Documents

134 pages
3 views

Modul Gizi 17

of 134
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Gizi dalam Kebidanan Indonesia
Transcript
  Nutrition during PRECONCEPTION | 1  A.   Perubahan Fisiologis Masa Remaja Remaja merupakan aset bangsa untuk terciptanya generasi mendatang yang baik. Masa remaja atau adolescence  adalah waktu terjadinya perubahan-perubahan yang berlangsungnya cepat dalam hal pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial atau tingkah laku. Usia remaja merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa remaja banyak perubahan yang terjadi karena bertambahnya massa otot, bertambahnya jaringan lemak dalam tubuh juga terjadi perubahan hormonal. Perubahan-perubahan itu mempengaruhi kebutuhan gizi dan makanan mereka. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa dan disertai dengan perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa (Adriani dan Wirjatmadi, 2012). Tumbuh kembang remaja dibagi dalam 3 tahap, yaitu masa remaja awal (10-14 tahun), remaja menengah (14-17 tahun) dan remaja lanjut (17-20 tahun). Dalam proses pematangan fisik juga terjadi juga terjadi perubahan komposisi tubuh. Dalam periode pre pubertas, proporsi lemak dan otot pada anak perempuan cenderung serupa dengan anak laki-laki, yaitu lemak tubuh sekitar 19% dari berat badan total pada anak perempuan dan 15 % pada anak laki-laki (Adriani dan Wirjatmadi, 2012). B.   Kebutuhan Nutrisi Remaja Kebutuhan gizi remaja, relative besar, karena remaja masih mengalami masa pertumbuhan. Selain itu, remaja umumnya melakukan aktifitas fisik lebih tinggi dibandingkan dengan usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi yang lebih banyak (Adriani dan Wirjatmadi, 2012). Remaja memiliki kebutuhan nutrisi yang unik apabila ditinjau dari sudut pandang biologi, psikologi, dan dari sudut pandang social. Secara biologis GIZI MASA REMAJA  Nutrition during PRECONCEPTION | 2 kebutuhan nutrisi mereka selaras dengan aktifitas mereka. Remaja membutuhkan lebih banyak protein, vitamin dan mineral per unit dari setiap energy yang mereka konsumsi disbanding dengan anak yang belum mengalami pubertas. Adapun apabila ditinjau dari sudut pandang social dan psikologis, remaja sendiri meyakini bahwa mereka tidak terlalu memperhatikan factor kesehatan dalam menjatuhkan pilihan makanannya, melainkan lebih memperhatikan factor lain seperti orang dewasa yang disekitarnya, budaya, lingkungan social, dan factor lain yang mempengaruhinya (Adriani dan Wirjatmadi, 2012). Menurut Andriani dan Wirjatmadi (2012) pada masa remaja kebutuhan nutrisi/gizi perlu mendapat perhatian karena : 1.   Kebutuhan akan nutrisi yang meningkat karena adanya peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan 2.   Barubahnya gaya hidup dan kebiasaan makan pada masa ini berpengaruh pada kebutuhan dan asupan zat gisi/ nutrient   3.   Kebutuhan khusus nutrient perlu diperhatikan pada kelompok remaja yang memiliki aktifitas olah raga, mengalami kehamilan, gangguan perilaku makan, restriksi asupan makan, konsumsi alcohol, obat-obatan maupun hal-hal lain yang biasa terjadi pada remaja Kebutuhan gizi pada masa remaja sangat erat kaitannya dengan besarnya tubuh hingga kebutuhan yang tinggi terdapat pada periode pertumbuhan yang cepat (  growth spurt  ). Pada remaja putri sudah dimulai pada umur antara 10-12 tahun sedangkan remaja putra growth spurt terjadi pada usia 12-14 tahun. Pada periode tertentu tinggi badan remaja putri melebihi tingghi badan remaja putra. Penambahan tinggi badan pada remaja putri berhenti setelah mencapai usia 17 tahun, sedangkan remaja putra biasanya masih berlanjut terus walaupun tidak cepat seperti sebelumnya. Pertumbuhan yang cepat ini biasanya diiringi oleh penambahan aktifitas fisik sehingga kebutuhan akan zat gizi meningkat (Adriani dan Wirjatmadi, 2012). Perlu diketahui bahwa permulaan  growth spurt   pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan terdapat perbedaan secara individual. Pertumbuhan yang cepat ini biasanya diiringi oleh peningkatan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula. Nafsu makan anak laki-laki akan meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Anak perempuan biasanya lebih mementingkat  Nutrition during PRECONCEPTION | 3 penampilannya, takut menjadi gemuk sehingga membatasi diri dengan memilih makanan yang tidak mengandung banyak energy, tidak mau makan pagi (Paath dkk, 2005). Menurut IDAI (2010) tingginya kebutuhan energi dan nutrien pada remaja dikarenakan perubahan dan pertambahan berbagai dimensi tubuh (berat badan, tinggi badan), massa tubuh serta komposisi tubuh sebagai berikut: Tinggi badan    Sekitar 15 –  20% tinggi badan dewasa dicapai pada masa remaja.    Percepatan tumbuh anak lelaki terjadi lebih belakangan serta puncak percepatan lebih tinggi dibanding anak perempuan. Pertumbuhan linear dapat melambat atau terhambat bila kecukupan makanan / energi sangat kurang atau energy expenditure meningkat misal pada atlet. Berat badan    Sekitar 25 –  50% final berat badan ideal dewasa dicapai pada masa remaja.    Waktu pencapaian dan jumlah penambahan berat badan sangat dipengaruhi asupan makanan / energi dan energy expenditure. Komposisi tubuh    Pada masa pra-pubertas proporsi jaringan lemak dan otot maupun massa tubuh tanpa lemak (lean body mass) pada anak lelaki dan perempuan sama.    Anak lelaki yang sedang tumbuh pesat, penambahan jaringan otot lebih banyak daripada jaringan lemak secara proporsional, demikian pula massa tubuh tanpa lemak dibanding anak perempuan.    Jumlah jaringan lemak tubuh pada orang dewasa normal adalah 23% pada perempuan dan 15% pada lelaki.    Sekitar 45% tambahan massa tulang terjadi pada masa remaja dan pada akhir dekade ke-dua kehidupan 90% massa tulang tercapai.    Terjadi kegagalan penambahan massa tulang pada perempuan dengan pubertas terlambat sehingga kepadatan tulang lebih rendah pada masa dewasa. Nutrisi  Nutrition during PRECONCEPTION | 4 merupakan salah satu faktor lingkungan yang turut menentukan awitan pubertas.    Pemantauan pertumbuhan selama pubertas dapat menggunakan indeks TB/U, BB/TB dan IMT/U (indeks massa tubuh menurut umur). Rumus IMT = BB/TB 2 . Menurut IDAI (2010) nutrisi pada masa remaja hendaknya dapat memenuhi beberapa hal di bawah ini: 1.   Mengandung nutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif serta maturasi seksual. 2.   Memberikan cukup cadangan bila sakit atau hamil. 3.   Mencegah awitan penyakit terkait makanan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, osteoporosis dan kanker. 4.   Mendorong kebiasaan makan dan gaya hidup sehat. Pada remaja yang sedang mengalami pertumbuhan fisik pesat serta perkembangan dan maturasi seksual, pemenuhan kebutuhan nutrisi merupakan hal yang mutlak dan hakiki. Defisiensi energi dan nutrien yang terjadi pada masa ini dapat berdampak negatif yang dapat melanjut sampai dewasa. Kebutuhan nutrisi remaja dibahas berikut ini: 1.   Energi  Kebutuhan energi remaja dipengaruhi oleh aktivitas, metabolisme basal dan peningkatan kebutuhan untuk menunjang percepatan tumbuh-kembang masa remaja. Metabolisme basal (MB) sangat berhubungan erat dengan jumlah massa tubuh tanpa lemak (lean body mass) sehingga MB pada lelaki lebih tinggi daripada perempuan yang komposisi tubuhnya mengandung lemak lebih banyak. Karena usia saat terjadinya percepatan tumbuh sangat bervariasi, maka perhitungan kebutuhan energi berdasarkan tinggi badan (TB) akan lebih sesuai. Percepatan tumbuh pada remaja sangat rentan terhadap kekurangan energi dan nutrien sehingga kekurangan energi dan nutrien kronik pada masa ini dapat berakibat terjadinya keterlambatan pubertas dan atau hambatan pertumbuhan. 2.   Protein  Kebutuhan protein pada remaja ditentukan oleh jumlah protein untuk rumatan masa tubuh tanpa lemak dan jumlah protein yang dibutuhkan untuk
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks