Documents

6 pages
83 views

III

of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Uiojh
Transcript
  III. METODE PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2017 hingga bulan Desember 2017, bertempat di Laboraturium Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu. 3.2 Materi Penelitian 3.2.1 Organisme Uji Organisme uji yang digunakan merupakan jenis udang kaki putih atau yang dikenal dengan nama latin  Panaeus vannamei . Organisme uji yang digunakan diperoleh dari Tambak supra intensif Balai Benih Ikan Kampal yang berada di daerah Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah. Transportasi udang dari daerah mamboro hingga ke Laboraturium Budidaya Perairan, Universitas Tadulako diangkut dengan menggunakan kendaraan mobil dan juga sepeda motor, sebelum diangkut udang diletakkan di dalam wadah sterofom terlebih dahulu. Pemindahan udang kedalam wadah pemeliharan dilakukan setelah udang di diamkan beberapa saat, bertujuan untuk menghindari terjadinya stress atau kematian pada udang. Pemindahan udang dari wadah sterofom ke wadah pemeliharaan yaitu dengan menggunakan alat seser secara perlahan-lahan. 3.2.2 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan selama praktikum berlangsung yaitu sebagai berikut:  Tabel 1. Alat yang digunakan selama praktikum berlangsung  No. Alat Kegunaan 1. Bak Pelastik Sebagai wadah pemeliharaan udang 2. Aerator Sebagai penyupali oksigen terlarut 3. Timbangan Analitik Mengukur bobot udang 4. Seser Mengambil dan memindahkan udang kewadah yang lain, serta untuk membersihkan wadah  pemeliharaan udang 5. Jergen Wadah untuk mengambil air laut 6. Pipet Skala Mengukur volume probiotik yang akan digunakan 7. Refraktometer Mengukur salinitas air 8. Alat pengukur pH dan Suhu Air Mengukur pH dan suhu air Bahan yang digunakan selama praktikum berlangsung yaitu udang kaki  putih (  Panaeus vannamei ) sebagai organisme uji, Probiotik EM4 (Effective Microorganism 4), Air laut dan Pakan komersial Feng Li (FL0 dan FL1). 3.3 Metode Praktek 3.3.1 Pemeliharaan Organisme Uji Udang kaki putih (  Panaeus vannamei ) yang ditebar di dalam wadah  pemeliharaan yaitu berjumlah 20 ekor dengan ukuran bobot tubuh yang berbeda- beda. Pemberian pakan pada udang kaki putih (  Panaeus vannamei ) dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pada jam 06.00 dan pada jam 18.00. Pemberian pakan  pada udang kaki putih (  Panaeus vannamei ) yaitu 3 % dari bobot tubuh udang.  3.3.2 Angka Lempeng Total (ALT) Penumbuhan dan penghitungan jumlah koloni bakteri dilakukan dengan menggunakan metode total plate count   (TPC) melalui pengenceran berseri (  serial delution ). Sampel media pemeliharaan diambil 10 ml, dimasukkan kedalam tabung reaksi yang mengandung 9 ml larutan NaCl 0,5% (akuades), divortex hingga homogen (Pengenceran 10 -1 ). Tujuh tabung reaksi yang akan digunakan diberikan label terlebih dahulu. Sampel air dalam erlenmeyer diambil dengan menggunakan pipet 1 ml secara aseptis dan dimasukkan kedalam tabung  pengenceran 10 -2 , divortex hingga homogen. Selanjutnya, 1 ml sampel dari tabung  pengenceran 10 -2 dimasukkan ke dalam tabung pengenceran 10 -3 , demikian selanjutnya hingga pengenceran 10 -8 .  Nutrient agar atau Tryptic soy agar (TSA) disiapkan sesuai dengan petunjuk  pabrik yang tertera pada kemasan. Setelah ditimbang, media agar dimasukkan kedalam erlenmeyer dan ditambahkan akuades 1000 ml. Media dih omogenasi dengan menggunakan  Mangnetic stirer diatas  Hot plate . Sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan autoclave pada suhu 121 o C selama 15 menit. Air sampel sebanyak 1 ml dari tingkat pengenceran dimasukkan secara aseptis ke masing-masing cawan petri yang telah diberikan label sesuai dengan tingkat pengenceran. NA atau TSA dengan suhu sekitar 50 o C (Belum Membeku) dituang ke masing-masing cawan petri yang telah berissi air sampel. Cawan diputar membentuk angka 8 agar sampel media tercampur rata. Setelah agar membeku, cawan petri dibungkus dengan  plastic warp  dan dibalik, serta  diinkubasi selama 2x24 jam dalam inkubator pada suhu 30 o C. Jumlah koloni yang terbentuk dihitung dengan menggunakan  Interscience colony counter  . 3.3.3 Perlakuan Pemberian probiotik dilakukan setelah udang dipelihara selama seminggu di laboraturium budidaya perairan. Pemberian probiotik yang dilakukan oleh kelompok 8 yaitu probiotik yang ditambahkan kedalam pakan udang sebanyak 10 ml. Pemberian pakan yang mengandung probiotik sama dengan pemberian pakan  biasa yaitu 3% dari bobot tubuh udang. Pemberian pakan probiotik dilakukan 4 hari sekali sesuai dengan perlakuan masing-masing kelompok. Air pemeliharaan akan diganti seminggu sekali dan penyamplingan udang dilakukan seminggu sekali yaitu teptnya pada hari minggu. Pembersihan wadah pemeliharaan dilakukan dalam waktu 2 hari sekali selama praktikum berlangsung. 3.3.4 Desain Percobaan Percobaan didesain dalam rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 10  perlakuan dengan 2 ulangan, sehingga banyaknya suatu percobaan adalah 20 unit. Perlakuan yang diberikan adalah probiotik dengan dosis yang berbeda sebagai  berikut : Perlakuan A : Probiotik EM4 dengan dosisi 0 ml/20 l air media (Kontrol) Perlakuan B : Probiotik EM4 dengan dosisi 0,01 ml/20 l air media Perlakuan C : Probiotik EM4 dengan dosisi 0,1 ml/20 l air media Perlakuan D : Probiotik EM4 dengan dosisi 1 ml/20 l air media Perlakuan E : Probiotik EM4 dengan dosisi 10 ml/20 l air media
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x