Documents

28 pages
77 views

Penerapan Pengobatan Tuberkulosis

of 28
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
doc
Transcript
  1 Penerapan Pengobatan Tuberkulosis dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat Disusun Oleh C8 Calista Paramitha 102009111 Thomas Lekawael 102009235 Citra Anggar Kasih Masang 102010138 Yolanda Kesuma 102011048  Nella 102011185 Reynaldo 102011197 Dewi Ayunanda 102011278 Oscar Wiradi Putra 102011404 Felicia Ananda 102011410  2 Pendahuluan Tuberkulosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB ( Mycobacterium tuberculosis ), yang menyerang terutama paru dan disebut juga tuberkulosis paru. Bila menyerang organ selain paru (kelenjar limfe, kulit, otak, tulang, usus, ginjal) disebut tuberkulosis ekstra paru. 1  Mycobacterium tuberculosis   berbentuk batang, berukuran panjang 1-4 mikron dan tebal 0,3-0,6 mikron, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan, oleh karena itu disebut sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman tuberkulosis cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh, kuman ini dapat dormant   atau tertidur lama dalam beberapa tahun. 1  Sekitar 4000 tahun yang lampau, peradaban manusia dikejutkan dengan munculnya epidemi penyakit yang menyerang organ pernapasan utama manusia, yaitu paru-paru.  Akhirnya dunia pun tahu, ketika Robert Koch berhasil mengidentifikasi kuman penyebab infeksi tersebut, Mycobacterium tuberculosis. 2  Tuberculosis atau penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang bisa bersifat akut maupun kronis dengan ditandai pembentukan turbekel dan cenderung meluas secara lokal. Selain itu, juga bersifat pulmoner maupun ekstrapulmoner   dan dapat mempengaruhi organ tubuh lainnya. 2  Hingga kini, TBC menjadi salah satu problem utama kesehatan dunia, terutama di negara berkembang. Mycobacterium   tuberculosis  (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, menurut WHO sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per tahun (WHO, 1993). Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan 95% penderita TB berada di negara-negara berkembang Dengan munculnya epidemi HIV/AIDS di dunia  jumlah penderita TB akan meningkat. Kematian wanita karena TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan serta nifas (WHO). WHO mencanangkan keadaan darurat global untuk penyakit TB pada tahun 1993 karena diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB.  2  Di Indonesia TB kembali muncul sebagai penyebab kematian utama setelah penyakit  jantung dan saluran pernafasan. Penyakit TB paru, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan bahwa tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit kardiovaskuler dan  3 penyakit saluran pernapasan pada semua golongan usia dan nomor 1 dari golongan infeksi.  Antara tahun 1979 hingga 1982 telah dilakukan survey prevalensi di 15 propinsi dengan hasil 200-400 penderita tiap 100.000 penduduk. Diperkirakan setiap tahun 450.000 kasus baru TB dimana sekitar 1/3 penderita terdapat disekitar puskesmas, 1/3 ditemukan di pelayanan rumah sakit/klinik pemerintah dan swasta, praktek swasta dan sisanya belum terjangku unit pelayanan kesehatan. Sedangkan kematian karena TB diperkirakan 175.000 per tahun. 3  Penyakit TB menyerang sebagian besar kelompok usia kerja produktif, penderita TB kebanyakan dari kelompok sosio ekonomi rendah. Dari 1995-1998, cakupan penderita TB Paru dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy) atau pengawasan langsung menelan obat jangka pendek/setiap hari- baru mencapai 36% dengan angka kesembuhan 87%. Sebelum strategi DOTS (1969-1994) cakupannya sebesar 56% dengan angka kesembuhan yang dapat dicapai hanya 40-60%. Karena pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak cukup dimasa lalu kemungkinan telah timbul kekebalan kuman TB terhadap OAT (obat anti tuberkulosis) secara meluas atau multi drug resistance(MDR). 4   KASUS Bapak M (45 thn) memiliki seorang istri (43 thn) dan 5 orang anak. Masing-masing A (P) 25 tahun, S(P) 23 tahun, AS (L) 20 tahun, RS (L) 10 tahun, R (P) 5 tahun. Istri bapak M mendapatkan pengobatan TBC paru dan sudah berjalan 3 bulan. Anak pertempuannya, R saat ini sedang batuk-batuk sudah 3 minggu tidak kunjung reda. Riwayat penurunan berat badan dan keringat malam juga ada. Berat badan 12 KG, skar BCG +. Karena tidak tahu dan tidak punya uang cukup, anak R hanya di beri jamu jamuan dan obat warung. Keluarga bapak M tinggal di bidang rumah 4x11 meter pemukiman padat penduduk.  4 MND MAPPING Tuberkulosis dalam keluarga 1. EPIDEMIOLOGI2. FAKTOR RESIKO3. FAKTOR LINGKUNGAN4. FAKTOR SOSIAL5. PENATALAKSANA AN6. PENCEGAHAN7. DOKTER KELUARGA (FIVE STAR DOCTOR)KURATIFREHABILITATIFPROMOTIFPREVENTIF Epidemiologi  FAKTOR RISIKO Resiko penularan  Risiko penularan setiap tahun (  Annual Risk of Tuberculosis Infection  = ARTI) di Indonesia dianggap cukup tinggi dan berfariasi antara 1 hingga 2 %. Pada daerah dengan ARTI sebesar 1 %, berarti setiap tahun diantara 1000 penduduk, 10 (sepuluh) orang akan terinfeksi. Sebagian besar dari orang yang terinfeksi tidak akan menjadi penderita TB, hanya 10 % dari yang terinfeksi yang akan menjadi penderita TB. Dari keterangan tersebut diatas, dapat diperkirakan bahwa daerah dengan ARTI 1 %, maka diantara 100.000 penduduk rata-rata terjadi 100 (seratus) penderita tuberkulosis setiap tahun, dimana 50 % penderita adalah BTA positif. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi penderita TB adalah daya tahan tubuh yang rendah; diantaranya karena gizi buruk atau HIV/AIDS. 5   Berdasarkan faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit TBC Untuk terpapar penyakit TBC pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : status sosial ekonomi, status gizi, umur, jenis kelamin, dan faktor toksik. Untuk lebih  jelasnya dapat kita jelaskan seperti uraian. 1,4,5  1. Faktor Sosial Ekonomi Disini sangat erat dengan keadaan rumah, kepadatan hunian, lingkungan perumahan, lingkungan dan sanitasi tempat bekerja yang buruk dapat memudahkan penularan TBC. Pendapatan keluarga sangat erat juga dengan penularan TBC, karena pendapatan yang Gambar 1. Mind mapping
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks