Documents

13 pages
164 views

BAB I

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
kecemasan
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Menurut World Health Organization (WHO) remaja adalah tahapan individu yang mengalami pubertas dimana terjadi transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. 1  Sekitar seperlima dari penduduk dunia merupakan remaja berumur 10-19 tahun dan sekitar 900 juta berada di negara sedang berkembang. Di dunia diperkirakan kelompok remaja berjumlah 1,2 milyar atau 18% dari  jumlah penduduk dunia. 2  Data demografi di Amerika Serikat menunjukkan  jumlah remaja berumur 10-19 tahun sekitar 15% populasi.   Pertumbuhan  jumlah remaja di seluruh dunia sangat tinggi, hal ini semakin dikuatkan oleh data yang dirilis  Population Reference Bureau (PRB) yang menyebutkan  bahwa populasi anak muda usia 10-24 tahun didunia pada tahun 2013 mencapai 1,81 milliar jiwa atau 25% dari total populasi didunia. Dan diperkirakan pada tahun 2050 populasi anak muda usia 10-24 tahun mencapai 1,9 milliar jiwa. 3  Di Asia Pasifik jumlah penduduknya 60% dari penduduk dunia, seperlimanya merupakan remaja umur 10 - 19 tahun. 4  Peraturan Menteri 1   World Healt Organization (WHO) . 2015 2  InfoDATIN. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia . Kemenkes RI: Jakarta Selatan; 2016 3    Population Reference Bureau, 2013 .   4   Soetjiningsih. Bahan Ajar: Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto. 2010  2 Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. 5  Menurut Dinas Kesehatan RI, tahap perkembangan pada remaja dibagi atas 3 tahapan yakni: remaja awal (10-14 tahun), remaja tengah (15-16 tahun) dan remaja akhir ( 17-19 tahun). 6  Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2010, hasil Sensus Penduduk menunjukkan  bahwa jumlah penduduk Indonesia sebesar 237,6 juta jiwa dan 63,4 juta diantaranya merupakan remaja, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 32.164.436 jiwa (50,70%) dan perempuan sebanyak 31.279.012 jiwa (49,30%). Remaja merupakan populasi terbesar di Indonesia, menurut data BPS pada tahun 2015 jumlah remaja usia 10-24 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 66 juta jiwa atau sama dengan sekitar 25% dari jumlah  penduduk Indonesia. Kelompok umur 10-19 tahun adalah sekitar 21%, yang terdiri atas 51% remaja laki-laki dan 49% remaja perempuan. Besarnya jumlah populasi remaja tersebut dapat meningkatkan  permasalahan yang akan dialami oleh para remaja berhubungan dengan masa tumbuh kembangnya. 7  hasil SDKI-R tahun 2012 Perubahan fisik pada remaja laki-laki yang paling sering disebutkan oleh responden wanita adalah  perubahan suara (69%), sedangkan perubahan fisik pada remaja laki-laki yang paling sering disebutkan oleh responden pria adalah pertumbuhan rambut di wajah, sekitar alat kelamin, ketiak, dada, kaki atau lengan (50%). 5   InfoDATIN. Loc.Cit 6  BKKBN. 2010 7  Ratnadewi, Y.  Perkawinan Dini Perbanyak Remaja yang Melahirkan.. 2015    3 Sementara itu, perubahan fisik remaja laki-laki yang paling jarang disebutkan adalah puting susu mengeras. Pada remaja perempuan,  perubahan fisik yang paling sering disebutkan oleh responden wanita adalah mulai haid (83%), diikuti dengan pertumbuhan payudara (73%). Responden  pria mempunyai pola sebaliknya, mereka lebih cenderung menyebutkan  pertumbuhan payudara (58%), diikuti dengan mulainya haid (43%). Terdapat satu hal yang menarik untuk dicatat, yakni bahwa hanya sedikit responden yang menyebutkan peningkatan gairah seks sebagai salah satu tanda perubahan fisik pada remaja perempuan (4% oleh wanita dan 3% oleh  pria) maupun laki-laki (4% oleh wanita dan 6% oleh pria). 8  Adanya peningkatan gairah seks pada remaja yang disebabkan oleh hormon pubertas memberi dampak pada perubahan sikap dan pola  pemikiran remaja. Data hasil SDKI-R 2012 menunjukkan bahwa sebanyak 29,5% remaja laki-laki dan 6,2% remaja perempuan pernah meraba atau merangsang pasangannya serta 48,1% remaja laki-laki dan 29,3% remaja  perempuan pernah berciuman bibir. Dalam survei tersebut juga terungkap  bahwa umur berpacaran untuk pertama kali paling banyak adalah 15-17 tahun, yakni pada 45,3% remaja laki-laki dan 47% remaja perempuan. Dari seluruh responden yang berusia 10-24 tahun, hanya 14,8% yang mengaku belum pernah pacaran sama sekali. 9  Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan  perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. 8  BKKBN. 2013 9  Ibid.    4 Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai  petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas  perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial. Sifat dan perilaku berisiko pada remaja tersebut memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehtaan remaja termasuk pelayanan untuk kesehatan reproduksi. 10  Masa remaja adalah masa transisi yang didalamnya terdapat  perubahan yang terjadi pada dirinya. Masa remaja juga biasa disebut dengan masa pubertas yaitu suatu masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, remaja banyak mengalami perubahan baik secara fisik, psikologis dan sosial. 11  Pada masa remaja terjadi perkembangan yang dinamis dalam kehidupan individu yang di tandai dengan percepatan pertumbuhan fisik, emosional, dan sosial, Perubahan fisik yang terjadi di antaranya timbul proses pematangan organ reproduksi selain itu juga sudah terjadi  perubahan psikologis. Hal ini mengakibatkan perubahan sikap dan tingkah laku seperti mulai memperhatikan penampilan diri, mulai tertarik dengan lawan jenis, berusaha menarik perhatian dan muncul perasaan cinta yang 10   10  InfoDATIN. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia . Kemenkes RI: Jakarta Selatan; 2016   11  Pieter Herri Zan, S.Psi & Lubis Dr. Namora Lionggo, M.Sc.  Pengantar psikologi dalam keperawatan . Jakarta : Kharisma Putra Utama, 2010.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks