Documents

22 pages
5 views

laporan

of 22
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
laporan praktikum fkh udayana
Transcript
  Toksoplasmosis Penulis : Natharina Yolanda Tanggal :  2014-03-11   Daftar isi      Gejala     Penyebab     Pengobatan  DEFINISI   Toksoplasmosis  adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma    gondii . Penyakit ini dapat terjadi pada manusia, mamalia darat dan laut, serta beberapa jenis burung. GEJALA Pada orang tanpa gangguan imun, toksoplasmosis hanya bergejala pada 10  –   20% penderita yang terinfeksi. Pada kelompok penderita ini, toksoplasmosis merupakan penyakit ringan dan dapat sembuh spontan. Gejala yang timbul antara lain:     pembesaran kelenjar getah bening di leher berukuran < 3 cm dan tidak nyeri;    demam, rasa tidak enak badan, keringat malam, dan pegal  –   pegal;    dapat disertai nyeri tenggorokan;    nyeri perut akibat pembesaran kelenjar getah bening di sekitar usus ;     bintik  –   bintik merah pada kulit. Pada orang dengan gangguan imun (AIDS, kanker, orang dengan konsumsi obat penekan sistem imun), gejala dapat berupa:    kejang, gangguan keseimbangan, kelumpuhan sebelah anggota gerak, gangguan saraf, gangguan kesadaran, nyeri kepala (toksoplasmosis otak);    gangguan penglihatan berupa pandangan buram, nyeri mata, silau, mata merah, gelap  pada sebagian lapang pandang ( retinochoroiditis );     batuk, sesak, nyeri dada, demam (  penumonitis   toksoplasma );     pembesaran kelenjar getah bening.   Pada bayi dengan toksoplasmosis turunan, gejala berupa kepala yang besar ( hidrosefalus ) atau sangat kecil ( mikrosefalus ), pengkapuran pada otak, dan gangguan penglihatan. PENYEBAB Toxoplasma gondii mempunyai inang mutlak, yaitu kucing. Kucing dapat terinfeksi oleh T. gondii akibat memakan daging mentah yang terkontaminasi, burung liar, atau tikus. T. gondii kemudian berkembang biak dalam usus kucing dan ikut keluar bersama feses kucing. Feses yang mengandung parasit ini dapat mencemari tanah dan air. Manusia dapat terinfeksi saat berkontak dengan tanah atau feses kucing tersebut atau melalui konsumsi air / makanan yang terkontaminasi. Ibu hamil yang menderita toksoplasmosis dapat menularkan penyakit ini pada  janin yang dikandungnya. PENGOBATAN Pada penderita tanpa gangguan imun, pengobatan cukup secara rawat jalan, sedangkan pada  penderita gangguan imun mungkin perlu dirawat inap untuk beberapa hari. Obat anti-parasit  pilihan adalah obat tablet kombinasi  pyrimethamine  dan  sulfadiazine  (atau clindamycin ) selama 6 minggu, ditambah dengan asam    folat  . Pengobatan toksoplasmosis pada ibu hamil adalah  spiramisin  selama 3 minggu diikuti dengan  pyrimetamine    –     sulfadiazine  selama 3 minggu; atau dengan  pyrimetamine  dan  sulfadiazine  sampai waktu melahirkan. Toxoplasmosis is caused by infection with the protozoan Toxoplasma gondii,  an obligate intracellular parasite. The infection produces a wide range of clinical syndromes in humans, land and sea mammals, and various bird species. T gondii  has been recovered from locations throughout the world, except Antarctica (see the image below). (See Etiology and Pathophysiology.)  Toxoplasmosis. Toxoplasma gondii tachyzoites (Giemsa stain).  Nicolle and Manceaux first described the organism in 1908, after they observed the parasites in the blood, spleen, and liver of a North African rodent, Ctenodactylus gondii . The parasite was named Toxoplasma  (arclike form)  gondii  (after the rodent) in 1909. In 1923, Janku reported  parasitic cysts in the retina of an infant who had hydrocephalus, seizures, and unilateral microphthalmia. Wolf, Cowan, and Paige (1937-1939) determined that these findings represented the syndrome of severe congenital T gondii  infection. There are 3 major genotypes (type I, type II, and type III) of T gondii . These genotypes differ in their pathogenicity and prevalence in people. In Europe and the United States, type II genotype is responsible for most cases of congenital toxoplasmosis. [1] T gondii  infects a large proportion of the world's population (perhaps one third) but uncommonly causes clinically significant disease. [2] However, certain individuals are at high risk for severe or life-threatening toxoplasmosis. Individuals at risk for toxoplasmosis include fetuses, newborns, and immunologically impaired patients. (See Etiology and Pathophysiology and Epidemiology.) Congenital toxoplasmosis is usually a subclinical infection. Among immunodeficient individuals, toxoplasmosis most often occurs in those with defects of T-cell  –  mediated immunity, such as those with hematologic malignancies, bone marrow and solid organ transplants, or acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).In most immunocompetent individuals, primary or chronic (latent) T gondii  infection is asymptomatic. A small percentage of these patients eventually develop retinochoroiditis, lymphadenitis, or, rarely, myocarditis and  polymyositis.  (SeePresentation and Workup.)  Patient education Primary prevention based on prenatal education could be an effective strategy to reduce congenital toxoplasmosis. Educate the public in toxoplasmosis-prevention methods, such as  protecting children's play areas from cat litter. Mothers with toxoplasmosis must be completely informed of the disease’s potential consequences to the fetus. [3] [#Etiology] http://emedicine.medscape.com/article/229969-overview  Penyakit Toxoplasmosis  Sekilas mengenai penyakit toxoplasmosis   Toxoplasmosis  atau sering hanya disebut penyakit toxo  merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii . Dalam banyak kasus, infeksi pada manusia terjadi terutama setelah parasit tersebut tertelan. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala, tetapi penyakit ini memiliki potensi untuk menyebabkan masalah serius pada beberapa orang, terutama pada mereka yang mengidap penyakit immunodepressed   dan pada wanita hamil karena dapat menyebabkan keguguran .   Jika timbul gejala, biasanya menyerupai flu (nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, malaise) dan dapat berlangsung selama beberapa minggu. Pada beberapa kasus, infeksi yang berat
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks