Documents

6 pages
127 views

10.-Afellyn

of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
ok
Transcript
  Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015 ISBN 978-602-98569-1-0  Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - 527 - KAJIAN TEKNIS PEMBORAN UNTUK MENINGKATKAN TARGET PRODUKSI Do Rosario, Baltazar Da Costa, Avellyn Shinthya Sari, DP.Waloeyo Adjie, Ahmad Fawaidin Nahdliyin Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya ABSTRAK Kegiatan penelitian ini di lakukan tahun bulan Mei – Juni 2015 yaitu di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batugamping yang termasuk tambang terbuka jenis quarry  ( Side Hill Type Quarry ). Target produksi PT. Pertama Mina Sutra Perkasa adalah sebesar 366 m 3 /hari Permasalahan yang terjadi pada saat ini adalah tidak tercapainya sasaran produksi yaitu hanya sebesar 270 m 3 /hari hal ini disebabkan karena factor seperti efisinsi kerja yang belum optimal. Setelah dilakukan peningkatan waktu kerja efisinsi maka sasaran produksi meningakat dari 54% menjadi 73,60 % dan dengan simulasi menggunakan metoda R.L.Ash, menghasilkan produksi batuGamping sebesar 624 BCM/hari Hal-hal yang mempengaruhi tidak tercapainya target produksi antara lain :    Efisiensi kerja alat bor 54 % dengan waktu efektif 223 menit/hari (waktu tersedia 410 menit/hari).    Kondisi alat bor yang sering rusak dengan waktu hambatan rata-rata 11.25 menit/lubang.    Geometri Pemboran yang tidak sesuai teoritis. Kata kunci : Pemboran, Target Produksi   PENDAHULUAN Perkembangan kemajuan teknologi dan pembangunan pada zaman moderen ini telah memberikan hasil yang sangat bermanfaat bagi pembangunan di bidang industri dan bidang  pertambangan. Untuk menunjang pembangunan infrastruktur di Indonesia diperlukan bahan baku. Antara lain yaitu batu gamping atau batu kapur. Penambangan batu kapur di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa dilakukan dengan cara tambang terbuka yang menggunakan sistem Type Side Hill Quarry . Sistem ini merupakan suatu item  penambangan terbuka yang diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industri yang terletak di lereng bukit atau berbentuk bukit. Cara ini diterapakan apabila seluruh lereng bukit yang akan di tambang dilakukan mulai dari atas ke bawah. Hasil pengamatan produksi pengeboran pada penambangan yang dilakukan di PT Pertama Mina Sutra Perkasa belum memenuhi sasaran produksi/hari,Dalam rancagan produksi di PT.Pertama Mina Sutra Perkasa adalah sebesar 84,240 m 3 /tahun dan rencana sasaran produksi realisasi adalah 114,192 m 3 /tahun sehingga perlu dilakukan kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produksi  pemboran, pemanfaatan waktu yang tersedia untuk operasi pengeboran. Oleh karena itu, perlu dilakukannya optimalisasi dari proses pemboran sebaik mungkin agar sasaran produksi dari perusahaan yang menggunakan proses tersebut dapat tercapai dan sesuai dengan sasaran.  Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015 ISBN 978-602-98569-1-0  Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - 528 - (a)   (b) Gambar 1. (a) Metode Penambangan batugamping, (b) Pemboran degan alat  jack hummer    METODE PENELITIAN Adapun tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut :   1.   Mengkaji hasil produksi kegiatan pemboran 2.   Mengkaji faktor-faktor penghambat yang ada pada unit pemboran sehingga sasaran produksi dapat tercapai. 3.   Hasil dari penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan  perusahaan, sehingga dapat menjadi acuan perusahaan untuk mengoptimalkan kegiatan  pemboran sehingga sasaran pada produksi dapat tercapai. Kegiatan penelitian ini akan memberikan manfaat sebagai berikut : 1.   Bagi Perusahaan Hasil analisa data dari penelitian yang dilakukan dapat menjadi bahan masukan dan referensi bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi mengenai operasi penambangan saat ini serta menentukan kebijakan terkait dengan metode pelaksanaan pemboran agar lebih efektif 2.   Bagi Perguruan Tinggi Hasil penelitian ini sebagai tambahan referensi khususnya mengenai industri di Indonesia maupun proses dan teknologi yang terkini, dan salah satu bahan masukan kepada pihak lembaga pendidikan dalam rangkah meningkatkan dan pemberdayaan Perpustakaan di Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). 3.   Bagi Mahasiswa Peneliti dapat mengetahui secara lebih mendalam tentang kenyataan yang ada dalam dunia industri pertambangan sehingga nantinya diharapkan mampu menerapkan ilmu untuk melakukan kajian teknis pemboran. Berikut ini adalah tahap dari metode pemboran. 1.   Pengeboran 2.   Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pengeboran 3.   Kecepatan Pengeboran 4.   Efisiensi Kerja 5.   Volume Setara 6.   Pola Pengeboran 7.   Arah Pengeboran  Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015 ISBN 978-602-98569-1-0  Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - 529 - HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Rencana Produksi dan Realisasi Produksi Batugamping Rencana target produksi Batugamping di PT.Pertama Mina Sutra Perkasa adalah sebesar 114,192 m 3 /tahun dan sasaran produksi realisasi sebesar 84,240 m 3 /tahun (Tabel 1). Sedangkan cara  perhitungannya dapat dilihat pada. Tabel 1. Rencana Produksi dan Realisasi Produksi Rata-Rata Batugamping di PT: Pertama Mina Sutra Perkasa Tahun Realisasi Produksi Aktual Rencana Target Produksi 2015 270 m 3 /hari 366 m 3 /hari 7,020 m 3 /bulan 9,516 m 3 /bulan 84,240 m 3 /tahun 114,192 m 3 /tahun Keadaan Lokasi Pengeboran Dalam kegiatan Lokasi pengeboran memegang peranan penting, karena kondisi lapangan akan sangat mempengaruhi terhadap kegiatan pembuatan lubang ledak. Lokasi pengeboran yang kotor dan ada toe serta terdapat banyak material sisa ( loose material  )  ,  ( Lihat gambar 3.) akan menyebabkan terjadinya lemparan batu (  flying rock  ), pada kegiatan peledakan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, kondisi lokasi pengeboran masih banyak terdapat toe  pada lantai jenjang dan material sisa ( loose material).  Gambar 3. Lokasi Pengeboran Alat Bor Pembuatan lubang ledak di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa, dilakukan dengan menggunakan alat bor  jeck hummer    dengan diameter 3 inchi ( 76 mm, lebih jelasnya lagi lihat lampian B) seperti ( terlihat  pada gambar 4). di bawah ini dan digerakkan oleh kompressor merek   denyo tipe 685 . Kegiatan  pengeboran dilakukan oleh 2 orang tenaga kerja, dimana satu orang sebagai juru bor dan satu orang lainnya sebagai asisten juru bor. Jumlah batang bor yang digunakan ada empat dengan panjang masing-masing 1 meter, 2 meter, 3 meter, dan 4 meter. Kondisi alat bor yang sering rusak atau macet dengan waktu hambatan rata-rata 223 menit/hari menjadi salah satu faktor penghambat tidak tercapainya sasaran produksi.  Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015 ISBN 978-602-98569-1-0  Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya - 530 - Gambar 4. Alat Bor  Jeck Hummer Oleh karena itu perlu dilakukannya optimalisasi dari proses pemboran sebaik mungkin agar sasaran produksi dari perusahaan yang menggunakan proses tersebut dapat tercapai dan sesuai dengan sasaran. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan perhitungan terhadap kajian teknis pengeboran untuk peningkatan  produksi di kuari batugamping PT. Pertama Mina Sutra Perkasa di Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur. dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.   Waktu dan Efisiensi Kerja Alat Bor Waktu kerja per hari yang tersedia di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa yaitu 410 menit atau 6.83  jam. Efisiensi kerja untuk alat bor  jeck hummer   di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa adalah 54 %.   Dari hasil perhitungan kecepatan pemboran diketahui jumlah lubang per hari adalah hanya mencapai 20 lubang bor degan target produksi mencapai 27 lubag bor /hari.   2.   Produksi Nyata  : Dengan alat yang ada sekarang ini (1 unit   alat bor  Jeck Hummer  ), maka produksi lubang bor hanya mencapai 20 lubang/hari untuk kedalaman lubang bor 3-4 meter. 3.   Upaya Peningkatan Produksi Produksi pemboran dapa ditingkatkan dengan ketentuan : Memperbaiki efisiensi kerja degan menghindari waktu hambatan sehinga sasaran produksi dari 54% menjadi 73,41% . Mengganti alat bor yang sudah kadaluarsa (karena sering macet atau rusak). Penggunaan geometri pemboran secara teoritis. DAFTAR PUSTAKA [1]   Ash, R.L. 1990,  Design Of Blasting Round, in Surface Mining  , by Kennedy (Editor), Colorado, USA. [2]   Benigno de Deus ,S.T.,   kajian Teknis Pengeboran dan Peledakan Untuk Peningkatan Produksi.Istitut Teknologi Adih Tama Surabaya [3]   Koesnaryo.S. (2001), Pemboran untuk Penyediaan Lubang Ledak, Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks