Documents

4 pages
56 views

LAMPIRAN Proposal Sehat Jiwa.docx

of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
LAMPIRAN A. LATAR BELAKANG Pada hari kamis 19 Oktober 2017 mahasiswa program profesi Ners FIK UI tahun 2017 telah melakukan pendekatan di Jalan Pabuaran Pasir, RT 001,002, dan 003 / RW 10 Kelurahan Mulyaraharja, Kecamatan Bogor Selatan. Pendekatan dilakukan oleh 9 mahasiswa dengan masing- masing mahasiswa memegang 1 keluarga. Berdasarkan pendekatan didapatkan hasil bahwa terdapat 4 keluarga dengan rentang usia anak 18 bulan-3 tahun, 3 keluarga dengan rentang usia an
Transcript
  LAMPIRAN A.   LATAR BELAKANG Pada hari kamis 19 Oktober 2017 mahasiswa program profesi Ners FIK UI tahun 2017 telah melakukan pendekatan di Jalan Pabuaran Pasir, RT 001,002, dan 003 / RW 10 Kelurahan Mulyaraharja, Kecamatan Bogor Selatan. Pendekatan dilakukan oleh 9 mahasiswa dengan masing-masing mahasiswa memegang 1 keluarga. Berdasarkan pendekatan didapatkan hasil bahwa terdapat 4 keluarga dengan rentang usia anak 18 bulan-3 tahun, 3 keluarga dengan rentang usia anak 0-18  bulan, dan 2 keluarga dengan rentang usia anak 3-6 tahun. Jika dikelompokkan ditemukan bahwa tahap perkembangan usia terbanyak yaitu usia toddler. Dari pengkajian tersebut ditemukan bahwa terdapat beberapa keluarga yang membutuhkan edukasi untuk menstimulasi tumbuh kembang anak usia toddler. Dengan demikian maka penyuluhan mengenai tumbuh kembang anak usia toddler menjadi penting untuk dilakukan pada keluarga. B.   PENGERTIAN a.   Pertumbuhan anak usia toddler Pertumbuhan pada tahun ke dua pada anak akan mengalami beberapa perlambatan  pertumbuhan fisik dimana pada tahun kedua anak akan mengalami kenaikan berat badan 1,5-2,5 kg dan panjang badan 6-10 cm. Pertumbuhan otak juga akan mengalami perlambatan yaitu kenaikan lingkar kepala hanya 2 cm untuk pertumbuhan gigi susu termasuk gigi graham pertama, dan gigi taring sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah (Hiidayat, 2005)  b.   Perkembangan anak usia toddler Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diprediksikan, sebagai hasil dari proses  pematangan. Perkembangan berhubungan dengan proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Selain itu, perkembangan juga berhubungan dengan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 1998, dalam Tanuwijaya, 2003). Perkembangan anak usia toddler menurut beberapa teori  perkembangan, diantaranya yaitu: 1.   Perkembangan kognitif menurut Piaget a.   Tahap sensori motor, umur 0-2 tahun dengan perkembangan kemampuan dalam mengasimilasi dan mengakomodasi informasi dengan cara melihat, mendengar, menyentuh, dan aktifitas motoric  b.   Tahap pra operasional, umur 2-7 tahun dengan perkembangan kemampuan meoperasionalkan apa yang dipikirkan melalui tindakan dalam pikiran anak, perkembangan anak masih bersifat egosentrik (Hidayat, 2005).  2.   Teori perkembangan psikosexsual anak menurut freud Tahap anal, terjadi pada umur 1-3 tahun dengan perkembangan, kepuasan pada fase ini adalah pengeluaran tinja, anak akan menunjukkan rasa kepemilikan, sikapnya sangat narsistik yaitu cinta terhadap diri sendiri dan egoistik, mulai mempelajari struktur tubuhnya. Pada fase ini tugas yang dapat dilaksanakan anak dapat latihan kebersihan (Hidayat, 2005). 3.   Perkembangan psikososial anak menurut Erikson Tahap kemandirian, rasa malu dan rasa ragu, terjadi pada umur 1-3 tahun dengan perkembangan mulai mencoba mandiri dalam tugas tumbuh kembang seperti motorik dan bahasanya. c.   Prosedur pemahaman stimulasi pada keluarga: 1.   Meyebutkan cara menstimulasi perkembangan anak. 2.   Menentukan cara untuk menstimulasi perkembangan anak. 3.   Memberikan mainan yang sesuai dengan usia anak. 4.   Tidak menggunakan kata perintah saat berbicara, tetapi memberikan alternative untuk memilih. 5.   Membuat aturan berperilaku yang baik (makan, mandi, bermain, dan lain-lain). 6.   Memuji keberhasilan yang dicapai oleh anak. 7.   Memberikan kesempatan pada anak untuk melakukann permainan yang menggali rasa ingin tahunya. 8.   Melaksanakan rencana tindakan yang disusun untuk melakukan stimulasi pada anak. d.   Prosedur stimulasi pada anak: 1.   Mengenal dan menyebutkan nama. 2.   Bertindak sendiri dan tidak mau diperintah. 3.   Mau berpisah dengan orang tua dalam eaktu singkat (sebentar). 4.   Banyak bertanya tentang hal atau benda yang asing baginya. 5.   Berinteraksi dengan orang lain tanpa diperintah. 6.   Menunjukkan rasa suka dan tidak suka. 7.   Mulai bermain dan berkomunikasi dengan anak lain. 8.   Meniru kegiatan keagamaan yang dilakukan keluarga.  C.   TUJUAN Setelah dilakukan penyuluhan pada keluarga, maka: 1.   Keluarga mendapatkan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak pada usia toddler. 2.   Keluarga mengetahui tujuan dari pemberian bimbingan dan stimulasi mengenai tumbuh kembang anak usia toddler. 3.   Keluarga mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan bimbingan dan stimulasi pada anak usia toddler. 4.   Keluarga mengetahui cara memberikan stimulasi pada anak usia toddler (18 bulan sampai 3 tahun). D.   MANFAAT Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga dapat merasakan manfaat yakni mengetahui dan memahamai cara memberikan stimulasi pada anak usia toddler (18 bulan sampai 3 tahun). E.   PROSEDUR F.   Prosedur tindakan keperawatan pada anak: 1.   Latih anak untuk melakukan kegiatan secara mandiri 2.   Puji keberhasilan yang dicapai anak 3.   Tidak menggunakan kata yang memerintah, tetapi memberikan alternative untuk memilih 4.   Hindari suasana yang membuat anak bersikap negative (memisahkan dengan orangtuanya, mengambil mainanya, memerintah untuk melakukan sesuatu) 5.   Tidak menakut-nakuti dengan kata-kata atau perbuatan 6.   Berikan mainan sesuai usia anak 7.   Saat anak mengamuk, pastikan dia aman dari bahaya cedera, kemudia tinggalkan dan awasi dari jauh 8.   Beritahu tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tindakan yang baik dan buruk dengan kalimat positif 9.   Libatkan anak dalam kegiatan keagamaan (sholat berjamaah, mengaji, berdoa, ke gereja, dan lain-lain) G.   Prosedur tindakan pada keluarga: 1.   Informasikan pada keluarga mengenai cara yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi kemandirian anak-anak. -   Berikan aktivitas bermain yang menggali rasa ingin tahu, seperti bermain tanah, lilin, membuat mainan kertas, mencampur warna, menggunakan cat air, melihat barang atau  binatang atau tanaman, atau orang yang menarik perhatiannya dengan tetap menjaga keamanannya.  -   Berikan kebebasan pada anak-anak untuk melakukan sesuatu yang diinginkan tetapi tetap memberi batasan. Misalnya, membolehkan anak memanjat dengan syarat ada yang mendampingi atau mengawasi atau mengajarkan cara agar tidak terjatuh. -   Sampaikan aturan umum yang dapat dimengerti oleh anak-anak, seperti masuk rumah harus memberi salam, pamit jika akan pergi, ucapan terimakasih, sopan santu, cuci tangan sebelum dan sesudah makan. -   Gunakan kata larangan yang bersifat positif -   Berikan pilihan perilaku yang ingin dilakukan anak-anak, seperti mau mandi atau makan dahulu -   Melatih anak untuk mengerjakan kegiatan yang dapat dilakukan sendiri, seperti memakai  baju, kaos kaki, sikat gigi, mandi dan makan. 2.   Diskusikan dengan keluarga mengenai cara yang akan digunakan keluarga untuk menstimulasi kemandirian anak. 3.   Latih keluarga melakukan metode tersebut dan damping saat keluarga melakukannya pada anak-anak. 4.   Bersama keluarga susun tindakan yang akan dilakukan dalam melatih kemandirian anak.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks