Documents

4 pages
3 views

CHAPTER 8

of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
L
Transcript
  CHAPTER 8 1.   What is quality ? Quality (kualitas atau mutu) adalah derajat seberapa besar suatu produk dapat diterima oleh pelanggan. Quality merupakan suatu ukuran yang dapat dikendalikan untuk memenuhi kebutuhan yang di spesifikasikan sesuai dengan tingkat penerimaan dan kepuasan konsumen. Mutu terdiri dari dua hal yaitu Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC). Quality Assurance berfungsi pada penyediaan keyakinan bahwa  persyaratan mutu akan terpenuhi. Peran QA dalam pengendalian dan sanitasi yang baik yaitu merencanakan tindakan secara sistematis, pada konsumen bahwasannya persyaratan yang ditetapkan itu baik adanya. Dengan memahami standar mutu produk serta mengetahui prosedur dengan baik maka akan tercipta pengendalian dan sanitasi yang  baik. Berikut adalah struktur organisasi atau divisi dari quality assurance : 2.   What is quality management (TQM) ? Total Quality Management atau TQM merupakan suatu pendekatan yang  berorientasi pada konsumen dengan mengenalkan perubahan manajemen secara sistematik dan perbaikan terhadap proses, produk dan pelayanan pada organisasi. Tujuan TQM menjamin bahwa konsumen puas terhadap produk (barang dan jasa) yang diberikan. Serta menjamin bahwa tidak ada pihak yang akan dirugikan. TQM dapat diartikan sebagai sebuah sistem manajemen yang mengutamakan kualitas sebagai strategi usaha untuk memenuhi kepuasan konsumen dengan melakukan perbaikan pada   produk yang dihasilkan. TQM berbeda dengan QA dan QC, TQM terus melakukan  perbaikan pada produk agar konsumen puas, swdangkan QA dan QC lebih kepada  bagaimana produk dapat sesuai dengan standar mutu yang diinginkan. Total Quality Management juga melakukan pengendalian dan pengawasan pada proses produksi yang menerapkan sanitasi dan pengujian secara menyeluruh. 3.   Why should QA personel not be placed under the supervison of production management? Program QA adalah bagian dari manajemen puncak dan bukan dibawah yuridiksi. Ini dikarenakan QA adalah bagian dari manajemen puncak, maka QA tidak ditempatkan dibawah departemen produksi. Dalam hal ini personil QA tidak tidak bertanggung jawab untuk manajemen produksi dan dapat melapor langsung pada manajemen puncak. Dalam  praktek sanitasi, QA bertanggung jawab untuk memastikan bahwa masalah atau  penyimpangan dapat diperbaiki selain memeriksa produk akhir dan menentukan stabilitas atau menjaga kualitas. Sehingga dengan adanya QA yang mendukung produksi manajemen, keamanan pangan dapat terjaga dan konsumen dapat menerima produksi makanan secara sehat. 4.   What is SQC ? SQC atau Statistical Quality Controol merupakan suatu metode yang digunakan untuk pemeriksaan yang berkaitan dengan sampel yang sedang diuji untuk mengetahui kualitas produk. Tujuan dari SQC yaitu untuk memutuskan apakah perusahaan dapat menolak atau audit kualitas produk. SQC diperlukan suatu perusahaan untuk mengetahui kualitas bahan. Manfaat SQC yakni memberitahukan cara penentuan kesalahan, mengurangi biaya pemeriksaan, mengurangi bahan terbuang dan produk return serta memberikan solusi untuk perbaikan kemampuan proses. 5.   What is CUSUM ? CUSUM (cumulative Sum) adalah grafis perpotongan penjumlahan yang memonitori adanya penyimpangan dari nilai control. Teknik monitoring CUSUM dapat dimasukkan dalam operasi sanitasi yang mengharuskan tingkat presisi yang lebih tinggi  dibandingkan dari hasil statistic grafik QC biasa. Grafik CUSUM memberikan hasil  perubahan data yang lebih akurat, mendeteksi dengan cepat dan mengkoreksi adanya  penyimpangan serta perkiraan trend grafis. Hal iini meningkatkan pengendalian proses optimal untuk berbagai aplikasi. Grafik control CUSUM memonitor kejadian kumulatif dari penyimpangan atau pergeseran dengan menggunakan jumlah deviasi dari  pengamatan terhadap suatu titik referensi. Dengan menggunakan grafik ini, akan lebih mudah dalam menemukan perubahan dalam pergeseran proses. 6.   What are class I, II, and III recalls ? Recall adalah penarikan kembali suatu produk dari distribusi ataupun pasaran akibat adanya kerusakan atau akibat lain pada produk tersebut. Recall dibagi menjadi tiga kelas, yakni : a.   Kelas I : Sebagai hasil dari situasi dimana ada kemungkinan wajar bahwa  penggunaan atau paparan produk cacat yang menyebabkan bahaya kesehatan masyarakat termasuk keamanan.  b.   Kelas II : Sebagai hasil dari situasi dimana penggunaan atau paparan produk cacat yang menyebabkan bahaya kesehatan yang merugikan sementara. c.   Kelas III : Sebagai hasil dari situasi dimana penggunaan atau paparan produk cacat tidak menyebabkan bahaya kesehatan. 7.   What are quality control charts ? Quality control charts adalah grafik dengan mencantumkan batas maksimum dan  batas minimum, yang merupakan batas daerah pengendalian dan digunakan untuk menddeteksi apakah sebuah proses tersebut dalam kondisi terkontrol secara statistik atau tidak. Diagram control kualitas dikembangkan untuk membdakan antara dua jenis variasi dan guna menentukan apakah sebuah system dibawah control. Tujuan utamanya yakni  untuk menentukan metodologi terbaik, mengingat sumber daya yang tersedia dan guna memantau titik control. Manfaat control chart antara lain : a.   Mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi selama satu periode produksi.  b.   Memberikan informasi proses secara kronologis, yakni menunjukkan  bagaimana pengaruh berbagai factor (material dan metode) terhadap proses  produksi. c.   Mengidentifikasi gejala penyimpangan suatu proses, yakni dengan memperhatikan pola atas pergerakan titik, sehingga dapat menghindari over control atau pengontrolan terlalu ketat. 8.   What is difference between quality assurance (QA) and quality control (QC) ? Perbedaan QA dan QC yakni jika QA bertujuan untuk memastikan proses  pengembangan suatu produk agar berjalan dengan bai, sedangkan QC bertujuan untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan atau sesuai spesifikasi awal yang diterapkan. Peran dari masing-masing yaitu dalam pengendalian mutu QA harus memahami standar yang berhubungan dengan produk dan kemudian dapat membuat prosedur serta mendokumentasi hasil. Sedangkan QC verperan dalam pelaksanaan prosedur yang telah dibuat untuk proses produksinya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks