Fashion & Beauty

2 pages
7 views

Resensi Film Hotel Rwanda

Please download to get full document.

View again

of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Resensi Film Hotel Rwanda
Transcript
  Yulia Fadillah F1I011023 Hubungan Internasional Resensi Film “Hotel Rwanda”   Hotel Rwanda merupakan sebuah film yang disutradarai oleh Terry George dan merupakan film yang diangkat dari sebuah buku karya George dan Kier Pearson. Film Hotel Rwanda merupakan sebuah film berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1994. Pada saat itu terjadi konflik yang melibatkan dua kelompok yang bertentangan di Kigali, Rwanda, Afrika, yaitu etnis Hutu dan Tutsi, mengakibatkan hampir satu juta korban tewas. Hotel Rwanda adalah sebuah film drama berlatar belakang sejarah mengenai Paul Rusesabagina yang menjadi sosok heroic  dalam film ini selama peristiwa pembantaian etnis di Rwanda. Dalam film, diperlihatkan ketegangan antara suku Hutu dan Tutsi membawa kepada  perang sipil dimana suku Tutsi dibantai karena status tinggi mereka yang berawal dari kesetiaan  pada kolonial bangsa Eropa. Paul Rusesabagina (diperankan oleh Don Cheadle), seorang manajer hotel Sabena Hôtel des Mille Collines, adalah seorang Hutu namun istrinya, Tatiana (diperankan oleh Sophie Okonedo), adalah seorang Tutsi. Pada malam pembantaian, tetangga dan keluarga Paul sangat berharap padanya supaya dapat selamat. Kepemimpinan, kecerdikan dan penyuapan, membuat Paul dapat menyelamatkan keluarga dan tetangganya dari mafia Hutu bersenjata yang bertujuan menghabisi semua suku Tutsi. Setelah tawar menawar dengan seorang petugas militer Rwanda untuk keselamatan keluarga dan teman, Paul membawa mereka ke hotelnya. Makin banyak pengungsi membanjiri hotelnya dikarenakan kamp pengungsian PBB sangat berbahaya dan terlalu penuh pada saat itu. Hotel pun menjadi penuh sesak, Paul mesti berusaha menghalihkan tentara Hutu, peduli terhadap  pengungsi, dan menjaga popularitas hotel sebagai hotel high-class. Penjaga perdamaian PBB, yang dipimpin oleh Kolonel Oliver (diperankan oleh Nick  Nolte), tak dapat bertindak apapun melawan Interhamwe, disebabkan mereka dilarang untuk ikut campur dalam masalah pembantaian ini. ketidak-berpihakan PBB terus berlanjut disamping juga kelelahan Oliver dalam menjaga pengungsi Tutsi dan kemarahannya yang mempertanyakan kekuatan barat yang tidak peduli terhada Rwanda.  Sewaktu Interhamwe mengepung hotel, Paul dan keluarganya mulai mengalami stress  berat. Pasukan PBB berusaha mengevakuasi kelompok pengungsi, termasuk keluarga Paul.  Namun malah berbalik kembali ke hotel, setelah di hadang oleh massa perusuh Hutu dan Interhamwe. Dalam usaha terakhir untuk menyelamatkan pengungsi, Paul berbicara kepada Jenderal Rwanda dan berusaha memerasnya dengan ancaman menjadikan sang jenderal penjahat  perang. Bizimungu terpaksa setuju dan kembali ke hotel yang dalam keadaan diserang oleh  perusuh dan Interhamwe. Tentara Bizimungu akhirnya dapat mengakhiri kekacauan dan Paul panik mulai mencari istri dan keluarganya, berpikir kalau mereka sudah bunuh diri seperti yang diperintahkan Paul apabila orang-orang Hutu dapat menyerang hotel. Setelah ketakutan setengah mati, Paul menemukan mereka bersembunyi di kamar mandi. Keluarga dan para pengungsi akhirnya dapat keluar dari hotel dengan kawalan konvoi pasukan PBB. Mereka menempuh perjalanan melewati  pengungsi Hutu dan milisi Interhamwe menuju ke belakang garis depan pihak pemberontak Tutsi. Di akhir cerita, Paul menemukan kedua keponakannya yg masih kecil, yang keberadaan orang tuanya tidak diketahui, dan mengajak mereka dengan keluarganya keluar dari Rwanda. Film ini hanya satu dari banyak kisah nyata yang terjadi di banyak negara di Afrika. Perang antar suku merupakan hal yang sudah lumrah terjadi di Afrika, di mana perang tersebut  banyak disebabkan oleh kesenjangan ekonomi, sumber daya alam hingga status sosial seperti yang terjadi di Rwanda. Masyarakat internasional sangat mengecam apa yang menjadi latar  belakang perang di Afrika, pasalnya dunia kini sudah menjunjung persamaan hak asasi manusia dan kesetaraan tanpa melihat status sosial. Sayangnya apa yang terjadi di Afrika masih menjadi  bagian dari kehidupan sosialnya sehingga sulit untuk meningkatkan kesadaran dan toleransi antar etnis kesukuan. Bahkan genosida yang kerap terjadi tidak jarang membuat PBB turun tangan  bersama dengan negara-negara lain di dunia untuk membantu perdamaian di Afrika. Sayangnya hal tersebut tidak banyak membuahkan hasil. Hingga sekarang massih sering terjadi konflik dan  perang antar suku terjadi di Afrika.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x