Internet & Technology

14 pages
14 views

Laporan Obat Sedatif Hipnotik

of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Laporan Obat Sedatif Hipnotik
Transcript
  LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI GOLONGAN Q HARI RABU, 08.00-10.00 KELOMPOK 3: Hanistya Junita Ulva (2443014133) Sindhy Dewi Ira Kusuma (2443016039) Eni Kurnianti (2443016103) Demetrio Yuda K.F.W (2443016140) FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2018  PENGUJIAN AKTIVITAS OBAT SEDATIF HIPNOTIK Tujuan Praktikum 1.   Membedakan efek obat sedatif dan hipnotik pada hewan coba 2.   Mengetahui berbagai instrumen yang dapat digunakan untuk menguji efek sedatif Landasan Teori Tentang Obat Uji Hipnotik dan sedatif merupakan golongan obat pendepresi susunan saraf pusat (SSP). Efeknya bergantung pada dosis, mulai dari yang ringan yaitu menyebabkan tenang atau kantuk, menidurkan, hingga yang berat yaitu kehilangan kesadaran, keadaan anestesi, koma, dan mati. Pada dosis terapi, obat sedatif menekankan aktivitas mental, menurunkan respons terhadap rangsangan emosi hingga menenangkan. Obat hipnotik menyebabkan kantuk dan mempermudah tidur fisiologis. Efek sedasi juga merupakan efek samping beberapa golongan obat lain yang tidak termasuk obat golongan depresan SSP. Penggolongan Obat-Obat Sedatif Hipnotik 1.   Golongan Benzodiazepin Obat-obat yang termasuk ke dalam golongan Benzodiazepin adalah Alprazolam, Diazepam, Brotizolam, Klobazam, Halazepam, dan lain-lain 2.   Gologan Barbiturat Obat-obat yang termasuk ke dalam gologan Barbiturat adalah Fenobarbital, Sekobarbital. Tiopental. Amobarbital, Butabarbital, dan lain-lain 3.   Golongan Lain Obat-obat yang termasuk ke dalam golonga lain adalah Paraldehid, Kloral hidrat, Etklorvinol, Glutetimid, dan lain-lain Fenobarbital-Na merupakan salah satu obat golongan Barbiturat. Barbiturat merupakan derivat asam barbiturat (2,4,6-trioksoheksa-hidropirimidin). Efek utama dari  barbiturat adalah depresi SSP. Semua tingkat depresi dapat dicapai, mulai dari sedasi, hipnosis, berbagai tingkat anastesia, koma, sampai kematian.  i.   Struktur Fenobarbital ii.   Golongan Farmakologi Fenobarbital merupakan salah satu obat golongan Barbiturat yang meruoakan obat golongan sedatif-hipnotik. iii.   Farmakokinetik Fenobarbital merupakan salah satu obat golongan Barbiturat yang meruoakan obat golongan sedatif-hipnotik. Sehingga memiliki efek farmakokinetik yang menyerupai Barbiturat. Oral barbiturat diabsopsi cepat dan sempurna. Barbiturat dalam bentuk Natrum garammya terabsopsi lebih cepat daripada bentuk asam bebasnya terutama jika diberikana dalam bentuk sediaan cair. Mula kerja bervariasi antara 10-60 menit. Secara suntukan IV Barbiturat digunakan untuk mengatasi status epilepsi, dan menginduksi serta mempertahankan anestesi umum. Barbiturat didistibusikan secara luas dan dapat lewat plasenta, barbiturat sangat larut dalam lemak, yang digunakan sebagai penginduksi anestes. Setelah pemberian secara IV, akan ditimbum dalam jaringan otot. Hal ini menyebabkan penurunan kadarnya dalam plasma dan otak secara cepat. Setelah depot emak jenuh, terjadi redistribusi ke aliran sistemik, akibatnya pemulihan setelah pemberian barbiturat sangat larut lemak membutuhkan waktu yang lama. Metabolisme fenobarbital terjadi di hati berupa hidroksilasi dan konjugasi ke sulfat atau asam glukuronat, diikuti oleh ekskresi melalui ginjal. Waktu paruh fenobarbital adalah dari 50 sampai 100 jam. Fenobarbital dimetabolisme terutama oleh sistem enzim mikrosomal hati, dan produk-produk metabolisme diekskresikan dalam urin, dan dalam tinja  Sekitar 25 sampai 50 persen dari dosis fenobarbital dihilangkan tidak berubah dalam urin. Ekskresi barbiturat yang tidak dimetabolisme adalah salah satu fitur yang membedakan kategori long-acting dari mereka yang termasuk kategori lain golongan barbiturat yang hampir seluruhnya dimetabolisme. Metabolit aktif dari barbiturat diekskresikan sebagai konjugat dari asam glukuronat. iv.   Farmakodinamik Fenobarbital merupakan salah satu obat golongan Barbiturat yang meruoakan obat golongan sedatif-hipnotik. Sehingga memiliki efek farmakokinetik yang menyerupai Barbiturat. Barbiturat tidak dapat mengurangi rasa nyeri tanpa disetai hilangnya kesadaran, dan dosis kecil barbiturat dapat meningkatkan reaksi terhadap rangsangan nyeri. Pada  beberapa individu, dan dalam keadaan tertentu, misalnya ada rasa sakit barbiturat tidak menyebabkan sedasi melainkan malah menimbulkan eksitasi (kegelisahan dan delirium). Hal ini mungkin disebabkan adanya depresi pusat penghambatan. Barbiturat bekerja pada seluruh SSP, walaupun pada setiap tempat tidak sama kuatnya. Dosis non anestesi terutama menekan respon pasca sinaps. Penghambatan hanya terjadi pada sinaps GABA-nergik. Walaupun demikian efek yang terjadi mungin tidak melalui GABA sebagai mediator. Barbiturat memperlihatkan beberapa efek yang berbeda  pada ekstasi dan inhibisi transmisi sinaptik. Kapasitas barbiturat membantu kerja GABA sebagian menyerupai kerja benzodiazepin, namun pada dosis yang lebih tinggi barbiturat dapat menimbulkan depresi SSP yang berat. Barbiturat menyebabkan depesi nafas yang sebanding dengan besarnya dosis. Pemberian barbiturat dosis sedatif hampir tidak berpengaruh terhadap pernafasan, sedangkan dosis hipnotik oral meyebabkan pengurangan frekuensi dan amplitudo nafas, ventilasi alveol sedikit berkurang, sesuai keadaan tidur fisiologis.  v.   Efek Samping Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat turunan barbiturat adalah : a.   Hangover / After Effects Gejala ini merupaka residu depresi SSP setelah efek hipnotik berakhir. Dapat terjadi  beberapa hari setelah pemberian oba dihentikan. Efek residu mungkin berupa vertigo,  mual, muntah, atau diare. Kadang-kadang timbul kelainan emosional dan fobia dapat  bertambaj hebat.  b.   Eksitasi Paradoksal Pada beberapa individu, pemakaian ulang barbiturat (terutama phenobarbtital dan N-desmetil barbiturat) lebih menimbulkan eksitasi daripada depresi. Idiosinkrasi ini relatid umum terjadi diantara pasien usia lanjut dan terbelakang. c.   Rasa Nyeri Barbiturat sesekali menimnukkan mialgia, neuralgia, artrargia, terutama oada oasien  psikoneutritik yang menderita insomnia. Bila diberikan dalam keadaan nyeri dapat menimbukan gelisah eksitasi bahkan delirium. vi.   Dosis dan Indikasi Barbiturat diberikan pada terapi darurat kejang, seperti tetanus, eklamsia, status epilepsi, perdarahan serebral, dan keracunan konvulsan. Phenobarbital paling sering digunakan karena aktivitas konvulsannya. Tapi mula kerja obat ini kurang cepat, bahkan pada  pemberian IV masih dibutuhkan waktu 15 menit aatau lebih untuk mencapat=i kadar puncak di otak. Phenobarbital digunakan untuk mengobari hiperbilirubinemia dan kernicterus pada neonatus, karena penggunaannya dapat menaikkan glukuronitransferase hati dan ikatan  bilirubin Y protein. Dosis Lazim Na-Phenobarbital menurut FI III adalah 2mg/kg jika diberikan sebagai sedativ dan sebesar 3-5mg/kg jika diberikan sebagai anti konvulsan 3 kali sehari. Landasan Teori Pengujian Metode Pengujian Aktvitas Obat 3.1   Jenis Obat  Jenis obat yang digunakan adalah obat sedatif hipnotik 3.2   Pemberian Dosis Obat Phenobarbital pada Mencit 3.2.1.   Dosis 50mg/70kgBB
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks