Fashion & Beauty

23 pages
3 views

Makalah ilmu politik pa kamburi

of 23
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Makalah ilmu politik pa kamburi
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hubungan antara pemerintahan dengan warga negara/rakyat selalu berada dalam bingkai interaksi politik diantara keduanya dalam wujud organisasi negara. Hubungan negara dan rakyat ini dapat tergambarkan dalam icon yang diberi label demokrasi. Sejak lama, sebagai gambaran besar, demokrasi menjadi cara terbaik dalam perkembangan organisasi negara modern. Demokrasi sebagai aspek penting berkaitan dengan pemerintahan dengan hirarki kekuasaan yang terdapat dalam suatu sistem politik negara. Artinya, akan terdapat sistem  politik nasional yang didalamnya terdapat sub sistem politik daerah dalam bingkai sistem negara yang dianutnya. Hirarki suatu negara jangkauan pengaruh, dapat merujuk pada dua  jenis atau kelompok demokrasi, yaitu demokrasi dalam lingkup negara dan demokrasi lokal. Indonesia adalah negara yang terkenal dengan politik yang partisipan yang mana ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi dari masyarakat. Masyarakat dapat mengungkapkan pendapat dan aktif dalam kegiatan politik. Dan merupakan suatu budaya  politik yang dimana masyarakatnya memiliki pemahaman yang baik tentang dimensi penentu  politik. Untuk melahirkan suatu pelaku politik yang bisa menjajanjikan kelangsungan negara yang dapat membawa kesejahteraan bagi rayat kedepanya, maka sangat diperlukan suatu lembaga  pendidikan formal melalui jenjang perguruan tinggi ilmu politik. Dengan demikian akan melahirkan orang-orang yang berpotensi tinggi dalam mengatur dn mengolah Negara. Pendidiikan memegang peranan penting dalam mewujudkan pembangunan bangsa. Melalui  pendidikan akan lahir manusia-manusia yang mampu memberikan sumbangan pada negara dengan potensi dan bakat yang dimiliki. Agar lahir manusia-manusia yang memberikan sumbangan terhadap pembangunan bangsa, maka proses pendidikan harus mendapatkan  perhatian khusus. Pendidikan merupakan beberapa rangkaian usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan dasar dan kemampuan belajar sehingga terjadilah  perubahan didalam kehidupan pribadinya, sehingga sebagai mahluk individual, social, serta dalam hubungannya dengan alam sekitar dimana dia hidup. Proses tesebut senantiasa berada di dalam nilai nilai yang melahirkan norma norma hidup. Selain jalur pendidikan, masyarakat yang belum sempat tersentuh oleh dunia pendidikan  politik, bisa didapatkan melalui pengamatan langsung dari media massa yang tersedia. Dinamika komunikasi yang berkembang dewasa ini menuntut pemerintah lebih pro aktif dan kreatif dalam penyusunan strategi komunikasi pemerintahan. Fokus utamanya adalah  bagaimana mengembangkan alur informasi yang terintegrasi dan terkoordinasi sehingga  2 memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi institusi pemerintah. Secara umum, Alur informasi di negara demokrasi ditemukan melalui agenda setting, yang meliputi agenda media, agenda publik, dan agenda kebijakan. Masing-masing agenda saling mempengaruhi, khususnya antara agenda kebijakan dan agenda media. Pemerintah berupaya mengedepankan agenda kebijakan melalui media yang tersedia sehingga informasi kebijakan sampai ke  publik. Agenda kebijakan pemerintah bersumber dari agenda publik. Sementara agenda media, melalui pemberitaannya berupaya menyerap agenda publik sebagai agendanya untuk mempengaruhi dan atau mengubah kebijakan pemerintah. Untuk itu pemerintah perlu menyusun strategi komunikasi dengan mengedepankan aspek proporsionalitas, menumbuhkan mobilitas sosial dan menciptakan dampak sentripetal. Dampak yang dimaksud adalah membentuk suatu kesatuan, yang harmonis, dinamis dan produktif di masyarakat. Tujuanya adalah menyatukan individu-individu yang terpencar dalam khalayak besar. menuju visi masyarakat informasi dengan nilai, ide, dan informasi yang mewujudkan kemakmuran dalam keadilan dan keadilan dalam kemakmuran sebagai identitas bangsa. Disisi lain,  pemerintah atau badan publik juga mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan informasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi (right to know) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam kaitan ini badan publik negara mempunyai kewajiban untuk menyediakan, menerbitkan dan memberikan pelayanan informasi publik. Sejalan dengan reformasi politik yang dicetuskan pada Tahun 1998 yang lalu berdampak luas pada seluruh unsur-unsur yang ada dalam negara Indonesia, salah satu institusi yang menikmati reformasi  politik adalah Pers atau media massa. Media massa dalam hal ini meliputi media elektronik dan non-elektronik seperti surat kabar, majalah dan media penerbitan lainnnya. Keuntungan yang terlihat dari kebebasan pers ini adalah khalayak dapat menerima berbagai informasi tanpa adanya sensor atau rekayasa, sehingga keterbukaan dalam menilai setiap kejadian-kejadian yang ada menjadi lebih terbuka. Salah satu contoh yang dapat dilihat dalam hal ini adalah media massa dapat menginvestigasi berbagai kasus-kasus publik misalnya  penyimpangan penyelenggaraan pemerintahan ataupun pembangunan yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat pemerintah. Oleh karena itu kebebasan pers ini berdampak positif terutama bagi pengawasan terhadap institusi pemerintahan. Selain dari pada itu media massa  juga cukup membantu pemerintah dalam mensosialisasikan berbagai program-program  pemerintahan dan pembangunan maupun hasil-hasil pembangunan yang telah tercapai oleh  pemerintah. Kebebasan pers pada dasarnya suatu keharusan dalam sebuah negara yang demokratis,  persoalan yang sering muncul adalah sejauh mana para jurnalis mengemas sebuah  pemberitaan yang tidak provokatif dan tendensius atau memojokkan satu pihak. Tidak dapat dipungkiri bahwa semenjak bergulirnya reformasi politik dan demokratisasi dalam sehingga  3 keterbukaan dalam menilai setiap kejadian-kejadian yang ada menjadi lebih terbuka. Salah satu contoh yang dapat dilihat dalam hal ini adalah media massa dapat menginvestigasi  berbagai kasus-kasus publik misalnya penyimpangan penyelenggaraan pemerintahan ataupun  pembangunan yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat pemerintah. Oleh karena itu kebebasan pers ini berdampak positif terutama bagi pengawasan terhadap institusi  pemerintahan. Selain dari pada itu media massa juga cukup membantu pemerintah dalam mensosialisasikan berbagai program-program pemerintahan dan pembangunan maupun hasil-hasil pembangunan yang telah tercapai oleh pemerintah. Dengan demikian, pendidikan formal ilmu politik dan komunikasi massa yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong keterbukaan politik masyarakat. Salah satu ciri masyarakat berdemokrasi adalah adanya keterbukaan. Di antara berbagai pihak dan bahkan institusi diharuskan membuka diri. Selain itu semua orang dianggap sama di hadapan hukum, sosial, dan juga politik. Hal-hal yang bersifat publik tidak boleh ditutupi-tutupi. Itulah keadaan masyarakat terbuka. Sikap terbuka dapat dimiliki oleh setiap orang, masyarakat dan warga negara. Orang yang terbuka akan mendapatkan informasi dan pengetahuan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat persatuan. Sifat yang serba tertutup justru dapat merugikan diri sendiri. Keterbukaan merupakan suatu kondisi yang memungkinkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara. Salah satu ciri pemerintahan demokratis adalah keterbukaan. Keterbukaan menjadi bukti bahwa pemerintah sanggup bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukannya terhadap rakyat. Seperti yang telah dijelaskan di atas, keterbukaan adalah komunikasi. Jadi, apabila  pemerintahan yang ada saat ini bersifat tertutup, akan terjadi kesulitan dalam pembaruan negara. Informasi yang diperoleh diketahui bahwa kenyataan yang terjadi di lapangan menunjukkan  bahwa: 1. Keterbukaan politik masyarakat Kelurahan Majjelling Wattang kabarnya cukup aktif dalam demokrasi politik, dimana sebagian besar masyarakatnya berani lebih terbuka mempertahankan pilihannya yaitu pada pemilihan Calon Gubernur tahun 2013 walaupun  pada dasarnya sering bermunculan ancaman dari lawan politik, terutama pada Pegawai  Negeri Sipil setempat. 2. Politik masyarakat di Kelurahan Majjelling Wattang dapat digolongkan masyarakat yang demokrasi tinggi, karena pada setiap kelompok masyarakat mempertahankan partai politik dukungannya masing-masing walaupun tingat pendidikan masyarakat mengenai politik masih tergolong rendah. Dari pernyataa diatas menjadi alasan bagi penulis mengambil judul “Pengaru tingkat  pendidikan formal dan komunikasi massa terhadap keterbukan politik masyarakat di Kelurahan Majjelling Wattang Kecamatan Maritengngae” .  4 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana pengaruh tingkat pendidikan formal dan komunikasi massa terhadap keterbukaan masyarakat 2. Sejauh mana pengaruh tingkat pendidikan formal dan komunikasi massa terhadap keterbukaan masyarakat C. Tujua 1. Untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana pengaruh tingkat pendidikan formal dan komunikasi massa terhadap keterbukaan masyarakat Kelurahan Majjelling Wattang Kecamatan Maritengngae. 2. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh tingkat pendidikan formal dan komunikasi massa terhadap keterbukaan masyarakat Kelurahan Majjelling Wattang Kecamatan Maritengngae. D. Manfaat 1. Manfaat Teoritis a. Sebagai sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu tentang kepemimpinan kepala desa terhadap pembangunan.  b. Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya dalam topik yang relevan. 2. Manfaat Praktis a. Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi penulis untuk menjadi pelaku politik yang  beguna bagi bangsa kedepannya.  b. Sebagai motivasi bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk mempertahankan masyarakat terbuka akan politik. c. Memberikan sumbansi pemikiran bagaimana menjadi masyarakat politik yang baik dan terbuka dalam masyarakat yang demokrasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA  5 A. Konsep Pendidikan 1. Pengertian Pendidikan Pendidikan merupakan usaha yang sengaja secara sadar dan terencana untuk membantu meningkatkan perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu dan sebagai warga negara/masyarakat, dengan memilih isi (materi), strategi kegiatan, dan teknik penilaian yang sesuai. Dilihat dari sudut perkembangan yang dialami oleh anak, maka usaha yang sengaja dan terencana tersebut ditujukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan melaksanakan tugas-tugas  perkembangan yang dialaminya dalam setiap periode perkembangan. Dengan kata lain,  pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam  perkembangan anak. Branata (1988) mengungkapkan bahwa Pendidikan ialah usaha yang sengaja diadakan, baik langsung maupun secara tidak langsung, untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan. Pendapat diatas sejalan dengan pendapat Purwanto (1987 :11) yang menyatakan bahwa Pendidikan adalah pimpinan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat. Kleis (1974) memberikan batasan umum bahwa : ”pendidikan adalah pengalaman yang dengan pengalaman itu, seseorang atau kelompok orang dapat memahami seseuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami. Pengalaman itu terjadi karena ada interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya”.  Proses belajar akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran, penafsiran,  pemahaman, dan penerapan informasi), peningkatan kompetensi (keterampilan intelektual dan sosial), serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan dan perasaan, serta kemauan untuk berbuat atau merespon sesuatu rangsangan (stimuli). Pertumbuhan ialah perubahan-perubahan yang terjadi pada jasmani; bertambah besar dan tinggi. Perkembangan lebih luas dari pertunbuhan ialah perubahan-perubahan yang terjadi  pada rohani dan jasmaniah. Dengan kata lain, perkembangan merupakan suatu rentetan  perubahan yang sifatnya menyeluruh dalam interaksi anak dan lingkungannya. Oleh karena itu Idris (1982:10) mengemukakan bahwa : ”Pendidikan adalah serangkaian kegiatan komunikasi yang bert ujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik yang secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memeberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya, dalam arti supaya dapat mengembangkan potensinya semaksimal mungkin, agar menjadi manusia dewasa yang
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks