Documents

16 pages
108 views

Chapter II

of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
jhj
Transcript
   BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1.   Membaca 1.1   Definisi Membaca Menurut Artanto (2009) Membaca merupakan aktivitas pencarian informasi melalui lambang-lambang tertulis kemudian menalarkannya. Menurut Soedarso (2004) “Membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan menggerakkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah”. Aktivitas yang kompleks dalam membaca meliputi pengertian dan khayalan, mengamati, serta mengingat-ingat.  Nurhadi (1987) lebih detail mengungkapkan, membaca melibatkan banyak hal meliputi intelegensi (IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca, sarana membaca, teks bacaan, faktor lingkungan atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca. Dari definisi di atas dapat disimpulkan membaca merupakan aktivitas yang kompleks untuk memperoleh informasi. Kompleksan dalam membaca meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi intelegensi (IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, dan tujuan membaca, sedangkan faktor eksternal meliputi sarana membaca, teks bacaan, faktor lingkungan atau faktor latar  belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca. Universitas Sumatera Utara  1.2   Mekanisme Membaca Kegiatan membaca dilakukan bersama-sama oleh mata dan otak. Mata  bekerja seperti kamera kemudian otak memprosesnya. Otak menyerap apa yang dilihat mata. Unsur utama membaca adalah otak, mata hanya alat yang mengantar gambar ke otak lalu otak memberikan interpretasi terhadap apa yang dituju oleh mata. Interpretasi itu dapat pada saat itu atau seketika itu juga atau tertunda, dapat  pula terjadi secara akurat atau salah, mudah atau penuh dengan kesulitan. Interpretasi tidak tergantung pada ketajaman penglihatan, tetap kejernihan dan kekayaan pengertian dan persepsi. Cahaya yang memantul dari benda masuk ke mata melalui kornea mata atau selaput bening. Cahaya itu diatur oleh iris atau selaput pelangi, dengan mengecilkan atau membesarkan lubang masuknya cahaya (pupil). Pengerutan dan  pengunduran otot-otot mata menyebabkan lensa mengembung atau mengecil agar  bayangan yang terbentuk di retina hanya terdapat pada satu titik. Retina yang terdiri dari berjuta reseptor cahaya mengubah energi cahaya menjadi isyarat-isyarat yang akan disampaikan ke otak. Dengan bantuan saraf otak bertindak sebagai komputer dan menjamin segala sesuatu berjalan lancar. Korteks atau  bagian otak yang paling utama merupakan 80% dari seluruh penampangan otak dan terdiri atas badan-badan sel neuron yang berjumlah kira-kira 10.000 juta  jumlahnya. Korteks inilah yang menentukan inteligensi, ingatan, berpikir ,semua kegiatan mental dan fisik (Soedarso, 2004). Otak dan mata terus-menerus menganalisa isyarat yang diterima dan membandingkan dengan pengalaman yang sudah lampau. Informasi yang banyak sekali diterima sebelumnya dijadikan dasar untuk memberikan reaksi atas Universitas Sumatera Utara  masuknya suatu isyarat. Dalam membaca, persepsi, dan interpretasi otak terhadap tulisan yang dilihat oleh mata dapat dilihat pada lamanya mata berfiksasi. Apabila fiksasi kuat, pembaca tidak akan berhenti lama di satu fiksasi, tetapi segera meloncat ke fiksasi selanjutnya (Wainwright, 2006). 1.3   Manfaat Membaca Menurut Hernowo (2005) manfaat membaca yang paling umum adalah untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, sedangkan manfaat khusus dari kegiatan membaca adalah meningkatkan daya fungsi otak. Lebih lanjut menurut Ayan (dikutip dari Herwono, 2005) menyampaikan beberapa manfaat membaca  bagi kecerdasan yaitu: (1) menambah kosakata dan pengetahuan yang baru; (2) memicu daya imajinasi; (3) mengembang kecerdasan intrapersonal. Fatmawati (2005) menguraikan manfaat membaca antara lain dapat: (1) menemukan sejumlah informasi dan pengetahuan yang sangat berguna dalam  praktek hidup sehari-hari; (2) berkomunikasi dengan pemikiran, pesan, dan kesan  pemikir-pemikir kenamaan dari segala penjuru dunia; (3) mengikuti  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakir dunia; (4) mengetahui  peristiwa besar dalam sejarah, peradapan dan kebudayaan suatu bangsa; (5) memecahkan berbagai masalah kehidupan dan menghantarkan seseorang menjadi cerdik dan pandai. 1.4   Tujuan Membaca Menurut Nurhadi (2004 dikutip dari Fatmawati, 2005) berpendapat bahwa tujuan membaca antara lain: (1) memahami secara detail dan menyeluruh isi buku; (2) menangkap ide pokok/gagasan utama buku secara cepat (waktu terbatas); (3) mendapatkan informasi tentang sesuatu (misalnya, kebudayaan suku indian); (4) Universitas Sumatera Utara  mengenali makna kata-kata (istilah sulit); (5) ingin mengetahui peristiwa penting yang terjadi di masyarakat sekitar; (7) ingin memperoleh kenikmatan dari karya fiksi; (8) ingin memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan; (9) ingin mencari merek barang yang cocok untuk dibeli; (10) ingin menilai kebenaran gagasan pengarang/penulis; (11) ingin mendapatkan alat tertentu ( instrument affect  ); (12) ingin mendapatkan keterangan tentang pendapat seseorang (ahli) atau keterangan tentang pendapat seseorang (ahli) atau keterangan tentang definisi suatu istilah. Secara singkat tujuan membaca adalah (1) membaca untuk tujuan studi (telaah ilmiah); (2) membaca untuk tujuan menangkap garis besar bacaan; (3) membaca untuk menikmati karya sastra; (4) membaca untuk mengisi waktu luang; (5) membaca untuk mencari keterangan tentang suatu istilah. 1.5   Jenis-jenis Membaca Tujuan kegiatan membaca ada beraneka ragam, berdasarkan tujuan yang  beragam itu muncul jenis membaca yang biasa dipakai, yaitu sebagai berikut: (1) membaca intensif; (2) membaca kritis; (3) membaca cepat. Keterampilan membaca intensif merupakan kunci untuk memperoleh ilmu. Membaca jenis ini biasanya disebut membaca cermat, karena dilakukan dengan hati-hati, teliti, dan secara lambat dengan tujuan untuk memahami keseluruhan  bahan bacaan secara mendalam sampai bagian-bagian yang sekecil-kecilnya, keterampilan membaca seperti ini diperlukan bagi mahasiswa keperawatan untuk membaca bahan bacaan yang sulit untuk dipahami sehingga diperlukan kehati-hatian dan ketelitian. Universitas Sumatera Utara
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks