Psychology

5 pages
4 views

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INDERAJA GOOGLE EARTH DALAM ARSITEKTUR dan LANSEKAP

of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Pada tulisan ini dibahas secara singkat mengenai perkembangan tata hijau (lansekap) Perumahan Grand Marina (PGM) di Semarang dari 2003-2013 berdasarkan data inderaja Google Earth (GE).
Transcript
    STUDI TATA HIJAU KOMPLEKS PERUMAHAN GRAND MARINA SEMARANG DENGAN BANTUAN INDERAJA ( REMOTE SENSING  ) GOOGLE EARTH  Ave Harysakti (Pascasarjana Arsitektur Lingkungan Binaan, Universitas Brawijaya)   Kawasan Pantai Marina Semarang  Kawasan Pantai Marina sebagian besar merupakan perumahan eksklusif seperti Perumahan Villa Marina, Grand Marina, Puri Anjasmoro dan Semarang Indah. Kondisi Fisik   Lokasi Perumahan Grand Marina Perumahan Grand Marina terletak di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat dengan batas-batas wilayah : Sebelah utara : Pantai Marina Sebelah barat : Kecamatan Tugu Sebelah selatan : Perumahan Puri Anjasmoro Sebelah timur : Jalan Arteri Utara Menurut pembagian wilayah kota Semarang, Perumahan Grand Marina ini masuk pada kawasan Bagian Wilayah Kota III Sub Wilayah IV. Vegetasi Jenis vegetasi pada perumahan terdiri dari tumbuhan peneduh (Akasia dan Lamtoro), pengarah (Palem dan Cemara), pembatas (Perdu), dan bermacam-macam tanaman hias tropis. Iklim Iklim pada perumahan Grand Marina ini sama dengan iklim regional Jawa Tengah yaitu iklim tropis. Tata Guna Lahan Sesuai dengan rencana Tata Ruang Daerah, sebagian besar kawasan di sekitar Pantai Marina berkembang menjadi kawasan pemukiman yang diikuti dengan perkembangan kawasan perdagangan dan jasa. Perumahan Grand Marina keberadaannya mengikuti arahan tersebut. Sarana dan Prasarana Prasarana listrik, air dan telepon disuplai dari jaringan yang telah tersedia. Jalan dalam kondisi baik sehingga memungkinkan angkutan umum seperti bis kota dan ojek untuk masuk ke dalam kawasan perumahan. Jaringan ini memiliki akses langsung menuju jaringan jalan arteri primer.  Aturan dan Perundangan Pemanfaatan Ruang Pemanfaatan ruang pada Perumahan Grand Marina ini pada dasarnya terdiri atas ruang hijau, ruang entrance, ruang perumahan, ruang parkir, dan ruang komunal. Pengaturan Bangunan Mengacu pada arahan RDTR kawasan BWK III, pengaturan bangunan meliputi: Pengaturan kepadatan bangunan (Koefisien Dasar Bangunan) KDB pada kawasan ini adalah 60%    Pengaturan Ketinggian Bangunan Ketinggian Maksimal yang diperbolehkan pada kawasan ini asalah 7 lantai Koefisien Lantai Bangunan 4.2 Garis Sempadan 17 m Potensi Perumahan. Perumahan Grand Marina memiliki potensi yang menunjang keberadaan kawasan rekreasi Pantai Marina, antara lain : Lokasinya tidak jauh dari pusat kota dan kawasan bisnis Semarang, yaitu Tugu Muda dan Simpang Lima serta berada pada lingkungan perumahan eksklusif; Memiliki sarana dan prasarana yang memadai sebagai hunian eksklusif; Memiliki potensi alam berupa alam pantai dengan pemandangan yang cukup menarik; Perumahan cukup dekat dengan bandara Internasional Ahmad Yani, sehingga kawasan sekitarnya sangat strategis untuk berkembang lebih lanjut. Tinjauan Tata Hijau Perumahan Grand Marina Pada tulisan ini akan dibahas secara singkat