Documents

27 pages
244 views

Panduan ICRA Edit

of 27
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
panduan icra
Transcript
  KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya Panduan Infection Control Risk Assesment (ICRA) dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Perlu disadari bahwa masih kurangnya kualitas dan kuantitas pengendalian infeksi di RS sangat terkait komitmen pimpinan RS serta memerlukan dukungan dari para klinisi di RS, infeksi RS pada prinsipnya dapat dicegah, walaupun mungkin tidak dapat dihilangkan sama sekali. Untuk itu telah disusun Panduan Assement Resiko Infeksi Rumah Sakit yang aplikatif sehingga diharapkan penyelenggaran pencegahan dan pengendalian infeksi RS dapat dilakukan lebih optimal. Kami menyadari bahwa buku ini masih belum sempurna, dan kami mengharapkan adanya masukan bagi penyempurnaan buku ini di kemudian hari Untuk itu tim penyusun mengucapkan terima kasih dan harapan kami agar buku ini dapat dipergunaan sebagai acuan dangan sebaik-baiknya Jambi, 07 Agustus 2017 Komite PPI  BAB I DEFINISI a) Risiko adalah potensi terjadinya kerugian yg dapat timbul dari proses kegiatan saat sekarang atau kejadian dimasa datang (ERM, Risk    Management Handbook for Health Care Organization ). b) Manajemen risiko adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi, menilai dan menyusun prioritas risiko, dengan tujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan dampaknya. Suatu proses penilaian untuk menguji sebuah proses secara rinci dan berurutan, baik kejadian yang aktual maupun yang potensial berisiko ataupun kegagalan dan suatu yang rentan melalui proses yang logis, dengan memprioritaskan area yang akan di perbaiki berdasarkan dampak yang akan di timbulkan baik aktual maupun potensial dari suatu proses perawatan, pengobatan ataupun pelayanan yang diberikan. c) Pencatatan risiko adalah pencatatan semua risiko yang sudah diidentifikasi, untuk kemudian dilakukan pemeringkatan ( grading  ) untuk menentukan matriks risiko dengan kategori merah, kuning dan hijau. d) ICRA adalah proses multidisiplin yang berfokus pada pengurangan infeksi, pendokumentasian bahwa dengan mempertimbangkan populasi pasien, fasilitas dan program: 1) Fokus pada pengurangan risiko dari infeksi, 2) Tahapan perencanaan fasilitas, desain, konstruksi, renovasi, pemeliharaan fasilitas, dan 3) Pengetahuan tentang infeksi, agen infeksi, dan lingkungan perawatan, yang memungkinkan organisasi untuk mengantisipasi dampak potensial. ICRA merupakan pengkajian yang di lakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap risiko infeksi terkait aktifitas pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan serta mengenali ancaman/bahaya dari aktifitas tersebut. Tujuan melakukan Infection Control Risk Assesment (ICRA) yaitu : Untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya HAIs pada pasien, petugas dan pengunjung di rumah sakit dengan cara : a) Mencegah dan mengontrol frekuensi dan dampak risiko terhadap : 1) Paparan kuman patogen melalui petugas, pasien dan pengunjung 2) Penularan melalui tindakan/prosedur invasif yang dilakukan baik melalui peralatan,tehnik pemasangan, ataupun perawatan terhadap HAIs. b) Melakukan penilaian terhadap masalah yang ada agar dapat ditindak lanjuti berdasarkan hasil penilaian skala prioritas     BAB II RUANG LINGKUP Infection Control Risk Assessment, terdiri dari:   a) External 1) Terkait dengan komunitas: Kejadian KLB dikomunitas yang berhubungan dengan penyakit menular: influenza, meningitis. 2) Penyakit lain yg berhubungan dengan kontaminasi pada makanan, air seperti hepatitis A dan salmonela. 3) Terkait dengan bencana alam : tornado, banjir, gempa, dan lain-lain. 4) Kecelakaan massal : pesawat, bus, dan lain-lain. b) Internal 1) Risiko terkait pasien : Jenis kelamin, usia, populasi kebutuhan khusus 2) Risiko terkait petugas kesehatan - Kebiasaan kesehatan perorangan - Budaya keyakinan tentang penyakit menular - Pemahaman tentang pencegahan dan penularan penyakit - Tingkat kepatuhan dalam mencegah infeksi (Kebersihan tangan, pemakaian  APD , tehnik isolasi), - Skrening yang tidak adekuat terhadap penyakit menular - Kebersihan tangan 3) Risiko terkait pelaksanaan prosedur - Prosedur invasif yang dilakukan - Peralatan yang dipakai - Pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan suatu tindakan - Persiapan pasien yang memadai - Kepatuhan terhadap tehnik pencegahan yang direkomendasikan. 4) Risiko terkait peralatan Pembersihan, desinfektan dan sterilisasi untuk proses peralatan: - Instrumen bedah - Prostesa - Pemrosesan alat sekali pakai - Pembungkusan kembali alat - Peralatan yang dipakai 5) Risiko terkait lingkungan - Pembangunan / renovasi - Kelengkapan peralatan - Pembersihan lingkungan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks