Documents

18 pages
124 views

Salim Group

of 18
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
resume
Transcript
  SALIM GROUP INDONESIA : PERKEMBANGAN DAN TINDAKAN KONGLOMERAT TERBESAR SE-ASIA TENGGARA Pemerintahan Soekarno memulai kebijakan industri yang membuat perekonomian Indonesia berkembang dengan pesat dan berefek pada peningkatan bisnis besar-besaran yang kita sebut “ konglomerat ”, dan bisnis yang terbesar SALIM GROUP.  SALIM GROUP adalah bisnis perusahaan yang berada di bawah pimpinan Liem Sioe Liong (Soedono Salim). Pada tahun 1980, Salim Group merupakan bisnis terbesar di Indonesia. Perkembangan yang dialaminya yaitu pada tahun 1990 total penjualan sebesar 20 triliun, memiliki 427 cabang perusahaan, dan 135.000 karyawan. Pada tahun 1992, penjualan Salim Group adalah 39 persen bagian dari total penjualan terbesar di Indonesia. Karena itu maka disebut sebagai “ konglomerat ” di Asia Tenggara selain Singapura, Taiwan, Hongkong. PERKEMBANGAN SALIM GROUP  A. Keuntungan Perdagangan Pada tahun 1967, pada saat masa pemerintahan Soekarno, disini Salim Group dengan modal yang kecil bisnisnya mulai mendapat keuntungan, Salim Group mendapat keuntungan besar dari bisnis impor dan ekspor dan pada tahun 1970, Salim Group sudah memiliki modal dasar untuk memulai membangun grup bisnis. Salah satu sumber keuntungan Salim Group adalah PT Waringin, yang mengekspor produk bahan baku atau dasar dan PT Mega yang mengimpor cengkeh. PT WARINGIN Pada tahun 1953, perusahaan ini adalah perusahaan impor yang kemudian berkembang pada tahun 1967 dengan memulai mengekspor kopi, karet, dan produk bahan baku lainnya. Dulunya Indonesia sangat terkenal sebagai pengekspor kopi dan karet sehingga harganya di tingkat internasional maningkat. PT MEGA DAN PT MERCU   BUANA Perusahaan ini dimiliki oleh adik Soeharto, Probosutedjo. Perusahaan ini di- design  oleh Minister of Trade. Perusahaan ini juga menjadi importir cengkeh terbesar. PT Waringin dan PT Mega memegang predikat pengekspor dan pengimpor utama sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini sangat penting di dunia perdagangan dan bisnis. Faktor ini membuat mereka memiliki kesempatan untuk lebih banyak mendapat untung dari hasil ekspor dan impor. B. Diversifikasi Industri Impor Liem memperluas bisnisnya, Salim Group, pada tahun 1960 dan tetap melakukan usaha peningkatan pabrik industry impor sampai pada pertengahan tahun 1980.  Usahanya ini sejalan dengan kebijakan pada pemerintahan Soeharto yang akan mempromosi industry impor. Diversifikasi Salim Group dibawah pemerintahan kebijakan impor dibagi menjadi empat, yaitu : 1. Pemasukan pabrik (1968 - 1974) 2. Mendirikan banking (1975 - 1978) 3. Mengembangkan bisnis dasar (1977 - 1981) 4. Diversifikasi konglomerat kedalam unrelated business (1981 - 1985) 1. Pemasukan pabrik Pada tahun 1968, Liem mendirikan PT Tarumex (Industry Textiel Trauma) yaitu perusahaan kapas yang terintegrasi. Pada tahun 1969, Liem juga mendirikan PT Bogasari yaitu perusahaan penggilingan tepung. Perusahaan tekstil dan tepung Liem mendapat dukungan dari pemerintah. PT Bogasari menjadi milling rights  di bagian barat Indonesia termasuk Jawa dan Sumatra. PT Prima Indonesia mendapat milling rights  di bagian timur Indonesia. PT Bogasari dan PT Prima Indonesia menjadi prod usen tepung gandum yang pertama dalam negeri. PT Bogasari mendapat persetujuan langsung untuk menginvestasi di pabrik konstruksi PT Bogasari juga menerima pinjaman langsung dari bank Indonesia. 2. Setting up banking Pada tahun 1957, Liem membentuk Bank BCA (Bank Central Asia). Pada tahun 1973, BCA menduduki peringkat no.23 terbesar dari 58 bank yang diukur berdasarkan ukuran asset. Dulunya BCA hanya dapat menangani transaksi dengan mata uang rupiah saja. BCA meningkat dan mengalami perkembangan pada saat Mochtar Riady menjabat sebagai later vice president   di bulan Mei tahun 1975 Mochtar juga pernah jadi presiden di Panin Bank. Liem meminta Mochtar untuk menjadi pimpinan BCA dan Liem juga akan memberikan 17,5 persen dari saham yang dimiliki bank BCA dan akan mempercayakan BCA selama 15 tahun ke depan supaya tetap dipimpin oleh Mochtar. TABLE IV GROWTH OF THE BANK CENTRAL ASIA, 1973 — 90 Year Total  Assets Total Deposits Loans Outstanding Paid-up Capital  After-Tax Profits No. of Branches No. of Employees  1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 n.a. 998 12,800 17,523 24,843 37,274 64,628 107,462 174,462 240,580 386,681 464,798 707,909 1,526,283 2,311,055 4,172,054 n.a. 24 10,766 12,401 19,100 29,045 51,845 88,178 143,388 202,121 290,835 345,462 534,047 792,088 1,128,929 1,736,229 3,408,471 n.a. 426 5,800 8,961 12,607 21,729 27,496 44,239 68,933 95,248 133,649 287,254 425,824 626,245 928,517 1,254,755 2,327,099 4,972,200 2.5 500 1,800 2,500 2,500 2,500 n.a. 6,000 6,000 15,860 22,000 22,000 22,000 32,000 32,000 32,000 42,678 42,678 n.a. 39 106 203 252 323 n.a. 1,104 1,479 2,050 5,053 7,647 n.a. 8,276 11,023 16,234 21,794 36,714 1 4 4 12 13 15 n.a. 22 24 26 27 29 n.a. 34 40 50 173 321 n.a. 112 298 620 828 975 n.a. 1,527 1,871 2,207 2,084 2,741 n.a. 3,474 3,904 8,119 12,883 Sources: Bank Central Asia, Laporan tahunan Bank Central Asia [Bank Central Asia annual report] (Jakarta), various editions. Tabel IV menunjukkan angka pertumbuhan BCA setelah reformasi Mochtar. Simpanan, pinjaman, dan jumlah pekerja dari tahun 1975 sampai 1990 tumbuh pada tingkat rata-rata tahunan sebesar 52 persen, 57 persen, dan 29 persen masing-masing. BCA menjadi bank nasional terbesar di Indonesia pada tahun 1976 dalam hal ekuitas, dan pada tahun 1978 dalam hal aset. Pada tahun 1983 ini bergerak di depan Citibank, cabang bank asing terkemuka di Indonesia, dan pada tahun 1992 BCA berdiri sebagai bank terbesar kelima di negara ini, di belakang hanya empat bank umum negara. Pada tahun 1980 ia mulai mengeluarkan kartu kredit sendiri, Kartu BCA, dan pada tahun yang sama ia mengenalkan penggunaan komputer; pada tahun 1988 mulai mengeluarkan cek VISA traveler's; dan pada tahun 1989 ia mengenalkan mesin teller otomatis dan berhasil mengembangkan produk simpanan baru yang disebut Tahapan (tabungan hari depan yang berarti penghematan besok ). 3. Memperluas Bisnis Semen Grup Salim memasuki industri semen pada tahun 1973. Dia pertama kali pindah ke tekstil, lalu ke penggilingan tepung; Setelah pembangunan perumahan menjadi bidang yang menjanjikan, Liem melihat peluang bagus dalam semen, bahan dasar dalam pembangunan perumahan. Tapi tidak seperti tekstil dan penggilingan tepung, produksi semen memerlukan peralatan dan investasi modal tetap yang besar ke  pabrik. Dengan pemikiran ini, tiga fitur berikut perlu dicatat tentang bisnis semen Grup Salim. Yang pertama adalah bahwa sampai pertengahan 1980an, dari semua bisnis di Grup Salim, industri semen mendapat jumlah investasi terbesar. Fitur kedua adalah bisnis semen Liem berkembang sangat pesat. Selama delapan tahun setelah dimulainya produksi komersial pada tahun 1975, perusahaan mengakuisisi 40 persen pasar untuk menjadi produsen semen domestik terbesar. Untuk mengatasi keunggulan pasar lama yang dimiliki oleh perusahaan milik negara dan untuk mengalahkan investor asing yang juga pindah ke industri ini, Liem mendirikan berturut-turut tujuh perusahaan semen dengan masing-masing dengan kapasitas 1-1,5  juta ton dan menempatkan mereka dalam operasi setiap satu sampai dua tahun antara tahun 1973 dan 1981. Kapasitas produksi semen tahunan kelompok tersebut meningkat dari 0,5 juta ton pada tahun 1975 menjadi 4,7 juta ton pada tahun 1983, melebihi produsen terbesar milik negara, (Persero) Semen Gresik dan afiliasinya. Pada tahun 1985 mencapai 8,9 juta ton, melebihi hanya dalam sepuluh tahun kapasitas produksi Siam Semen Thailand Co, sampai saat itu produsen semen terkemuka di Asia Tenggara dan yang kapasitas tahunannya setelah tiga puluh tahun beroperasi mencapai 7,45 juta ton (pada tahun 1988) . Fitur ketiga dari bisnis semen adalah Liem menggunakan sejumlah besar pembiayaan luar negeri. Sampai saat itu, seperti kebanyakan perusahaan swasta nasional lainnya, pinjaman bank dalam negeri merupakan sumber utama dana investasi kelompok tersebut. Namun, kiln No. 1 dan No. 2 dibangun dengan bantuan keuangan dari general manager Bank Bangkok, Chin Sophonpanit Thailand, dan Chien Tai Cement Co. dari Taiwan; untuk kiln No. 6, No. 7, dan No. 8. Liem memimpin perusahaan swasta Indonesia untuk meminjam secara formal dari kreditur luar negeri, yang pada saat bersamaan secara terbuka menunjukkan kepercayaan yang dimiliki kalangan keuangan internasional di Liem. Namun, hutang yang besar ini kepada pemberi pinjaman luar negeri membuat tagihan yang harus dibayar di tahun-tahun mendatang. Pada saat yang sama bahwa dia mengembangkan operasi semennya, Liem juga mengembangkan bisnisnya secara nyata. Negara, sektor yang menciptakan permintaan semen, Pembentukan operasinya di sektor real estate kembali ke tahun 1970, dan pada tahun 1972 ia memulai usaha patungan dengan Ciputra (Tjie Tjien Hoan, pemimpin Kelompok Jaya), pemimpin pengusaha di industri konstruksi Indonesia. Namun, baru pada tahun 1976, setahun setelah bisnis semennya mulai beroperasi, Liem mulai berinvestasi secara serius di bidang real estate, terutama investasinya ke sebuah perumahan di bagian selatan Jakarta, ke dalam pengembangan lapangan golf, dan ke kantor. konstruksi bangunan, dan dia melanjutkan investasi ini sampai awal tahun 1980an. Diversifikasi konglomerat Dari sekitar tahun 1981 ketika operasi perbankan dan semennya telah berkembang. 4. Diversifikasi Konglomerat Grup Salim mulai melakukan upaya diversifikasi konglomerat yang substansial, dan pada tahun 1985 telah membentuk konglomerat yang sangat beragam yang mengandung banyak perusahaan oligopolistik. Pangsa yang lebih besar mulai menyebar ke baja, mobil, bahan kimi , makanan, dan industri agribisnis. Beragam
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x