Documents

9 pages
90 views

BAB I.docx

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian Pencak silat secara umum adalah merupakan metode bela diri yang diciptakan untuk mempertahankan diri dari bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kelangsungan hidup. Sedangkan di dalam kamus bahasa Indonesia, pengertian pencak silat diartikan sebagai suatu permainan /keahlian dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang dan m
Transcript
  1   BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Pengertian Pencak silat secara umum adalah merupakan metode bela diri yang diciptakan untuk mempertahankan diri dari bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kelangsungan hidup. Sedangkan di dalam kamus bahasa Indonesia, pengertian pencak silat diartikan sebagai suatu  permainan /keahlian dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang dan membela diri dengan atau tanpa senjata. Ada  juga yang mengatakan bahwa pencak silat adalah gerak bela diri tingkat tinggi yang disertai dengan perasaan sehingga penguasaan gerak efektif dan terkendali. Pencak silat merupakan salah satu budaya asli bangsa Indonesia, yang sudah diterima oleh masyarakat internasional, dimana perkembangan sebagai olahraga modern yang diterima oleh masyarakat luas akan memberikan konsekuensi ‘logis‘ bahwa pencak silat akan dipelajari dan ditekuni oleh masyarakat yang mempelajarinya, terlihat dari kejuaraan seperti Kejuaraan antar Perguruan tinggi, SEA Games, Asean Beach Game, Asian Indoor Games, dan kejuaraan dunia, bahwa yang menjadi juara umum cabang pencak silat tidak lagi didominasi Indonesia. Pencak silat adalah suatu gerak terencana, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek beladiri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya (Lubis. 2004)  2   Perkembangan pencak silat yang berakar dari budaya bangsa Indonesia perlu dikenalkan dan dipelajari oleh segenap lapisan masyarakat, terlebih bagi para siswa sekolah dan kalangan mahasiswa. Dengan demikian,  perkembangan pencak silat telah lengkap, baik sebagai olahraga kompetitif, sebagai budaya bangsa, maupun sebagai salah satu kegiatan dalam  pendidikan jasmani. Sebagai olahraga prestasi pencak silat sudah menjadi cabang olahraga yang wajib dipertandingkan pada multi event seperti PON, POPNAS, POMNAS. Bahkan ditingkat internasional sudah dipertandingkan ditingkat SEA Games, Asian Indoor Games, dan Asian Beach Games. Tentunya banyak Atlet yang ingin mencapai prestasinya hingga tingkat Nasional bahkan dunia. Dalam pencak silat ada dua jalur untuk mecapai ketingkat nasional yaitu tingkat daerah dan tingkat mahasiswa. Di tingkat daerah cenderung lebih sulit untuk mencapai nasional, sedangkan di tingkat mahasiswa lebih cepat untuk mencapai tingkat Nasional melalui event POMDA, POMNAS, POM ASEAN. Di dalam suatu Universitas ada tempat untuk menyalurkan bakat dan minat mahasiswa yang bernama UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Termasuk beladiri Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate ada di dalam UKM tersebut. Dengan adanya UKM Pencak silat di Universitas banyak mahasiswa berkesempatan untuk memperoleh prestasi yang setinggi  –   tingginya melalui jalur olahraga beladiri pencak silat. Dalam hal ini dibuktikan pada kejuaraan UNEJ CUP JATIM 2013, atlet dari UKM PSHT Universitas Kadiri berhasil memperoleh Juara 1, dan lolos dalam POMNAS. Begitu juga UKM PSHT Universitas Kadiri pada tahun 2012 mengirimkan atlet di Kejuaran SH Terate Cup antar Perguruan  3   Tinggi di Universitas Airlangga berhasil mendapatkan juara 1 di kelas H tanding putra. M enurut Sajoto (1995:8) bahwa kondisi fisik adalah: “satu prasyarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan prestasi seorang atlet,  bahkan dapat dikatakan sebagai keperluan dasar yang tidak dapat ditunda atau ditawar- tawar lagi”.  Ada empat aspek pokok yang menentukan prestasi olahraga, yaitu aspek biologis, aspek psikologis, aspek lingkungan dan aspek  penunjang (Sajoto,1995:2-5). Dari beberapa aspek tersebut kita tidak bisa memungkiri bahwa aspek biologislah yang paling penting. Karena dalam  pembinaan kondisi fisik terdapat aspek biologis yaitu kesegaran jasmani yang menjadi suatu peranan penting dalam mencapai prestasi tertinggi. Cabang olahraga pencak silat juga merupakan cabang olahraga prestasi yang juga memerlukan kondisi fisik yang baik. Untuk meningkatkan kondisi fisik yang  baik mereka membutuhkan latihan yang terprogam. Karena olahraga pencak silat kategori tanding adalah olahraga yang  full body contact. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) didirikan pada tahun 1922 di Madiun, dengan pendirinya Ki Hajar Harjo Utomo. PSHT adalah suatu organisasi pencak silat yang berdasarkan persaudaraan, dimana  persaudaraan disini adalah persaudaraan yang kekal abadi tulus ikhlas tanpa memandang nilai keduniawian dan menganggap satu sama lain seperti saudara sendiri. Dari sini timbulah suatu ikatan yang akan menjadikan manusia mengenal dirinya lebih mendalam, dari mana dia berasal, dimana dia sekarang dan kemana mereka akan kembali.  4   Sebagai upaya melestarikan budaya bangsa Indonesia maka dibentuklah “seni beladiri pencak silat” sebagai salah satu materi dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, dan SH Terate merupakan “Kawah Candra  Dimuka” untuk menggembleng dan mendidik mahasiswa / mahasiswi guna menjadi manusia yang ber-Setia Hati. Materi yang diajarkan di UKM Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Kadiri adalah: Pesaudaraan, olah raga, kesenian, beladiri, dan kerohanian.   Kerja fisik yang sangat berat merupakan salah satu kondisi penuh stres yang dihadapi oleh sistem sirkulasi normal. Hal ini memang benar karena terdapat banyak sekali massa otot rangka di dalam tubuh, yang seluruhnya membutuhkan sejumlah besar aliran darah. Selain itu curah  jantung sering kali harus meningkat sebanyak empat sampai lima kali normal pada seseorang yang bukan atlet, atau sebanyak enam sampai tujuh kali normal pada seorang atlet yang terlatih baik (Guyton, 2007). Berbagai mekanisme kardiovaskuler dan pernafasan harus bekerja secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan oksigen jaringan aktif dan mengeluarkan karbondioksida beserta panas saat melakukan aktivitas fisik. Perubahan sirkulasi meningkatkan aliran darah ke otot, sambil mempertahankan sirkulasi yang adekuat di bagian tubuh lain, selain itu ambilan oksigen dari darah di otot yang bekerja akan meningkat dan ventilasi juga akan meningkat sehingga sejumlah oksigen tambahan akan tersedia, dan sebagian panas serta kelebihan karbondioksida dapat dikeluarkan.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks