Documents

12 pages
43 views

Rmk Perindo Fix Print!

Please download to get full document.

View again

of 12
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
perekonomian indonesia
Transcript
  RMK SAP 5 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN MATA KULIAH : PEREKONOMIAN INDONESIA (EKU 307 A2) Disusun Oleh Kelompok 4 : Deby Carolina (1506205020) Tresna Dewi Mnune (1506205060) Putu Diandra Pradnyadewi Karmawan (1506205070)  Nyoman Candra Tri Wahyuni (1506205090) FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2017  1.   Struktur Penduduk Indonesia Informasi tentang distribusi penduduk secara geografis dan terpusatnya penduduk di satu tempat memungkinkan pemerintah mengatasi kepadatan penduduk (yang umumnya disertai dengan kemiskinan) dengan pembangunan dan program-program untuk mengurangi beban kepadatan penduduk atau melakukan realokasi pembangunan di luar Iawa atau realokasi  penduduk untuk bermukim di tempat lain.  1.1.   Sebaran Per Wilayah Geografis Table 4.2.1 Distribusi Geografsi Wilayah Di Indonesia Tahun 2016 (sumber: BPS/proyeksi 2010-2020, seperti pada www.depnaker.go.id (diolah) Data diatas menujukkan terjadinya distribusi penduduk yang sangat timpang antar  pulau. Data ini dapat dijadikan sumber informasi bagi pemerintah dalam pembuatan kebijakan agar persebaran penduduk dapat merata di semua pulau di Indonesia. 1.2.   Tren Tingkat Kelahiran dan Kematian Secara kuantitatif, tingkat pertambahan penduduk (rate of population increase) dihitung atas dasar persentase kenaikan relatif (atau persentase penurunan, yakni dalam kasus  pertambahan penduduk yang negatif) dari jumlah penduduk neto per tahun yang bersumber dari pertambahan alami (natural increase) dan migrasi internasional neto (net international migration). Adapun yang dimaksud dengan pertambahan alami  adalah selisih antara jumlah kelahiran dan kematian, atau istilah teknisnya, selisih antara tingkat fertilitas dan mortalitas. Sedangkan migrasi internasional neto  adalah selisih antara jumlah penduduk yang  beremigrasi dan berimigrasi. Dibandingkan dengan pertambahan alami, faktor migrasi  internasional neto ini relatif terabaikan (kecil bagi satu negara). Dengan demikian laju  pertambahan penduduk hampir sepenuhnya dihitung berdasarkan atas pertambahan alami, yakni selisih antara tingkat Kelahiran dan tingkat Kematian. Data penduduk dunia menunjukkan bahwa tingkat kelahiran selalu lebih tinggi daripada tingkat kematian, sehingga di negara mana pun di Dunia ini terjadi pertumbuhan penduduk; hanya saja pertumbuhan penduduk di negara sedang berkembang lebih tinggi dari pada  pertumbuhan penduduk di negara maju. 1.3.   Struktur Usia dan Beban Ketergantungan Jumlah penduduk yang besar dapat dipandang sebagai beban sekaligus juga modal dalam pembangunan. Dengan mengetahui jumlah dan persentase penduduk di tiap kelompok umur, dapat diketahui berapa besar penduduk yang berpotensi sebagai beban. Juga dapat dilihat berapa persentase penduduk yang berpotensi sebagai modal dalam pembangunan yaitu  penduduk usia produktif. Perhitungan dilakukan dengan rasio ketergantungan pemuda (  youth dependency ratio ) yakni perbandingan antara pemuda berusia di bawah 15 tahun yang tentunya belum memiliki pendapatan sendiri, dengan orang-orang dewasa yang aktif atau  produktif secara ekonomis berusia 15 tahun hingga 64 tahun. Fenomena ketergantungan  penduduk berusia muda ini selanjutnya menimbulkan masalah lain, yakni konsep penduduk tua dan penduduk muda, dan yang tidak kalah pentingnya, yakni apa yang disebut sebagai momentum pertumbuhan penduduk yang tersembunyi ( hidden momentum of population  growth ). 1.4.   Penduduk Muda dan Penduduk Tua Klasifikasi penduduk menurut umur dapat digunakan untuk mengetahui apakah  penduduk di satu negara termasuk berstruktur umur muda atau tua. Penduduk satu negara dianggap penduduk muda apabila penduduk usia di bawah 15 tahun mencapai sebesar 40 persen atau lebih dari jumlah seluruh penduduk. Sebaliknya penduduk disebut penduduk tua apabila jumlah penduduk usia 65 tahun ke atas di atas 10 persen dari total pendudu   Tabel 2.4 Penduduk Indonesia Menurut Golongan Umur (Dalam 000 Orang  (sumber: BPS/proyeksi 2015-2019, www.depnaker.go.id (diolah) Dengan melihat Tabel 4.2.4 di atas Indonesia tidak dapat dikatakan merupakan pola  penduduk muda karena jumlah penduduk usia di bawah 15 tahun hanya 26,93% ( 70.295.363/261.890.872 x 100%) sedangkan dalam hal ini, jumlah penduduk berusia 65 tahun atau lebih hanyalah 5,6% ( 41.787.721/261.890.872 x 100%). Artinya Indonesia juga tidak dapat dikatakan mempunyai struktur penduduk tua. 1.5.   Momentum Pertumbuhan Pcnduduk yang Tersembunyi Pertambahan penduduk mempunyai keceenderungan inheren untuk terus melaju; seolah-olah laju pertumbuhan penduduk tersebut mempunyai satu daya tarik internal yang kuat dan tersembunyi. Ada dua alasan pokok yang melatarbelakangi keberadaan daya gerak tersembunyi itu. Yang pertama, tingkat kelahiran itu sendiri tidak mungkin diturunkan hanya dalam satu malam saja. Sedangkan alasan yang ke dua atas adanya momentum yang tersembunyi tersebut erat kaitannya dengan struktur usia penduduk Indonesia. Dalam populasi yang tingkat fertilitasnya tinggi, jumlah anak-anak muda lebih banyak dibandingkan dengan jumlah orang tua dan apabila anak-anak ini nantinya menjadi dewasa maka jumlah orang tua yang potensial dengan sendirinya akan melebihi jumlah yang ada pada saat ini. 2.   Masalah Penduduk Masalah penduduk bukan hanya masalah tingkat pertumbuhan yang akhimya bermuara  pada jumlah penduduk keseluruhan, melainkan lebih dari itu, yakni juga menyangkut kepentingan pembangunan serta kesejahteraannya. Masalah yang mungkin muncul adalah  perbaikan tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan umum seperti misalnya peningkatan kepercayaan diri, rasa hormat, harga diri, dan kebebasan untuk memilih.   Peningkatan kesejahteraan umum di sini dimaksudkan kalau kita mengingat tujuan dari  pada pembangunan ekonomi secara utuh, di mana menyangkut juga harga diri dan kebebasan untuk memilih. Namun kita hanya memperhatikan masalah yang paling mendasar saja, antara lain : 1.   Mampukah Indonesia mengatasi masalah kependudukan mengingat jumlah dan  penyebaran penduduk yang ada sekarang ini? Lalu sampai seberapa jauhkan  pertambahan penduduk yang telah terjadi. 2.   Apakah yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk peningkatan angkatan kerja yang terjadi di masa mendatang? Apakah akan tersedia cukup banyak kesempatan kerja
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x