Science & Technology

2 pages
7 views

BAB 5.docx

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB 5.docx
Transcript
    TEORI BELAJAR HUMANISTIK Husamah, Pantiwati, Y., Restian, A., & Sumarsono, P. (20016).  Belajar dan Pembelajaran.  Malang: UMM Press. A. Belajar dalam Pandangan Humanistik Humanistik diplopori oleh carl dan abraham maslow, semua manusia membawa dorongan untuk meraih sepenuhnya apa yang diinginkandan erprilaku dalam cara konsistenmenurut diri mereka sendiri.teori ini lebih menekankan pada isi/materi yang harus dipelajari dari pada proses agar membentuk manusia seutuhnya.. aplikasi teori humanistik lebih menunnjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai teknik-teknik yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajarnhumanistik adalah fasilitator bagi siswa, fasilitator mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber belajar yang luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. B. Pandangan Abraham Maslow (Kepribadian Humanistik) 1. Pandangan dasar kepribadian dan perkembangan Ajaran dan dasar psikologi yangdikembangkan, individu sebagai satu kesatuan dan bersifat menyeluruh, ketidakrelevenan penyelidikan dengan hewan, pembawaan baik manusia, potensi kreatif manusia, menekankan kesehatan psikologis, 2. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow Maslow dikenal dengan teori bertingkatnya, tingkah laku manusia dapat dipahami dengan melihat kecenderungan untuk mencapai kepuasan,berdasarkan kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, rasa cinta yang dimiliki, akan harga diri, aktualsas diri, C. Pandangan Carl Rodgers terhadap Belajar Rodger meyakini bahwa siswa mampu menyelesaikan masalah nya sendiri guru hanya dibutuhkan untuk membantu merekan dalam menemukan solusi itu. Menurutnya siswa tidak  perlu belajar sesuatu yang tidak ada artinya siswa hanya akan belajar sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya, dengan memahami proses bukan hanya hasil akhir. D. Pandangan Kolb Terhadap Belajar 1. Experiential Learningg Theory Kolb mendefinisikan belajar sebagai proses dimana pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman, pengetahuan merupakan perpaduan antara memehami dan mentransformasi pengalaman 2. Gaya Belajar menurut kolb Kolb mengemukakan adanya empat kutub kecenderungan seseorang yaitu feeling, anak belajar melalui perasaan. Thinking, anak belajar melalui pemikiran yang terfokus pada  Nama : Dyan Angrahini  Nim : 201710070311053 Kales : Biologi 2 B  analisis logis dan ide-ide. Watcching, anak belajar melalui pengamatan, menilai, menyimak sutu perkara dari berbagai persepektif. Doing, anak juga belajar melalui tindakan, cenderung kuat dalam segi kemampuan melaksanakan tugas E. Pandangan Honey dan Mumford Terhadap Belajar Menurut honey dan mumford terdapat 4 kelompok yaitu a.   Kelompok aktivis, adalah mereka yang senang terlibat dalam kegiatansosial untuk memperoleh pengalama baru  b.   Kelompok refektor, adalah mereka yang memiliki ketelitian mempertimbangkan  baik-buruk untung-rugi sehingga orang seperti ini tidak mudah dipengaruhi  c.   Kelompok teoritis, adalah mereka adalah mereka yang sangat kritis, suka menganalisis, dan berfikir rasional  d.   Kelompok pragmatis, adalah mereka yang memiliki sikap praktis tidak suka  berkepanjangan lebar dengan teori-teori.  F. Pandangan Habermas Terhadap Belajar Belajar akan terjadi jika ada interaksi antara dividu dengan lingkungannya , lingkungan alam dan lingkungan sosial antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Ada tiga tipe  belajar yaitu tipe belajar teknis, belajar praktis, belajar emansipatoris. G. Pandangan Bloom dan Krathwohl Menurut bloom bahwa proses menghafal adalah tingkat terendah dalam kemampuan  berfikir. Masih banyak level yang tinggi yang harus di capai agar proses belajar dapat menghasilkan siswa kompeten. Bloom menunjukan kemampuan yang dicakup oleh siswa meliputi, kawasan kognitif, kawasan efektif, dan kawasan psikomotorik. H. Pandangan Combs Menurut comb ada 5 fakto penghambat pengembangan potensi pada siswayaitu a.   Keterbatasan fisiologi, kondisi fisiologi yang baik dapat mempermudah proses  pembelajaran, namun apabila fisiologis si anak terganggung misalnya sakit maka akan menghambat proses belajar   b.   Tebatasnya kesempatan, anak akan lebih cepat berkembang jika di beri banyak kesempatan,  c.   Keterbatasan kebutuhan manusia, setiap manusia memilikikebutuhan dalam dirinyauntuk mengaktualisasikan kemampuannya  d.   Konsep diri, setiap orang memiliki pendangan atas diriny sendiri, seperti jenis kelamin, bakat, minat, dan kemampuan  e.   Tantangan dan ancaman, merupakan salah satu faktor yang dpat mempengaruhi  pertumbuhan dan perkembangan anak.  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks