Documents

16 pages
185 views

Penelitian Anemia Pada Ibu Hamil

of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
doc
Transcript
  1 Penelitian Anemia Pada Ibu Hamil dengan Metodelogi Penelitian Disusun Oleh C8 Calista Paramitha 102009111 Thomas Lekawael 102009235 Citra Anggar Kasih Masang 102010138 Yolanda Kesuma 102011048  Nella 102011185 Reynaldo 102011197 Dewi Ayunanda 102011278 Oscar Wiradi Putra 102011404 Felicia Ananda 102011410  2 Pendahuluan Penelitian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan mulai dari pengembangan usulan  penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, analisis dan interpretasi, penulisan laporan penelitian,  presentasi laporan dan publikasi hasil penelitian. Sifat ilmiah sebuah penelitian dihubungkan dengan tata cara kegiatan tersebut yang bersifat sistematis, logis, dan rasional serta memenuhi kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang relevan. Tujuan sebuah penelitian yang bersifat ilmiah untuk menghasilkan temuan-temuan yang konsisten, sahih, ringkas dan dapat dipercaya. 1 Skenario Dokter Mega bekerja di sebuah Puskesmas Kecamatan berpenduduk 25.000 jiwa. Pada laporan hasil pemeriksaan ANC di bagian KIA, didapati bahwa sekitar 45% ibu-ibu hamil yang  berkunjung memiliki LILA < 18,0 cm. Rata-rata BBL berkisar 2550 gram. Ia ingin meneliti apakah  penyebab dari tingginya angka anemia di wilayah tersebut. Ia menduga beberapa faktor lainnya ikut  berpengaruh yaitu antara lain jumlah anak, penghasilan keluarga, anemia gizi, usia perkawinan. Ia  berencana menggunakan desain kasus kontrol dalam penelitiannya. Rancangan Penelitian Macam-macam rancangan penelitian dapat dibagi berdasarkan beberapa aspek, yaitu  berdasarkan tujuan yang dibagi menjadi penelitian eksploratif, deskriptif, analitik (  prospektif dan retrospektif  ), dan penelitian eksperimental. Berdasarkan pendekatannya dibagi atas cross sectional   dan longitudinal  . Ditinjau dari keterlibatan peneliti dalam intervensi dikelompokkan menjadi observasional   dan intervensional ( eksperimental, non-eksperimental, dan eksperimental semu ). Penelitian ekseperimental dan penelitian eksperimental semu dapa dilakukan di rumah sakit berupa uji coba dalam pengobatan dan pencegahan atau percobaan metodologis berupa alat yang digunakan atau  prosedur pelayanan kesehatan atau prosedur pengobatan. 1,2 Antara penelitian eksperimental dan penelitian analitik terdapat beberapa perbedaan dan  persamaan dari peran peneliti dalam intervensi. Bila intervensi secara aktif dan terencana dilakukan oleh peneliti dengan mengendalikan faktor-faktor tertentu untuk mengungkapkan hubungan sebab-akibat maka penelitian demikian disebut penelitian eksperimental. Bila intervensi tidak dilakukan oleh  peneliti, tapi dilakukan oleh alam atau subjek yang bersangkutan secara sengaja atau tidak dan peneliti hanya secara pasif mengamati perubahan yang terjadi untuk mengetahui adanya hubungan sebab-akibat maka penelitian tersebut disebut penelitian analitik. Kedua rancangan mempunyai kesamaan dalam pemakaian kontrol sebagai pembanding dan terdapat hipotesis spesifik untuk mengungkapkan adanya hubungan sebab-akibat. Rancangan penelitian analitik dilakukan dengan dua cara yaitu  3  prospektif ( kohort  ) dan retrospektif ( kasus kontrol  ). Bila yang diteliti merupakan penyakit yang jarang terjadi atau penyakit denga fase laten lama sebaiknya menggunakan cara rancangan kasus-kontrol dan  bila tujuan penelitian untuk membandingkan insidensi penyakit sebaiknya dilakukan dengan rancangan kohort. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi obat atau  prosedur pengobatan atau metode diagnostik maka rancangan yang dipakai adalah eksperimental. 1,3 Populasi dan Sampel Populasi adalah kumpulan semua individu dalam suatu batas tertentu. Bila penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh individu dalam populasi, tetapi hanya diambil sebagian maka bagian tersebut dinamakan sampel. Berdasarkan besarnya, populasi dibagi atas dua yaitu populasi besar dan  populasi kecil. Populasi besar atau populasi tak terhingga adalah populasi yang memiliki jumlah individu sedemikian banyaknya sehingga sulit atau tidak mungkin diketahui jumlahnya. Populasi dengan unit dasar yang tidak banyak hingga mudah dihitung jumlahnya disebut populasi kecil. Bisa  juga terjadi kesalahan dalam pengambilan sample yang disebut sebagai sampling error, yaitu  perbedaan antara hasil sampel dengan hasil sensus yang dilakukan dengan cara yang sama, pada  populasi yang sama, dan pewawancara yang sama. Kesalahan lain adalah non-sampling error yaitu kesalahan yang terjadi karena batasan unit yang kurang jelas, jawaban responden yang salah pada samplin survey dengan teknik wawancara/angket, kesalahan dalam batas dan lokasi, kesalahn dalam  pengolahan data, dan kesalahan alat ukur yang dipakai. Penyimpangan atau kesalahan lain yang dapat timbul dalam suatu penelitian disebut bias. Bias adalah perbedaan antara hasil sesungguhnya dalam  populasi dengan hasil semua sampel yang berasal dari populasi tersebut. 2 Pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak dan tanpa acak.  Random sampling   (acak) terdiri dari  simpel random sampling   (pengambilan sampel acak sederhana),  stratified random  sampling   (pemngambilan sampel acak secara stratifikasi), multistage random sampling   (pengambilan sampel acak bertahap),  systematic random sampling   (pengambilan sampel acak sistematis), cluster random sampling   (pengambilan sampel acak berkelompok), dan  probability proportionate to size  (PPS). Pengambilan sampel tanpa acak dilakukan dengan accidental sampling, quota sampling  , dan  purposive sampling  . Pengambilan sampel tanpa acak ini dipakai bila kita ingin mengambil sampel yang sangat kecil pada populasi yang besar karena dengan cara apapun tidak mungkin mendapatkan sampel yang dapat menggambarkan keadaan populasinya, bahkan mungkin dengan pengambilan sampel tanpa acak akan menhasilkan bias yang lebih kecil dibandingkan dengan pengambilan sampel secara acak. 2 Simple random sampling  , pada teknik ini, semua anggota dalam populasi mempunyai  probabilitas atau kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Untuk mendapat responden yang hendak dijadikan sampel, satu hal penting yang harus diketahui oleh para peneliti adalah bahwa  perlunya bagi peneliti untuk mengetahui jumlah responden yang ada dalam populasi. Secara  4 tradisional bisa dilakukan dengan mengambil kocokan atau secara modern dengan menggunakan sistem komputer. Dalam penelitian pendidikan maupun penelitian sosial lainnya, sering kali ditemui kondisi populasi yang ada terdiri dari beberapa lapisan atau kelompok individual dengan karakteristik  berbeda. Di sekolah, misalnya ada kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga. Mereka juga dapat dibedakan menurut jenis kelamin responden menjadi kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Di masyarakat, populasi dapat berupa kelompok masyarakat, misalnya petani, pedagang, pegawai negeri,  pegawai swasta, dan sebagainya. Keadaan populasi yang demikian akan tidak tepat dan tidak terwakili, jika digunakan teknik acak. Karena hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang terpilih sebagai sampel, sebaliknya kelompok lain tidak terwakili karena tidak muncul dalam proses  pemilihan. Teknik yang paling tepat dan mempunyai akurasi tinggi adalah teknik sampling dengan cara stratifikasi. Teknik stratifikasi ini harus digunakan sejak awal, ketika peneliti mengetahui bahwa kondisi populasi terdiri atas beberapa anggota yang memiliki stratifikasi atau lapisan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ketepatan teknik stratifikasi juga lebih dapat ditingkatkan dengan menggunakan proporsional besar kecilnya anggota lapisan dari populasi ditentukan oleh besar kecilnya jumlah anggota populasi dalam lapisan yang ada. Teknik klaster merupakan teknik memilih sampel lainnya dengan menggunakan prinsip probabilitas. Teknik ini mempunyai sedikit perbedaan  jika dibandingkan dengan kedua teknik yang telah dibahas di atas. Teknik klaster ini memilih sampel  bukan didasarkan pada individual, tetapi lebih didasarkan pada kelompok, daerah, atau kelompok subjek yang secara alami berkumpul bersama. Teknik klaster sering digunakan oleh para peneliti di lapangan yang wilayahnya mungkin luas. Dengan menggunakan teknik klaster ini, mereka lebih dapat menghemat biaya dan tenaga dalam menemui responden yang menjadi subjek atau objek penelitian. Teknik memilih sampel yang keempat adalah teknik sistematis atau systematic sampling. Teknik  pemilihan ini menggunakan prinsip proporsional. Caranya ialah dengan menentukan pilihan sampel  pada setiap 1/k, di mana k adalah suatu angka pembagi yang telah ditentukan misalnya 5,6 atau 10. Syarat yang perlu diperhatikan oleh para peneliti adalah adanya daftar atau list semua anggota  populasi. Untuk populasi yang didaftar atas dasar urutan abjad pemakaian metode menggunakan teknik sistematis juga dapat diterapkan. Walaupun mungkin saja terjadi bahwa suatu nama seperti nama yang berawalan su, sri dalam bahasa Indonesia akan terjadi pengumpulan nama dalam awalan tersebut. Sisternatis proporsional k dapat memilih dengan baik. Multistage random sampling adalah salah satu model pengambilan sampel secara acak yang pelaksanaannya dilakukan dengan membagi  populasi menjadi beberapa fraksi kemudian diambil sampelnya. Sampel fraksi yang dihasilkan dibagi lagi menjadi fraksi yang lebih kecil kemudian diambil sampelnya. Pembagian menjadi beberapa fraksi ini dilakukan terus sampai pada unit sampel yang diinginkan. Unit sampel pertama disebut sebagai  primary sampling unit (PSU). PSU dapat berupa fraksi besar atau fraksi kecil. Biasanya ini digunakan  bila kita ingin mengambil sampel dengan jumlah yang tidak banyak pada populasi besar. Terakhir adalah PPS, pengambilan sampel dengan cara ini merupakan variasi dari pengambilan sampel  bertingkat dengan pemilihan PSU yang dilakukan secara proporsional. Pengambilan sampel dengan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks