Documents

6 pages
163 views

aksi jawab sgd

of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
lkdsjdlkasldhalsd
Transcript
  REKAPAN SGD 1.   Sebutkan dan jelaskan resio apa saja yang dapat dialami pasien pasca tindakan pencabutan atau pasca odontektomi Jawab. a. Beberapa literature menyebutkan terdapat kemungkinan terjadinya cidera saraf antara 0.4% dan 5%. Hal ini kususnya terjadi pada prosedur odontektomi pada gigi molar 3 rahang bawah karena letak dari molar 3 dekat dengan kanalis mandibular sehingga lebih besar kemungkinan mengalami cidera saraf. Hal ini juga memungkinkan terjadinya parastesi akibar cidera ini. b. Pada prosedur odon region maxilla (molar 3) kemungkinan yang dapat terjadi adalah masuknya gigi pada daerah sinus akibat dorongan yg cukup besar pada menggunakan elevator. c. Trismus pada rahang akibat trauma yg besar selama proses odon juga dapat terjadi pasca perawatan. d. Dry soket, hal ini terjadi jika pasien memiliki penyakit sistemik atau mengkonsumsi obat-obatan sehingga hal tersebut dapat memperlama proses penyembuhan dan dapat menimbulkan rasa sakit. e. Perdarahan, 1.   Sebutkan dan jelaskan resiko apa saja yang dapat dialami pasien pasca tindakan pencabutan atau pasca odontektomi ?    Pendarahan : dapat terjadi apabila control pendarahan ntidak baik    Rasa Sakit : (Nyeri tidak parah /ringan, nyeri puncak pasca 1-2 jam,rasa sakit signifikan)    Edema/pembengkakan : biasanya terjadi 24-48 jam pasca pembedahan    Trismus : perdangan oleh otot pengunyahan    Ecchymosis : darah merembes ke subkutan/submukosa 2.   Faktor - faktor apa saja yang membuat pasca tindakan pencabutan atau pembedahan menjadi masalah?    Sering Meludah  Sering meludah sangat sering dilakukan sebagian pasien setelah pencabutan gigi terutama saat sedang menggigit kapas selama 30 menit karena pasien merasa air ludah banyak didalam rongga mulut sehingga akan menetes. Dalam 30 menit tersebut bekuan darah akan terbentuk untuk mencegah darah mengalir. Selain itu, setelah selesai menggigit kapas pun masih ada juga pasien yang sering meludah karena masih ada darah. Jika pasien sering meludah maka bekuan darah tersebut akan hilang dan ikut terbuang bersama air ludah yang dikeluarkan sehingga darah akan tetap mengalir. Solusinya jika air ludah banyak di dalam rongga mulut adalah dengan menelan air ludah tersebut dan jangan dibuang. Air ludah jika ditelan tidak akan menimbulkan efek samping yang dapat merusak tubuh.    Sering Berkumur-kumur  Kebanyakan pasien setelah mencabut gigi sering berkumur-kumur dan tidak sedikit pasien yang berkumur-kumur dengan kuat. Sebagian besar alasan pasien berkumur-kumur karena terdapat banyak darah dan pasien tersebut berfikiran dapat menghilangkan darah dengan cara dikumur-kumur. Namun sebenarnya pemikiran tersebut salah karena dengan berkumur-kumur apalagi berkumur-kumur dengan  kuat maka bekuan darah yang telah terbentuk pada lubang bekas pencabutan gigi akan hilang. Bekuan darah pada lubang bekas pencabutan gigi bertujuan agar darah tidak lagi mengalir. Apabila bekuan darah hilang maka darah akan terus mengalr dan bisa mengakbatkan pendarahan.    Suka Mengisap Gusi Bekas Pencabutan  Tidak sedikit pasien yang suka mengisap lubang bekas pencabutan gigi. Mengisap lubang bekas pencabutan gigi juga dapat menyebabkan bekuan darah yang telah terbentuk akan hilang sehingga darah yang sebelumnya berhenti mengalir akan mengalir kembali.    Makanan dan Minuman Yang Panas  Makan yang panas-panas juga akan menyebabkan bekuan darah pada lubang bekas pencabutan gigi hilang. Justru setelah pencabutan gigi, pasien dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dingin seperti es krim dan lain-lain karena dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dingin-dingin dapat membantu proses pembekuan darah.    Menyentuh Gusi Bekas Pencabutan  Ada beberapa pasien yang sering menyentuh gusi bekas pencabutan gigi. Tangan yang digunakan untuk menyentuh gusi bekas pencabutan gigi tersebut tidak diketahui steril atau tidak. Tangan adalah tempat kuman dan bakteri menempel, sehingga tanpa sadar Anda membawa kuman dan bakteri ke gusi bekas pencabutan gigi dengan cara menyentuhnya. Sehingga gusi tersebut akan terinfeksi oleh bakteri dan proses penyembuhan luka bekas pencabutan gigi akan terhambat dan menimbulkan rasa sakit. (dry soket)    Merokok  Minimal lama berhenti merokok setelah pencabutan gigi adalah 1 hari (24 jam). Rokok mengandung berbagai macam zat beracun dan berbahaya bagi tubuh, dan melalui asap rokok kandungan tersebut akan masuk ke dalam tubuh. Asap rokok tersebut dapat menghambat proses penyembuhan luka bekas pencabutan dan dapat menyebabkan infeksi sehingga timbul rasa sakit/nyeri.    Menggunakan Makan Sisi Bekas Pencabutan  Apabila sisi bekas pencabutan gigi digunakan makan setelah pencabutan gigi maka makanan tersebut akan masuk kedalam lubang bekas pencabutan dan merusak bekuan darah yang telah terbentuk sehingga bekuan darah akan hilang dan darah akan kembali mengalir. Umumnya sisi tersebut jangan digunakan makan selama 1 hari.    Kegiatan Fisik yang Terlalu Berat    Mengkonsumsi Alkohol  3 A. Apa diagnosanya, dan bagaimana penatalaksanaannya?  Diagnosa : Alveolitis (Dry socket) Alasan:    Pasien datang dengan keluhan sakit yang sangat parah sampai tidak bisa tidur.    Dari pemeriksaan klinis terdapat soket alveolar yang masih terbuka, kotor dipenuhi debris dan sisa makanan, tepi kemerahan dan berbau.    Pasien ternyata seringkali berkumur dengan obat kumur listerin karena merasa tidak nyaman dan pasien juga mengatakan bahwa ia merokok satu jam setelah pencabutan. Dry socket   adalah suatu komplikasi setelah ekstrasi gigi dimana bekuan darah pada soket gigi hilang/larut. Setelah pencabutan gigi, proses normal yang terjadi adalah terbentuknya bekuan darah di tempat pencabutan, dimana bekuan ini terbentuk oleh jaringan granulasi, dan akhirnya terjadi pembentukan tulang secara perlahan-lahan. Bila bekuan darah ini rusak maka pemulihan akan terhambat dan menyebabkan sindroma klinis yg disebut alveolar osteitis (dry socket). Penatalaksanaan : 1.   Pertama soket diirigasi dengan larutan saline dengan tujuan untuk membersihkan sisa  jaringan nekrotik pada soket bekas pencabutan gigi. Soket tidak boleh di kuretase sampai ke tulang bagian dalam, karena dapat mengenai tulang yang terbuka dan meningkatkan rasa sakit pada pasien. Soket yang diirigasi dengan larutan saline sebaiknya disedot dengan hati-hati agar bagian yang utuh dapat dipertahankan. 2.   Buatlah pendarahan pada soket untuk merangsang terjadinya bekuan darah. 3.   Letakkan alvogyl pada soket bekas pencabutan gig i. Kandungan alvogyl yaitu iodoform dapat memberikan efek antimikroba, eugenol atau benzokain dapat memberikan efek analgesik saat dimasukkan ke dalam soket dan butamben dapat memberikan anastesi moderate yang efektif. Penggunaan obat lain yaitu meletakkan kasa yang telah diberi iodoform dimasukkan ke dalam soket bekas pencabutan gigi. Kandungan pada obat tersebut eugenol atau benzokain yang dapat menurunkan rasa sakit pada pasien. 4.   Kasa diganti setiap hari untuk 3-6 hari ke depan, tergantung keparahan rasa sakit oleh pasien . Untuk penggantian kasa sebaiknya diirigasi terlebih dahulu dengan larutan saline. 5.   Jika rasa sakit pasien sudah berkurang, kasa dapat dilepas karena apabila kasa diletakkan terlalu lama pada soket akan bertindak sebagai benda asing dan penyembuhan soket akan lebih lama. 6.   . Setelah kasa dilepas instruksikan pasien untuk menjaga kebersihan rongga mulut dan pemberian obat non steroid anti inflamasi (NSAID) analgesik, jika pasien tidak ada kontraindikasi dalam riwayat medis. 3 B. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini bisa terjadi karena seperti yang dikatakan pada kasus Pasien berkumur setelah dilakukan pencabutan, ini menyebabkan gumpalan darah tak dapat dibentuk karena akan hilang saat pasien  tersebut berkumur, pasien juga merokok dimana kandungan nikotin pada rokok dapat menyebabkan dry socket. Zat nikotin pada rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah kapiler (vasokonstriksi), sehingga gagal terjadinya gumpalan darah. 4 a. Apa yang terjadi pada pasien tersebut Pasien telah melakukan odontektomi seminggu yang lalu Pasien mengeluh kesulitan membuka mulut Pasien hanya dapat membuka mulut selebar 2 jari Ini menandakanpasien mengalami trismus Trismus merupakan hal yang wajar terjadi pasca dilakukan tindakan pembedahan dapat bersifat sementara/ permanen Biasanya disebabkan oleh .peradanganyang melibatkan otot pengunyahan . Anastesi menembus otot terutama pterygoideus medial . Inflamasi (edema pasca operasi) 4b. Faktor-faktor apa saja yang memungkinkan terjadinya hal tersebut ? jelaskan    Paska Odontektomi Molar Ketiga Pada kasus di atas pasien dalam keadaan paska pengambilan gigi molar ketiga (odontektomi), yang dapat menimbulkan pembengkakkan dan trismus. Trismus disebabkan oleh peradangan dan gangguan refleks saraf motorik otot-otot pengunyah    Injeksi Yang Dilakukan Saat Anestesi Trismus dapat juga terjadi sebagai akibat komplikasi anestesi pada saat menganestesi mandibula block. Dimana teknik ini melibatkan penetrasi jarum ke otot-otot mastikasi dan deposisi larutan anestesi ke jaringan yang banyak vaskularisasinya. 4c. Bagaimana terapinya ? Terapi trismus pasca odontektomi dapat dilkukan dengan perawatan sendiri/fisioterapi/terapi fisik.    Pasien dapat melakukan sendiri yaitu kompres dengan lap panas. Caranya : di atas lap diletakkan botol berisi air panas, lama terapi 10-15 menit    Latihan membuka dan menutup mulut secara perlahan.    Fisioterapi dengan alat seperti Infrared yang berguna untuk menghilangkan nyeri, relaksasi otot superficial dan menaikan aliran darah superficial. Dengan infra red di dapat efek terapeutik mild heating yang menimbulkan efek sedatif dapat menyebabkan counter iritation sehingga akan menimbulkan pengurangan nyeri dan rileksasi otot pun mudah
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks