Documents

10 pages
179 views

jurnal kp 3.pdf

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
HUBUNGAN BAHAN DAN TINGKAT KEBERSIHAN LANTAI KANDANG TERHADAP KEJADIAN MASTITIS MELALUI UJI CALIFORNIA MASTITIS TEST (CMT) DI KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN Aziz, A. S., P. Surjowardojo dan Sarwiyono Bagian Produksi Ternak Fakultas Peternakan UB ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bahan dan tingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejad
Transcript
   Hubungan bahan dan tingkat kebersihan lantai ………. ............... …..  Aziz, A.S., dkk 72 HUBUNGAN BAHAN DAN TINGKAT KEBERSIHAN LANTAI KANDANG TERHADAP KEJADIAN MASTITIS MELALUI UJI CALIFORNIA MASTITIS TEST   (CMT) DI KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN Aziz, A. S., P. Surjowardojo dan Sarwiyono   Bagian Produksi Ternak Fakultas Peternakan UB   ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bahan dan tingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejadian mastitis pada sapi perah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah peternakan sapi perah laktasi yang berjumlah 60 ekor yang menggunakan bahan lantai kandang bambu, kayu dan karet. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus, penentuan lokasi dan materi menggunakan multi state sampling  , dengan menggunakan 2 tahap yaitu  purposive sampling dan random sampling.  Data dianalisis dengan regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan bahan dan tingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejadian mastitis. Persamaan regresi dan korelasi berganda diuji dengan r product moment  . Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara bahan dan tingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejadian mastitis (r)= bambu -0,68, kayu -0,92 dan karet -0,95 dan koefisien determinasi antara bahan dan tingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejadian mastitis (R²)=  bambu 46%, kayu 85% dan karet 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan yang memiliki permukaan yang masif, mempermudah dalam pembersihan dan diperoleh kejadian mastitis rendah. Semakin tinggi tingkat kebersihan lantai kandang maka mastitis akan semakin rendah. Berdasarkan kesimpulan yang didapatkan maka diharapkan peternak dapat lebih selektif dalam memilih bahan lantai kandang, agar mudah dalam membersihkan, dan memiliki daya tahan yang lama. Peternak juga harus selalu menjaga kebersihan lantai kandang dan ternak agar tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen. Kata kunci : Bahan, kandang, kebersihan dan mastitis ABSTRACT The purpose of this study was to determine the relationship between the materials and the level cleanliness of hou se floor’s. The material used in the study were 60 head lactating dairy cattle and materials house floor’s. The method used was the case study method, the determination of the location and content using purposive sampling method. Data were analyzed with multiple linear regression to determine the relationship between materials and level cleanliness of house floor’s on the incidence of mastitis. Significance and multiple correlation equation was tested with r product moment test. The results showed a correlation the materials and the level cleanliness of house floor’s on the incidence of mastitis (r) = -0.68 for bamboo, -0.92 for wood and - 0.95 for rubber and the coefficient of determination materials and level of house floor’s cleanliness on the incidence of mastitis (R² ) = 46% for bamboo, 85% for wood and 90% for rubber. Farmers can be more selective in choosing a flooring material that has a surface massive house. Farmers also have to always keep clean the floor house to avoid contamination by  pathogenic microorganism as well as perform correctly the milking procedure. Keywords: Materials, house, cleanliness and mastitis     J. Ternak Tropika Vol. 14, No.2: 72-81, 2013 73 PENDAHULUAN Peternakan sapi perah di Kecamatan Tutur umumnya di pelihara secara tradisional