Documents

10 pages
184 views

jurnal mkt.pdf

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
479 . Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.3, Juni 2013 ISSN No. 2337- 6597 KETERSEDIAAN NITROGEN PADA TIGA JENIS TANAH AKIBAT PEMBERIAN TIGA BAHAN ORGANIK DAN SERAPANNYA PADA TANAMAN JAGUNG Intan Nariratih1*, MMB Damanik2, Gantar Sitanggang2 1 Alumnus Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155 2 Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 201
Transcript
  479 . Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.3, Juni 2013 ISSN No. 2337- 6597   KETERSEDIAAN NITROGEN PADA TIGA JENIS TANAH AKIBAT PEMBERIAN TIGA BAHAN ORGANIK DAN SERAPANNYA PADA TANAMAN JAGUNG Intan Nariratih 1 *, MMB Damanik  2 , Gantar Sitanggang 2   1 Alumnus Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155 2 Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155 *Corresponding author : E-mail : intan.coffie@gmail.com ABSTRACT This research concernsof knowing nitrogen(N) availability in soil, N-plant absorption and  plant growth in three different kinds of soil with the incrementof three organic matters from different sources. The research conducted at the screen house, Chemistry and Fertility Laboratory, and Research and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatera, Medan. This researchused Randomized Block Designed (RBD) Factorial that consists of two factors and three repeatations which had made thirty six units of experiment. The first factor are the kind of soil (T) that consists of Entisol soil (T1), Inceptisol soil (T2) and Ultisol soil (T3), and the second factor are the organic matter (K) that consist of rice straw compost (K1), chicken dirt (K2), cocoa shell compost (K3), and control (K0). The resultof the research showed that different kind of soil singnificanly influencedthe C-organic soil, and total soil N, and the difference of organic matter singnificanly influenced the total soil N, plant crowndry weight, N-absorptionof the plant and plant growth, and the interaction between each different kind of soil with different organic matter singnificanly influenced the plant crowndry weight. Keywords: nitrogen, N-plant absorption, organic matter ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan nitrogen (N) pada tanah, serapan  Noleh tanaman dan pertumbuhan tanaman pada tiga jenis tanah yang berbedadengan penambahan tiga bahan organik dari sumber berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah danLaboratorium Riset dan Teknologi, di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan sehingga terdapat tiga puluh enam unit percobaan. Faktor pertama adalah jenis tanah (T) yang terdiri dari tanah Entisol (T1), tanah Inceptisol (T2), tanah Ultisol (T3), dan faktor kedua adalah bahan organik (K) yang terdiri dari kompos jerami padi (K1), pupuk kandang kotoran ayam (K2), kompos kulit kakao (K3) serta kontrol (K0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis tanah memberi pengaruh nyata terhadap C-organik tanah dan N-total tanah, serta bahan organik yang berbeda memberi pengaruh nyata terhadap N-total tanah, bobot kering tajuk tanaman, serapan N pada tanaman, dan  pertumbuhan tanaman, dan interaksi antara setiap jenis tanah dengan bahan organik yang berbeda memberi pengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk tanaman. Kata kunci: nitrogen, serapan N tanaman, bahan organik PENDAHULUAN  Nitrogen (N) merupakan unsur esensial bagi tumbuhan. N dibutuhkan dalam jumlah yang  banyak (Hanafiah et al. 2010). N di dalam tanah dan tanaman bersifat sangat mobil, sehingga  480 . Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.3, Juni 2013 ISSN No. 2337- 6597  keberadaan N didalam tanah cepat berubahatau bahkan hilang. Kehilangan N dapat melalui denitrifikasi, volatilisasi, pengangkutan hasil panen atau pencucian dan erosi permukaan tanah. Hilangnya N melalui pencucian umum terjadi pada tanah-tanah yang bertekstur kasar, kandungan bahan organik sedikit dan nilai kapasitas tukar kation (KTK) rendah. Rendahnya kandungan unsur N serta unsur hara lain dapat terjadi pada tanah yang memiliki tingkat kemasaman tinggi (pH 5.5), hal ini umum terjadi pada tanah yang diusahakan dalam bidang pertanian, seperti  pada tanah Entisol, Inceptisol dan Ultisol. Tanah Entisol bertekstur kasar,Inceptisol bertekstur agak kasar dan Ultisol merupakan tanah yang mengalami perkembangan sudah lanjut, bertekstur halus, ketiganya mengandungan bahan organik, unsur N dan unsur hara lain yang rendah. Rendahnya kandungan unsur N dalam tanah dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Dalam tanaman yang mengalami kekahatan unsur N, unsur N dalam jaringan tua akan diimobilisasi ke titik. Dan jaringan tua akan menguning, jika kekahatan terus berlanjut maka keseluruhan tanaman akan menguning, layu dan mati. Adapun dampak lainnya adalah mengakibatkan rendahnya  produksi bobot kering tanaman.Winarso (2005) menyatakan bahwa peningkatan dosis pupuk N di dalam tanah secara langsung dapat meningkatkan kadar protein dan produksi tanaman jagung. Oleh sebab itu dalam memperbaiki permasalahan ketiga jenis tanah ini perlu adanya  penambahan bahan organik sebagai upaya meningkatkan ketersediaan N, memperbaiki kualitas tanah dan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Karena bahan organik sendiri merupakan sumber koloid organik yang memiliki banyak keunggulan seperti mampu menyediakan hara makro dan mikro, dapat menghelat unsur logam yang bersifat racun, meningkatkan kapasitas menyangga air, meningkatkan nilai KTK, merupakan sumber energi bagi aktivitas organisme tanah, serta bersifat ramah lingkungan karena berasal dari residu mahkluk hidup dan limbah pertanian seperti jerami padi dan kulit kakao atau limbah peternakan seperti kotoran unggas.  481 . Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.3, Juni 2013 ISSN No. 2337- 6597  Tujuan Penelitian untuk mengetahui ketersediaan nitrogen pada tanah, serapan nitrogen oleh tanaman dan pertumbuhan tanaman pada tiga jenis tanah yang berbeda dengan penambahan tiga  bahan organik dari sumber berbeda. BAHAN DAN METODE Tempat dan waktu penelitiandilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Laboratorium Riset dan Teknologi, dan Rumah Kasa di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, pada bulan Mei 2012 sampai dengan selesai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor perlakuan I adalah jenis tanahyang meliputi : tanah Entisol, tanah Inceptisol serta tanah Ultisol dan faktor perlakuan II adalah pemberian bahan organik berbeda yang meliputi : kontrol, kompos jerami padi (75 g/5 kg tanah setara dengan 30 ton/ha), pupuk kandang kotoran ayam (75 g/5 kg tanah setara dengan 30 ton/ha) sertakompos kulit kakao (75 g/5 kg tanah setara dengan 30 ton/ha), sehingga diperoleh unit percobaan 3 × 4 × 3 = 36 unit percobaan.Untuk  pengujian lebih lanjut terhadap masing-masing perlakuan di uji dengan DMRT pada taraf 5%. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan persiapan tanah dan media tanam dengan mengambil tanah berdasarkan daerah yang ditentukan untuk tiap jenis tanah, kemudian tanah dikering udarakan dan diayak, lalu dilakukan analisis awal terhadap tanah dengan mengukuran kadar air tanah serta analisis awal tanah dan bahan organik yang meliputi pH, C-organik, N-total, serta rasio C/N. Kemudian tanah dimasukkan kedalam polybag setara 5 kg berat tanah kering oven. Setelah itu diaplikasikan kompos jerami padi, kompos kulit kakao dan pupuk kandang ayam terhadap masing - masing jenis tanah sebagai perlakuan dan diinkubasi selama 3 minggu. Setelah 3 minggu diberikan  pupuk dasar urea, SP-36 dan KCl, kemudian ditanam pada masing - masing polybag 2 benih  jagung, penjarangan dilakukan pada 1 MST dengan meninggalkan bibit terbaik.Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan pembersihan gulma - gulma yang tumbuh dalam polybag. Setelah mencapai akhir masa vegetatif (7 MST) dipanen tanaman jagung dengan memisahkan tanaman bagian atas dan bawah, bagian yang akan dianalisis dimasukkan kedalam  482 . Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.3, Juni 2013 ISSN No. 2337- 6597  amplop yang selanjutnya akan di oven. Kemudian dilakukan analisis parameter dengan mengambil sampel tanah dan tanaman dan di masukkan dalam wadah yang selanjutnya akan dianalisis didalam Laboratorium. HASIL DAN PEMBAHASAN Kemasaman Tanah (pH) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis tanah danpemberian bahan organik  berbeda serta interaksi setiap jenis tanah dengan pemberian bahan organik berbeda tidak  berpengaruh nyata terhadap pH tanah, seperti pada Tabel 1. Tabel 1. pH Tanah akibat perbedaan jenis tanah dan pemberian bahan organik berbeda Jenis tanah Bahan organik Rataan Kontrol Kompos  jerami Kotoran ayam Kompos kulit kakao Entisol 5.72 6.00 5.48 5.95 5.79 Inceptisol 5.71 5.97 5.72 5.55 5.74 Ultisol 5.68 5.96 5.82 6.03 5.87 Rataan 5.70 5.98 5.67 5.85 5.80  Namun pH tanah secara keseluruhan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa  pemberian bahan organik mampu meningkatkan nilai pH tanah, karena bahan organik memiliki kemampuan mengkhelat logam Al 3+ , sehingga tidak terjadi reaksi hidrolisis Al 3+ , dimana dari reaksi hidrolisis Al 3+  dihasilkan 3 ion H +  yang dapat mengasamkan tanah ( Mukhlis dkk, 2011). C-Organik Tanah (%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis tanahberpengaruh sangat nyata, sedangkan pemberian bahan organik berbeda dan interaksi setiap jenis tanah dengan pemberian  bahan organik berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kadar C-org tanahseperti pada Tabel 2.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks