Documents

3 pages
315 views

KKNI

of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
kkni
Transcript
    KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.   KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem  pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia KKNI terdiri dari 9 (sembilan)  jenjang kualifikasi dimulai dari Kualifikasi 1 sebagai kualifikasi terendah dan Kualifikasi  –   9 sebagai kualifikasi tertinggi Jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/atau pelatihan yang diperoleh melalui  pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja. Deskripsi Kualifikasi pada KKNI merefleksikan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang peroleh seseorang melalui jalur     pendidikan     pelatihan     pengalaman kerja     pembelajaran mandiri kurikulum 2013 Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada  peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan  pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja, terdapat beragam kurikulum diantaranya kurikulum berbasis kompetensi, KTSP, KKNI dan Kurikulum 2013. Kurikulum di kembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut  a. Tantangan Internal  Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan  pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi standar proses standar kompetensi lulusan standar pendidik dan tenaga kependidikan standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. b. Tantangan Eksternal  Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup kemajuan teknologi dan informasi kebangkitan industri kreatif dan budaya dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia,  pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. c. Penyempurnaan Pola Pikir  Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir 1.    pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada  peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama; 2.    pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/ media lainnya); 3.    pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet); 4.    pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains); 5.    pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim); 6.    pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia; 7.    pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik; 8.    pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan 9.    pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.    d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum  Pelaksanaan kurikulum selama ini telah menempatkan kurikulum sebagai daftar Mata  pelajaran. Pendekatan Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menegah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan diubah sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola 1.   tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif; 2.    penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan 3.    penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses  pembelajaran. e. Penguatan Materi  Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi  peserta didik. Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: 1.   mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; 2.   sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; 3.   mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam  berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; 4.   memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap,  pengetahuan, dan keterampilan; 5.   kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar Mata pelajaran; 6.   kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti; 7.   kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarMata pelajaran dan jenjang  pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks