Documents

22 pages
139 views

BAB V (PEMBAHASAN GAMBARAN TINGKAT SPIRITUAL PASIEN GGK)

of 22
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
PEMBAHASAN
Transcript
  69 BAB V PEMBAHASAN A.   Interpretasi Hasil Dan Diskusi Kebutuhan spiritualitas merupakan kebutuhan yang penting untuk dipenuhi pada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik yang harus di hemodialisis secara rutin selain aspek kebutuhan lainnya, karena penyakit ini dapat berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan penderitanya baik fisik,  psikologis maupun spiritual. Spiritualitas menurut Puchalski (2001) dapat digunakan sebagai salah satu sumber koping selain itu spiritualitas memberikan dampak yang positif bagi kesehatan dan dapat dijadikan sebagai sumber penyembuhan (healing) . Menurut Bussing et al (2010) kebutuhan spiritual meliputi: kebutuhan religi atau keagamaan; kebutuhan mendapatkan kedamaian; eksistensi diri; serta kebutuhan untuk memberi. Setiap orang memiliki kebutuhan ini namun demikian  berbeda dalam aspek maupun tingkat kebutuhannya masing- masing, sehingga  penting untuk dilakukan kajian terlebih dahulu dalam menentukan kebutuhan spiritual pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kebutuhan kedamaian menjadi kebutuhan spiritual yang paling banyak dibutuhkan oleh responden diikuti oleh aktif memberi dan religius. Kebutuhan religi menjadi kebutuhan yang dibutuhkan dibanding kebutuhan eksistensi. Secara umum seluruh kebutuhan ini dipilih oleh sebagian besar responden, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh kebutuhan ini penting untuk diperhatikan dan 69  70 diupayakan pemenuhannya. Dilihat dari tingkatan sampai seberapa penting  pemenuhan kebutuhan spiritual, kebutuhan kedamian menjadi kebutuhan yang dibutuhkan dibanding kebutuhan spiritual pada dimensi lainnya, hal ini  berdasarkan pada pilihan responden yang diperoleh pada masing - masing dimensi. Seberapa penting tingkatan kebutuhan spiritual pada dimensi lainnya secara berurutan dituliskan sebagai berikut dimensi religi, dimensi aktif memberi, dimensi kedamaian dan dimensi eksistensi. 1.   Kebutuhan Religi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan religi merupakan kebutuhan yang paling banyak dibutuhkan oleh responden dibandingkan kebutuhan memberi, eksistensi dan kedamaian. Menurut Nuraeni (2012) spiritualitas bagi pasien dapat berarti penerimaan dan kepasrahan kepada Tuhan namun disertai dengan usaha dan ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan, dalam penelitian ini salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan adalah melaui berobat dan terus berdoa, kebutuhan spiritual dari dimensi religi yang dianggap sangat - amat sangat dibutuhkan pada pasien gagal ginjal kronik dalam penelitian ini adalah berdoa, baik untuk diri sendiri maupun didoakan oleh orang lain dan membaca buku bertemakan agama. Terkait dengan keyakinan ini, perawat sebagai tenaga kesehatan yang selama 24 jam mendampingi pasien perlu membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan akan keagamaannya, seperti berdoa bersama dengan  pasien, menyediakan buku-buku keagamaan, dan memfasilitasi ibadah  pasien.  71 Carson (2002) menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan personal individu. Lebih lanjut dikatakannya bahwa keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik, yang tidak dapat diukur. Mengingat pentingnya peranan spiritual dalam penyembuhan dan pemulihan kesehatan maka penting bagi perawat untuk meningkatkan  pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual dengan baik kepada semua klien. Tingkat religiusitas juga berpengaruh pada ketahanan individu untuk menghadapi kondisi yang mungkin memberi pengaruh buruk bagi mental, seperti diungkapkan oleh Braam et al. (2004) bahwa   “  religion may offer a frame of reference toward questions of life, suffering and death, and may help to accept a decrease in physical functioning in light of religious and spiritual values” (p. 485).   Secara umum, kesehatan mental dan fisik akan saling mempengaruhi, sehingga individu yang memiliki religiusitas tinggi akan memiliki kondisi mental dan fisik yang baik.  Najlah Naqiyah (Naqiyah, 2005) menyatakan bahwa religius dibutuhkan individu dalam mengkonstruksi makna atas pengalaman hidup, karena dengan adanya kepercayaan pribadi untuk memberikan makna luar  biasa kepada realitas kehidupan, agama akan mampu mengarahkan individu untuk memberikan penerimaan tulus atas musibah yang terjadi. Sementara literatur menunjukkan bahwa individu cenderung melihat Tuhan dan  perkumpulan agama ( God and their congregation ) sebagai sebuah sumber  72 cinta dan dukungan dibandingkan sebagai sumber rasa sakit dan hukuman (e.g., Croog and Levine 1972; Bearon and Koenig 1990; Pargament, 1998). Ibadah atau komunikasi dengan Tuhan merupakan sumber kekuatan. Hal ini merupakan salah satu tema yang dihasilkan pada kategori kedua. Menurut Hamid (2000), dalam kondisi sakit akan meningkatkan keinginan dan keyakinan spiritualitasitas dari seseorang untuk melakukan sembahyang dan berdoa. Partisipan juga mengungkapkan bahwa sakit yang dialami mendorong mereka untuk lebih dekat dengan Tuhan dan lebih  banyak beribadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat responden yang sangat membutuhkan kebutuhan spiritual religi pada aspek berdoa dengan orang lain sebanyak 56,9%, seseorang berdoa sebanyak 56,9%, dan berdoa untuk diri sendiri 84,6%, serta beralih dan mendekat dengan Tuhan sebanyak 90,8%. Aktivitas aspek spiritual religius yang banyak dilakukan adalah berdoa dan mendekat dengan Tuhan. Berdoa mengantarkan mereka memperoleh ketenangan dan mengatasi kecemasan yang dialami. Penelitian dengan menggunakan metodologi grounded theory menyatakan bahwa  berdoa merupakan cara yang efektif untuk mengatasi penderitaan, menumbuhkan semangat, mengatasi ketakutan dan kecemasan serta menjaga mereka untuk tetap dapat berhubungan dengan orang-orang di lingkungannya. Percaya pada Tuhan, berdoa, berbicara dengan orang lain dan membuat rencana kegiatan spiritual menjadi kekuatan internal bagi mereka. Pasien yang menggunakan spiritualitas untuk mendapatkan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks