Documents

9 pages
163 views

64-92-1-PB

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
NNN
Transcript
  Jurnal Ilmiah Sehat Bebaya Vol.1 No. 2, Mei 2017     101   HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG TRANSCULTURAL NURSING DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN YANG BERBEDA BUDAYA DI RSUD I.A MOEIS SAMARINDA The Correlation Of Nurses Knowledge About Transcultural Nursing With Their Attitude In Providing Nursing Care To Patients Of Different Cultures In i.a Moeis Hospital Samarinda  Ns. Alfi Ari Fakhrur Rizal, M.Kep STIKES Muhammadiyah Samarinda ABSTRAK Latar belakang  : Perawat sering mempunyai latar belakang etnik, budaya, dan agama yang berbeda dengan klien. Penting artinya bagi perawat untuk memahami bahwa klien mempunyai wawasan  pandangan dan interpretasi mengenai penyakit dan kesehatan yang berbeda, didasarkan pada keyakinan sosial-budaya dan agama klien. Kalimantan Timur khususnya kota Samarinda memiliki penduduk yang multi etnis, yang mempunyai beragam adat, bahasa dan kebiasaan yang berbeda. Bila hal tersebut diabaikan oleh perawat, maka akan berakibat cultural shock dan cultural imposition , konflik dan  pertentangan antara perawat dengan pasien/ keluarga pasien seperti perdebatan, komunikasi yang tidak  baik bahkan ketidakpuasan akan terjadi. Tujuan penelitian  : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pengetahuan perawat tentang transcultural nursing   dengan sikap perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada  pasien yang berbeda budaya di RSUD I.A Moeis Samarinda. Metode Penelitian  : Rancangan penelitian ini adalah descriptive correlation dengan metode pendekatan cross sectional  . Penelitian dilaksanakan selama dua bulan dari bulan Maret sampai dengan April 2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat yang memberikan pelayanan kepada pasien secara langsung di RSUD I.A Moeis Samarinda pada tahun 2012 berjumlah 143 orang, cara pengambilan sampel dengan  simple random sampling didapatkan jumlah sampel 105 perawat . Alat yang digunakan kuesioner dengan pertanyaan mengenai tingkat pengetahuan tentang transcultural nursing   sebanyak 15 item, pernyataan sikap dalam memberikan asuhan keperawatan sebanyak 25 item pertanyaan. Analisa untuk uji hipotesis dengan uji statistik Chi Square . Hasil penelitian  : Hasil uji statistik Chi Square  diketahui nilai P = 0,038 nilai tersebut lebih kecil dari alfa (P<0,05) maka Ho ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang transcultural nursing dengan sikap perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang  berbeda budaya di RSUD I.A Moeis Samarinda. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan/ bermakna antara pengetahuan perawat tentang transcultural nursing dengan sikap perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang  berbeda budaya di RSUD I.A Moeis Samarinda. Saran: Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan perlu mempelajari dan memahami konsep Transcultural Nursing secara mendalam. Sehingga dalam pemberian asuhan keperawatan, perawat dan  pasien tidak mengalami Cultural shock dan Cultural imposition . Kata Kunci  : transcultural nursing,  perbedaan    budaya, asuhan keperawatan.  ABSTRACT Background:  Nurses often have ethnic backgrounds, cultures, and different religions with clients.  Important for nurses to understand that clients have insights and interpretations about different diseases and health, based on the socio-cultural beliefs and religious clients. East Kalimantan Samarinda city in  particular has a multi-ethnic population, who have diverse customs, languages and different customs. If  Jurnal Ilmiah Sehat Bebaya Vol.1 No. 2, Mei 2017     102   it is ignored by nurses, it will result in culture shock and cultural imposition, conflict and disagreement between nurses with patient / family like debate, communication is not good even dissatisfaction will occur. Objective:  This study aimed to determine the correlation of nurses knowledge about transcultural nursing with their attitude in providing nursing care to patients of different cultures in I.A Moeis  Hospital Samarinda.  Methods:  The study design was a descriptive correlation with cross sectional method. The experiment was conducted for two months from Maret to April 2013. The study population was all nurses who  provide direct care to patients in I.A Moeis Hospitals Samarinda in 2012 amounted to 143 people, a way of sampling with simple random sampling of 105 nurses found the number of samples. Instrument used a questionnaire with questions of knowledge about the Transcultural nursing as many as 15 items, in the statement provide nursing care as much as 25 item questionnaire. Analysis to test the hypothesis with the statistical test Chi Square. The results:  The results of the statistical test Chi Square known P value = 0.038, the value is smaller than alpha (P <0.05) then Ho is rejected means that there is a significant correlation between nurses' knowledge about the Transcultural nursing with their attitude in providing nursing care to patients of different cultures in I.A Moeis Hospitals Samarinda. Conclusion:  There is a significant correlation between nurses' knowledge about transcultural nursing with their attitude in providing nursing care to patients of different cultures in I.A Moeis Hospital Samarinda.  Suggestion:  Nurses as providers of nursing care need to learn and understand in depth the concept of Transcultural Nursing. So that the provision of nursing care, the nurse and the patient did not experience Cultural shock and Cultural imposition. Keywords:  Transcultural nursing, different culture, nursing care PENDAHULUAN Seorang perawat kesehatan adalah petugas kesehatan yang mempunyai peran dominan dalam membantu pasien sembuh dari penyakit yang dideritanya. Seorang perawat sebagai ujung tombak  pelayanan di rumah sakit, sebagai aktor yang langsung berhadapan dengan pasien dalam waktu yang lama. Kondisi yang seperti itu menuntut totalitas seorang perawat dalam menjalankan fungsinya.  Nilai-nilai budaya bersifat kompleks, karena setiap manusia yang menjadi pasien mempunyai latar belakang, lingkungan hidup, dan pengalaman hidup yang tidak sama. Perkembangan IPTEK mempunyai dampak dalam dinamika nilai-nilai  budaya, yang mempengaruhi paradigma seseorang terhadap persepsi yang dihadapinya. Realitas yang seperti itu menuntut seorang perawat yang selalu  berhadapan dengan pasien harus banyak memahami model pemenuhan   harapan pasien bukan hanya dari sisi metode pelayanan klinis teknis keperawatan namun pendekatan nilai-nilai budaya yang beraneka ragam yang menjadi milik pasien harus dimengerti dan dipahami, agar harapan pasien sebagai manusia dapat dipenuhi secara komprehensif dan holistik. Transcultural nursing   merupakan suatu area kajian ilmiah yang berkaitan dengan  perbedaan maupun kesamaan nilai-nilai budaya (nilai budaya yang berbeda, ras, yang mempengaruhi pada seorang perawat saat melakukan asuhan keperawatan kepada pasien/ klien). 1  Tuntutan kebutuhan masyarakat akan  pelayanan kesehatan pada abad ke-21, termasuk tuntutan terhadap asuhan keperawatan yang berkualitas akan semakin  besar. Dengan adanya globalisasi, dimana  perpindahan penduduk antar negara (imigrasi) dimungkinkan, menyebabkan adanya  pergeseran terhadap tuntutan asuhan keperawatan. Leininger beranggapan bahwa sangatlah penting memperhatikan keanekaragaman budaya dan nilai-nilai dalam  penerapan asuhan keperawatan kepada klien. Perawat sering mempunyai latar belakang etnik, budaya, dan agama yang berbeda dengan  Jurnal Ilmiah Sehat Bebaya Vol.1 No. 2, Mei 2017     103   klien. Penting artinya bagi perawat untuk memahami bahwa klien mempunyai wawasan  pandangan dan interpretasi mengenai penyakit dan kesehatan yang berbeda, didasarkan pada keyakinan sosial-budaya dan agama klien. Jika kesadaran tentang dan kepekaan klien terhadap keunikan keyakinan dan praktik kesehatan serta penyakit disampaikan kepada perawat, maka terbina hubungan yang baik. Hubungan ini meningkatkan  pemberian asuhan keperawatan yang aman dan yang secara budaya efektif.² Kalimantan Timur khususnya Kota Samarinda memiliki penduduk yang multi etnis, yang mempunyai beragam adat, bahasa dan kebiasaan yang berbeda. Bila hal tersebut diabaikan oleh  perawat, akan mengakibatkan terjadinya cultural  shock dan cultural imposition . Cultural shock   akan dialami oleh klien pada suatu kondisi dimana  perawat tidak mampu beradaptasi dengan  perbedaan nilai budaya dan kepercayaan. Cultural imposition  berkenaan dengan kecenderungan tenaga kesehatan untuk memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas budaya orang lain karena percaya  bahwa ide yang dimiliki oleh perawat lebih tinggi daripada kelompok lain. Hal ini dapat menyebabkan munculnya rasa ketidaknyamanan, ketidakberdayaan dan beberapa mengalami disorientasi. Ketika mengantisipasi atau mengalami suatu penyakit atau krisis, individu bisa saja menggunakan pendekatan modern atau tradisional untuk pencegahan dan penyembuhan, atau mungkin menggunakan kedua pendekatan tersebut. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan memberikan pertanyaan mengenai konsep transcultural nursing   kepada dua belas orang  perawat di RSUD I. A Moeis didapatkan informasi  bahwa delapan dari dua belas perawat belum mengerti dan memahami tentang konsep transcultural nursing  . Dari pengamatan yang dilakukan peneliti, sikap perawat di RSUD I. A Moeis dalam memberikan asuhan keperawatan pada  pasien yang berbeda budaya dan kultur sangat  bervariasi, seperti dalam hal pasien mengungkapkan perasaan nyeri dengan cara  berteriak dan mengeluarkan kata-kata yang menurut  perawat tidak pantas dan terlalu berlebihan, tetapi  bagi pasien itu merupakan hal yang biasa. Perawat cenderung menghindari komunikasi dengan pasien dalam waktu yang lama. Adanya perbedaan bahasa antara perawat dan pasien sehingga terjadi hambatan dalam berkomunikasi. Apabila hal semacam itu tidak dipahami oleh perawat, maka akan berakibat terjadinya konflik dan pertentangan antara perawat,  pasien/ keluarga pasien seperti perdebatan, komunikasi yang tidak baik bahkan ketidakpuasan. Sehingga penelitian ini sangat  perlu dilakukan untuk menghindari konflik diatas. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian ini adalah  Descriptive Correlation yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel independen dan variabel dependen 3 , dengan metode  pendekatan Cross Sectional   yaitu  penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor dan resiko dengan efek dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat (point time approach) . 4  Populasi pada penelitian ini adalah seluruh  perawat yang memberikan pelayanan kepada  pasien secara langsung di RSUD I.A Moeis Samarinda pada tahun 2012 sebanyak 143 orang. Teknik sampel yang dipakai adalah  Probability sampling   dengan  simple random  sampling yaitu teknik pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam  populasi itu. 5  Jumlah sampel sebanyak 105 responden. Besarnya sampel ditentukan dengan rumus. 6  Sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi, kriteria inklusinya yaitu bersedia menjadi responden, perawat yang bekerja di RSUD I.A Moeis Samarinda yang melayani  pasien secara langsung. Sedangkan kriteria eksklusinya perawat yang sedang menjalani cuti  pada saat dilakukan penelitian, perawat yang  pernah menjadi responden dalam uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini pengetahuan  perawat tentang Transcultural Nursing   dan sikap perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang berbeda  budaya di RSUD I.A Moeis Samarinda. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah  Jurnal Ilmiah Sehat Bebaya Vol.1 No. 2, Mei 2017     104   kuesioner. Kuesioner dibuat sendiri oleh peneliti yang diambil dari teori/ referensi terkait. meliputi, kuesioner pengetahuan perawat tentang transcultural nursing   dan kuesioner mengenai sikap  perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang berbeda budaya. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian tentang hubungan antara  pengetahuan perawat tentang Transcultural Nursing   dengan sikap perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang berbeda budaya di RSUD I.A Moeis Samarinda yang datanya telah dikumpulkan pada bulan Maret sampai April 2013, dengan jumlah responden sebanyak 91 perawat. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan tekstual yang didasarkan pada analisis univariat dan bivariat. A.   Hasil Penelitian 1.   Analisa Univariat a.   Karakteristik Responden 1)   Umur Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Responden Di RSUD I.A Moeis Samarinda Bulan Maret 2013 Mean Median Modus Standar Deviasi Min - Max 27,10 27,00 27 3,518 21 - 40 Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel diatas diperoleh gambaran bahwa dari 91 responden yang terlibat dalam penelitian ini rata-rata usia responden 27,10 tahun dengan umur minimal 21 tahun dan maksimal 40 tahun 2)   Jenis kelamin Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin Di RSUD I.A Moeis Samarinda Bulan Maret 2013 Ber d Berdasarkan tabel diatas dari 91 responden yang terlibat dalam penelitian ini sebagian  besar adalah berjenis kelamin perempuan (72,5%) yaitu 66 responden. Sedangkan yang  berjenis kelamin laki-laki berjumlah 25 responden (27,5%). 3)   Pendidikan Berdasarkan tingkat pendidikan dari 91 responden yang terlibat dalam  penelitian ini semua berpendidikan Diploma tiga Keperawatan yaitu sebesar 100%. 4)   Lama Kerja Distribusi responden berdasarkan lama kerja Di RSUD I.A Moeis Samarinda Bulan Maret 2013 Sumber: Data Primer Tabel diatas menggambarkan bahwa dari 91 responden yang terlibat dalam  penelitian ini berdasarkan lama kerja responden terbanyak yaitu 1 tahun sebanyak 22 orang (24,2%) dengan rata-rata lama kerja 3,51 tahun.  b.   Variabel 1)   Pengetahuan Distribusi responden berdasarkan Pengetahuan Di RSUD I.A Moeis Samarinda Bulan Maret 2013 Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel diatas diperoleh gambaran responden yang mempunyai  pengetahuan baik sebanyak 56 responden (61.5%) dan yang mempunyai  pengetahuan kurang baik sebanyak 35 responden (38.5%). 2)   Sikap Distribusi responden berdasarkan Sikap Di RSUD I.A Moeis Samarinda Bulan Maret 2013 Sikap Frekuensi Persentase (%) Tidak Sesuai 45 49.5 Sesuai 46 50.5 Total 91 100.0 Sumber: Data Primer Jenis kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki-laki 25 27,5 Perempuan 66 72,5 Total 91 100.0 Lama Kerja Frekuensi Persentase (%) 1 2 3 4 5 6 7 22 12 5 17 21 13 1 24,2 13,2 5,5 18,7 23,1 14,3 1,1 Total 91 100.0 Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) Kurang Baik 35 38.5 Baik 56 61.5 Total 91 100.0
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks