Documents

50 pages
4 views

Laporan klompok 10

of 50
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
heheh
Transcript
  Modul Batuk dan Sesak pada Dewasa Page 1 TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Intruksional Umum (TIU) : Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang konsep-konsep dasar yang berhubungan dengan gejala batuk dan sesak serta mampu membedakan beberapa penyakit sistem respirasi yang memberikan tersebut. Tujuan Intruksional Khusus (TIK) : 1.   Menyebutkan penyakit-penyakit yang dapat memberikan gejala batuk/sesak pada dewasa 2.   Menjelaskan patomekanise terjadinya sesak/batuk pada dewasa 2.1. Menggambarkan susunan dari organ-organ respirasi 2.2. Menjelaskan tentang struktur dan fungsi sel-sel dari masing-masing organ respirasi 2.3. Menjelaskan tentang fisiologi pernapasan dan perubahan yang terjadi 3.   Menjelaskan patomekanisme penyakit-penyakit yang menyebabkan batuk/sesak 4.   Menjelaskan etiologi dari penyakit-penyakit yang menyebabkan batuk/sesak 4.1. Menjelaskan tentang morfologi, klasifikasi, sifat-sifat lain, bakteri penyebab infeksi saluran napas 4.2. Menjelaskan tentang sifat-sifat umum, virus penyebab infeksi pada saluran napas 5.   Menjelaskan gambaran klinik lain yang menyertai batuk/sesak pada penyakit sistem respirasi 5.1. Menyebutkan gejala lain dari masing-masing penyakit dengan keluhan utama  batuk/sesak 5.2   Menjelaskan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang bisa membantu diagnosis  penyakit dengan gejala batuk/sesak 6.   Menjelaskan penatalaksanaan yang diberikan pada penderita penyakit-penyakit yang memberikan keluhan utama sesak  Modul Batuk dan Sesak pada Dewasa Page 2 SKENARIO Seorang laki-laki 69 tahun, pensiunan pekerja di pabrik semen, dibwawa kerumah sakit oleh anaknya yang juga seorang dokter puskesmas karena menderita sesak yang hebat dan sangat lemah. Kondisi kelemahan ini sebenarnya telah dialaminya sejak 4 bulan lalu dimana  pada saat itu ia menderita batuk yang tidak produktif yang disertai demam, yang membaik setelah diberikan antibiotik selama 6 hari ditambah obat-obat simptomatik. Saat ini ia juga menderita batuk yang produktif dengan sputum yang kecoklatan sejak 4 hari lalu, dan sejak 2 hari lalu ia mengeluh demam yang disertai muntah. Ia tidak ada riwayat merokok ataupun minuman-minuman keras. Ia tidak pernah keluar kota atau melakukan perjalanan jauh sejak 1 tahun terakhir dan tidak pernah kontak dengan orang sakit sebelumnya. Selain itu ia sering mengalami gastric reflux yang disertai mual dan muntah. A.   KATA SULIT 1.   Gastric reflux : Melemahnya tonus sphincter otot lambung dan oesophagus sehingga cairan/makanan dari lambung bisa masuk keoesophagus sehingga menimbulkan mual/muntah. B.   KATA KUNCI 1.   Laki-laki 69 tahun   2.   Pensiunan pekerja di pabrik semen.   3.   Keluhan utama sesak hebat dan sangat lelah   4.   4 bulan yang lalu, batuk tidak produktif disertai demam dan membaik setelah diberikan antibiotic selama 6 hari.   5.   Batuk produktif dengan sputum kecoklatan sejak 4 hari yang lalu.   6.   Demam dan muntah sejak 2 hari yang lalu.   7.   Tidak ada riwayat merokok / minum minuman keras   8.   Gastric reflux yang disertai mual muntah   9.   Tidak pernah keluar kota / perjalanan jauh dan tidak pernah berkontak langsung dengan orang sakit.  C.   PERTANYAAN 1.   Bagaimana Anatomi, Histologi dan Fisiologi dari Sistem Respirasi ? 2.   Jelaskan Patomekanisme : a.   Sesak Nafas  b.   Batuk c.   Demam  Modul Batuk dan Sesak pada Dewasa Page 3 d.   Mual Muntah e.   Gastric reflux 3.   Bagaimana mekanisme batuk yang tidak produktif menjadi produktif ! 4.   Apa yang menyebabkan sputum berwarna coklat ! 5.   Jelaskan langkah-langkah diagnosis ! 6.   Jelaskan Differential Diagnosis dan Diagnosis Sementara ! D.   JAWABAN PERTANYAAN 1.   Anatomi, Histologi dan Fisiologi Sistem Respirasi a.   Anatomi Struktur yang membentuk system pernafasan dapat dibedaan menjadi struktur utama (principal structure) dan struktur pelengkap (accessory structure).Yang termaksud dengan struktur utama system pernafasan adalah saluran udara pernafasan, terdiri dari jalan nafas dan saluran nafas, serta paru (parenkim paru). Yang dimaksud dengan jalan nafas ialah terdiri dari nares, hidung bagian luar (external nose), hidung  bagian dalam (internal nose), sinus paranasal, faring, dan laring. Dan untuk saluran naas terdiri dari trakea, bronki, dan bronkioli. Struktur pelengkap system pernfasan  berupa komponen pembentuk dinding torak, diafragma dan pleura. [1] Saluran Nafas Saluran pernafasan dari atas kebawah dapat dirinci sebagai berikut : Rongga hidung, faring, laring, trakea, percabangan bronkus, paru-paru (bronkiolus, alveolus). Saluran nafas bagian atas adalah rongga hidung, faring dan laring dan saluran nafas  bagian bawah adalah trachea, bronchi, bronchioli dan percabangannya sampai alveoli.  Modul Batuk dan Sesak pada Dewasa Page 4 Area konduksi adalah sepanjang saluran nafas berakhir sampai bronchioli terminalis, tempat lewatnya udara pernapasan, membersihkan, melembabkan & menyamakan udara dengan suhu tubuh hidung, faring, trakhea, bronkus, bronkiolus terminalis. Area fungsional atau respirasi adalah mulai bronchioli respiratory sampai alveoli, proses  pertukaran udara dengan darah.  [1]  1.   Hidung Hidung adalah organ indra penciuman. Ujung saraf yang mendeteksi penciuman  berada di atap (langit-langit) hidung di area lempeng kribriformis tulang etmoid dan konka superior. Ujung saraf ini distimulasi oleh bau di udara. Impuls saraf dihantarkan oleh saraf olfaktorius ke otak di mana sensasi bau dipersepsikan. Ketika masuk dihidung, udara disaring, dihangatkan, dan dilembabkan. Hal ini dilakukan oleh sel epitel yang memiliki lapisan mukus sekresi sel goblet dan kelenjar mukosa. Lalu gerakan silia mendorong lapisan mukus ke posterior didalam rongga hidung dan ke superior saluran pernapasan bagian bawah menuju faring. Nares anterior adalah saluransaluran didalam lubang hidung. Saluran-saluran ini bermuara kedalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum hidung. Rongga hidung dilapisi selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah, dan  bersambung dengan lapisan farink dan selaput.  [1]  Pada bagian belakang rongga hidung terdapat ruangan yang disebut nasopharing dengan rongga hidung berhubungan dengan :  [1]  a.   Sinus paranasalis, yaitu rongga-rongga pada tulang kranial, yang berhubungan dengan rongga hidung melalui ostium (lubang). Dan terdapat beberapa sinus  paranasalis, sinus maksilaris dan sinus ethmoidalis yang dekat dengan  permukaan dan sinus sphenoidalis dan sinus ethmoidalis yang terletak lebih dalam.  b.   Duktus nasolacrimalis, yang meyalurkan air mata kedalam hidung. c.   Tuba eustachius, yang berhubungan dengan ruang telinga bagian tengah. 2.   Faring Faring adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai  persambungannya dengan oesofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Bila terjadi radang disebut pharyngitis. saluran faring rnemiliki panjang 12-14 cm dan memanjang dari dasar tengkorak hingga vertebra servikalis ke-6. Faring berada di  belakang hidung, mulut, dan laring serta lebih lebar di bagian atasnya. Dari sini
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks