Food

17 pages
5 views

MAKALAH PENDIDIKAN BERKARAKTER

of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
MAKALAH PENDIDIKAN BERKARAKTER
Transcript
  ii BAB I   PENDAHULUAN   A.   LATAR BELAKANG  Saat ini pendidikan karakter baik di sekolah maupun di lingkungan rumah anak sangat kurang. Hal ini dapat sangat dirasakan dengan semakin banyaknya pejabat yang melakukan korupsi, para siswa dan mahasiswa yang selalu menyontek saat ujian, pelanggaran peraturan saat berlalu lintas dan lain-lain. Kondisi ini di perparah lagi ketika para pendidik seperti guru maupun dosen yang mengijinkan contek-menyontek berlangsung serta lemahnya hukum di negara kita. Pendidikan karakter sebaiknya di tanamkan dalam diri anak pada usia dini. Karena sesuatu yang sudah di biasakan mulai dari kecil, akan menjadi penentu sikap anak kelak supaya tidak ikut-ikutan gaya atau tindakan yang berbau negatif dan memiliki sifat kejujuran serta budi  pekerti yang luhur. UU 20 2003 tentang Sisdiknas menyatakan bahwa Pendidikan Nasional Pendidikan nasional  berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang  bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya  potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Berangkat dari hal tersebut diatas, secara formal upaya menyiapkan kondisi, sarana/prasarana, kegiatan, pendidikan, dan kurikulum yang mengarah kepada pembentukan watak dan budi pekerti generasi muda bangsa memiliki landasan yuridis yang kuat. Namun, sinyal tersebut baru disadari ketika terjadi krisis akhlak yang menerpa semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali juga pada anak-anak usia sekolah. Untuk mencegah lebih  parahnya krisis akhlak, kini upaya tersebut mulai dirintis melalui pendidikan karakter bangsa. Dalam pemberian pendidikan karakter bangsa di sekolah, para pakar berbeda pendapat. Setidaknya ada tiga pendapat yang berkembang. Pertama, bahwa pendidikan karakter bangsa diberikan berdiri sendiri sebagai suatu mata pelajaran. Pendapat kedua, pendidikan karakter  bangsa diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran PKn, pendidikan agama, dan mata  pelajaran lain yang relevan. Pendapat ketiga, pendidikan karakter bangsa terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran. Menyikapi hal tersebut diatas, penulis lebih memilih pada pendapat yang ketiga. Untuk itu dalam makalah ini penulis mengambil judul "pentingnya pendidikan karakter ". B.   RUMUSAN MASALAH  1.   Apakah yang dimaksud dengan pendidikan berkarater? 2.   Bagaimana penerapan konsep pendidikan karakter dalam pembelajaran dikelas? 3.   Apa saja nilai-nilai pembelajaran pendidikan berkarakter sesuai dengan leluruh  bangsa indonesia ?  ii 4.   Bentuk-Bentuk Pembelajaran Terpadu Yang Bekarakter ? 5.   Dimanakah seharusnya dasar penerapan pendidikan berkarakter di mulai? 6.   Apa dampak yang dapat dari penerapkan pembelajaran berkrakter? C.   TUJUAN 1.   untuk mengetahui pengertian pendidikan berkarakter 2.   untuk mengetahui bagaimana cara menerapkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai leluhur bangsa indonesia D.   BATASAN MASALAH  Adapun batasan masalah dari makalah pendidikan berkarakter yang berjudul “ MENERAPKAN SISTIM AJAR DAN DIDIK YANG BERKARAKTER SESUAI DENGAN NILAI LUHUR BANGSA INDONESIA” .  ii BAB II   PEMBAHASAN   2.1. Pengertian Pendidikan Karakter  Pendidikan Karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (  stakeholders ) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses  pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran,  pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana  prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum (KTSP), dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah, tujuan pendidikan di SMP sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahannya, pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan  pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 2.2. Penerapan Konsep Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Dikelas  Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi  pekerrti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuannya mengembangkan kemampuan  peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia, diyakini  bahwa nilai dan karakter yang secara legal-formal dirumuskan sebagai fungsi dan tujuan  pendidikan nasional, harus dimiliki peserta didik agar mampu menghadapi tantangan hidup  pada saat ini dan di masa mendatang. Secara mikro pengembangan nilai/karakter dapat dibagi dalam empat pilar, yakni kegiatan  belajar-mengajar di kelas, kegiatan keseharian dalam bentuk budaya sekolah (school culture); kegiatan ko-kurikuler dan/atau ekstra kurikuler, serta kegiatan keseharian di rumah, dan dalam masyarakat. Dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas pengembangan nilai/karakter dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran (embeded approach). Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa menggunakan pendekatan proses  ii  belajar peserta didik belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat . Di Kelas dilaksanakan melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang khusus. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. Meski pun demikian, untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan gemar membaca dapat dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. Untuk pegembangan  beberapa nilai lain seperti peduli sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai tersebut. Contoh dalam tujuan pembelajaran dikelas, siswa dapat : - Memperbesar dan memperkecil peta dengan bantuan garis-garis koordinat bersama-sama dengan teliti/ cermat. - Menjelaskan pemanfaatan peta dengan penuh percaya diri. 2.3. Nilai-nilai Pembelajaran Berkarakter  Jenis-jenis nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik di kelas yaitu :  Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Diri Sendiri:  - Jujur - Bertanggung jawab - Hidup sehat - Disiplin - Kerja Keras - Percaya Diri - Berjiwa Wira usaha - Berpikir logis, kritis, kreatif, inovatif - Mandiri - Ingin tahu -Cinta Ilmu  Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Sesama:  - Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain - Patuh pada aturan-aturan sosial - Menghargai karya dan prestasi orang lain - Santun - Demokratis  ii  Nilai karakter dalam hubungannya dengan Kebangsaan : - Nasionalis - Menghargai Keberagaman  Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Lingkungan:  - Peduli Sosial dan Lingkungan  Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Tuhan : - Religius -taqwa 2.4. Bentuk-Bentuk Pembelajaran Terpadu Yang Bekarakter  Menurut Cohen dalam Degeng (1989), terdapat tiga kemungkinan variasi pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakan dalam suasana pendidikan  progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum), hari terpadu (integrated day), dan  pembelajaran terpadu (integrated learning). Kurikulum terpadu adalah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat atau boleh dikatakan tidak ada. Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siswa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka. Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core/center of interst). Lebih lanjut, model-model pembelajaran inovatif dan terpadu yang mungkin dapat diadaptasi, seperti yang ditulis oleh Trianto, 2009, dalam bukunya yang berjudul Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik adalah sebagai berikut. (1) Fragmentasi Dalam model ini, suatu disiplin yang berbeda dan terpisah dikembangkan merupakan suatu kawasan dari suatu mata pelajaran (2) Koneksi Dalam model ini, dalam setiap topik ke topik, tema ke tema, atau konsep ke konsep isi mata  pelajaran dihubungkan secara tegas (3) Sarang Dalam model ini, guru mentargetkan variasi keterampilan (sosial, berpikir, dan keterampilan khusus) dari setiap mata pelajaran. (4) Rangkaian/Urutan Dalam model ini, topik atau unit pembelajaran disusun dan diurutkan selaras dengan yang lain. Ide yang sama diberikan dalam kegiatan yang sama sambil mengingatkan konsep-konsep yang berbeda.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks