Documents

9 pages
147 views

2011-1-3971-1-10-20150301

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
NEW
Transcript
  Volume 15, Nomor 2, Hal. 07-14ISSN:0852-8349Juli  –  Desember 2013 13 SEKSUALITAS,NISBAH KELAMIN DANHUBUNGAN PANJANG-BERAT(  Rasboraargyrotaenia )DI SUNGAI KUMPEH KABUPATENMUARO JAMBILisna  Jurusan Produksi Ternak ,FakultasPertenakanUniversitas JambiKampus Pinang Masak, Mendalo Dara,t Jambi 36361 AbstrakPenelitianseksualitas, nisbah kelamin dan hubungan panjang-beratikan seluang(  Rasbora argyrotaeniai) di Sungai Kumpehtelah dilakukan pada bulan April Sampaidengan Mei 2010. Penangkapan ikan dilakukan dengan alat tangkap jaring insangdengan ukuran mata jaring 0,75 inchi dan 1,0 inchi dan alat tangkap tangkul dengan mata jaring 0,75 inchi dan pada perairan umum sungai Kumpeh.Koleksi ikan sampeldilakukan seminggu sekali dan pengambilannya dilakukan secara acak sederhana.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui seksualitas,nisbah kelamin dan polapertumbuhan ikan seluang.Hasil penelitian menggambarkan bahwa ikan seluangtergolong ikan heteroseksual,dengan populasi ikan jantan lebih banyak dibandingkandengan ikan betina sedangkanpola pertumbuhanikan bersifat allometrik positif padaikan seluang betina dan allometrik negatifpada ikan seluang jantan.  Kata kunci:  seksualitas, heteroseksual, allometrik positif, allometrik negatif  PENDAHULUAN Sungai Batanghari terletak di ProvinsiJambi memiliki panjang ± 210 km, lebar ±400 km,kedalaman 4  –  20 m dan debit airsekitar 690m 3  /detik. Sungai Batanghari yangmelintasi kota Jambi memiliki anak-anak sungai salah satu diantaranya sungai Kumpehyang melintasi dua kecamatan yaitukecamatan Kumpeh Ulu dan kecamatanKumpeh Ilir. Sungai Kumpeh merupakanaliran keluar dari sungai Batanghari, sungaiKumpeh memiliki panjang ± 96 km, lebar ± 8m, kedalaman 3-10 m dan debit air sekitar359m 3  /detik.Spesies ikan dari familyCyrinidae ini dapat ditemukan di sungaiBatanghari dan sungai Kumpeh.Ikan seluang merupakan salah satu jenisikan air tawar yang mempunyai nilaiekonomis cukup tinggi, karena cita rasadagingnya yang gurih dan disukai olehmasyarakat.Ikan seluang (  Rasboraargyrotaenia ) termasuk ikan endemik danbersifat pelagis.Jenisikan seluang ini dapatdijumpai di sepanjang sungai Batanghari.Makanan kelompok Rasbora beragamkhususnya, crustasea kecil dan larva akanlebih disukai. Menurut Zahid 2008, makananikan seluang (  Rasbora argyrotaenia ) adalahfitoplankton (Navicula, Nitzschia danFragillaria) dan zooplankton (Calanus,Diaoptomus dan Cyclops). Anak ikan jenis  Rasbora sumatrana cendrung memakan algadalam bentuk sel tunggal karena ukuran lebihkecil dibandingkan dengan bentuk koloni ataufilament.Mengkaji aspek reproduksi ikan seluang(  Rasboraargyrotaenia ) yang hidup diperairan umum penting sekali karena denganadanya pengangkapan yang intensif dikhwatirkan populasi seluang (  Rasboraargyrotaenia ) ini akan menurun karenabelum adanya usaha budidaya. MenurutSaanin (1982) dan Alabaster (1986)mengatakan bahwa usaha budidaya sangatpenting dilakukan karena perairan umumsebagai habitat alami ikan mudah terganggudan terpengaruh oleh aktifitas manusia yangmenyebabkan tekanan ekologis.Untuk dapat melakukan usahapembudidayaan ikan alamiah dengan baik,  Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains14 maka pengetahuan tentang sifat-sifatbiologinya harus diketahui dengan sebaik-baiknya diantaranya adalah tentang aspek biologi reproduksinya.Penelitian mengenai seksualitas, polapertumbuhan dan factorkondisi ikan seluangdi sungai Kumpeh belum dilakukansebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui seksualitas, polapertumbuhan ikan bersifat isometric atauallometrik dan kemontokan tubuh ikanseluang. Informasi ini diharapkan dapatdigunakan sebagai dasar dalam upayapengelolaan konservasi dan pemanfaatan ikanseluang di masa akan datang. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dari bulanApril  –  Mei 2010. Pada saat melakukanpenelitian kondisi perairan sungaiBatanghari sedang dalam keadaan banjirsehingga mengakibatkantergenang/meluapnya air sungai Kumpehdan mengenangi areal persawahanmasyarakat. Pengambilan sampeldilakukan di areal persawahan yangtergenang oleh banjir dengan kedalaman 2  –  3 m,dengan luas ± 15 ha dan kondisidasar perairan tanah berlumpur Penangkapan ikan dilakukan dengan alattangkap jaring insang dengan ukuran mata jaring 0,75 inchi dan 1,0 inchi dan alattangkap tangkul dengan mata jaring 0,75 inchi Pengukuran dan penimbangan ikan-ikan sampel dilakukan di laboratoriumFisiologi dan ReproduksiTernak FakultasPeternakan Universitas Jambi. Setiap ikandiukur panjang total (mm) dan bobot total(gram),lalu ikan dibedah untuk memastikan jenis kelaminnya.Pengukuran panjang tubuh dilakukandenganmenggunakanjangka sorong danpenimbangan bobot tubuh dengantimbangan digitaldenganketelitian 0,01mm, timbangan elektrikOhaous denganketelitian 0,01 gr, Ikan-ikan yang telah dicatat ukuranpanjang tubuhnya, lalu dikelompokkanberdasarkan selang kelas ukuran panjangtubuh. Hubungan panjang dengan bobot tubuhikan dipisahkan berdasarkan jenis kelamin.Perhitungan hubungan panjang dengan bobottubuh ikan ditentukan dengan menggunakanrumusLagler (1970); Ricker (1971) dalam Effendie (1992) dengan formula W = aL b dimana W = bobot tubuh(gram), L = panjangtotal tubuh(mm), a dan b = konstanta regresieksponensial. Penentuan factor kondisi ataukemontokan ikan dilakukan denganmenggunakan rumus yang dikemukakanolehLagler (1970); Effendie (1992) dengan rumusK = (10 5 . W)/L 3 dimana K= factor kondisi, W= bobot tubuh (gram) dan L = panjang total(mm). HASIL DAN PEMBAHASANSeksualitas dan nisbah kelamin Ikan seluang tergolong heteroseksualyaitu spermatozoa dan sel telurmasing-masing dihasilkan dari individu yangberbeda. Makanya ovari dan testisditemukan berkembang secara terpisahsejak pada fase benih dan kemudian setiapindividu tetap berkelamin jantan maupunbetina selama hidupnya. Sjafei, et al (1993) menyatakan bahwa perkembanganorgan reproduksi (gonad) secara garisbesar dibagi dua tahap yaitu (a) tahapperkembangan gonad hingga ikanmencapai dewasa kelamin (seksualmature) dan (b) tahap pematangan produk seksual (gamet). Tahap pertamaberlangsung sejak telur menetas atau lahirhingga mencapai dewasa kelamin dantahap kedua berlangsung setelah ikandewasa. Proses yang kedua akan terusberlangsung dan berkesinambunganselama fungsi reproduksi berjalan normal.Ikan yang organ seksualnya mulaiberkembang memiliki tanda-tanda luaratau seksual skunder yang dapatdijadikan pedoman untuk membedakan jantan dan betina. Menurut Efrizal (1995)   Lisna: Seksualitas, Nisbah Kelamin dan Hubungan Panjang-Berat (Rasbora argyrotaenia) diSungai Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi 9menyebutkan bahwa ciri seksual skunderberguna dalam membedakan ikan jantandan ikan betina yang dapat dilihat dariluar. Selanjutnya Effendie(1994)menjelaskan ciri seksual skunder dapatdibagi menjadi dua bagian yaitu : (a)seksual skunder yang bersifat sementarayang hanya muncul pada saat musimpemijahan saja. (b) seksual skunder yangbersifat permanen yang munculnya sudahada sebelum dan sesudah musimpemijahan.Ciri seksual skunder ikan seluang(gambar 1.) betina yang matang gonadbiasanya mempunyai perut yang lebihbesar (membuncit) jika dibandingkandengan ikan seluang jantan yang matanggonad pada ukuran panjang yang sama.Garis tubuh (linea lateralis) ikan seluangbetina yang matang gonad lebihmelengkung dibandingkan dengan ikanseluang jantan pada kondisi kematanganyang sama. Selain itu pada ikan seluangbetina yang telah matang gonad memilikisirip ekor yangberwarna kuningkeemasan yang lebih terang dan dipangkal sirip ekor garis kehitamannyalebih tipis. Warna keemasan yang lebihterang pada sirip ekor ikan seluang betinamatang gonad diduga digunakan untuk menarik perhatian dari ikan seluang jantan. Sedangkan pada ikan seluang jantan pangkal sirip ekornya memilikigaris kehitaman sedikit lebih tebaldengan warna sirip ekor keemasan yangpucat.Gambar 1.Ikan seluang yang matang gonad(A) Ikan seluang betina matang gonad;(a.1) Perut lebih membuncit; (a.2) warna sirip ekor yang lebih cerah kuningkeemasan. (B) Ikan seluang jantan matang gonad; (b.1) Perut yang lebihlangsing; (b.2) Warna sirip ekor yang lebih pucat dibandingkan denganyang betinaCiri seksual skunder ikan seluangbetina yang matang gonad biasanyamempunyai perut yang lebih besar(membuncit) jika dibandingkan denganikan seluang jantan yang matang gonadpada ukuran panjang yang sama. Garistubuh (linea lateralis) ikan seluangbetinayang matang gonad lebihmelengkung dibandingkan dengan ikanseluang jantan pada kondisi kematanganyang sama. Selain itu pada ikan seluangbetina yang telah matang gonadmemiliki sirip ekor yang berwarnakuning keemasan yang lebih terang dandi pangkal sirip ekor gariskehitamannya lebih tipis. Warna ABa.2a.1b.1b.2  Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains14keemasan yang lebih terang pada siripekor ikan seluang betina matang gonaddiduga digunakan untuk menarik perhatian dari ikan seluang jantan.Sedangkan pada ikan seluang jantanpangkal sirip ekornya memiliki gariskehitaman sedikit lebih tebal denganwarna sirip ekor keemasan yang pucat.Selain ciri-ciri seksual skunder, ikan-ikan yang sudah matang gonaddibedakan jantan dan betina denganmetoda pengurutan. Ikan-ikan yangakan diperiksa diberi tekanansedemikian rupa pada bagian abdomenmulai dari bagian depan ke arah lubangurogenitalnya. Dengan perlakuan sepertiini akan terlihat bahwa ikan jantan akanmengeluarkan cairan berwarna putihsusu yaitu sperma, dan pada ikan betinaakan terlihat munculnya butiran telurberwarna kuning kehijauan pada lubangurogenitalnya. (Gambar 2.)Gambar 2. Ikan seluang matang gonad(A) ikan seluang betina matang gonad; (a.1)lubangurogenital ikan seluang betina (B) ikan seluang jantan matanggonad; (b.1) lubang urogenital ikan seluang jantan.Pada setiap pengambilan sampelyang dilakukan empat kali dalamsebulan yaitu pada setiap mingguterlihat bahwa jumlah ikan jantan lebihbesar (banyak) daripada dibandingkanikan seluang betina, kecuali padaminggu ke delapan bulan Mei 2010dimana nisbah kelamin jantan ; betinaadalah 8 ; 11 (1,00 ; 1,38) (Tabel 1).Jumlah ikan seluang jantan dan betinayang didapatkan pada setiappengamatan (Tabel1.) selalu berbedahal ini menandakan bahwa populasiantara ikan seluang jantan dan betinatidak sama, kemungkinan hal inidisebabkan oleh tipe pemijahan antaraikan seluang jantan dan betina yangberbeda pula. Hal ini sesuai denganNikolsky (1969) dalam Azizah,Muchisin dan Musman (2010) yangmelaporkan bahwa rasio jenis kelamindari satu spesies ikan dapat bervariasidari tahun ke tahun dalam populasi yangsama. Selanjutnya Nikolsky (1969) dalam Hardjamulia (1987) mengatakanbahwa apabila dalam suatu perairanterdapat perbedaan ukuran danperbedaan jumlah dari salah satu jeniskelamin hal ini mungkin disebabkanoleh perbedaan pola pertumbuhan dariikan itu sendiri danperbedaan umurikan kematangan gonad ikan pertamakalinya. A a.1b.1
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks