian tujuan antara (ujuan 2nstruksional %husus : 2%), dalam rangka perbaikan proses pembelajaran (dosen dan mahasiswa) apabila belum terapai oleh mahasiswa;  IV ASESMEN MENGGUNAKAN INSTRUMEN NON-TES 3mumnya asesmen dilakukan dalam bentuk ujian berupa tes, yaitu pertanyaan yang harus dijawab mahasiswa, dan jawabannya sudah tersedia 5arang sekali digunakan asesmen bentuk lain, padahal mungkin lebih sesuai digunakan untuk pengukuran tujuan instruksional tertentu $lat ukur (instrumen) yang dapat digunakan ialah pedoman obeservasi, skala sikap, daftar ek dan lain/lain 7asil belajar mahasiswa bukan saja di bidang kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor %erja +raktek &apangan dan %erja &aboratorium yang lebih mengutamakan penampilan kemampuan dan keterampilan (performans) tidaklah sesuai apabila diukur hasil belajarnya melalui pertanyaan  bentuk tes 3ntuk ini lebih ook digunakan pedoman observasi, karena yang lebih penting ialah apa yang dapat dibuat oleh mahasiswa, bukannya apa yang diketahuinya atau dipahaminya 'emikian pula untuk mengukur tujuan belajar di bidang afektif, lebih ook menggunakan  pedoman observasi sebagai alat ukur$lat ukur hasil belajar non/tes yang sering digunakan ialah 81 +artiipation <hart (bagan partisipasi)Formulir berbentuk bagan ini terutama digunakan pada obeservasi, misalnya keikutsertaan (partisipasi) mahasiswa dalam diskusi kelompok +artisipasi mahasiswa seara suka rela atau  belajar aktif ini merupakan suatu tujuan belajar ( ranah afektif) dalam rangka meningkatkan daya tahan ingatan (retensi) mengenai materi pelajaran, meningkatkan rasa peraya diri, harga diri, dan lain/lain Formulir yang digunakan terdiri atas daftar nama mahasiswa dan = kolom yang menyatakan kualitas kontribusi masing/masing mahasiswa dalam diskusi dengan  pengisian jumlah (tally) banyaknya masing/masing kontribusi (ontoh formulir dapat dilihat  pada lampiran) ; <hek &ist (daftar ek) 'aftar ek berguna untuk mengukur hasil belajar berupa produk maupun proses, yang dapat dirini dalam komponen/komponen yang lebih keil, terdefinisi atau sangat spesifik !emakin lengkap komponennya (termasuk yang tidak terlalu penting) semakin besar manfaatnya dalam pengukuran 'aftar ek terdiri atas komponen atau aspek yang diamati dan tanda ek yang menyatakan ada tidaknya komponen itu dalam observasi (ontoh daftar ek dapat dilihat pada lampiran)> ?ating !ale (skala lajuan) $lat ukur non/tes ini menggunakan suatu prosedur terstruktur untuk memperoleh informasi tentang sesuatu yang diobservasi, yang menyatakan posisi sesuatu itu dalam hubungannya dengan yang lain !kala ini berisi seperangkat pernyataan tentang karakteristik, atau kualitas dari sesuatu yang akan diukur beserta pasangannya yang menunjukkan peringkat karakter atau kualitas yang dimiliki 5adi suatu skala lajuan terdiri atas ; bagian, yaitu (1) pernyataan tentang keberadaan atau kualitas keberadaan suatu unsur atau karakteristik, (;) petunjuk  penilaian tentang pernyataan tersebut!kala lajuan terdiri atas beberapa tipe 8>  $  Numerical Rating Scale  %omponen skala lajuan ini adalah pernyataan tentang karakteristik atau kualitas tertentu dari sesuatu yang diukur keberadaannya, diikuti oleh angka yang menunjukkan keberadaannya  &ihat ontoh pada lampiran  Descriptive Graphic Rating Scale  !kala lajuan ini tidak menggunakan angka tetapi dengan memberi tanda tertentu pada suatu kontinuum baris ipe skala lajuan ini baik digunakan untuk mendeskripsikan profil dari suatu kegiatan, prosedur atau hasil dari kegiatan tertentu <  Ranking Methods Rating Scales.  %egunaan menyusun ranking mempunyai ; kegunaan 8 (1) menyusun ranking kedudukan mahasiswa dalam aspek tertentu atau keseluruhan aspek hasil belajar dan (;) untuk memeriksa kemampuan mahasiswa dalam menentukan kedudukan relative suatu komponen dalam prosedur tertentu <aranya ialah dengan menentukan dahulu ranking tertinggi dan terendah, lalu bergerak ke tengah '  Paired Comparison Rating Sc ale ipe ini digunakan untuk membandingkan hasil kerja atau tugas seorang mahasiswa dengan yang lainnya !etiap kali diputuskan hasil kerja terbaik dari perbandingan ; orang mahasiswa 7asil pembandingan dilakukan menggunakan matriksi seperti pada ontoh di lampiran = $ttitude !ales (skala sikap)3ntuk memahami pengukuran sikap (attitude), perlu dipahami dulu pengertian sikap sebagai suatu konsep psikologi !ikap harus memenuhi ; kriteria, yaitu dapat diamati dan dapat diukur ila salah satunya tidak ada, maka konstruksi tersebut tidak dapat digunakan dalam  penelitian ilmiah 'efinisi terakhir tentang sikap 8 !ikap adalah identitas keenderungan  positif atau negative terhadap suatuobjek psikologis tertentu !eara umum definisi hurstone (19=6) ini dapat dirumuskan 8  Attitude is !" a##ect #or or against, $" evaluation o#, %" like or dislike o#, &" positiveness or negativeness to'ard a ps(chological ob)ect   %onstruksi skala sikap dimulai dengan menentukan dan mendefinisikan objek sikap yang akan diukur itu (sikap apa) !etelah itu dikumpulkan butir/butir pernyataan tentang objek sikap itu %emudian ditentukan format jawaban yang akan digunakan dan ara penskoran $da beberapa teknik konstruksi skala sikap yang terkenal ialah 8$ !kala &ikert !kala hurstone, terbagi lagi atas tiga teknik skala sikap 8 (1) metode +aired <omparisons, (;) metode @Aual/appearing 2ntervals, dan (>) !uessive 2ntervals< !kala Buttmann Cang paling umum digunakan ialah !kala &ikert +rinsip penggunaan skala ini ialah menentukan lokasi kedudukan seseorang dalam suatu ontinuum sikap terhadap suatu objek sikap, mulai dari sangat negatif sampai dengan sangat positif +enentuan lokasi dilakukan dengan mengkuantifikasi pernyataan seseorang terhadap butir pernyataan !kala 1 berarti sangat negatif dan skala D berarti sangat positif &ihat ontoh pada lampiran V.ASESMEN MENGGUNAKAN INSTRUMEN TESPENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP) DAN PENILAIAN ACUAN NORMA (PAN) +$E dan +$+ digunakan pada asesmen yang menggunakan ujian atau tes sebagai alat ukur =  +enilaian $uan Eorma (+$E) atau norm/referened test pada dasarnya merupakan suatu kompetisi antara mahasiswa yang akan menghasilkan ranking mahasiswa, D. teratas memperoleh nilai $, 1-. berikutnya mendapat  , dan seterusnya D-. terbawah tidak lulus(2ni sekedar ontoh) Metode asesmen ini ukup baik apabila tujuannya ialah untuk menyeleksi  jumlah orang (terbaik) tertentu untuk suatu jabatan, menentukan tempat seseorang pada mata kuliah atau untuk masuk menjadi anggota tim tertentu %ualitas hasil akan sangat berbeda dari kelompok yang satu dengan yang lain 'i sini seakan/akan digunakan sistem gugur bagi yang kalah bersaing <ontoh penggunaannya ialah pada tes 2 (2ntelligent uotient)+enilaian $uan +atokan (+$+) atau %riteria (<riterion/?eferene est) ialah istilah yang digunakan untuk asesmen terhadap suatu kriteria yang pasti !eara teoretis, dapat berarti bahwa yang mengikuti tes ini dapat lulus atau tidak berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan es +$E sebenarnya juga menetapkan kriteria, tetapi lebih menekankan pada aplikasi statistik 5adi sebenarnya es +$+ lebih adil, asalkan kriteria telah ditetapkan sebelumnya dan tes itu sahih dan terandalkan $da lagi jenis asesmen yang dinamakan asesmen ipsatif, yaitu asesmen sendiri atau lebih tepat asesmen terhadap kinerja terbaik sendiri di waktu lalu $sesmen ini digunakan untuk tujuan khusus, misalnya peningkatan kinerja pelatih (oah olahraga), dan pada pendidikan dan  pembelajaran khusus VI. ASESMEN ALTERNATIF (ALTERNATIVE ASSESSMENT) %arakteristik jenis asesmen demikian itu ialah 81mahasiswa terlibat dalam tugas performans yang berarti;terdapat standar dan kriteria yang jelas tentang kinerja yang paling baik (eGellene)>terdapat penekanan pada metakognisi (metaognition) dan evaluasi diri=mahasiswa menampilkan produk dan performans yang berkualitasDterdapat interaksi positif antara orang yang mengases dan yang diaseserdapat ; segi (feature) utama pada asesmen alternatif81semuanya dianggap sebagai alternatif lain daripada tes pilihan ganda tradisional, standardi0ed ahievement tests;semuanya merupakan asesmen langsung mengenai performans mahasiswa untuk tugas signifikan yang relevan dengan kehidupan di luar sekolah+erbandingan ketiga bentuk asesmen (urke %,199 dan Fogarty ?,199 ) 8 • $sesmen tradisional (raditional $ssessments ), difokuskan pada nilai (grade) dan kedudukan (ranking), pengetahuan, kurikulum, dan ketrampilan, yang diimplementasikan melalui asesmen di kelas (test, kuis, tugas pekerjaan rumah), dan tes baku (+$E atau +$+) • $sesmen +erformans (+erformane $ssessments) , yang difokuskan pada hasil dan standar yang dapat diamati, aplikasi dan transfer yang diimplementasikan sesuai standar, tugas, kriteria dan rubrik penskoranD
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks