Documents

15 pages
9 views

Definisi Termoregulasi

of 15
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Definisi Termoregulasi
Transcript
  Definisi Termoregulasi Termoregulasi adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan  panas dan kehilangan panas agar dapat mempertahankan suhu tubuh di dalam batas batas normal. Bayi segera setelah lahir dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (kontak kulit ibu ke kulit  bayi) dan Intake makanan yang adekuat merupakan suatu hal yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh..   Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya, sehingga akan cenderung mengalami stress fisik akibat adanya perubahan suhu di luar uterus. Fluktuasi (naik turunya) suhu di dalam uterus minimal, rentang maksimal hanya 0,6ºC karena cairan ketuban dalam uterus suhunya relatif tetap. Suhu di dalam uterus sekitar 36ºC-37ºC sedangkan suhu ruangan sekitar 24ºC-32ºC maka bayi segera setelah lahir akan menyesuaikan diri terhadap lingkungan di luar uterus yang sangat berbeda dengan kondisi dalam uterus.   B.   Termoregulasi Pada Bayi Baru Lahir (Perlindungan Termal)   Secara umum dikatakan normal apabila memiliki ciri sebagai berikut :   1.   Lahir pada masa gestasi 37  –   42 minggu   2.   Ukuran antropometri : berat badan berkisar antara 2500 gram  –   4000 gram, panjang badan 48  –   52 cm, lingkar dada 30  –   38 cm, lingkar kepala 32  –   37 cm   3.   Tanda vital dalam batas normal   4.   Tidak ada kelainan / kecacatan   Pada bayi-baru lahir, akan memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh yang belum efisien dan masih lemah, sehingga penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tidak terjadi hipotermi. Proses kehilangan panas pada bayi dapat melalui proses konveksi, evaporasi, radiasi dan konduksi. Hal ini dapat dihindari bila bayi dilahirkan dalam lingkungan dengan suhu sekitar 25-28 0C, dikeringkan dan dibungkus dengan hangat.Simpanan lemak yang tersedia dapat digunakan sebagai produksi panas.   Intake makanan yang adekuat merupakan suatu hal yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh. Jika suhu bayi menurun, lebih banyak energi yang digunakan untuk memproduksi panas daripada untuk pertumbuhan dan terjadi peningkatan penggunaan O2, Bayi yang kedinginan akan terlihat kurang aktif dan akan mempertahankan panas tubuhnya dengan posisi fleksi dan meningkatkan pernafasannya secara menangis, sehingga terjadi peningkatan penggunaan kalori yang mengakibatkan hipoglikemi yang timbul dari efek hipotermi, begitu juga hipoksia dan hiperbilirubinemia.   Suhu yang tidak stabil juga mengidentifikasikan terjadinya infeksi, sehingga tindakan yang dilakukan harus menghindari terjadinya kehilangan panas pada bayi baru lahir. Suhu tubuh bayi yang normal sekitar 36,5-37 0C    C.   Faktor Yang Berperan Dalam Kehilangan Panas Bayi   Faktor yang paling berperan dalam kehilangan panas pd tubuh bayi :   1.   Luas permukaan tubuh bayi.   2.   Pusat pengaturan suhu tubuh bayi yg belum berfungsi secara sempurna.   3.   Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas. Pada lingkungan yang dingin, pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. Timbunan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh dan mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100%. Untuk membakar lemak coklat, seorang bayi menggunakan glukosa untuk mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh seorang bayi baru lahir dan cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. Semakin lama usia kehamilan semakin banyak persediaan lemak coklat bayi.   Jika seorang bayi kedinginan, dia akan mulai mengalami hipoglikemia, hipoksia dan asidosis. Sehingga upaya pencegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan  berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada bayi baru lahir. Suhu tubuh normal pada neonatus adalah 36,5ºC-37,5ºC melalui pengukuran di aksila dan rektum, jika nilainya turun dibawah 36,5ºC maka bayi mengalami hipotermia.   D.   Tanda Dan Gejala Hipotermia   Hipotermia dapat terjadi setiap saat apabila suhu di sekeliling bayi rendah dan upaya mempertahankan suhu tubuh tidak diterapkan secara tepat terutama pada masa stabilisasi yaitu 6-12 jam pertama setelah lahir. Misalkan bayi baru lahir dibiarkan basah dan telanjang selama menunggu plasenta lahir meskipun lingkungan di sekitar bayi cukup hangat.   Gejala awal hipotermi apabila suhu <36°C atau kedua kaki & tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang (suhu 32-36°C). Disebut hipotermi berat bila suhu <32°C, diperlukan termometer ukuran rendah (low reading thermometer) yang dapat mengukur sampai 25°C. (Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo, 2001). Disamping sebagai suatu gejala, hipotermi merupakan awal  penyakit yang berakhir dengan kematian. (Indarso, F, 2001). Sedangkan menurut Sandra M.T. (1997) bahwa hipotermi yaitu kondisi dimana suhu inti tubuh turun sampai dibawah 35°C.   Tanda dan Gejala hipotermia:   1.   Sejalan dengan menurunnya suhu tubuh, bayi menjadi kurang aktif, letargis, hipotonus, tidak kuat menghisap ASI dan menangis lemah.   2.   Pernapasan megap-megap dan lambat, denyut jantung menurun.    3.   Timbul sklerema : kulit mengeras berwarna kemerahan terutama dibagian punggung, tungkai dan lengan.   4.   Muka bayi berwarna merah terang   5.   Hipotermia menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung, perdarahan terutama pada paru-paru, ikterus dan kematian.   E.   Penilaian Hipotermi Bayi Baru Lahir   1.   Gejala Hipotermi Bayi Baru Lahir    a.   Bayi tidak mau minum atau menetek     b.   Bayi tampak lesu atau mengantuk saja   c.   Tubuh bayi teraba dingin   d.   Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras(Skleremia)   2.   Tanda-Tanda Hipotermi Sedang (Stress Dingin)   a.   Aktifitas berkurang, letargis    b.   Tangisan lemah   c.   Kulit berwarna tidak rata   d.   Kemampuan menghiisap lemah   e.   Kaki teraba dingin   3.   Tanda-Tanda Hipotermi Berat (Cedera Dingin)   a.   Sama dengan hipotermi sedang    b.   Bibir dan kuku kebiruan   c.   Pernafasan lambat   d.   Pernafasan tidak teratur    e.   Bunyi jantung lambat   f.   Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemi dan asidosis metabolic   4.   Tanda-Tanda Stadium Lanjut Hipotermi   a.   Muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang    b.   Bagian tubuh lainnya pucat   c.   Kulit memgeras dan timbul kemerahan pada punggung, kaki dan tangan (Sklerema)   F.   Mekanisme Kehilangan Panas Tubuh Bayi   Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara-cara berikut:    1.   Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas dapat terjadi karena  penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan. Kehilangan panas juga terjadi pada bayi yang terlalu cepat dimandikan dan tubuhnya tidak segera dikeringkan dan diselimuti. Misal : BBL tidak langsung dikeringkan dari air ketuban, selimut atau popok basah bersentuhan dengan kulit bayi.   2.   Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan  permukaan yang dingin. Meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan diatas benda-benda tersebut. Misal : popok/celana basah tidak langsung digantI, tangan perawat yang dingin, tempat tidur, selimut, stetoskop yang dingin   3.   Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas. Kehilangan panas juga terjadi jika terjadi konveksi aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan. Misal : BBL diletakkan dekat pintu/jendela terbuka, Aliran udara dari pipa AC.   4.   Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda-benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung). misal : BBL diletakkan ditempat yang dingin, Udara dingin pada dinding luar dan jendela, Penyekat tempat tidur bayi yang dingin   G.   Pencegahan Kehilangan Panas  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks