Documents

14 pages
9 views

Referat Gg Distimik

Please download to get full document.

View again

of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
refrat tentang gangguan distimik
Transcript
  1 KATA PENGANTAR  Puji dan syukur tim penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkatrahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan penyusunan referat yang berjudul “Gangguan Distimik” . Referat ini dibuat dalam rangka pemenuhan tugas kepanitraan IlmuKedokteran Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak- pihak yang telahmemberikan bantuan, terutama pembimbing kami Dr Susi Wijayanti, SpKJ sehingga referatini dapat selesai dengan sempurna. Segala saran dan kritik yang bersifat membangun sangatdiharapkan penulis agar dapat memberikan hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.Semoga referat ini dapat memberi manfaat yang besar bagi pembaca dan dapatdigunakan dalam praktik sehari-hari. Akhir kata kami mengucapkan mohon maaf atas segalaketerbatasan yang terdapat pada referat ini, terima kasih.Februari 2013Penulis  2 DAFTAR ISIKata Pengantar ...................................................................................................1 Daftar Isi ............................................................................................................ 2 BAB I Pendahuluan ............................................................................................ 3a. Latar Belakang b.Epidemiologi BAB II Tinjauan Pustaka 3.1 Definisi ..........................................................................................................43.2 Etiologi ..........................................................................................................43.3 Perjalanan klinis ..............................................................................................53.4 Kriteria Diagnosi s……………………………………………………………………6  3.5 Gejala Klinis ...................................................................................................8 3.6 Pemeriksaan Penunjang………………………………………………………………9  3.7 Differensial Diagnosi s……………………………………………………………….10  3.8 Penatalaksanaan ..............................................................................................113.9 Prognosis........................................................................................................123.10 Komplikasi……………………………………………………………………… ....12 BAB IV Penutup ............................................................................................... 13Kesimpulan Daftar Pustaka .................................................................................................. 14    3 BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Menurut DSM-IV-TR, ciri gangguan distimik yang paling khas adalah perasaan tidak adekuat, bersalah, iritabilitas, serta kemarahan, penarikan diri dari masyarakat, hilang minat, serta inaktivasi dan tidak produktif. Istilah distimia, yang berarti “ tidak menyenangkan (ill - humored) “diperkenalkan pada tahun 1980. Sebelumnya, gangguan distimik diklasifikasikan sebagai neurosis depresif (juga disebut depresi neurotik). Gangguan distimik dibedakandengan gangguan depresif berat berdasarkan fakta bahwa pasien mengeluh selalu merasadepresi. Riwayat keluarga pasien dengan distimia secara khas dipenuhi gangguan depresif serta bipolar. Gangguan distimik memiliki prevalensi 5-6% dari keseluruhan gangguandepresi. Cyranowski (2001) mengatakan kejadian distimik pada sebelum pubertas dansesudah masa pubertas adalah sama. Namun memasuki masa dewasa, memiliki angkakejadian lebih besar dengan ratio 2:1. Gangguan distimik memiliki onset pada usia muda,yaitu pada masa kanak-kanak dengan keluhan perasaan tidak bahagia yang tidak dapatdijelaskan dan terus berlanjut saat memasuki masa remaja dan menginjak usia 20 tahun.Gangguan distimik sering terdapat bersamaan dengan gangguan jiwa lain, terutama gangguandepresif berat. Pasien juga dapat memiliki gangguan ansietas yang terdapat bersamaangangguan panik, penyalahgunaan zat, dan gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder). B. Epidemiologi Gangguan distimik merupakan gangguan yang sering ditemukan di antara populasiumum, yang mengenai 3-5% dari semua pasien klinik. Gangguan distimik lebih sering padawanita yang berusia kurang dari 64 tahun dibandingkan laki-laki setiap usia. Gangguandistimik juga lebih sering ditemukan di antara orang yang tidak menikah dan orang muda dan pada orang dengan penghasilan yang rendah 1,3    4 BAB IITINJAUAN PUSTAKADefinisi 1,2   Gangguan distimik adalah suatu gangguan kronis yang ditandai oleh adanya mood yangdepresi yang berlangsung hampir sepanjang hari dan ditemukan pada sebagian besar hari. Istilah “distimia” yang berarti humor yang buruk diperkenalkan pada tahun 1980 dan diganti menjadi “gangguan   distimik” di dalam DSM -IV. Etiologi 1   Tema utama tentang penyebab gangguan distimik adalah apakah gangguan ini berhubungandengan diagnosis psikiatrik lain, termasuk gangguan depresif berat dan gangguan kepribadianambang   1,3  1. Faktor BiologisBeberapa penelitian menunjukkan keterkaitan neurotransmitter Serotonin dan Noradrenergik terlibat dalam gangguan distimik. Pada pemeriksaan EEG dan polisonogram,menunjukkan terjadinya gangguan tidur yang ditandai dengan menurunnya masa latensiRapid Eye Movement (REM), dan meningkatnya densitas REM serta terganggunyakontinuitas dari tidur. Individu dengan kepribadian antisosial, ambang, ketergantungan,histrionik, depresif dan skizotipal memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguandistimik.2. Faktor PsikososialTeori psikodinamika tentang perkembangan gangguan distimik menyatakan bahwagangguan disebabkan oleh kesalahan perkembangan kepribadian dan ego. Teori kognitif tentang depresi juga berlaku pada gangguan distimik. Teori ini menyatakan ketidaksesuaianantara situasi nyata dan situasi yang dikhayalkan menyebabkan menurunnya harga diri danrasa putus asa. Menurut Sig mund Freud, di dalam “ Mourning and Melancholia “ menyatakan bahwa kekecewaan interpersonal di awal kehidupan dapat menyebabkankerentanan terhadap depresi, menyebabkan ambivalensi hubungan cinta sebagai orang
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x