dengan cara dalam satu rumah tangga memelihara antara 3-5 sapi perah yang diambil  produksi susunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun dengan pemeliharaan secara tradisional apalagi dengan tingkat kebersihan yang rendah sering menyebabkan mastitis. Akibatnya koperasi yang menampung tidak ragu-ragu menolak apabila kualitasnya rendah setelah diuji oleh petugas, sehingga kebersihan disini menjadi poin yang sangat  penting apabila peternak meginginkan hasil yang optimal dari ternaknya. Bahan lantai kandang yang harus selalu dijaga kebersihanya karena kontak lansung dengan puting atau ambing yang mengeluarkan susu. Mastitis merupakan peradangan pada ambing yang disebabkan oleh mikroorganisme dan mudah menular pada ternak sapi yang sehat. Mastitis ini terjadi akibat adanya luka  pada puting ataupun jaringan ambing, sehingga terjadi kontaminasi mikroorganisme melalui puting yang luka. Menurut Supar dan Ariyanti (2008) menyatakan mastitis subklinis disebabkan oleh mikroorganisme patogen diantaranya Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, Klebsiella spp,  Escherichia coli,  dan Corynebacterium bovis.  Peternak umumnya kurang memper-hatikan bahan lantai kandang yang mereka gunakan, padahal lantai kandang sangat  penting sebagai tempat yang paling dekat pada saat produksi khususnya susu, interaksi yang  paling sering dilakukan oleh puting dan ambing yaitu pada lantai, apabila lantai kandang kotor akan dapat dipastikan puting akan terkontaminasi oleh bakteri yang  berdampak pada turunnya kualitas susu. Lantai tidak boleh asal-asalan dengan bahan yang seadanya, letak kemiringan antara 2-3%, adanya cekungan dalam lantai juga dapat menyebabkan genangan kotoran ataupun air didalamnya yang akan menyebabkan sumber  penyakit. MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian telah dilaksanakan di Dusun Dukutan Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan yang di mulai pada tanggal 04 Maret-04 April 2013.  Materi Penelitian Materi yang digunakan adalah  peternakan sapi perah laktasi yang berjumlah 60 ekor yang menggunakan bahan lantai kandang (bambu, kayu, karet) dan tingkat kebersihan kandang sebelum dan setelah  pemerahan. Berdasarkan data dari koperasi yang nantinya akan dilakukan observasi pada ternak yang terjangkit mastitis subklinis, dikarenakan peternak dapat melakukan tindakan preventif terhadap ternak yang terkena mastitis subklinis, hubungan bahan lantai beserta kondisinya dengan kebersihan  puting/ambing yang dapat mempengarui kejadian mastitis subklinis. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode studi kasus di lapangan yaitu pengambilan data (berdasarkan  perolehan data dari koperasi yang memiliki tingkat kualitas susu rendah) sehingga kita  bisa meneliti bagaimana bahan lantai kandang dan tingkat kebersihan lantai, dengan  penentuan sampel sapi perah secara multi state  sampling  , dengan menggunakan 2 tahap yaitu  purposive sampling dan random sampling.   Penilaian terhadap bahan lantai kandang  berdasarkan keadaan lantai yang bisa digolongkan menjadi 4 yaitu sangat rusak,   Hubungan bahan dan tingkat kebersihan lantai ………. ............... …..  Aziz, A.S., dkk 74 rusak, baik dan sangat baik. Penilaian akan dibuat apabila skor semakin tinggi berarti  bahan semakin baik ( tabel. 4).  Tabel. 4 Penilaian bahan lantai kandang Keterangan : 1 : Rusak (bahan berlubang banyak) 2 : Cukup baik (bahan berlubang sedikit) 3 : Baik (bahan rapat dan masif) 4 : Sangat baik (bahan masif dan kuat) Bahan lantai kandang dibagi menjadi 3, sesuai dengan kondisi dilapangan. Penilaian menggunakan 4 kategori yaitu kategori 1 sangat rusak, 2 rusak, 3 baik dan 4 sangat baik. Semakin tinggi nilai menandakan bahan semakin baik. Data untuk skor mastitis dibagi menjadi 4 berdasarkan puting yang umunya dimiliki sapi perah yang dapat dilihat pada tabel. 5. Tabel 5. Tabulasi data skor mastitis    No Skor CMT Bahan Lantai A B C D Bambu Kayu Karet Keterangan: A : puting depan kiri B : puting depan kanan C : puting belakang kiri D : puting belakang kanan *) bahan lantai kandang nantinya akan dispesifikasikan lagi untuk kebersihanya dengan menggunakan tabel 6.   Data skor mastitis akan dibagi menjadi 4 (A,B,C dan D) yang memiliki nilai antara 0-3 yang artinya nilai 0 berarti ternak negatif dari mastitis sedangkan 1-2 berarti ternak terkena mastitis subklinis dan perlu dilakukan tindakan pengobatan dan apabila ternak memiliki nilai 3-5 maka harus segera di obati. Tingkat kebersihan lantai kandang dibagi menjadi 5, yang menyatakan bahwa semakin tinggi skor maka kebersihanya semakin baik, yang dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Tingkat kebersihan lantai kandang Bahan Lantai Kandang Tingkat Kebersihan Lantai Kandang 1 2 3 4 5 Bambu Kayu Karet Keterangan: 1.   Sangat kotor (lantai basah, ada fases  banyak dan urine) 2.   Kotor (lantai basah, ada fases banyak) 3.   Cukup bersih (lantai basah, ada fases kering sedikit) 4.   Bersih (lantai basah, tidak ada fases dan urine) 5.   Sangat bersih (lantai kering, tidak ada fases dan urine) Penilaianya di lihat 30-60 menit sebelum dan setelah ternak diperah. Bahan dasar lantai yang dipakai  peternak rata-rata terbuat dari beton yang dilapisi oleh bambu, kayu atau karet. Dari masing-masing bahan akan diambil beberapa sampel bahan dan akan diambil dokumentasi kondisi lantai kandang sebelum dan setelah  pemerahan. Bahan Penilaian bahan lantai kandang 1 2 3 4 Bambu Kayu Karet   J. Ternak Tropika Vol. 14, No.2: 72-81, 2013 75 Sampel diambil 30% dari jumlah induk laktasi yang berjumlah 186 ekor, yang  berarti 55,8 dibulatkan menjadi 56 dan dibagi menjadi 3 dikarenakan ada 3 bahan lantai kandang yang diteliti. Jadi tiap bahan lantai kandang diambil sampelnya 18,6, namun  peneliti mengambil 20 sampel bahan lantai kandang pada sapi perah laktasi dari bahan  bambu, kayu dan karet yang selanjutnya di ambil dokumentasi 30-60 menit sebelum dan setelah pemerahan. Pengambilan susu untuk uji CMT dilakukan pada saat pemerahan sore hari, sebelum diperah dengan cara puting dibersihkan dengan alkohol 70 %, lalu diambil 2-3 pancaran yang diletakkan pada  paddle  lalu dihomogenkan dengan reagen , amati kira-kira 10 menit reaksi akan terlihat. Interprestasi skor CMT dan kesesuaian perkiraan jumlah sel somatik dapat dilihat di tabel 7. Untuk perhitungan statistik dan analisis data maka setiap skor mastitis diberi nilai sebagai berikut: Tabel 7. Pemberian nilai pada skor CMT   Kode Arti Reaksi Nilai - Negatif Tidak terdapat tanda-tanda pergerakan susu ketengah  paddle  0 T Trace Sedikit terjadi pergerakan susu ketengah  paddle  1 1 Positif lemah Terjadi pergerakan susu ketengah  paddle  lebih banyak, tetapi belum berbentuk gel 2 2 Positif agak kuat Terjadi sedikit pembentukan gel 3 3 Positif kuat Gel tang terbentuk banyak dan menyebabkan permukaan susu menjadi konyek 4 + Susu basa Warna ungu gelap 5 - Susu asam Warna kuning 6 Sumber: (Anonimous, 2005) Penilaian skor pada tabel. 7 menandakan bahwa setelah pengujian susu dengan CMT akan didapatkan skor bahwa semakin besar skor semakin tinggi kejadian mastitis yang dialami sapi perah.   Variabel Penelitian 1.   Variabel bebas : bahan lantai kandang, kebersihan lantai kandang. 2.   Variabel terikat: tingkat kejadian mastitis. Analisis Data Metode yang digunakan dalam  pengambilan data secara diskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi, untuk mengetahui berapa besar korelasi bahan dapat mempengaruhi kejadian mastitis adalah metode regresi dan korelasi  berganda (Arikunto, 2006). Untuk mengetahui hubungan antara bahan dan tingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejadian mastitis dapat menggunakan bentuk taksiran  persamaan regresi linier berganda sebagai  berikut:   1.   Persamaan Regresi Untuk persamaan garis regresi yang mempunyai dua independen variabel adalah: Ý= b ₀ + b ₁ X ₁  + b ₂  X ₂   Dimana: Ý: Nilai Mastitis X ₁ : Bahan lantai kandang X ₂ : Kebersihan lantai kandang sebelum  pemerahan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks