Documents

10 pages
141 views

143-377-2-PB

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
ok
Transcript
    MODIFIKASI GEOMETRI PELEDAKAN DALAM UPAYA MENCAPAI TARGET PRODUKSI 80.000 TON/BULAN DAN MENDAPATKAN FRAGMENTASI YANG DIINGINKAN PADA TAMBANG GRANIT PT. KAWASAN DINAMIKA HARMONITAMA KABUPATEN KARIMUN KEPULAUAN RIAU   MODIFICATION OF BLASTING GEOMETRY IN THE EFFORT TO ACHIEVE TARGET PRODUCTION 80,000 TONS / MONTH AND GET THE DESIRED FRAGMENTATION ON GRANITE MINE PT. KAWASAN DINAMIKA HARMONITAMA KARIMUN RIAU ISLANDS    Muhammad Armansyah 1  , Ir. H. Abuamat HAK, M.Sc,IE   2  , Makmur Asyik  3   1,2,3  Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya    Jl. Raya Palembang  –   Prabumulih KM.32 Indralaya, Sumatera Selatan, Indonesia    E-mail : doublebatt@gmail.com    ABSTRAK     Peledakan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan produksi yang didapat dalam kegiatan  penambangan terutama pada penambangan dengan metode quarry. Penerapan geometri yang kurang tepat dalam  proses peledakan akan mengakibatkan terhambatnya proses produksi, terjadinya flying rock, fragmentasi batuan hasil  peledakan yang didapat kurang memuaskan, berkurangnya efisiensi biaya, dan tidak tercapainya target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Potensi perbaikan fragmentasi dapat dilakukan dengan memperhatikan geometri  peledakan. Geometri peledakan aktual saat ini untuk burden 3,5 meter dan Spacing 4 meter, di lapangan ternyata masih terdapat boulder dan target volume peledakan belum tercapai. Selanjutnya dilakukan analisa dan modifikasi terhadap geometri di lapangan, didapat burden 3 meter dan Spacing 4,2 meter sehingga didapat fragmentasi batuan berukuran    100 cm sebesar 3,98 %. Dengan demikian fragmentasi yang didapatkan lebih baik dibandingkan dengan  jumlah boulder aktual yang masih >5% . Dengan adanya perbaikan ini maka kegiatan produksi akan berjalan optimal dan target volume peledakan tercapai.  Kata Kunci: Geometri peledakan, target produksi, fragmentasi  ABSTRACT     Blasting is one of the important factors in determining the success obtained in the production of mining activities especially in quarry mining methods. Improper of geometry application in the blasting process will result in the  production process delays, the occurrence of flying rock, less satisfactory of rock fragmentation obtained, reduced cost efficiency, and company production targets failure. Potential fragmentation improvements can be done by modifying the blasting geometry. The actual blasting geometry on the field are set to 3.5 meters of burden and 4 meters of Spacing, yet there still large amount of boulder found and the production target still not fullfilled. After analyzing and modificating the actual geometry,found that the effective burden is 3.5 meters and spacing is 4.2 meters which produce   3.98% of >100cm sized rocks. Thus fragmentation obtained is better than the actual amount of the boulders that are    still >5%. With this improvement, the production activity will run optimally and the blasting target volume is reached.  Keywords : Blasting geometry , production targets , fragmentation    1. PENDAHULUAN   Peledakan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan produksi yang didapat dalam kegiatan  penambangan terutama pada penambangan dengan metode quarry . Penerapan geometri yang kurang tepat dalam  pengerjaan peledakan akan mengakibatkan adanya terhambatnya proses produksi, terjadinya  flying rock  , fragmentasi  batuan hasil peledakan yang didapat kurang memuaskan, berkurangnya efisiensi biaya, dan tidak tercapainya target  produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan [1]. PT. Kawasan Dinamika Harmonitama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan (  Mine ) batu granit di pulau Karimun yang secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau. Luas daerah Quarry yang dikelola oleh PT. Kawasan Dinamika Harmonitama adalah 49,5 ha dari total area usaha pertambangan seluas kurang lebih 95,669 ha [2]. Dalam menghasilkan batu pecah sebagai  End Product  , jumlah produksi yang dihasilkan PT. Kawasan Dinamika Harmonitama, terkadang sudah memenuhi sasaran produksi yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan yaitu sebesar 80.000 ton per bulan [3]. Namun pada bulan-bulan tertentu, tingkat produksi peledakan belum maksimal, fragmentasi  batuan hasil peledakan dirasa masih kurang memuaskan dan terdapat bongkahan batuan yang besar (boulder) dengan  jumlah yang cukup banyak yang menyulitkan alat gali-muat dan alat peremuk untuk beroperasi, dimana secara langsung akan menghambat proses produksi selanjutnya. Hal inilah yang menjadi latar belakang penulis untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan produksi batu Granit di PT. Kawasan Dinamika Harmonitama, khususnya pada unit peledakan. Evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki ukuran fragmentasi dan mengurangi jumlah  Boulder sehingga jumlah produksi end product dapat dimaksimalkan. 1.1. Geometri Peledakan  Geometri peledakan sangat berpengaruh dalam mengontrol hasil peledakan, karena jika geometri peledakannya baik akan menghasilkan fragmentasi batuan yang sesuai dengan ukuran alat peremuk, tanpa terdapat adanya bongkah, kondisi jenjang yang lebih stabil, serta keamanan alat  –   alat mekanis dan keselamatan para pekerja yang bekerja lebih terjamin. Dalam operasi peledakan ada tujuh standar dasar geometri peledakan yaitu : burden, spacing, stemming, subdrilling,   kedalaman lubang ledak, panjang kolom isian dan tinggi jenjang [4]. Cara yang diterapkan untuk menentukan geometri peledakan adalah dengan metode yang dikemukakan CJ Konya adalah sebagai berikut [5] : Burden (B)  Burden merupakan jarak tegak lurus terpendek antara lubang ledak yang diisi bahan peledak dengan bidang bebas atau kearah mana batuan hasil peledakan akan terlempar. Untuk mencari nilai  Burden digunakan rumus berikut : B = 3,15 x De x 3 SGe SGr    (1)  Dimana : B =  Burden (ft) De = diameter lubang ledak ( inch ) Sge = berat jenis bahan peledak yang dipakai SGr =berat jenis batuan yang akan dibongkar Spasi (S)  Nilai spasi ditentukan dari sistem peledakan yang menggunakan serentak ( instantaneous ) atau beruntun ( delay ). Jika ledakan serentak dalam satu baris lubang ledak ( instantaneous ) / ( row by row ) : S = 2 B (2)    Jika ledakan beruntun dalam tiap baris lubang ledak (  Delay ) : S = 1,4 B (3)  Dimana: S = Stemming B = Burden Stemming (T) Stemming adalah tempat material penutup di dalam lubang bor, yang letaknya di atas kolom isian bahan  pe l edak.  Fungsi  stemming adalah agar terjadi keseimbangan tekanan dalam lubang ledak dan mengurung gas  –   gas hasil ledakan sehingga dapat menekan batuan dengan energi yang maksimal [6]. Stemming yang cukup panjang dapat mengakibatkan terbentuknya bongkah apabila energi ledak tidak mampu untuk menghancurkan batuan di sekitar  stemming tersebut. Sedangkan  stemming yang terlalu pendek dapat mengakibatkan timbulnya batuan terbang (  flying rock  ) dan pecahnya batuan akan menjadi kecil [6]. Untuk penentuan tinggi stemming digunakan rumus seperti di bawah ini : Untuk batuan massive : T = B (4)  Untuk batuan berlapis : T = 0,7B (5)  Sub Drilling (J) Subdrilling merupakan bagian dari panjang lubang ledak yang terletak lebih rendah dari lantai jenjang. Subdrilling   diperlukan agar batuan dapat meledak secara keseluruhan dan terbongkar tepat pada batas lantai jenjang, sehingga tonjolan  –   tonjolan pada lantai jenjang dapat dihindari [6]. Rumusan yang digunakan adalah : J = Kj x B (6)  Dimana : Kj =  subdrilling ratio ( 0,3) J =  subdrilling (meter) B = burden (meter) Sedangkan rumusan untuk menentukan geometri peledakan menurut ICI-  Explosive (Trial & Error  ), tiap parameter geometri peledakan ditentukan oleh nilai diameter lubang ledak (d) yaitu sebagai berikut [6] :  Burden (B) B = 25d  –   40d (7)   Spacing (S) S = 1B  –   1,5B (8)   Stemming (T) T = 20d -30d (9)   Subgrade/Subdriiling (J) J = 8d  –   12d (10)  Tinggi Jenjang (H) H = 60d  –   140d (11)   1.2. Berat Bahan Peledak, Powder Factor dan Volume Peledakan  A. Berat bahan peledak dalam lubang ledak (E) Berat bahan peledak dalam satu kolom isian bahan peledak merupakan fungsi dari diameter bahan peledak, densitas bahan peledak dan panjang kolom isian bahan peledak. Berat bahan peledak tersebut (  Loading Factor  ) setiap satu lubang ledak dapat dihitung dengan  Formula  berikut ini : E = PC x de (12)  dimana : E = Berat bahan peledak setiap lubang ledak (kg) PC = Panjang kolom isian bahan peledak (m)    de =  Loading Density (kg/m)  Loading Density adalah berat bahan peledak setiap meter kolom isian. Nilai dari  Loading Density ini dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut: de = 0,34 x De 2 x SG x 1,48 (13)  dimana : De = Diameter lubang ledak (  Inch ) SG = Specific Gravity  bahan peledak (Ton/m 3 ) 1,48 = Konversi lbs/ft menjadi Kg/m  Powder Factor (PF)  Powder Factor ini merupakan salah satu petunjuk untuk memperkirakan baik atau tidaknya suatu operasi peledakan. Hal ini disebabkan dari nilai  Powder Factor ini dapat diketahui tingkat efisiensi bahan peledak untuk membongkar sejumlah batuan. Penetuan nilai  Powder Factor dapat diketahui melalui persamaan berikut :  PF    n x  E    W (14)  dimana : Pf =  Powder Factor (  kg/m 3 ) W = Volume material diledakkan (m 3 ) E = Berat bahan peledak setiap lubang ledak (kg)  N = Jumlah lubang ledak Volume material yang diledakkan dan jumlah lubang ledak Volume material yang diledakkan dapat diketahui dengan menggunakan rumus berikut: dimana : V = B x S x H x n (15) V = Volume peledakan (bcm) B =  Burden (m) S = Spasi (m) H = Kedalaman lubang ledak (m) n = Jumlah Lubang Ledak Untuk mendapatkan hasil peledakan yang memuaskan maka perlu perencanaan peledakan. Terlebih dahulu tentukan target produksi. Selanjutnya tentukan panjang jenjang minimum dan jumlah lubang ledaknya [8]. Untuk mencari panjang minimum  Bench (P min) ditentukan dengan rumus berikut: SP   P min = (16)    L x n x  B  Sehingga untuk menentukan jumlah lubang ledak yang dibutuhkan, dicari dengan persamaan :  Pm i n   N = + 1 n (17)   S  Dimana : P min = Panjang jenjang minimum (m) SP = Sasaran produksi B =  Burden   S = Spacing   n = Jumlah baris dalam sekali peledakan (4 baris)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks