Documents

11 pages
68 views

Tauhid Dan Urgensinya Bagi Kehidupan Muslim

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
b bvhvhvhbvkbkhjbkh
Transcript
    AIK II Dosen Pembimbing : Dina mardiana DISUSUN OLEH : Kelompok :1. Fadel Zein (047) 2. Adel Fadilah (040) 3. Ikhlasul H. (029) Kelas : Teknik Elektro A2    Tauhid dan Urgensinya bagi Kehidupan Muslim 1.   Definisi  Tauhid “Tauhid”, secara bahasa, adalah kata benda (nomina) yang berasal dari  perubahan kata kerja wahhada  –yuwahhidu, yang bermakna ‘menunggalkan sesuatu’. Sedangkan berdasarkan pengertian syariat, “Tauhid” bermakna mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. (Al -Qaul Al-Mufid, 1:5)   Pengertian Kata tauhid berasal dari bahasa arab, bentuk masdar dari kata wahnada yuwahhidu yang secara etimologi berarti keesaan, yakni percaya bahwa Allah SWT itu satu. Tidak lain adalah Lauhidullah(mengesakan Allah Swt). Jadi  pernyataan/pengakuan. Bahwa Allah Swt itu esa/satu. LaailahaillAllah (tiada Tuhan selain Allah)[Syamsul Rijak Hamid, buku pintas agama Islam, (bogor Xahaya Salam, 2005)] Ilmu tauhid merupakan ilmu pengetahuan yang paling tinggi derajatnya dalam agam Islam. Karena ilmu tauhid merupakan induk (pokok) bagi semua ilmu pengetahuan dalam agama Islam. Bahwa para ulama menyebutkan bahwa agama Islam adalah agama tauhid. Ilmu ini menerangkan serta membahas masalah keesaan Dzat Allah Swt hukumyang mempelajari ilmu tauhid adalah Fardhu’ ain. Ilmu tauhid di sebut juga ilmu Usuluddin, ilmu kalam, ilmu akidah, ilmu ma·rifat, adapula yang menyebutnya ilmu sifat 20 karena di dalamnya dibicara kan 20 sifat yang wajib bagi Allah Swt.[Abdullah zakey Al Kaaf dan maman abdul Djajal mutiara Ilmu Tauhid (Bandung CV PustakaSetia 1999) hal 12] 2.   Klasifikasi Tauhid A.   Tauhid Rububiyah :  Maknanya adalah keyakinan yang pasti bahwa hanya Allah semata Rabb dan Pemilik segala sesuatu, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia-lah Yang Mahapencipta, Dia-lah yang mengatur alam dan yang menjalankannya. Dia-lah yang menciptakan para hamba, yang memberi rizki kepada mereka, menghidupkan dan mematikannya. Dan beriman kepada qada' dan qadar-Nya serta ke-Esaan-Nya dalam Dzat-Nya. Ringkasnya bahwa tauhid Rububiyah Allah Ta'ala dalam segala perbuatan-Nya: Dalam dalil syar'i telah menegaskan tentang wajibnya beriman kepada Rububiyyah Allah Ta'ala seperti dalam firman-Nya, Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam    (Al-Fatihah:2)    Dan firman-Nya, Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyah hak Allah. Maha suci  Allah, Rabb semesta alam.    (Al-A'raaf : 54) Macam tauhid ini tidak diperselisihkan oleh orang-orang kafir Quraisy dan para  penganut aliran dan agama. Maksudnya mereka semua beri'tiqad bahwa Pencipta alam semesta ini hanyalah Allah semata. Allah SWT berfirman tentang mereka, Dan  sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka akan menjawab: ‘Allah.   (Luqman: 25) Yang demikian itu, karena hati manusia secara fitrah mengakui Rububiyyah-Nya oleh karena itu, seseorang tidak menjadi orang yang bertauhid sehingga ia mengakui dan konsisten dengan macam kedua dari ketiga macam tauihid tersebut.   B.   Tauhid Uluhiyah :  Yaitu mengesahkan Allah Ta'ala melalui perbuatan para hamba, dinamakan  juga dengan tauhid ibadah. Maknanya adalah keyakinan yang pasti bahwa Allah adalah Ilah(sesembahan) yang haq dan tidak ada ilah selain-Nya, segala yang diibadahi selain-Nya adalah bathil, hanya Dia-lah yang patut diibadahi, baginya ketundukan dan ketaatan secara mutlak. Tidak boleh siapapun dijadikan sebagai sekutu-Nya dan tidak boleh bentuk ibadah apapun diperuntukannya kepada selain- Nya, seperi shalat, puasa, zakat, haji,do'a, dan isti'anah (meminta pertolongan), nadzar, menyembelih, tawakal, khauf (takut), harap, cinta dan lain-lain dari macam-macam ibadah yang zahir (tampak) maupun bathin. Ibadah kepada Allah harus dilandasi dengan rasa cinta, cemas, dan harap secara bersamaan. Beribadah kepada- Nya dengan sebagian saja dan meninggalkan sebagian lainnya adalah kesesatan. Allah Ta'ala berfirman, Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan.    (Al-Faatihah: 5). Dan firman-Nya pula, Dan barangsiapa beribadah kepada ilah yang lain di  samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka  sesungguhnya perhitungannya disisi Rabb-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu adalah beruntung.    (AlMukminun: 117). Tauhid Uluhiyyah adalah inti dakwah yang diserukan oleh para Rasul. Dan  pengingkaran terhadap hal itu merupakan penyebab dari berbagai malapetaka yang menimpa ummat-ummat terdahulu. Tauhid Uluhiyyah merupakan awal dan akhir agama, bathin dan lahirnya. Juga merupakan tema pertama dakwa para Rasul dan yang terakhir. Oleh karenanya diutuslah para Rasul, diturunkannya kitab-kitab samawi, disyari'atkan jihad, dibedakan antara orang muslim dengan orang kafir, dan penghuni surga dengan  penghuni neraka. Itulah makna firman Allah, ...Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah...    (Ash-Shaafffat: 35).    Allah Ta'ala berfirman, Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelummu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: Bahwasanya tidak ada ilah (yang hak) melainkan Aku, maka beribadah kamu hanya kepada-Ku.    (Al-Anbiyaa': 25) Yang menjadi Rabb Yang Maha Pencipta, Pemberi Rizki, Yang Menguasai, Yang Mengatur, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, yang disifati dengan semua sifat kesempurnaan, yang suci dari segala kekurangan, segala sesuatu (berada) di tangan- Nya maka pasti Dia adalah Rabb Yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak  boleh ibadah itu dipalingkan kecuali kepada-Nya semata. Allah Ta'ala berfirman, Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.    (Adz-Dzariyaat: 56). Tauhid Uluhiyyah merupakan konsekuensi dari tauhid Rububiyyah. Hal tersebut karena orang-orang musyrik tidak menyembah Rabb yang Esa, akan tetapi mereka menyembah banyak rabb bahkan mereka menganggap rabb-rabb tersebut dapat mendekatkan mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Walaupun demikian, mereka mengakui bahwa rabb-rabb tersebut tidak ada mendatangkan mudharat maupun manfaat. Oleh karena itu, Allah tidak menggolongkannya sebagai orang-orang kafir sebab mereka mempersekutukan-Nya dengan salain-Nya dalam ibadah. Dari sini, aqidah salafush shalih -Ahlus Sunnah wal Jamaah berbeda dengan yang lainnya dalam hal tauhid uluhiyyah. Ahlus Sunnah tidak mengartikan tauhid seperti  pendapat sebagian kelompok bahwa makna tauhid itu adalah tidak ada Pencipta kecuali Allah, akan tetapi menurut mereka tauhid uluhiyyah tidak terlealisir. C.   Tauhid Asma'wa Sifat:  Yaitu keyakinan dengan pasti bahwa Allah SWT mempunyai asmaul husna (nama-nama yang baik), dan sifat-sifat yang mulia. Dia memiliki semua sifat yang sempurna dan suci dari segala kekurangan. Dia-lah Yang Maha Esa dan sifat-sifat tersebut, tidak dimiliki oleh makluk-Nya. Ahlus Sunnah wal Jama'ah: Mengetahui Rabb mereka dengan sifat-sifat-Nya yang terdapat dalam al-Qur-an dan as-Sunnah. Mereka menyifati Rabb-nya seperti apa yang Allah SWT telah sifatkan untuk diri-Nya dan seperti apa yang disifatkan oleh Rasul-Nya SAW, tidak melakukan tahrif (penyelewengan) ungkapan-ungkapan dari konteks pengertian yang sebenarnya, ataupun ilhad (Al-Ilhad yaitu berpaling dari kebenaran; dan termasuk kategori ilhad adalah: ta'thil (mengabaikan), tahrif (menyimpangkan), takyif (menfisualiasikan) dan tamstil (menyerupakan) sifat Allah. Ta'thil: Tidak menetapkan sifat-sifat Allah atau menetapkan sebagaiannya dan menafikan sisanya, Tahrif: Merubah nash baik sifat secara lafazh kepada makna yang lafazhnya tidak menunjukkan kepadanya kecuali dengan kemungkinan makna yang marjub (tidak kuat). Maka setiap tahrif adalah ta'thil dan tidak semua ta'thil adalah tahrif, takyif: Menjelaskan hakekat sifat, atau (bertanya dengan lafazh bagaimana), Tamstil: Menyerupakan sesuatu dengan Allah dari segala segi) dalam nama-nama- Nya dan ayat-ayat-Nya, dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang telah ditetapkan untuk dirinya-Nya tanpa tamstil, takyif, ta'thil dan tahrif. Dasar mereka dalam semua
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x