mengenai perkembangan tata hijau (lansekap) Perumahan Grand Marina (PGM) dari 2003-2013 berdasarkan data inderaja Google Earth  (GE). Gambar 1. Kondisi Eksisting Lokasi Perumahan Grand Marina Sebelum Terbangun Tahun 2003 (sumber: Google Earth ) Pada tahun 2003 lokasi PGM masih kosong (Gambar 1) dengan luas lahan berdasarkan luas polygon GE (garis merah) adalah sebesar 7,78 Ha. Lokasi relatif datar dan hanya ditumbuhi oleh semak-semak dan rumput liar, terdapat sedikit sekali rimbun pepohonan (garis hijau). Total luas tutupan vegetasi eksisting adalah 0,56 Ha.    Gambar 2. Kondisi Tata Hijau Perumahan Grand Marina Tahun 2005 (sumber: Google Earth )  Tahun 2005 merupakan awal berdirinya PGM, pada citra GE (Gambar 2) terlihat beberapa rumah mewah sudah mulai dibangun dan berdiri. Luasan vegetasi eksisting tahun 2003 berkurang menjadi 0,29 Ha dikarenakan ditebang dan diganti jenis tanamannya (tanda X). Namun dari pihak developer mulai menanam rimbunan pepohonan baru pada area ruang hijau dan ruang entrance (garis kuning). Terjadi pengurangan dan penambahan luasan tutupan pepohonan sehingga luas total pepohonan untuk tahun 2005 adalah seluas 0,56 Ha. Berdasarkan citra GE tahun 2007 (Gambar 3), proyek pembangunan PGM telah menyelesaikan 100% ruang perumahan, ruang parkir, dan ruang komunalnya. Vegetasi sudah ditambahkan pada posisi yang telah ditentukan (garis biru) dengan luas tutupan vegetasinya sebesar 0,95 Ha sehingga diperoleh luas total tutupan vegetasi sebesar 1,52 Ha. Namun masih terdapat beberapa posisi pada lokasi yang masih belum ditanami vegetasi sesuai kebutuhan tata hijaunya.    Gambar 3. Kondisi Tata Hijau Perumahan Grand Marina Tahun 2007 (sumber: Google Earth )   Gambar 4. Kondisi Tata Hijau Perumahan Grand Marina Tahun 2013 (sumber: Google Earth )      Update citra GE terbaru dari lokasi PGM adalah pada tahun 2013 (Gambar 4). Seluruh rencana tata hijau telah dilaksanakan. Luasan tutupan vegetasi tahun 2007 (garis biru) sampai dengan tahun 2013 mendapat penambahan (garis pink) seluas 0,93 Ha. Sehingga sampai dengan tahun 2013 yang lalu, luasan total tutupan vegetasinya adalah sebesar 2,45 Ha. Berdasarkan analisis luasan tutupan vegetasi di Perumahan Grand Marina Semarang di atas, diperoleh perbandingan luas Tata Hijau dengan Luas Perumahan = (2,45/7,78) x 100 = 31,5% . Menurut Peraturan Menteri PU Nomor 12 Tahun 2009, Luas Tata Hijau Perumahan minimal 20-90% dari luas total perumahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Tata Hijau di Perumahan Grand Marina Semarang ini telah mencukupi syarat dan memenuhi aturan mengenai Tata Hijau. Dengan adanya teknologi Inderaja saat ini, pengukuran terhadap situasi suatu lansekap dapat dilakukan dengan semakin baik. Analisis Tata Hijau seperti PGM di atas dapat dilakukan secara langsung dilapangan dan data hasil pengukuran dilapangan dapat dikonfirmasi kebenarannya melalui teknologi Inderaja ini. Bagi disiplin ilmu arsitektur, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisis site secara makro guna memperoleh informasi keadaan geoklimatik lokasi desain dan pertimbangan-pertimbangan desain yang lebih akurat dan terintegrasi dengan desain-desain lingkungan binaan sebelumnya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks