Creative Writing

21 pages
4 views

MAKALAH LINGKUNGAN HIDUP

of 21
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
MAKALAH LINGKUNGAN HIDUP
Transcript
  BAB I   PENDAHULUAN   A.   Latar belakang   Lingkungan hidup , sering disebut sebagai lingkungan , adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam  yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan. Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuacaserta musim  yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesiamenyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya. B.   Rumusan Masalah  Ø Bagaimana keadaan lingkungan hidup di Indonesia ? Ø Bagaimana tatanan keadaaan di Indonesia ? Ø Bagaimana tatanan antar wilayah di Indonesia ? Ø Apa saja biota yang terdapat di Indonesia ? Ø Apa saja suku-suku yang terdapat di Indonesia ? C.   Tujuan  · Menambah pengetahuan mengenai keadaaan lingkungan hidup di Indonesia · Mengetahui dan memahami tatanan keadaan di Indonesia · Mengetahui dan memahami tatanan antar wilayah di Indonesia · Menambah wawasan mengenai biota di Indonesia dan suku-suku yang terdapat di Indonesia  BAB II   PEMBAHASAN   LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA  Indonesia terletak di antara batas paling barat BT sampai batas paling timur BT sepanjang 5.500 km, Indonesia terletak di daerah tropika yang terdiri atas kepulauan sebanyak 17.580 pulau dengan lima pulau besar (Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi, dan Jawa) serta 30 gugusan pulau-pulau kecil. Dari keseluruhan itu baru 44 yang mempunyai nama dan baru 7% yang berpenghuni. Jadi menurut perkiraan masih ada lebih dari 16 ribu pulau-pulau kecil yang tidak atau belum berpenghuni. 1.   Tatanan Keadaan di Indonesia   a.   Suhu, kelembapan dan angin  Suhu maksimal umumnya terletak pada dengan suhu minimal . Kelembapan udara umumnya tinggi antara 80% bahkan ada kalanya sampai 100% di malam hari menurun sampai 55% sampai tengah hari dan mulai naik sampai 80% pada sore hari. Angin umumnya lemah 2-3 m/detik di laut dan 1 m/detik di daratan, terkadang timbul angin badai yang disebabkan karena terkumpulnya awan cumulonimbus atau awan badai (thunderstorn) b.   Hujan, banjir dan badai  Curah hujan merupakan ciri iklim tropika Indonesia yang menimbulkan musim kering dan musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan pada bulan kering dan kebanjiran pada curah hujan bulanan yang tinggi. Pada musim hujan sering kali terjadi konduktivitas atmosfer yang mengakibatkan timbulnya tingkat keraunik  yang tinggi. Tingkat kraunik yang disebut iso keraunik level adalah jumlah badai  yang terjadi dalam setahun.  Statistik Geografi dan iklim DKI Jakarta Uraian   2011   Satuan  Luas 662,33 Pulau 110 Kecepatan angin 5,2 m/se kelembapan 74,3 % Suhu udara rata-rata 27,3-29,2 Hari hujan 153 hari Sumber : Jakarta dalam Angka 2012   Keadaan kota Jakarta secara umum panas dengan suhu udara rata-rata di sepanjang tahun 2011 berkisar antara 27,3 –  29,2 . Temperatur rata-rata terendah terjadi pada bulan Januari sedangkan tertinggi terjadi pada bulan Oktober. Sementara kelembaban udara rata-rata antara 68-79%. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 230,7 dan hari hujan tertinggi  yaitu selama 25 hari terjadi pada bulan Januari. c.   Longsoran Longsoran terjadi karena ada bagian tanah yang lembek atau karena ada tumpukan sesuatu yang melebihi daya dukung ruang di mana tumpukan itu berada. Dari gabungan curah hujan, angin, dan penataan ruang yang melampaui daya dukung dan daya tampung terdapat wilayah longsoran yang hampir mirip atau searah. Semua pulau di Indonesia merupakan wilayah rawan longsor seperti Jawa/Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.  d.   Gempa bumi  Gempa bumi berlangsung di wilayah sepanjang batas lempeng kerak bumi, lempengan kerak bumi sendiri sebenarnya bergerak perlahan tetapi pasti di atas magma bumi. Indonesia terletak pada pertemuan dari tiga lempeng kerak bumi  yaitu Lempeng Samudra India-Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Sunda kelanjutan Lempeng Benua Eurasia. Sebagian besar wilayah Indonesia berada pada pertemuan ketiga lempeng tersebut dan karenanya termasuk daerah rawan gempa. e.   Gunung api  Indonesia merupakan kepulauan yang menonjol dalam sejarah letusan api. Direktorat Vulkanologi telah menyusun daftar gunung api di Indonesia, 78 diantaranya tergolong Tipe A yang mulai aktif sejak tahun 1600 dan dianggap sebagai gunung yang api yang mungkin meletus di waktu yang akan datang. Gunung api itu dan wilayah sekitarnya dinyatakan sebagai daerah terlarang yakni daerah  yang sangat besar resikonya untuk memperoleh bencana dari awan dan abu yang terbakar, aliran lahar panas dan batuan yang disemburkan dari letusan. 2.   Tatanan antar wilayah  Sebagai Negara dikawasan tropika, Indonesia disebut sebagai Negara maritim, karena luas wilayahnya yang 7.400.000 km 2  terdiri atas 75% atau 5.500.000 km 2  lautan dan hanya 25% atau 1.900.000 km 2 daratan. Dan masih berserakan sebagai 17.508 pulau-pulau besar dan kecil. Hubungan antar wilayah di Indonesia yang terbentang luas itu terlaksana : · Melalui hubungan darat yang terbatas dan yang kurang penataannya; · Melalui hubungan laut anta rpulau yang belum berkembang menurut potensi, baik untuk angkutan barang maupun manusia; · Melalui udara yang baru terjangkau oleh sebagian kecil masyarakat, dan dilayani oleh berbagai maskapai penerbangan yang kurang terkoordinasi dengan makin banyaknya maskapai pelayanan udara;  · Dengan makin dirasakannya keperluan komunikasi antar masyarakat yang bertebaran diberbagai pulau, dilayani melalui sarana komunikasi dengan telpon, surat menyurat, pengiriman barang, serta hubungan terbatas melalui internet, email, telpon, dsb; · Peranan media massa, baik yang tercetak maupun elektronik masih belum secara optimal menjangkau kebutuhan hubungan antarwilayah. 1.   Penyebaran Materi Di Indonesia  Penyebaran materi di Indonesia terlihat dengan banyaknya sumber dan lokasi pertambangan di Indonesia yang hampir menyebar dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Berikut beberapa daerah penyebaran pertambangan mineral yang ada di Indonesia (Anon 1990) a. Timah  , suatu produk penting yang dihasilkan Pulau Bangka yang terletak antara Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Pulau Bangka yang juga disebut Pulau Timah diketahui sebagai penghasil utama Timah Indonesia disamping Kalimantan dan Papua. Pusat pengolahan timah berada Pulau Bangka. Kebutuhan domestic akan timah sekitar 1.000 ton, selebihnya di ekspor dan ini yang membuat Indonesia menempati Negara ke-tiga pengahasil timah terbesar di dunia. b. Nikel  , adanya sumber nikel di Sulawesi Selatan bermula dari hasil survey tim  yang dipimpin seorang ahli geologi Belanda pada tahun 1909-1910. Mereka melaporkan hasil temuannya tersebut kepada Pemerintah Belanda, yang kemudian membentuk perusahaan tambang guna mengusahakannya dalam skala kecil pada tahun 1937. Tambang ini diambil alih oleh Jepang pada waktu Perang Pasifik. Saat ini secara garis besar penyebaran nikel di Indonesia ditemukan di Sulawesi (Soroako dan Pomalaa), Maluku (Tj. Buli, Gebe dan Obi), Papua (Waeigo, Cyclops, Montani dan Gag) serta Kalimantan (Kukusan, S. Duwa dan Sebuku). Industry penting Nikel yang berada di soroako dikelola PT Inco dengan produksi 28.000
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks