Documents

13 pages
3 views

6363-11075-1-PB

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
jurnal
Transcript
  Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) VII, p. 1, 2016. Pengembangan Konseling dan Terapi Keluarga Berbasis Web  Hepi Wahyuningsih Psikologi UII Yogyakarta Jl Kaliurang Km 14.5, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55283 hepi.wahyuningsih@uii.ac.id  Abstract.   Permasalahan kemasyarakatan kebangsaan dan masalah sosial dapat berawal dari permasalahan keluarga. Kemajuan teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk membantu memecahkan permasalahan keluarga. Salah satu di antaranya adalah layanan  psikologis untuk pemecahan masalah keluarga melalui internet. Dari berbagai bentuk layanan psikologis melalui internet, konseling dan terapi keluarga secara online men- jadi salah satu alternatif pemecahan masalah. Sebuah rancangan desain layanan konsel-ing dan terapi keluarga online diajukan dalam artikel ini. Tahap-tahap pengembangan dan tantangan bagi desain juga didiskusikan dalam artikel ini.   Keywords:   online counseling, online family counseling 1   Pendahuluan Permasalahan keluarga dewasa ini semakin meningkat, padahal keluarga merupakan organisasi terkecil dalam masyarakat yang memiliki fungsi penting bagi ketahanan na-sional. Seperti yang dikemukakan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa  bahwa berbagai permasalahan kemasyarakatan kebangsaaan dan masalah sosial banyak sekali berawal dari kerentanan keluarga 1 . Salah satu permasalahan keluarga yang meningkat adalah permasalahan perkawinan yang berujung pada perceraian. Data dari Direktorat Badan Peradilan Agama menunjukkan permohonan perceraian pada tahun 2012 sebanyak 404.236, tahun 2013 sebanyak 431.392, tahun 2014 sebanyak 451.493, dan tahun 2015 sebanyak 466.491 2 . Permasalahan keluarga yang lain adalah permasa-lahan pengasuhan, kekerasan dalam rumah tangga, permasalahan kenakalan remaja, konflik antara orangtua dan anak, dan perilaku seks bebas. Permasalahan keluarga ini merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan un-tuk meningkatkan ketahanan nasional. Semua elemen masyarakat perlu membantu me-nyelesaikan permasalahan keluarga tak terkecuali mereka yang memiliki profesi se- bagai konselor/terapis keluarga. Dengan kemajuan teknologi informasi, konseling/ter-api yang awalnya hanya dapat dilakukan dengan tatap muka, sekarang dapat dilakukan secara online. Banyaknya jumlah pengguna internet di Indonesia juga semakin menun- jukkan pentingnya pengembangan sistem konseling/terapi online, termasuk konsel-ing/terapi keluarga secara online. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, pada tahun 2014 populasi pengguna internet di Indonesia mencapai 83,7 juta yang mendudukan Indonesia pada peringkat ke-6 terbesar di dunia. Pada tahun 2017, e-Marketer mem- perkirakan jumlah pengguna internet akan mencapai 112 juta orang 3 .  Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) VII, p. 2, 2016. Hasil-hasil penelitian menunjukkan efektifitas pelayanan konseling/terapi online untuk membantu klien menyelesaikan masalah. Hasil penelitian meta-analisis yang dil-akukan oleh 4  menunjukkan bukti bahwa intervensi secara online tidak menunjukkan  perbedaan efektivitas dengan intervensi tatap muka. Konseling/terapi online ke depan dapat menjadi alternatif bagi orang-orang untuk memperoleh bantuan dalam me-nyelesaikan permasalahan mereka, terutama bagi mereka yang selama ini merasa malu  jika harus melakukan konseling/terapi secara  face to face . Di Indonesia, sudah mulai  banyak bermunculan penawaran jasa konseling online baik yang dilakukan oleh lem- baga konseling maupun perseorangan. Misalnya layanan konsultasi psikologi online gratis di pijarpsikologi.org yang dimotori oleh sekelompok mahasiswa UGM telah diri-lis pada awal tahun 2015. Pijar psikologi ini berhasil masuk sebagai 16 besar dalam kompetisi dunia “Global Innovation Trought Science and Technology (GIST) dari 800  peserta yang berasal dari 79 negara di seluruh dunia. Mereka juga berhasil meraih juara III dalam kompetisi Startup di Surabaya 5 . Konsultasi yang ditawarkan oleh mereka adalah konsultasi umum dan konsultasi anak berkebutuhan khusus. Konseling online yang lain adalah aplikasi anti depresi bernama Riliv yang dibuat oleh Audrey Maximillian Herli. Riliv telah mendapat penghargaan sebagai Best App of Google AndroidOne pada tahun 2015. Riliv juga meraih Top 25 Best Surabaya Startup Sprint Competititon. Riliv menghubungkan orang yang memiliki permasalahan  pribadi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang psikologi yang disebut dengan reliever. Terdapat dua reliever, yakni expert reliever   yang merupakan psikolog dan regular reliever   yaitu merupakan mahasiswa psikologi.  Regular reliever   hanya se- bagai pendengar dan teman curhat serta pemberi saran. Pemberi solusi yang dapat di- pertanggungjawabkan adalah para expert reliever  . Untuk konsultasi, user cukup mendaftar dalam sistem. Identitas pengguna akan selalu dirahasiakan karena user dapat menggunakan nama samaran atau nama panggilan dan tidak perlu memasang foto. Setelah mendaftar, user dapat memilih reliever yang ada dalam list, kemudian ber-konsultasi tentang permasalahan pribadinya. Reliever akan selalu membalas keluhan dari user dan mendengarkannya sebagai teman curhat dalam 1x24 jam. Apabila user merasa puas dengan jawaban dari reliever, user dapat memberikan rating pada reliever 6 . Beberapa konseling online yang lain adalah konseling online yang ditawarkan me-lalui konselingindonesia.com, dan konsultasi.pikirdong.org. Di Indonesia, konseling/terapi online belum banyak ditawarkan, terlebih konsel-ing/terapi online yang mengkhususkan pada permasalahan keluarga. Padahal, Indone-sia menempati rangking ke-6 sedunia terkait dengan jumlah pengguna internet. Selain itu, sebagian konseling/terapi online dilakukan melalui email sehingga dirasa masih kurang praktis dan tidak dapat memenuhi kenutuhan konseling/terapi keluarga yang kompleks. Konseling online dengan cara memilih konselor yang sedang online dengan tidak ada kepastian jadwal konseling juga dapat menjadi hambatan tersendiri untuk akhirnya seseorang memutuskan untuk melakukan konseling online. Khusus berkaitan dengan permasalahan keluarga, kadangkala dalam konseling keluarga, konseling tidak hanya antara satu klien dengan konselor, tetapi bisa terdiri dari dua klien sekaligus, misalnya suami dan istri sehingga diperlukan fitur yang dapat mengakomodasi kebu-tuhan tersebut. Dengan demikian, sistem konseling/terapi keluarga secara online dengan berbagai pilihan yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan klien dan system  Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) VII, p. 3, 2016. yang mendukung kompleksitas konseling/terapi keluarga sangat perlu untuk dikem- bangkan di Indonesia yang berdasarkan jumlah pengguna menempati rangking ke-6 sedunia.  2   Bentuk-Bentuk Layanan Terapi Melalui Internet Livings (2013) 7  menghimpun berbagai istilah yang digunakan oleh para peneliti dan  para ahli terapi/konseling untuk menggambarkan layanan terapi/konseling menggunakan teknologi. Berbagai istilah tersebut adalah behavioral telehealth, com- puter-mediated communication (komunikasi yang dimediasi komputer   , information communication technologies (teknologi komunikasi informasi)  , e-therapy (e-terapi)  , web-based counseling (konseling berbasis web)  , email counseling (konseling email)  , online practice (praktek online)  , WebCounseling (konseling web)  , cybercounseling (konseling dunia maya)  , E-counseling (e-konseling)  , telehealth services  (pelayanan telehealth)  , distance counseling/therapy (koseling/terapi jarak jauh)  , behavioral ehealth (perilaku ehealth)  , online therapy (terapi online)  , online counseling (konseling online)  , Internet therapy (terapi internet)  , Internet counseling (konseling internet)  , web-based therapy (terapi berbasis web)  , Internet-based interventions (intervensi berbasis internet)  , dan cybertherapy (terapi dunia maya). Seperti yang dikemukakan oleh Livings 7 , menurut Dowling dan Rickwood 8 , saat ini tidak ada nomenklatur yang dapat digunakan untuk menggambarkan perbedaan layanan psikologis yang dapat disediakan melalui internet. Istilah umum yang biasa digunakan meliputi: konseling/terapi online, konseling/terapi internet, terapi dunia maya, e-terapi/e-konseling, terapi melalui komputer, dan intervensi berbasis web. Lebih lanjut Dowling dan Rickwood 8  mengemukakan bahwa beberapa peneliti telah menggunakan definisi yang luas dari intervensi psikologis yang tersedia di internet, seperti semua jenis interaksi terapi profesional yang membuat penggunaan internet untuk menghubungkan kesehatan mental yang berkualitas antara profesional dengan klien mereka atau “ setiap pemberian layanan kesehatan mental, terapi, konsultasi, dan  psikoedukasi oleh praktisi berlisensi ke klien tanpa tatap muka melalui alat komunikasi seperti telepon, email, chatting  , dan konferensi video. Definisi-definisi tersebut menurut Dowling dan Rickwood 8  juga belum dapat menggambarkan layanan  psikologis di internet secara lebih jelas. Berkaitan dengan banyaknya istilah yang menggambarkan layanan psikologis me-lalui internet, Barak, Klein, dan Proudfoot 9 mengkategorikan bentuk-bentuk layanan  psikologis melalui internet menjadi empat kategori berdasarkan empat komponen kunci, yaitu: (1) isi program, (2) penggunaan multi media, (3) aktivitas online interaktif, dan (4) penyediaan dukungan umpan balik. Adapun empat kategori tersebut adalah: (1) intervensi berbasis web, (2) terapi dan konseling online, (3) terapi menggunakan  perangkat lunak yang beroperasi melalui internet, (4) aktivitas online lainnya. Penjela-san secara singkat dari masing-masing kategori dapat dilihat pada tabel 1. Adapun pen- jelasan masing-masing kategori layanan tersebut secara rinci adalah sebagai berikut 9 .  Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) VII, p. 4, 2016. 2.1   Intervensi Berbasis Web. Intervensi berbasis web merupakan kategori yang paling inklusif untuk sejumlah istilah yang umum digunakan di lapangan. Istilah yang menggabungkan terapi dan pen-gobatan secara ketat karena tidak termasuk melakukan pencegahan, promosi, dan in-tervensi pendidikan. Intervensi berbasis web adalah program intervensi utama yang memandu diri klien, dilakukan dengan cara program secara online dioperasikan melalui situs web dan digunakan oleh klien untuk mencari bantuan terkait kesehatan mental. Program intervensi ini mencoba membuat perubahan positif dan meningkatkan penge-tahuan, kesadaran, serta pemahaman melalui penyediaan materi yang berkaitan dengan kesehatan mental dan penggunaan interaktif berbasis web. Intervensi berbasis web ini dibagi lagi menjadi tiga subkategori, yaitu: (1) Intervensi pendidikan berbasis web, (2) Intervensi terapi menolong diri berbasis web, dan (3) Intervensi terapi dukungan sosial  berbasis web. 2.2   Terapi dan konseling online. Berbagai pilihan teknis tersedia untuk melakukan komunikasi interpersonal melalui in-ternet. Berbagai kemungkinan ini meliputi empat modalitas komunikasi dasar: kontak individu atau kelompok, menggunakan komunikasi model sinkron atau asinkron. Keempat modalitas umumnya menentukan cara orang berinteraksi dengan satu sama lain menggunakan teks. Penggunaan komunikasi online untuk tujuan terapeutik dimulai  pada pertengahan 1990-an, ketika perangkat lunak komputer dan perangkat keras, teknologi komunikasi internet, dan desain web canggih yang membuat interaksi yang  jauh efisien dan relatif nyaman.Komunikasi nontekstual (audio dan webcam) digunakan kemudian, ketika teknologi ini menjadi populer dan murah. Terapi online memungkinkan klien untuk menghubungi seorang konselor dari jauh dengan waktu dan tempat yang fleksibel. Dengan cara ini, konseling tatap muka telah menjadi tidak relevan, sementara menulis telah menjadi sarana utama komunikasi (bukan berbicara). Klien dapat menemukan seorang konselor online dengan sederhana, mencari melalui internet atau rujukan hypertextual   atau melalui rekomendasi. Website ( klinik virtual ) dapat digunakan untuk menampilkan profil konselor termasuk latar  belakang profesional dan biaya, sehingga klien dapat mencari dan memilih terapis/kon-selor yang sesuai dengan keinginan mereka. Banyak terapis secara online memelihara website mereka sendiri di mana mereka posting informasi mengenai layanan mereka dan berbagai bidang keahlian mereka.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks