Documents

7 pages
215 views

Translate Jurnal.docx

of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Peran Ahli Anestesi dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Abstract Pendahuluan Anastesi dan operasi telah terbukti dapat menyebabkan kegelisahan dan dengan munculnya operasi elektif, aspek pengalaman pasien menjadi masalah yang menonjol tiap waktunya. Namun, kesalahan kami sebagai ahli anastesi adalah kami tidak membuat pasien-pasien mengenali sebenarnya apa yang kami lakukan di ruangan operasi. Karenanya, setelah melihat semua ini, sebuah penelitian dilakukan dengan memperlihatkan video dan foto in
Transcript
  Peran Ahli Anestesi dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Abstract Pendahuluan  Anastesi dan operasi telah terbukti dapat menyebabkan kegelisahan dan dengan munculnya operasi elektif, aspek pengalaman pasien menjadi masalah yang menonjol tiap waktunya. Namun, kesalahan kami sebagai ahli anastesi adalah kami tidak membuat pasien-pasien mengenali sebenarnya apa yang kami lakukan di ruangan operasi. Karenanya, setelah melihat semua ini, sebuah penelitian dilakukan dengan memperlihatkan video dan foto informasi tentang prosedur operasi dan anastesi kepada pasien dalam bentuk presentasi powerpoint. Gambar yang berbeda yang menunjukkan perjalanan operasi pasien sebelumnya diperlihatkan untuk mengedukasi pasien . Metode : 200 pasien yang dijadwalkan untuk menjalani operasi elektif diambil dan dibagi menjadi 2 grup terdiri atas 100 orang setiap grupnya. Pasien di grup 1 (Studi group) ditunjukkan video dan foto perjalanan pasien yang dioperasi sebelumnya termasuk pembedahan dan anastesi di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan pada masing-masing pasien di grup I sedangkan pasien di grup 2 tidak ditunjukkan video atau foto apapun. Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM ‑ A) dipakai sebagai kriteria untuk mengukur tingkat kecemasan di grup 1 dan 2 pada 4 interval yang berbeda yaitu sebelum pre anesthetic check up (PAC), setelah ditunjukkan video/foto pada grup 1, 1 jam sebelum operasi dan 8 jam sesudah operasi. Analisis Statistika  : Hasil dari observasi kami di kedua grup pada beberapa interval dianalisis secara statistik dan dibandingkan. Analisis statistic dilakukan dengan t-test tidak berpasangan untuk data parametrik dan chi-square test untuk data non-parametrik. Hasil : Informasi video dan gambar jika dilakukan pada waktu pra-operasi menunjukkan dapat mengurangi kecemasan pasien, walaupun hanya sedikit yang diketahui mengenai efeknya. Kesimpulan : Menampilkan video / gambar perjalanan rumah sakit untuk mengedukasi pasien sebelum operasi bermanfaat bagi pasien yang menjalani operasi elektif. Pendahuluan Menjalani operasi adalah kejadian yang tidak menyenangkan dalam hidup seorang pasien. Kegelisahan pre-operasi tidak bisa dihindari meskipun tergantung dari individu pasien masing-masing. Bahkan bayi baru lahir tidak lepas dari kegelisahan. Kegelisahan merupakan hal yang umum ketika pre-operasi dan untuk menguranginya, beberapa obat farmakologi diberikan termasuk narkotika, hipnotik, penenang dan anxiolitik yang dimana obat-obat ini  tidak selalu bebas dari efek samping. Terkadang, pasien mengunakan obat-obatan ini post-operasi dan menjadi kecanduan sehingga menyebabkan difungsi kognitif. Ahli anasthesi memiliki persepsi yang bervariasi terhadap kecemasan pasien. Anastesi adalah salah satu penyebab kegelisahan tersebut, lainnya juga seperti teknik bedah yang akan dilakukan, sukses tidaknya operasi, takut akan komplikasi, dan informasi yang telah didapatkan oleh pasien. Takut akan kematian merupakan faktor kecemasan yang paling besar ketika pasien menjalani operasi. Sebagian besar pasien tidak sadar apa yang terjadi di kamar operasi. Tanpa ragu bahwa internet telah membawa perubahan yang revolusioner dalam hidup kita, tapi untuk negara berkembang, masih banyak masyarakat yang belum dapat mengakses multimedia agar mengetahui tentang operasi dan prosedur anastesi. Bahkan benar jika dikatakan masyarakat luas di beberapa negara belum tahu apapun tentang anastesi dan mereka masih salah paham bahwa anastesi dilakukan dengan mencium obat atau dipaksa untuk mencium obat dan sebuah suntikan di bagian belakang tubuh untuk prosedur operasi tertentu. Dan ketakutan dari pembalikan anastesi masih satu dari factor kecemasan yang mayor dalam pikiran mereka. Topik penelitian dari diskusi ini membahas tentang tingkat kecemasan pasien yang datang untuk tipe operasi yang berbeda dan ahli anastesi menangani kecemasan pasien sebelum operasi agar meningkatkan kepercayaan pasien. Makalah penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek dari operasi dan anastesi yang dapat menimbulkan kecemasan paling besar dan nuntuk menentukan intervensi apa yang dapat membantu menghilangkan kecemasan tersebut. Pada penelitian ini, kami menyelidiki tingkat kecemasan yang timbul dari pengalaman lingkungan klinis selama operasi dan anastesi dan yang kedua untuk mencakup aspek yang spesifik, dimana pasien mengalami kecemasan dan menghalangi mereka untuk tidak mengunakan anastesi. Ulasan Literatur Anastesi telah terbukti dapat menyebabkan kegelisahan. Dengan munculnya operasi elektif, aspek pengalaman pasien menjadi masalah yang menonjol. Memang dengan rawat inap yang singkat, komunikasi yang terbatas dengan dokter dan perawat, manajemen kegelisahan formal yang terbatas, dan dampak psikologis yang akut karena operasi. Meningkatnya penyebab kecemasan diantara pasien dengan umur dan jenis kelamin yang berbeda juga berhubungan pada lingkungan rumah sakit yang asing.  Kecemasan adalah hal yang umum ketika pre-operasi dengan prevalensi 80%. Penyebab umum kecemasan itu adalah takut operasi, anastesi, dan komplikasi (misalnya nyeri dan mual), pengalaman operasi maupun anastesi sebelumnya yang tidak menyenangkan. Pengalaman sebelumnya yang baik (anastesi, operasi) selalu berarti pasien yang santai. Ekspetasi pasien dari perilaku petugas medis terhadap mereka adalah hal penting juga yang mungkin mempengaruhi kecemasan dan pengalaman mereka di rumah sakit. Jika pasien terlalu cemas dan gelisah karena operasi, pemulihan fisiologis, kesehatan, dan pengalaman mereka juga berpengaruh secara negatif. Banyak studi menyelidiki berbagai intervensi dan efeknya terhadap kecemasan pasien. Intervensi ini termasuk pemberian obat-obatan anxiolitik, terapi gangguan, dan penyediaan informasi. Kami para ahli anastesi sering tidak tepat dalam menilai kecemasan pasien dan biasanya mengampangkan karena tingkat penilaian yang berbeda oleh tiap ahli anastesi padahal skala analog visual direkomendasikan oleh banyak ahli anastesi. Perawat juga sering tidak tepat dalam menilai kecemasan pasien. Namun, beberapa ahli anastesi yang mengunakan penilaian klinis mereka ditemukan akurat untuk memprediksi kecemasan pasien. Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM ‑ A) telah digunakan oleh Maier et al dan Borkovec dan Costello. Di penelitian ini, kami memakai HAM-A dan mencoba untuk mengidentifikasi sebab dari kecemasan dan intervensi yang seharusnya dilakukan untuk mengurangi kecemasan itu. Tujuan Belajar   Tujuan utama adalah untuk 1.   Menyelidiki tingkat kecemasan yang diakibatkan oleh anastesi dan juga intervensi pembedahan 2.   Berbagai macam teknik dan metode diadopsi untuk mengurangi kecemasan pasien dalam kondisi yang sangat stress Tujuan tambahan adalah untuk menilai tingkat kepuasan pasien setelah melakukan variasi teknik dan metode yang diadopsi untuk mengurangi kecemasan tersebut. Metode Sebagai penelitian yang cukup besar untuk meyelidiki penyebab kecemasan pada pasien yang menjalani operasi di American Society of Anesthesiologists pada status fisik kelas I dan II di  salah satu kampus kesehatan pemerintahan di India, dan rumah sakit yang terkait. Inform consent tertulis yang baik dari setiap pasien diambil atas persetujuan pro forma. 200 pasien yang dijadwalkan untuk menjalani operasi elektif diambil dan dibagi menjadi 2 grup terdiri atas 100 orang setiap grupnya. Pasien di grup 1 ditunjukan video dan foto perjalanan pasien yang dioperasi sebelumnya termasuk pembedahan dan anastesi di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan pada masing-masing pasien di grup I sedangkan pasien di grup 2 tidak ditunjukkan video atau foto apapun. HAM-A dipakai sebagai kriteria untuk mengukur tingkat kecemasan di grup 1 dan 2 pada 4 interval yang berbeda sebelum PAC, setelah ditunjukkan video/foto pada grup 1, 1 jam sebelum operasi dan 8 jam sesudah operasi. Nilai HAM-A dicatat untuk setiap pasien sebelum ditunjukkan video/foto dan PAC di kedua grup. Di grup 1, Nilai HAM-A dicatat setelah ditunjukkan video/foto dan ketika PAC berlangsung, 1 jam sebelum operasi dan 8 jam sesudah operasi sementara tidak ditunjukkan video/foto pada grup 2. Nilai HAM-A diambil ketika PAC berlangsung, lalu 1 jam sebelum operasi dan 8 jam sesudah operasi. Sambil menunjukkan video/foto, material lain yang digunakan adalah laptop, layar, dan proyektor. Hasil dari observasi kami di kedua grup dianalisis secara statistik dan dibandingkan. Analisis statistic dilakukan dengan t-test tidak berpasangan untuk data parametrik dan chi-square test untuk data non-parametri. P <0,001 dianggap signifikan secara statistic. Hasil dan Diskusi Berdasarkan Badner et al dan Jiala et al, penelitian ini dilakukan di setiap jenis operasi dibawah anestesi regional. Hu et al menyimpulkan bahwa perkiraan reabilitas dari kecemasan adalah sumber yang sangat baik dari pasien. Hal yang menarik adalah anasthesiologis  merasa bahwa terlalu sedikit atau terlalu banyak informasi bisa meningkatkan skor kecemasan pasien daripada informasi apa yang tepat yang harus diberikan kepada pasien tanpa meningkatkan kecemasan. Biasanya, pasien akan perhatian pada komplikasi yang ditimbulkan oleh tindakan anastesi, teknik bedah yang digunakan, tingkat keberhasilan operasi, ketakutan untuk tidak sadar saat dalam pengaruh obat anastesi, kesakitan atau kelelahan pada seluruh tubuh setelah operasi, dan bahkan kematian, dimana hal tersebut akan meningkatkan tingkat kecemasan. Anastesi yang tampak (peralatan dan obat) ketika akan memulai tindakan menempati persentase terbesar dalam tingkat kecemasan pikiran pasien. Coba kita pikirkan,  jika kita memperlihatkan pada pasien yang menjalani proses anastesi dan operasi, sedikit
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x