Documents

13 pages
137 views

ipi426150

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
tes
Transcript
  17   ANALISA DAN PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN BALANCE SCORECARD PADA INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA KWIK KIAN GIE Yunus Fadhillah dan Jesaja Waterkamp Fakultas Teknik Informatika Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie E-mail: yunus.fadhillah@kwikkiangie.ac.id Abstract The advancement of an institution is determined by vision, mission and goals of the institution which is essentially supported by all components of the institution, controlled by strong leadership using the implementation of the balanced scorecard approach. Alignment and management of information technology in providing facilities and infrastructure to support the objectives of the institution in achieving world class university level, which refers to several criteria such as Higher Education, ARWU and Webometric do using COBIT Framework. An investigation of the need and development of qualified human resources in supporting these activities are done using the Zachman Framework. Using the above approach, an Information Technology roadmap is designed to be constructed within a period of 15 years, divided into three categories, namely network and infrastructure, Information Systems and Organizations Systems which each of the categories is divided again into 3 stages of 5-year development. Keywords :  IT Governance, IT Strategic Planning, SWOT Analysis   Abstrak Kemajuan suatu institusi sangat ditentukan oleh visi, misi dan tujuan institusi tersebut yang didukung secara sungguh-sungguh oleh semua komponen institusi serta dikendalikan dengan kepemimpinan yang kuat dan diimplementasikan dengan pendekatan balanced scorecard  . Penyelarasan dan pengelolaan teknologi informasi dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung tujuan institusi dalam mencapai tingkatan world class university  yang mengacu kepada beberapa kriteria seperti DIKTI, ARWU dan Webometric dilakukan dengan COBIT Framework. Investigasi akan kebutuhan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dalam mendukung kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan Zachman Framework. Dengan menggunakan pendekatan di atas maka didapat roadmap  Teknologi Informasi yang akan dibangun dalam jangka waktu 15 tahun yang dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu jaringan & infrastruktur, Sistem Informasi, dan Sistem Organisasi yang masing-masing kategori dibagi ke dalam 3 tahapan 5 tahunan. Kata Kunci : Tata Kelola Teknologi Informasi, Perencanaan Strategis Teknologi Informasi, Analisa SWOT 1.   Pendahuluan Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBI KKG) merupakan salah satu institusi pendi-dikan tinggi yang turut bertanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia senantiasa berusaha menyumbangkan yang terbaik untuk Indonesia. Semua kalangan Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie menyadari bahwa visi, misi, dan kepemimpinan mempunyai daya dorong kemajuan yang sangat menentukan. Peru-bahan dunia tekno-logi sangat berkembang de-ngan pesat serta dinamika perubahan yang terus menerus terjadi, menyebabkan Departemen Tek-nologi Informasi dan Komputer (ICT) di dalam organisasi IBI KKG harus dapat mendukung dan meningkatkan ambisi, visi, misi dan tujuan organi-sasi yang dianut oleh Institut ini.  Excellence, Distinctiveness, Growth and En-gagement (EDGE) telah di diidentifikasikan seba-gai pilar perencanaan IBI KKG serta akan dikem-bangkan dan dikelola secara terus menerus. Oleh karena itu, Rencana Strategis harus dapat menjadi garis besar aspirasi masa depan terhadap penggu-naan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam lingkungan IBI KKG serta dapat memberikan pe-nyebaran pelayanan teknologi informasi, proses pengambilan keputusan yang tepat maupun peren-canaan pengembangan sistem perangkat keras dan lunak bagi seluruh komunitas dalam kampus IBI KKG. Adapun visi dan misi yang tertuang dalam organisasi ini adalah:  Visi: Menjadi salah satu school of business  terkemuka di Indonesia yang berwawasan regional dan internasional, dengan kualitas unggul berda-  18    Journal of Information System, Volume 12, Issue 1, April 2016   sarkan standar world class university , dikenal oleh masyarakat luas, serta diakui oleh dunia usaha. Misi: Membentuk insan professional, peng-usaha, dan pimpinan masa depan yang kompeten dalam bidang bisnis yang berwawasan regional dan internasional, melalui proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai adalah menjadi Universitas Kelas Dunia   atau saat ini dikenal dengan World Class University (WCU). Maka sebagai tahapan pertama dalam mendu-kung tujuan jangka panjang harus dibentuk ling-kungan kampus berbasis digital atau digital cam- pus . Terdapat beberapa pandangan dasar menge-nai pema-haman World Class University  ini. Di antaranya yaitu:  Berdasarkan Direktorat Jendral Pendidik- an Tinggi (DIKTI  ). Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan telah mencanang-kan program pengembangan pendidikan tinggi da-lam tahapan 5 tahunan yang dapat dijelaskan da-lam bentuk Tabel 1. T ABEL 1 T AHAPAN P ROGRAM P ENGEMBANGAN P ERGURUAN T INGGI DITJEN   DIKTI Periode  Tema Pengembangan   2005-2010  Peningkatan Kapasitas & Modernisasi   2010-2015  Penguatan Pelayanan   2015-2020  Daya Saing Regional   2020-2025  Daya Saing Internasional   DIKTI memiliki versi tersendiri mengenai acuan Universitas Kelas Dunia, dimana hal ini dijadikan se-bagai acuan juga oleh universitas atau institusi pendidikan di Indonesia, yaitu sesuai de-ngan surat Ditjen Dikti No. 2045/D/T/2007 ter-tanggal 25 Juli 2007 [1], dijelaskan mengenai World Class University  (WCU) pada Lampiran 1 Tabel 1. Dari 34 kriteria pada Lampiran 1 Tabel 1, maka oleh Ditjen DIKTI terbagi menjadi menjadi 5 sub-kriteria yang masing-masing mempunyai bobot tersendiri. Adapun pembagian sub kriteria dari Ditjen DIKTI terbagi menjadi:  Awards  (30 %), Student  Life (20%), Facilities  (10%),  Research & Commu-nities Services (25%),  International Collaboration (15%). Sedangkan kriteria dari beberapa lembaga pemberi akreditasi World Class University  sangat berbeda dengan kriteria yang dicanangkan oleh DIKTI. Berdasarkan Times Higher Education Supplement (THES). Times Higher Education  (THE) atau lebih dikenal dengan Times Higher  Education Supplement   (THES) merupakan maja-lah mingguan yang berbasis di London, secara khusus melaporkan berita dan masalah terkait pendidikan tinggi. Kriteria berdasarkan THES dalam menilai dan memberikan rangking untuk World Class University  dapat dilihat pada Tabel 3 [2]. T ABEL 3 K RITERIA DAN I NDIKATORS THES Kriteria   Indikator   Bobot Penilaian  Kualitas riset Peer review 40% Sitasi per dosen 20% Keterserapan lulusan Review perekrut 10% Citra internasional Dosen internasional 5% Mahasiswa internasional 5% Kualitas Pengajaran Dosen 20% Total   100%   Secara detil komposisi skema penilaian World Class University dalam penilaian THES dapat dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan Shanghai Jiao Tong Univer- sity  (ARWU). Shanghai Jiao Tong University me-rupakan universitas riset publik yang berada di Shanghai, China.  Academic Rangking of World University  (ARWU) diterbitkan pertama kali pada Juni 2003 oleh Center for World-Class University  (CWCU) Shanghai Jiao Tong Uni-versity  dan diperbaharui setiap tahun. ARWU menggunakan 6 indikator objektif yang dapat dilihat pada Tabel 4 untuk menentukan peringkat universitas kelas dunia [3]. Gambar 1. Skema Penilaian THES  Yunus Fadhillah, et al., Analisa dan Perencanaan Strategis Sistem dan Teknologi Informasi  19 T ABEL 4 K RITERIA DAN I NDIKATOR P ENILAIAN ARWU Kriteria Indikator Bobot Kualitas pendidikan Alumni yang memenangi Hadiah Nobble dan Field Medals. 10% Kualitas pengajar Pengajar yang memenangi Hadiah Nobble dan Field Medals. 20% Riset yang paling disitir dalam 21 kategori. 20% Luaran riset Artikel ilmiah yang dipublikasi di Majalah Nature dan Majalah Science. 20% Artikel yang disitir oleh Science Citation Index. 20% Ukuran institusi Performa akademik dalam kaitannya dengan ukuran institusi. 10% Total 100% Tujuan ARWU di awal untuk mendirikan universitas global China. Akan tetapi banyak dikutip hasil laporannya oleh berbagai universitas di dunia dikare-nakan menggunakan metodologi secara ilmiah, stabil dan transparan. Berdasarkan WEBOMETRIC. Webome-trics adalah salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur dan memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan ting-gi terbaik di dunia ( World Class University ) mela-lui website universitas tersebut. Kriteria World Class University  menurut Webometrics [4], lebih banyak ditekankan kepada penyajian data-data capaian kinerja perguruan tinggi yang dapat diakses melalui website. Dengan demikian, jika versi ini yang ingin dicapai, maka pemutakhiran data-data di website IBI KKG harus menjadi prioritas utama kita semua. Adapun krite-ria  penilaian World Class University  berdasarkan webometric pada Tabel 5. T ABEL 5 K RITERIA P ENILAIAN W EBOMETRIC   Kriteria Ukuran : Bobot Jumlah halaman referensi tentang IBIKKG dan sivitas akademikanya, yang dapat didapatkan melalui mesin pencari Google, Yahoo, Live Search, dan Exalead. 2 Keterlihatan : Jumlah link eksternal yang berkaitan dengan IBI KKG dan sivitas akademikanya, yang dapat diakses melalui mesin pencari (Yahoo dan MSN). 4 Dokumen : Adanya dokumen-dokumen dalam format Adobe Acrobat PDF, Adobe Postcript, Micro-soft Word, dan Microsoft Powerpoint dari artikel-artikel akademik sivitas akademika IBIKKG yang dapat diekstrak dari internet. 1 Pandit/Pakar : Melalui mesin pencari Google terdeteksi sejumlah artikel dan sitasi dari setiap akademisi. Kepakaran akademisi IBI KKG harus dapat terdeteksi oleh mesin pencari Google di internet. 1 Data peringkat perguruan tinggi berdasarkan penilaian web universitas ini diperbaharui setiap 6 bulan secara independen, bebas, terbuka secara ilmiah. 2. Metode Penelitian Metodologi yang dilakukan penulis dengan meng-gunakan beberapa kerangka metodelogi dan pen-dekatan.  Balanced Scorecard.  Balanced scorecard   pada Gambar 2 merupakan pendekatan untuk mengukur kinerja suatu organi-sasi atau departemen yang cukup komprehensif dan mampu melipat gandakan kinerja di masa yang akan datang [5]. Penurunan balanced scorecard [6] di dalam organisasi ini diturunkan dari visi dan misi organi-   Gambar 3. Zachman Framework (1996)  20    Journal of Information System, Volume 12, Issue 1, April 2016   sasi ke dalam 4 perspektif, yaitu: keuangan, bisnis proses organisasi, mahasiswa & pihak yang ber-kepentingan, serta pembelajaran dan inovasi. Setiap perfektif mempunyai tujuan, indikator penilaian, pengukuran, target yang dicapai dan tin-dakan yang dilakukan untuk mencapai target ter-sebut yang saling berkaitan erat. Zachman Framework Pengembangan sumber daya manusia pada pada setiap departemen terutama pada  Information Communica-tion Technology  (ICT) menggunakan konsep berpikir dengan menerapkan dan melak-sanakan kegiatan kerja setiap individu berbasis What, How, Where, Who, When  dan Why  dalam setiap pengembangannya [7][8]. Pembentukan sumber daya manusia pada or-ganisasi mengikuti pola kerangka pemikiran di atas, disadari bukanlah merupakan hal yang mu-dah. Beberapa pendekatan akan dilakukan dalam membentuk pribadi setiap individu dalam organi-sasi yang antara lain, melakukan pembelajaran secara internal dalam lingkungan organisasi dan departemen atau bagian, melakukan pelatihan ber-kelompok yang dilakukan internal dan eksternal maupun pendekatan lainnya baik secara aturan, kebijakan dalam organisasi IBI KKG maupun pe-tunjuk serta pengarahan langsung dari atasannya. Control Objective for Information and related Technology (COBIT) Framework  Tata kelola teknologi informasi mempunyai ba-nyak sekali tools , salah satunya adalah COBIT ( C  ontrol OB  jective for  I  nformation and related T  echnology) Framework   yang ditampilkan pada Gambar 4 [9]. Cobit Framework   menyediakan ukuran, indikator, proses dan kumpulan praktisi terbaik dalam membantu organisasi mencapai op-timalisasi dari pengelolaan teknologi informasi dan pengendalian terhadap manajemen teknologi informasi yang cocok untuk suatu organisasi. Secara umum, COBIT terbagi menjadi 4 do-main besar, yaitu Planning and Organisation  (PO),  Acquisition and Implementation  (AI),  Deli-very and Support   (DS),  Monitoring and Evaluate  (ME). Selanjutnya, untuk memenuhi tujuan bis-nis, informasi memerlukan kriteria pengendalian tertentu, yang dalam hal ini didefinisikan oleh COBIT adalah: ã   Efektivitas (  Effectiveness ), terkait dengan informasi relevan dan berhubungan pada proses bisnis dalam penyampain secara tepat waktu, benar, dan konsisten. ã   Effisiensi (  Efficiency ), terkait dengan keten-tuan informasi melalui penggunaan sumber daya yang optimal. ã   Kerahasiaan ( Confidentiality ), terkait de- Gambar 4. COBIT Framework. (2000)
Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks