Documents

34 pages
110 views

9.1.1.8 Panduanmanajemen Resiko Klinis

of 34
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
panduan manajemen resiko klinis
Transcript
  PANDUAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS    KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya perlu diperhatikan, salah satu diantaranya yang dianggap mempunyai peranan yang cukup penting adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan.  Agar penyelenggaraan pelayanan kesehatan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, maka pelayanan harus memenuhi berbagai syarat diantaranya tersedia dan berkesinambungan, dapat diterima dan wajar, mudah dicapai, mudah dijangkau dan bermutu. Dengan mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Puskesmas Selomerto 1 telah menyusun Panduan Manajemen Resiko Klinis sebagai panduan dalam melaksanakan upaya menanggulangi semua resiko yang mungkin terjadi di Puskesmas Selomerto 1. Kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada berbagai pihak atas sumbangan pikirannya sehingga tersusunlah Panduan Manajemen Resiko ini. Semoga panduan ini akan bermanfaat dan Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melimpahkan hidayah-Nya. Penyusunan panduan ini dirasakan masih belum sempurna betul sehubungan dengan adanya keterbatasan-keterbatasan. Saran yang konstruktif sangatlah diharapkan demi penyempurnaan di masa yang akan datang. Selomerto 1, Februari 2016 Kepala UPTD Puskesmas Selomerto 1, dr. Isni Nur Hrjanto NIP 19641110 198502 1 002  BAB I PENDAHULUAN Sarana pelayanan kesehatan Puskesmas termasuk ke dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya terhadap para pelaku langsung yang bekerja di Puskesmas, tapi juga terhadap pasien maupun pengunjung Puskesmas. Sehingga sudah seharusnya Puskesmas menerapkan Manajemen Resiko. Manajemen resiko adalah sebuah proses formal untuk mengidentifikasi, menganalisa dan merespon sebuah resiko secara sistemik, sepanjang  jalannya pekerjaan, untuk mendapatkan tingkatan tertinggi atau yang bisa diterima dalam hal mengeliminasi resiko dan control resiko. Manajemen resiko adalah upaya menanggulangi semua resiko yang mungkin terjadi di sebuah instansi, diperlukan sebuah proses yang dinamakan sebagai manajemen resiko. Manajemen resiko merupakan metode penanganan sistematis formal dimana dikonsentrasikan pada mengidentifikasikan dan pengontrolan peristiwa atau kejadian yang memiliki kemungkinan perubahan yang tidak diinginkan. Resiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu kegiatan/aktifitas yang dilakukan manusia. Resiko dapat dikelompokan dalam beberapa karakteristik, yaitu : 1. Resiko berdasarkan sifat 1.1. Resiko spekulatif yaitu resiko yang memang sengaja diadakan agar di lain pihak dapat diharapkan hal-hal yang menguntungkan. Contoh : penjualan produk. 1.2. Resiko murni yaitu resiko yang tidak disengaja yang jika terjadi dapat menimbulkan kerugian secara tiba-tiba. Contoh resiko kebakaran. 2. Resiko berdasarkan asal timbulnya 2.1. Resiko internal yaitu resiko yang berasal dari dalam lingkungan sendiri. Misalnya resiko kerusakan peralatan kerja karena kesalahan pengoperasian.  2.2. Resiko eksternal yaitu resiko yang berasal dari luar lingkungan sendiri. Misalnya resiko pencurian. Puskesmas merupakan tempat kerja yang unik dan kompleks. Semakin luas pelayanan   kesehatan dan fungsi suatu puskesmas maka semakin kompleks peralatan dan fasilitasnya. Kerumitan yang meliputi segala hal tersebut menyebabkan puskesmas mempunyai potensi yang bahaya yang sangat besar, tidak hanya bagi pasien dan tenaga medis, resiko ini juga membahayakan pengunjung puskesmas. Di puskesmas Selomerto 1 terdapat tiga kegiatan manajemen resiko yang menjadi acuan sebagai dasar pencegahan terhadap resiko yang mungkin terjadi, yaitu ; a) Manajemen resiko lingkungan Manajemen risiko lingkungan di Puskesmas adalah penerapan manajemen risiko untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh aktifitas atau kegiatan di Puskesmas pada kesehatan pasien, petugas maupun pada lingkungan. b) Manajemen resiko klinis Manajemen risiko merupakan proses identifikasi, evaluasi, mengendalikan dan meminimalkan risiko dalam suatu organisasi secara menyeluruh. Manajemen risiko layanan klinis adalah suatu pendekatan untuk mengenal keadaan yang menempatkan pasien pada suatu risiko dan tindakan untuk mencegahterjadinya risiko tersebut. Manajemen risiko layanan klinis di Puskesmas dilaksanakan untuk meminimalkan risiko akibat adanya layanan klinis oleh tenaga kesehatan di Puskesmas yang dapat berdampak pada pasien maupun petugas. Tujuan utama penerapan manajemen risiko layanan klinis di Puskesmas adalah untuk keselamatan pasien dan petugas.Penyusunan panduan manajemen risiko layanan klinis bertujuan untuk memberikan panduan bagi petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang paling aman untuk pelanggan Puskesmas.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks